Wednesday, October 28, 2009

Monday, October 26, 2009

Pesona Karimun day 3: Pak Mahmud... jangan gila dunx!!




Hari ke-3 adalah saatnya menjelajahi daratan. Pak Mahmud menyambut qt dengan sangat bersahabat, rute perjalanan qt serahkan ke beliau dengan 1 catatan qt jalan darat setengah hari untuk selanjutnya akan kembali ke Tanjung Gelam dengan perahu demi sebuah misi balas dendam msdhian yang dihari kedua memensiunkan kameranya karena lowbat. Tapi ternyata Tanjung Gelam bisa dicapai melalui daratan dengan catatan jalan kaki sejauh 2km, GUBRAKS!!! Denger kata 2km versi orang daerah jelas mengkhawatirkan!!

Memasuki desa Kemujan qt disuguhi pemandangan hutan bakau, persawahan yang kering kerontang selepas panen hingga sampailah qt disebuah darmaga kecil tempat bongkar muat material bahan bangunan (namanya apa ya??). Beberapa sesi pemotretan pre wedding berlangsung dengan sukses, samhoed juga sudah bisa pasang senyum manis :) Perjalanan berlanjut ke kampung Bugis, kekonyolan demi kekonyolan mulai pecah dengan cerita-cerita pak Mahmud yang ceplas-ceplos tanpa ekspresi tapi bikin qt sakit perut overdosis ketawa. Niatan awal gw buat moto rumah eksotis adat bugis dengan sangat sukses dimentahkan pak Mahmud.. "Ini mba' rumah bugis yang bagus buat difoto".. gw cuma bisa cengo n menekan tombol shutter dengan terpaksa, bunga bougenville jadi alasan pk Mahmud memilih rumah ini. Oke dee...

Kisah Sunan Nyamplung, Soto Bo***g, pak idrus 75% masih menari-nari diotak gw dan selalu menyisakan senyum yang akhirnya pecah ngakaknya kalo dah mulai chating dan mbahas semua crita pak Mahmud. Beliau tourguide yang sangat terpercaya, membawa qt ke pantai tempat tenggelamnya kapal Sunan Nyamplung yang kalo tebakan titik bener namanya Legon Lele, resort indah yg kata omsam namanya Palem Cottage hingga makam Sunan Nyamplung. Bukannya qt ziarah kubur yang ada malahan dapat tempat dengan view sangat cantik sebuah hamparan lautan tenang dengan pulau kecil ditengahnya. dan sepertinya kutukan demi kutukan menghinggapi satu per satu rombongan kami, msdhian yang sandalnya sukses jebol, handuk titik yang kabur (dan ari dengan tulus meminjamkan kanebo-nya, KANEBO BOOO!!!), samhoed yang garuk-garuk mulu keq m***t, sdcard danang yang error, kapal kartini yang tidak jadi berlayar karena gelombang besar, tebakan buah untuk makan malam yang salah hahaha... ini mah dah terlalu mengada-ngada.

Tanjung Gelam atau disebut juga Ujung Gelam ternyata sangat mudah dicapai melalui jalan darat, perjalanan ditempuh dengan jalan kaki melalui jalan setapak yang sedikit naik turun dengan kanan kiri pepohonan dan semak... (jadi berasa syuting film "the Beach", tapi kemana ms Leo ya??) Tidak sampai 30 menit qt langsung bertemu lautan dan dengan berjalan menyusuri bibir pantai ke arah kiri qt akan dihadapkan pada sang mentari yang mulai tenggelam, we've got a such beautiful sunset here.... dan semua keindahan itu cukup dengan membayar Rp.10.000/mobil dan guide yang nunjukin jalan Rp. 5000. Selepas sunset kami kembali ke mobil dan berniat makan malam di rumah makan bu Ester karena siangnya qt dah mencicipi masakan bu Ester yang bikin pengen balik lagi (murah dan uenak), tapi berhubung bu Nurul juga sudah menyiapkan makan malam qt cuma mampir ke warung untuk beli Mangga Karimyuuuun... muanis... cukup bayar Rp. 2000/buah dah dikupas dan dipotong plus tusuk gigi. Untunglah gak jadi makan malam tempat bu Ester coz menunya masih sama dengan makan siang:-|

Ombak dan angin masih lumayan kencang, celetukan pak Idrus yang ngabarin gak da kapal berlabuh di darmaga gw jawab dengan meletakkan jari telunjuk miring secara sembunyi-sembunyi. E.. ternyata kabar itu beneran. Maafin ya pak Idrus... pak Mahmud dah nyekokin gw dengan 75%-mu jadi berburuk sangka dengan kabar yang pak Idrus sampaikan... maaf...

Kutukan belum berakhir... karena air payau belum juga datang hingga jam 9-an, sebagian memilih nunggu air sambil packing dan sebagian lagi langsung tidooorr...

Panduan Wisata Karimunjawa: http://ndahsaja.com/?p=58

Sunday, October 25, 2009

Pesona Karimun Jawa day 2: Phose Phose..




Kami menginap di wisma apung dengan memesan 3 kamar (2 kamar extrabed) dengan harga Rp 120.000/malam plus Rp 40.000/malam u' ekstra bed-nya. Gak perlu pesen kamar ber-AC toh siang hari juga lampu mati sedangkan malam harinya angin laut sudah lebih dari cukup untuk menggantikan fungsi AC. Dihari ke-2 adalah saatnya melaut, kami menjadwalkan untuk keliling pulau dengan menyewa perahu seharga Rp. 300.000. Malam sebelumnya kami sudah memesan ke bu Nurul perahu, makan siang dan snorkle. Yang perlu jadi catatatan adalah walaupun sudah pesen snorkle sebaiknya pagi hari langsung pilih snorkle lengkap dengan pelampungnya karena perahu cuma datang dengan makan siangnya. Pengalaman gw di Belitung yang semua pesanan qt langsung disediakan EO tidak berlaku di Karimun, jadi bersiaplah berebut snorkle. Pelayanan pak Aris pemilik perahu kurang memuaskan, karena gak kebagian snorkle qt kena gethok harga Rp. 35.000 padahal harga resminya hanya Rp. 25.000, kondisi snorkle dan pelampungnya juga kurang baik. Sialnya lagi Rudi kehilangan kacamatanya sehingga dia musti bayar ganti Rp. 150.000.

Diluar hal tersebut perjalanan keliling pulau ini sangat memuaskan, biarpun matahari menyengat kulit dengan ganasnya semua (kecuali gw) bisa menikmati kesegaran air di Tanjung Gelam, Cemara besar dan Menjangan Kecil. Mereka bilang pemandangan bawah airnya juga bagus, terumbu karang dan ikan-ikan cantik membuat mereka betah banget.

Sesi pemotretan untuk D-Magazine (Dudulz-Magazine) cukup melelahkan, apalagi dengan model kacangan keq omsam yang selalu merusak tema foto. Sejelas apapun aba-abanya selalu saja salah, adegan baywatch kacau, adegan telentang rusak oleh pameran keteknya, giliran sesuai arahan koreografer ekspresi mukanya hancur. Untunglah ada Sapari Zachry yang dengan telaten ngajarin senyum.

Perjalanan ini menghasilkan istilah baru dengan pemegang hak cipta Rudi Bilbinal, temen omsam yang konon kabarnya nenek moyangnya adalah manusia perahu vietnam yang terdampar di Lampung. Senyumnya irit, gak maksain senyum 3 jari keq mantan finalis Aneka Ria Safari jeunx Sapari, tapi kalo dah phose muka jutek arzetti-pun lewat. Tiap pengen difoto dia akan menyerukan kata "phose!", maka pagi itu tanpa potong pita dan mecahin gentong "phose" menjadi sebutan resmi untuk berfoto. Kalo dicuekin dia rela melakukan adegan gak penting seperti guling-guling dipasir hanya demi terekam video, udah gitu... videonya rusak pula hahahahaaa....

Perjalanan menuju pulau Menjangan Kecil dari pulau Cemara sekitar 1 jam dengan deburan ombak yang cukup besar hingga gw butuh 2 punggung buat ngindarin cipratan airnya (thx a lot buat rudi & sapar). Entah kenapa qt gak boleh turun di pulau Menjangan Kecil. Disini ikan-ikan cantik terlihat jelas dari permukaan air, mereka gak takut-takut berenang bareng bahkan tambahan air dari temen-temen yang numpang pipis disini mereka nikmati layaknya pesta vodka. Sebuah prestasi besar ditorehkan danang, dia berhasil snorkling menjauh dari perahu.. gak pegangan perahu sodara-sodara!! OPLOKOPLOKOPLOK.... (standing ovation) semua itu berkat sebuah tali (huuuu.... duduk lagi lempar jangkar!!).

Malam harinya tidak ada games, semua udah terlalu cape'. Ohya... Bu Nuruuuulll.... matikan blower-nya dunx!! Gila.. malam minggu bukannya ditemani angin sepoi-sepoi yang menambah romantisnya suasana malam dibawah taburan bintang malahan AC, blower, kipas angin dipasang maksimal... angin laut berhembus dengan teramat kencang.. Brrr... uhuk uhuk.... 38.2 degrees, and i'm stil here for d'next 2 days:/

Panduan Wisata Karimunjawa: http://ndahsaja.com/?p=58

Pesona Karimun Jawa - day 01




Perjalanan ini berawal dari keisengan semata, karena udah sekian lama kami didekatkan oleh jejaring sosial bernama multiply sepertinya gak da salahnya kalo gw ngajak mereka untuk jalan bareng. Ide perjalanan ke Karimun pertama kali gw PM tanggal 26 May 2009 tidak mendapat sambutan meriah yaahh... setidaknya gw gak dilempar botol air mineral, ada yang bilang kurang bagus ada yang bilang mahal namun pada akhirnya qt menyepakati untuk membuat trip murah meriah ke Karimun. Semua informasi qt kumpulin hingga tersusunlah sebuah itinerary Karimun Jawa, tarik ulur tanggal keberangkatan, perubahan iten karena perubahan jadwal kapal hingga menurunnya semangat karena berkurangnya jumlah peserta mewarnai persiapan ke Karimun. Sesuai dengan pesan bu Elvy, angka 8 menjadi angka pasti jumlah peserta trip ke Karimun Jawa dan sebelum harga naik di hari Senin, msdhian yang ngambil cuti sejak hari Jum'at sudah menjelajahi Semarang terlebih dahulu sedangkan gw, ari, danang, samhoed, rudi dan gulam baru berangkat dari Jakarta pada Jum'at malam demikian juga titik yang berangkat dari Surabaya.

Senja Utama tiba tepat pada waktunya di Jatinegara mempertemukan gw pertama kalinya dengan temen omsam yang konon kabarnya pendiem. Samhoed yang sekian lama mendamba perjumpaannya dengan artis dangdut kenamaan Sapar Satelit langsung mengambil tempat duduk bersebelahan dengan idolanya, sayang... sang artist lebih memilih menghabiskan perjalanan malam itu bersama Ari. Seperti sudah diduga sebelumnya, kehebohan langsung terjadi ketika samhoed, dansapar, ari n ndah duduk bersama, untungnya gak ada penumpang yang nglempar koper:)

Gak berapa lama satu per satu tepar, hingga tinggal Danang yang kelebihan kaki susah payah tidur dengan pasang beragam gaya dan gw dengan gangguan telpon, batuk dan "lampu taman" yang bolak balik roboh ke bahu bener-bener gak bisa tidur. Terlambat dari jadwal semula, jam 4 lebih dikit qt sampai di stasiun tawang. Kesan pertama gw dengan stasiun terbesar di Semarang ini adalah... jorok dan kumuh!! Toiletnya menjijikkan (gayungnya ditaliin pula, apa pengguna toilet ini suka ngambil souvenir gayung?), tempat wudhu-nya juga kotor dengan air menggenang di selokannya. Niatan untuk gak mandi hingga tiba di Karimun digugurkan oleh ajakan msdhian untuk mandi di penginapannnya. Pemandangan menakjubkan disepanjang perjalanan dari Stasiun Tawang ke penginapannya yang bernama Raden Patah, terpatahkan oleh suasana horor yang menyelimuti penginapan Raden Patah. Sumpeeehhh deeee.... gak bakal berani gw sendirian ditempat itu meski siang hari bolong sekalipun, serrrreeeeeeeeeeeeeeeem!!!

**AIR KENCING PERAWAN**
Setelah rombongan komplit dengan mencarter angkot seharga Rp. 40.000 qt menuju pelabuhan, saatnya bertemu dengan Pak Purwanto. Beliau adalah bagian ticketing kapal cepat Kartini pelabuhan Semarang, he so helpfull. Bolak-balik telpon mastiin qt udah jadi booking or enggak, kapan transfer, udah berangkat dari jakarta pa belum, dah nyampe semarang pa belum, dah nyampe pelabuhan pa belum... fuihh pokoknya baek banget dah Pak Pur ini. Sekitar jam 9 kapal Kartini tujuan Karimun Jawa diberangkatkan, kami mengambil kelas bisnis dengan tiket seharga Rp. 110.000. Sepanjang perjalanan laut menuju karimun pemandangannya begitu...... entahlah... gw tidooooooooooor!!! Hingga setengah jam menjelang kapal berlabuh di Karimun gw n Rudi untuk pertamakalinya keluar kapal dan foto-foto versi nguantoex, demi sebuah pembuktian... kami naik kapal!! Jam 13.00 kapal kartini berlabuh di darmaga Karimun Jawa... puanaaas!

Menurut bu Nurul (pemilik wisma apung) kami akan dijemput Pak Mahmud, bapak-bapak berbadan besar dengan mobil carry warna hijau. Ternyata beliau masih bolak-balik nganter tamu wisma apung hingga akhirnya kami dapat jemputan kloter yang ke-3 diantarkan ke darmaga kecil tempat perahu-perahu nelayan bersandar, sebuah perahu menanti kami. Tidak sampai 10 menit kami sudah sampai di wisma apung, sebuah penginapan yang terbuat dari kayu berdiri dengan anggun diatas air laut yang jernih dengan ombaknya yang berayun lembut. Makan siang sudah menanti.... hmm.. nyummie...

Semua kegatelan pengen langsung nyebur dan bersnorkling ria, sementara temen yang lain sibuk masang snorkle gw justru pasang termometer dan segera menelan paracetamol dan obat batuk demi menurunkan panas yang sudah merangkak melewati 37.6 derajat. Gw tidur dibawah asbes didalam kamar yang panas, angin sepertinya masih enggan berhembus.

Kehebohan dimulai ketika Sapar membawa kakinya yang kebaret-baret karang, jempol kaki, sekitar dengkul dan juga pergelangan tangan yang semua berdarah, ngeri juga ngliat lukanya tapi untuk pura-pura pingsan koq ya sepertinya berlebihan jadi yah terpaksa jadi suster (tanpa ngesot). Usut punya usut ternyata dia panik sewaktu baju pelampungnya mengendur, yahh harap pengertian dari temen-temen semua biarpun badannya gede tapi nyalinya kueciiil kalo dah menyangkut berada disuatu tempat dimana kaki panjangnya gak bisa napak tanah... so tajamnya karang dan ganasnya bulu babi gak masuk dalam otaknya, yang penting... larrriiii!! Belum juga plesternya nempel, samhoed naik juga pamer bawa baret di kaki walopun gak separah sapar disusul msdhian yang sibuk minta pinset karena banyak bulu babi masuk ketelapak kakinya. Alkohol, betadhine sepertinya gak mempan... hingga akhirnya Rudi dateng dengan kabar gembira, ternyata obat mujarab untuk mengeluarkan bulu-bulu babi itu... cukup dikencingin, lebih mujarab lagi kalo dikecingin perawan. dan semua orang memandang Sapar^^

**ABC 5 DASAR... DASSSARRR GELO!!!**
Pesona sunset dapat dengan mudah dinikmati dari belakang kamar ber-AC atau mushola wisma apung, namun kami memutuskan untuk menyeberang ke pulau Menjangan Besar. Tidak perlu perahu untuk menuju pulau Menjangan Besar karena jaraknya dari wisma apung sangat dekat dan kedalaman airnya sore itu mungkin sekitar 1 meter sehingga kami bisa menyeberanginya. Landscape indah tergelar sempurna dihadapan kami... matahari perlahan meluncur mencium batas horison. Keindahan lainnya muncul setelah matahari terbenam, it's time for blue hour!! Sayang.. temen-temen dah pada ngacir duluan balik ke wisma (gw akan upload edisi khusus sunset dan sunrise karimun jawa)

Setelah makan malam kami mati gaya, gak da kartu gak bisa karaoke dan waktu itu belum ada foto untuk dicela. Untunglah sapari zachry ngajakin maen ABCD 5 Dasar, berbekal sunblock gw, ari, danang, samhoed dan rudi merelakan aset berharga kami, wajah manis dan imyut ini tercoreng-coreng sunblock.

ABCDEGHIJKL....
nama-nama tanaman!! Labu, lombok, lengkuas.. LENGKENG?? Itu mah Kelengkeng!! Boleh make Nickname kan... nicknamenya kan lengkeng?? **teuteupp! Huhh maksa... coret coret creeett!!!
ABCDEFGHIJKLMN....
nama-nama buah.. Nangka, nanas... mm gak da ide lagi,
Nambutan, nisang, nambu, nemangka... whuakakakaaakk... ini tebakan termudah buat gw karena pengalaman punya tetangga yang suaranya sengau... coret coret creeett CReetttt!!! Walhasil... qt lebih mirip anggota suku pedalaman Papua yang mau pesta "bakar batu". Entah karena kehebohan kelompok qt atau suara generator yang mengganggu, keeseokan harinya penghuni kamar disebelah kamar yang dipake buat games pindah kamar :D

Next==> Karimun day 2 - Phose Phose Phose

Panduan Wisata Karimunjawa: http://ndahsaja.com/?p=58

Thursday, October 15, 2009

Outbound RAMP Indonesia, RAMP Peru, RAMP India & TLF @LIDO




Dibawah awan kelabu yang memayungi Bogor selepas dhuhur qt menuju hotel lido lakes, bukan untuk menginap tentunya, hanya ingin menggerakkan badan setelah 2,5 hari duduk-duduk di ruang meeting... gak mau kalah ma instansi-instansi pemerintah yang bikin acara wajib outbound qt-pun mau outbound!! Menikmati hidangan makan siang dengan view danau yang cantik diiringi irama hujan yang datang dan pergi sesukanya. Permainannya biasa ajah cuma buat seru-seruan, like... rabbit & hunter, ngglindingin bola, halang rintang, segitiga bermuda n flying fox. Yang bikin seru tentu aja kekompakan konyolnya, mo yang muda (ehm... keq saiyah) maupun yang dah berumur (gak mau nyebut ah... berumur semua sih)

Yang menyebalkan dari ini semua adalah.... kenapa foto gw dikit banget???!!! Giliran minta di fotoin eh slalu slalu dan selalu nge-blur. kalo gelap or trlalu terang sih masih bisa diperbaiki lah ini... ish ish ish... dengan tidak tahu malu eh... agak malu juga sih, gw bernarsis ria di toilet hotel. taro kamera di pinggir.. arahin ke cermin n tarraaa... brhasil juga gw mengabadikan moment gw basah kuyup yup yup yupp hasil flying under d'rain. Hasil dari outbound... kaki gw pegel-pegel!! (ketahuan deh yang gak pernah olahraga)

Kapan-kapan makan disini yuuux... (cari-cari temen yg mo ultah)




Setiap nglewatin tempat makan ini gw selalu bertanya-tanya.... koq tetep eksis ya, padahal gak pernah ada mobil parkir atau orang keluar masuk ke restaurant. Agak kaget juga sewaktu di agenda acara ada lunch di Gurih 7. Ternyata gak salah juga pak Rezal milih tempat ini, coz dibelakang bangunan yang saat ini sedang direnovasi ada tempat makan yang lumayan asyik. Jelas aja gak da mobil parkir lha wong parkirannya nyungsep dibelakang bangunan utama dan tempat makannya yang berupa gubug berjejer manis mengitari sekaligus diatas kolam. Mirip dengan saung depok tempat gw n ex_pesona biasa buka bersama dengan ukuran yang lebih kecil. Mengingat tempatnya yang ditengah kota Bogor kolam ikan, taman dan air terjun mini sudah cukup mengademkan suasana. Air terjun mininya lumayan buat gw bereksperimen dengan slowspeed tanpa tripod, gletakin aja kameranya dilantai :">

Harga menunya standar rumah makan alias mahal whuehehe.... tangtingtangtingtung ber-30 pk finance ngabisin duit 2.2juta. Masakannya sepertinya enak-enak (gw gak sempet nyobain semua), gurami asem manis, sate cumi n pecel-nya uenak, tumis kangkungnya gak enak (jauh lebih enak bikinanku... bikinan mb'ku lebih tepatnya).

Sunday, October 4, 2009

Nomor Telepon Penting Untuk Pengiriman Bantuan Gempa Sumatra Barat

Informasi ini saya peroleh dari facebook "Onno W. Purbo" yang sejak terjadinya gempa Sumatera Barat 3 September 2009 terus aktif mengupdate semua informasi yang terkait gempa. Bahkan ditengah kesibukannya memberikan seminar sana-sini masih dibela-belain begadangan demi sebuah peta Situs Peta Informasi Bencana. Kabarnya besok pagi peta informasi gempa ini akan dibahas juga oleh TVOne. Silahkan menjadi teman beliau untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Berikut ini nomor-nomor kontak 3 pintu untuk pengiriman bantuan gempa sumatra barat:
(1) Departemen Kesehatan–Firza Hendra (0812-88-9595-33),
(2) Departemen Sosial–Endhy Suwarna (0857-114411-72,
(3) TNI AU Halim PK–Letkol Nyoman, Kepala Seksi Angkutan (0815-1377-1992).

Bila ada masalah pengiriman dlm jumlah sangat besar, hubungi langsung Ketua Koord BNPB–Yolak Dalimunthe (0818-0603-4110) atau Lanud Halim PK-Kolonel Djoko S (0815-8899-202).

Bila tak berhasil silakan langsung ke Danlanud Marsekal Madya... Boy Syahril 0813-1000-7440.
Ada perwakilan Mabes TNI di Posko Terpadu (bila ada masalah lintas angkatan hubungi Kol. Hermansyah 0812-8644-639).

Bagi organisasi asing, bila ingin mengangkut atau mendatangkan barang dari luar negeri, silakan berkoordinasi dengan perwakilan Bea Cukai di posko terpadu Halim PK Denny (0812-80-15251)

Peta Informasi bencana Sumatra Barat:
http://opensource.telkomspeedy.com/map/
Bagi mereka yang ingin membuat Situs Peta Informasi Bencana seperti yang beliau buat di http://opensource.telkomspeedy.com/map/ silahkan mengambil seluruh source code-nya di http://opensource.telkomspeedy.com/map/sistem-informasi-bencana-alam.tar.gz