Showing posts with label jazz. Show all posts
Showing posts with label jazz. Show all posts

Friday, April 9, 2010

Galeri @JavaJazz2010 @JavaJazzFest




Tidak pernah ada kata bosan menikmati jazz, sayang.. digelaran javajazz2010 hanya nonton 1 hari saja yaitu di hari ke-2. Nyesel senysel-nyeselnya tiap kali ndengerin lagu-lagunya John Legend yang tampil di hari pertama (special show). Tapi ya sudahlah... toh hari ke-2 juga bisa menyaksikan musisi dunia meramaikan hajatan jazz terbesar sejagat raya. Thx pak Peter F Gontha yang telah berhasil menggelar Jakarta International Jazz Festival, selamat juga atas penghargaannya >>
http://www.javajazzfestival.com/2010/rekor.php

Semoga bisa kembali eksis di JavaJazz2011: 4, 5, 6 Maret 2011

>>ohya thx juga u' bertrand antolin (bener gak sih namanya) yang udah nolongin gw moto di specialshow-nya tonybraxton...wkwkwkk... sok kenal banget sih gw

Wednesday, November 11, 2009

Jak Jazz Festival 2009, 4,5,6 Desember 2009. Be There!!

Terjawab sudah siapa yang akan menjadi jagoan di Jak Jazz Festival yang rencananya akan digelar pada tanggal 4, 5 dan 6 Desember 2009 di Istora Senayan Jakarta. Ireng Maulana yang hadir bersama sejumlah panitia Jak Jazz Festival dalam rangka Syukuran Jak Jazz 2009 menyatakan bahwa Dave Valentin (Flute) bersama Bill O’Connell (Piano), dan Richie Flores (Conga, Perkusi) dalam formasi Triple Play.

Oom Ireng Maulana – demikian ia akrab disapa – mengungkapkan bahwa tahun ini JakJazz memiliki chairman baru yaitu Lilik Wibisono, seorang pengusaha pupuk yang masih berusia 35 tahun. Namun sayang karena kendala teknis sang ketua baru tidak dapat hadir dalam acara syukuran tersebut. JakJazz untuk Korban Bencana Alam dijadikan tema tahun ini.


Sejumlah media yang diundang bersama dengan para musisi-musisi yang merupakan rekan-rekan Ireng Maulana seperti Idang Rasjidi, Benny Likumahua, Kiboud Maulana, Didiek SSS, Ananda Mates dan penyanyi Syaharani, memberikan support demi kelangsungan festival jazz pertama yang berskala nasional dan kini masuk dalam usia 11 (sebelas) tahun. Acara syukuran sendiri diadakan di markas JakJazz Pejompongan kawasan Bendungan Hilir (Benhil).

Lebih lanjut Rully Mangunsong yang bertugas mengontak artis-artis yang akan manggung dalam festival ini menyatakan sejumlah nama yang sudah dipastikan pula akan berpartisipasi. Seperti Lica Cecato dan Valtinho Anastacio dari Brazil. Dari negeri jiran, Malaysia hadir RTM Jazz Orchestra dan M-Jazz Trio.

Pusat kebudayaan di Jakarta juga akan berpartisipasi memeriahkan acara selama tiga hari ini. Erasmus Huis (Belanda) akan mendatangkan Pigalle 44 Gypsy Jazz, sementara CCF (Perancis) akan mengundang Jean My Truong Quartet.

Musisi lain yang juga akan tampil adalah Curtis King Blues Band, Roberto Ruggeri dan Mattia dari Italia. Lalu Janek Gwizdala Project dari Norwegia dan Inggris. Galaxy Big Band yang merupakan band dengan anggota para expatriate dari Jepang turut pula ambil bagian. Rully juga menyebutkan Tetsuo Sakurai masuk dalam daftar antrian yang masih menunggu konfirmasi.

Panitia sudah menetapkan harga tiket pertunjukan yakni sebesar:

  • IDR 150.000 (Mahasiswa/Pelajar),
  • Daily Pass: IDR 250.000 dan
  • 3 Days Pass: IDR 600.000

Source: warta jazz

**mahal ya bo.... tunggu detail schedule-nya dulu deh, keqnya gak bakal mampu beli 3days pass-nya

Thursday, September 3, 2009

Jon Secada Rilis Album Jazz (koq.. pindah genre??)

Sekian lama ngilang dari belantara musik latin, Jon Secada kembali dengan album baru yang bikin gw kaget... JAZZ!! Gw mengenalnya saat qt berdua ngejar layangan (sok akrab dikit lah)... Termehek-mehek waktu ndengerin
Did I come home too late, too son
You in his arms told me the truth.. Too late, too soon.
I wish I would have known, I wouldn't have left you all alone
Temptation led you wrong
Tell me how long has this been going on
Cause I thought our love was strong.. I guess I must be dreaming
Gak tau lagu itu?? hmm... pasti dulu TV-nya cuma nyangkut TVRI duanx

Tapi Jon bakal tampil dengan genre yang berbeda dengan aliran latin yang selama ini dah membesarkan namanya, pertanyaannya... koq bisa? Okelah Denada juga pindah genre dari Rap ke dangdut tapi pindah ke Jazz?? (halluuu... bikin perbandingannya koq ya jomplang pisan Ndah). Usut punya usut ternya Jon Secada udah meraih gelar Master dibidang Jazz Vocal Performance dari Universitas Miami. BLeehhh.... serius pisan... ternyata beliau pindah genre bukan karena gak laku dan nyari celah di genre yang berdasarkan penerawangan bakal booming, salut saluuutttt.....

Seperti apa album jazz-nya? Qt tunggu aja kehadirannya sambil menikmati ketupat lebaran. Nih berita lengkapnya yang gw ambil dari warta jazz.

************************************************************************************************************

Pada tanggal 22 September 2009, pemenang Grammy Jon Secada akan kembali ke asalnya, (bukan ke musik latin melainkan ke Jazz roots) dengan merilis  Expressions: The Jazz Album (The Orchard), yang akan diikuti performance selama satu minggu di Feinstein Loews Regency di New York, dan penampilan spesial di tv PBS bersama Jim Brickman (Beautiful World) ditambah penampilan dimusim ke empat pada Latin American Idol.

Jon Secada dikenal sebagai superstar yang telah menjual lebih dari 20 juta album diseluruh dunia, menulis dan memproduksi sejumlah hits bersama Gloria Estefan, Ricky Martin dan Jennifer Lopez. Namun apa yang mungkin tak banyak orang ketahui selama ini adalah, bahwa Jon meraih gelar Master dibidang Jazz Vocal Performance dari Universitas Miami dan mendapat banyak inspirasi untuk album ini dari sejumlah vokalis jazz kenamaan seperti Tony Bennett, Frank Sinatra, Johnny Hartman dan Joe Williams.

Expressions: The Jazz Album berisikan beberapa koleksi lagu baru, sejumlah lagu lawas miliknya termasuk nomor hits semacam “Angel” dan “Just Another Day”, lagu klasik  “Chances Are” dan “What A Wonderful World,” juga termuat. Lagu baru “Find Me In Your Dreams,” yang merupakan dedikasi untuk sang buah hati juga diikutsertakan dialbum ini. Ia dibackup oleh sejumlah musisi seperti Mike Levine (piano), Alex Berti (bass) dan Lee Levin (drums), selain itu hadir sebagai tamu, Dave Koz (tenor saxophone), Ed Calle (tenor and soprano saxophone) dan Jason Carder (trumpet).

Grammy pertamanya diraih lewat album Otro Dia Mas Sin Verte tahun 1992 dan meraih Latin Pop Album. Sedang Amor – album ketiga yang dirilis 1995 meraih Grammy Award untuk Best Latin Pop Performance – penghargaan keduanya. Jon bukan orang yang gaptek. Namanya diikuti lebih dari 250,000 di Twitter. Informasi lebih lanjut tentang Jon dan seputar album barunya silakan kunjungi www.jonsecada.com.

Wednesday, March 18, 2009

Galeri JavaJazz Festival 2009




10 hari yang lalu hajatan JavaJazz berakhir tapi baru hari ini gw upload fotonya, hihiiii telat yak. Yah maklum lah lagi banyak kesibukan, artess getoh… RCTI minta gw nggantiin Bung Kusnaeni yang sibuk nyaleg dari DPP Bogor jadi musti begadangan nonton liga champion bahkan ampe siaran ulangnya xaxaxaxxxx THER-LA-LU!!

Setidaknya kan dah posting kritikan terhadap pelaksanaan JavaJazz:
http://ndahdien.multiply.com/journal/item/48/Uneg-Uneg_Gw_tentang_JavaJazz_Festival_2009
dan melaporkan dengan sangat lengkap hasil pecicilan di JCC: http://ndahdien.multiply.com/journal/item/49/Day_by_Day_JavaJazzFestival_6-8_March_2009

Tapi maaf buat yang kuangen ma narsisan gw di event JavaJazz ini 2 hari pertama ga’ sempet foto-foto, sebagai jurnalis blogger gw harus mengedepankan merekam moment via kamera pocket dan handycamp (PLAKK!!). Sayangnya… kamera jelek menghasilkan foto yang jelek, handycamp juga ga’ mampu maksimal merekam gambar dalam ruangan yang remang-remang dan suaranya… whoaaa jeduk jeduk kagak jelas, untung acoustic-nya tohpati dan dewa budjana suaranya jernih. Susah juga sih kalo punya tinggi badan cuma 154cm, dah berdiri angkat handycamp ampe tangan semutan tetep aja masih ada aja kepala-kepala ga’ jelas nongol, ohh GOD… kenapa cuma mas-ku aja yang Kau karunia tubuh tinggi menjulang.

Ga’ usah cerita ga’ penting, ini musisi jazz yang gw tonton. Kalo mo versi bagusnya qt tunggu aja upload si ibu yang manggul SLR yaaaaa paling beberapa bulan lg, coz foto di Lampung aja lum juga diupload:-|

Tuesday, March 17, 2009

Day by Day @JavaJazzFestival 6-8 March 2009

mohon maaf sebelumnya coz posting kali ini lumayan panjang, so kalo bosen dicicil aja yak bacanya
Day 1:
Nungguin jeng nusy yang mendahulukan kelaparannya gw tertinggal Balawan, hikss… padahal Balawan with his magic fingers dah ga’ mau tampil lagi di JGTC jadi sepertinya musti nunggu JakJazz/JavaJazz lagi. Jam 6 lebih dikit qt masuk ke exhibition hall B, stage dimana Jason Mraz bakal menebarkan pesonanya. Penuhnya jangan ditanya, tapi untung sebagai nasabah BNI gw bisa nonton dari tempat yang enak, rizal dan hellen yang bela-belain cuti dah nangkring dideretan depan berdesek-desakan ma ABG. Hal yang mengezutkan selain ga’ jauh dari tempat gw duduk ada Jaksa Agung (ato hanya mirip?), ternyata acara dibuka dengan Lagu Indonesia Raya yang dibawain oleh Mike Idol, fuihhh jadi makin tebel aja nih jiwa Nasionalisme qt.. MERDEKA!! Make It Mine lagu favorit gw dipilih Jason jadi lagu pembuka , gayanya yang santai dengan pakaian casual dan topi khas Mr.AZ, Jason menyihir penonton untuk ikut bernyanyi dan bergoyang. Peduli setan RollingStone cuma ngasih 2 bintang untuk albumnya Jason karena bagi gw dan mungkin semua yang penikmat music Jason yang riang dan tak jarang dengan petikan gitar spanyol yang mempesona, Jason hadir dengan rasa baru yang lezat dalam belantara music. Kalo dia konser lagi di Jakarta sepertinya harus warning wajib hadir. Kehadiran Dira sebagai temen duet di lagu Lucky cukup mempesona dan pastinya bikin ngiri ce’-ce’ (& co’ gay). Hampir semua penonton yang sebagian besar ABG hapal banget ma liriknya, gw sendiri dah guaatel pengen ikut nyanyi dan bergoyang, begitu lagu I’m Yours dinyanyiin tidak ada kata lain selain turn off my handycamp n let’s sing and dance with him. 1 jam 10 menit menjadi waktu yang teramat singkat buat seorang Jason, lewat lagu Butterfly dan ucapan “Terimakasih” dia melambaikan tangan perpisahan. Makasih juga Jason…  

Untuk keluar dari Hall B bukan hal yang mudah, gw n nusy memilih tetep nangkring disusul rizal, hellen ga’ ketauan dimana, jaringan telfon ka’nya se-crowded JCC jadi lumayan lama qt lost contact sampe akhirnya ketemuan di tangga. Salah masuk ke Plenary hall ternyata malah dapat berkah suara indah Ledisi, cuma dapet 15 menit sih… lain waktu harus diagendain. Haus!! Yup itu dah pasti, antrian stand makanan makin mengular dengan kehadiran Pretty (xixixixxxx), harga nasgor dan spaghetti yang mencekik (40 rebu bo’) memaksa para fakir miskin ini hanya membeli minuman yang berharga 10 rebu. Kalo ngliat jadwal sih ada Mike Stern di Hall B, ternyata simbah Alex Ligertwood (mantan vokalis Santana) masih menguasai stage dengan suara yang alamak jaannn dah setua itu powernya masih kenceng ajah. Ga’ mau ketinggalan goyangan Matt Bianco jam 22.40 qt menuju Plenary Hall. Nusy memilih hunting foto di bawah sementara gw, hellen & rizal memilih duduk manis dilantai atas dengan cukup menggoyangkan kaki dan tangan untuk setiap hentakan music yang teramat sangat menggoda untuk bergoyang. Hanya 1 lagu yang cukup familiar ditelinga, itu juga gw lupa judulnya hehehe ya maklum lah mreka kan kondang di awal 80-an dengan genre yang ga' masuk radio di kampung gw. Jam 00.30 Matt Bianco mengakhiri pertunjukannya, gw & nusy juga memutuskan untuk pulang, cauape’ dan nguantux! Beda banget sama 2 orang yang pagi harinya sengaja cuti, mereka masih semangat ngabisin pertunjukan. See you tomorrow prends!


Day 2:
Gw sedikit mengalami gangguan di hari ke-2, kepala terasa berat… gw lum ngopi sejak Jum’at siang. Damn… lupa bawa nescaffe 3in1, sementara rumah nusy sepertinya bebas aroma kopi. Sebelum berangkat mampir dulu nyari kopi kalengan di Indomaret, tapi ga’ ada. Mampir makan di Hokben cuma ada teh kotak, sementara perjalanan dari PGC menuju JCC ga’ ada yang jual kopi tubruk. Tidak ada pilihan lain mampir di gerai kopi yang ada tempat makan JavaJazz, 37 rebu melayang untuk 1 cup coffe latte panas pengobat sakit kepala. Okeh, dah seger qt menuju assembly 1 menikmati Harvey Mason Quartet yang sayangnya kurang 1 orang, lumayan berats menikmatinya untuk penggemar jazz kacangan ka’ gw. Bersamaan dengan Harvey ada Aksan Sjuman
(mantan drummer Dewa 19) di assembly 3, so gw membagi rata kehadiran gw di kedua stage ini. Penasaran juga ngliat penampilannya Wong Aksan, dia tampil bersama band-nya dengan vokalis bersuara indah dan berpenampilan unik mirip Bjork, kalo ga’ salah namanya Tika. Disini berbeda 180derajat dibanding ruang sebelah tempat Harvey, it’s Rock!!

Dihari pertama gw ketinggalan I Visionary, sebagai penggemar Italy pasti ga’ mau dunx ketinggalan penampilan mereka. Ternyata di ruang Merak tempat I Visionary akan tampil adalah stage-nya femina, disini para ce’ dimanjain dengan fasilitas manicure dan banyak majalah gratis.. uuugh cucok deh bo’ buat lo yang pengen kukunya cuantik. Yang paling menonjol tentu saja Nico Gori sang peniup flute, selain wajah guanteng khas Italy (mirip Rob Thomas sewaktu beramput cepax) Nico memainkan flutenya dengan sangat mengagumkan… luar biasa.. kata MC-MC di Indonesia, stok nafasnya panjang bener hingga bisa menjangkau nada-nada tinggi bertempo cepat dengan waktu yang sangat lama untuk ukuran alat music tiup. Hanya setengah jam aja menikmati I visionary coz musti berdesak-desakan sholat Maghrib. Syaharani & The Queenfireworks feat Ritmik Percussion tujuan kami berikutnya, karena stage masih kosong dan sambil menunggu jam 19.45 kami bergeser ke Hall B nyaksiin Chieli Minucci & Special EFX . Kabarnya Minucci ini juga jadi composer untuk acara Dora The Explore, aku peta aku peta!! Perkusi-nya bikin petikan gitar Minucci makin enak. Gw duluan balik ke Cendrawasih 3 dan kuciwa berats karena stage yang 45 menit lalu masih kosong sekarang dah peunuh. Udah berjinjit masih ga’ bisa ngliat penampilan Syahrani yang akrab menyapa temen facebook-nya. Terbius juga dengan lagu mellow berjudul “Mungkin”, katanya lagu ini buat orang-orang yang malu-malu kalau lagi naksir, tapi nggak mau bilang dan orang itu termasuk Syahrani sendiri yang notabene ka’nya orang yang gaol dan terbuka. Dominasi iringan gitar akustik dan nada yang lembut sebelum masuk ke reff bener-bener bikin meleleh, mungkin ga’ ya?? 


Satu hal yang ga’ mungkin adalah melewatkan penampilan mas pendiem yang super manis dengan perawakan cungkring, mas Bontot alias Tohpati! Yups… dia maen bareng
Dewa Budjana di assembly 2. 30 menit sebelum tampil ruangan dah penuh dan dengan tidak tau malu gw ndesel deket stage tapi ternyata ada yang lebih ga’ tau malu lagi orang dengan ukuran besar ikutan ndesel-ndesel tepat didepan gw, KESSEEELLLLL!!! Dengan ga’ sopannya dia ngangkat HP tinggi-tinggi buat foto-foto, plz deh Pak Dhe… dibelakang lo banyak yang ngangkat handycamp, pocket dan SLR pengen juga dapet gambar yang bagus tanpa tangan gedhe lo itu. Sabar Ndah… Sabar…. Liat aja senyum manis dan lirikannya mas Bontot, dijamin langsung adem deh. Ga’ perlu banyak comment deh kalo mas Bontot dah maen, sendirian aja keren gimana ditambah Dewa Budjana… harusnya ada 1 lagi nih “Balawan”, Trisum!! Sewaktu lagu Kisah Cintaku milik Chryse dibawain otomatis seluruh penonton ikut bernyanyi, begitu juga saat lagu “Dan” milik SOS dimainkan. Tohpati… tunggu gw besok, ga’ bakal gw lewatin penampilan lo semenitpun! Luv you!!

Masih terbayang-bayang penampilan keren Satoru Shionoya di JakJazz 2007, kami memilih jazzer asal Jepang, Quasemode . Di stage ini gw dibuat cengo’ ngliat bocah balita dalam kereta baby-nya ikut nonton, ketika music mulai dimainkan dia ikut joget-joget lucu banget. Ini nih orang tua yang perlu dicontoh, ga’ da alesan anak jadi sumber kerepotan sehingga menghalangi acara diluar, itung-itung juga mengenalkan jazz diusia yang sangat dini. Ga’ seperti Satoru Shionoya dengan aksi keren gitaris Yoshito Tanaka (sekaligus produser), music yang dimainkan Quasemode cenderung monoton n bikin bosen. Setengah jam kemudian kami memilih keliling nyari performer di stage lain, penasaran dengan comment hellen tentang 21st night qt mampir ke cendrawasih 3. Agak ragu-ragu juga coz dah banyak ABG, biasanya sih kalo banyak ABG artinya musisinya dari Indo dan ngepop gitu deh. Bener aja dugaan qt ternyata 21st night itu dari Indo, dengan gaya R&B tidak butuh waktu 1 lagu untuk memutuskan it's not our taste. Yah maklum aja deh dengan faktor usia ka'nya emang gw dah terlalu tua dengan music mereka. Akhirnya kami nyantol di 3 bersaudara asal meksiko “Sacbe”. Asyik banget mereka memainkan bass, keyboard dan drum, tanpa malu-malu dan emang ga’ tau malu gw bergoyang mencoba mengikuti iramanya (huhh sepertinya gw perlu privar dulu ma Datuk Maringgih). Ga’ banyak yang nyaksiin penampilan Sacbe, wah rugi banget yang ga’ nyaksiin trio yang sedikit bermasalah dengan kebotakan, tapi jangan khawatir mereka janji tahun depan akan kembali “See You Next Year!” kata Eugenio mengobati kekecewaan mereka dan qt yang ga’ diijinin mainin 1 lagu lagi oleh panitia.

Jam 00.30 dah cape’ dan laperrrr, ini saatnya menikmati nasi goreng hotel century. Wah gaya bener… katanya wong kere yang ga’ sanggup beli nasi goreng seharga 40 rebu, koq malahan sok dinner di Century segala? Psstt… maksudnya nasi goreng yang berjejer disepanjang trotoar deket hotel century hingga FX. Disini dengan duit ceban lo dah bisa nikmatin nasi goreng dan sebotol teh ato air mineral, rasanya… mmm nyummy!

Day 3:
Pengennya sih nonton dari jam 14.00, tapi stok kaset DVD dah abis terpaksa muter lewat gramedia Matraman, Nusy make alesan hujan segala hanya karena pengen sandwich-nya Dunkin’. Heran deh… kenapa orang kurus justru cenderung lebih gampang laper ya? Padahal sebelumnya dia dah sarapan. Ujan ka’ ditumpahin gitu aja dari langit, duerezzz banget…. Qt berlarian disepanjang jembatan dukuh atas, niatnya sih naik taxi biar lebih cepet dan ga’ perlu ujan-ujanan dari pintu senayan tapi yang ada malah kena macet. Jam 16.00 qt baru nyampe di JCC, setelah sholat ashar menuju Hall B, ada siapa disana?? Hmm… inilah pertama kalinya buat gw nonton konsernya SLANK! Kapan lagi coba bisa nonton Slank tanpa Slankers yang gahar itu, ga’ ada bendera Slank berkibar, ga’ ada aksi dorong-dorongan semua bisa menikmati penampilan Slank dengan asyik dan santai. Ini baru bener-bener Piss Men!! Ga’ banyak sentuhan jazz pada lagunya Slank, kehadiran Surya Paloh…. maksud gw Ron King sedikit mewarnai music Slank. Yang paling gw suka justru sewaktu memperkenalkan personelnya, hohohooo… keren pisan mang!!


Peabo Bryson dah nunggu qt di Plenary Hall, so qt bergegas meninggalkan Hall B dan sudah diduga antrian dah begitu panjang. Gw berlari menaiki tangga, walopun ga’ dapet tempat duduk yang gw pengenin tapi @least dapet tempat duduk, ratusan orang dibelakang gw cuma bisa berdiri. Mbooook…. akhirnya anakmu bisa nonton dari dekat pak dhe Peabo Bryson nih, halah dalah suaranee…. Mak nyesss… baby can’t you stop the rain? Ealah..… emange diriku pawing hujan ‘po? Selain suaranya yang menghanyutkan, Peabo juga sangat komunikatif, dia sering mengawali lagu dengan sebuah cerita dibalik lagu bahkan ada lagu yang ga’ gitu gw kenal
“I Missing You” dia mempersembahkannya untuk ibu dan kakak perempuannya “I believe they looking down on me” hiks hikss… jadi terheru. Ga’ ada yang rela ketika ia mengakhiri konsernya, sebenernya Peabo dah mau tuh nambahin lagu lagi tapi panitia keukeuh ga’ ngijinin karena ruangan mo dipakai lagi buat Special Show Bryan McKnight. Selesai sholat maghrib gw mampir ke Kasuari Lounge, ada band dari makasar bernama Pinishi membawakan lagu daerah yang tentu saja dibikin jazzy. Kapan ya lagu-lagu dalam album Java Bossanova bisa tampil disini? Simbokku pasti mau ikut nonton:D  

Penasaran dengan musisi jazz asal Austria qt menclok di Cendrawasih 3, stage masih sepi jadi lumayan bisa narsisan dulu (oughhhh finally….). Ngliat hanya ada saxophone dan McBook dah bisa diduga mereka pasti bakal ngajakin clubbing, yuhuiiii kapan lagi gw bisa clubbing tanpa mempermalukan diri minta dibikinin party ma Paranoia-nya O-Chanell. Sipp lah… come on DJ. Setengah jam bersama Parov Stellar cukup membuat berkeringat, enough!! Gw harus keluar kalo ga’ pengen ditinggalin Tohpati. FYI: lo bisa donlud gratis 3 lagu Parov Stellar diwesitenya.

Pintu Assembly 1 masih ditutup, antrian Tohpati ga’ kalah panjang dengan antrian Bryan McKnight yang ka’nya telat. Begitu pintu dibuka semua berlarian pengen dapat yang terdepan, SIALL dah dapet terdepan eehh ternyata ada buku, tas dan penanda lainnya yang dah diklaim milik orang, hebat juga tu ce’ bisa menebarkan ranjau di 6 kursi. Yahh sudahlah, duduk di baris ke-3 juga lumayan. Lumayan sial tepatnya, karena bule gondrong dan produk local berbody lebar tepat di 2 bangku depan gw. Mas Bontot yang pendiem ga’ banyak kata membuka konsernya dengan ucapan “Selamat Malam, selamat malam, selamat malam” Jreng jreng jreng… hoalah ms bontottttt… dikau nggemesin banget seehhhh!! Berbeda dengan malam sebelumnya yang full acoustic, kali ini Tohpati membawakan lagu-lagu dari 3 albumnya
“kasihan banget ya gw, dah lama maen music tapi baru punya 3 album” deuhh koq jadi curhat gini sih mas. Bersama Indro di bass yang jadi dah jadi langganan manggungnya Tohpati dan juga siapa itu (Edwin Saladin?) keybordis-nya Emerald Band, ga’ ketinggalan Endang di kendang dan 2 orang lagi lupa namanya Tohpati lagi-lagi memukau semua orang yang memadati assembly 1. Sampe-sampe ada yang rencananya ngacir pindah ke Kla Project akhirnya memilih tetap bersama Tohpati. Jay Flow tampil membawakan lagu “Dancing Kid”, menurut gw sih bagusan aslinya yang dinyanyiin dengan sangat atraktif oleh Iwa K. Tohpati banyak memilih lagu-lagu berirama cepat dan riang, padahal pengen banget ndengerin lagu mellow dengan dentingan gitar yang menghanyutkan “Senandung Rindu dan Kedamaian Hati”. Lain kali ya mas kalo jadwal Tere penuh bisa telfon gw koq.

Cendrawasih 1 masih tumpah ruah dipenuhi penggemar Kla Project, menyebrang ke Cendrawasih 3 ada Moon Arra dari India yang siap tampil. Not so interested… ga’ lama disitu qt ke Assembly 2 ada Abdul & The Coffe Theory, busyett ini mah ABG banget, Cabut!! Lobby stage sudah dipenuhi ABG, sebentar lagi akan ada Vidi Aldiano yang bakal tampil, hoaaahhh minggir ahh ke Assembly 3. Walopun ga’ tau Gary Anthony tapi gw penasaran banget ma secuil penampilan Ron King di konsernya Slank, so 45 menit pun dijabanin. Mendengar lagu pertamanya koq familiar ya… sambil bisik-bisik mualuw kalo ampe salah, gw bilang “ka’nya gary ini orang yang mbawain lagunya Frank Sinatra”. Pernah denger sih ada musisi yang mbawain lagunya Frank Sinatra dengan sangat piawai dan ternyata benar sodara-sodara… dialah musisi itu, dialah Gary Anthony.

Suara, penampilan hingga gerak tubuhnya Frank Sinatra bang-gets… Gary mbawain lagu-lagu yang dah sangat terkenal seperti All The Way, I’ve Got You Under My Skin, Summer Wind, One For My Baby & That's Life. Qt dibikin seneng ketika gary nyanyiin lagu "My Kind Of Town"  Chicago diganti dengan Jakarta so qt jadi ikut nyanyi ..
My Kind Of Town Jakarta Is!!Semua mendapat sambutan hangat dari penonton yang memenuhi ruangan, ketika Ron King Big Band dan Gary berpamitan qt masih belum puas karena lagu My Way lum dinyanyiin, tentu saja mereka memang menyimpan lagu itu dipenghujung konser. Standing ovation dan tepuk tangan yang bergemuruh di assembly membuat Ron King bangga, dia sempat mengacungkan ke 2 ibu jarinya kepada band-nya melihat sambutan yang luar biasa dari penonton. Peter F Gonta naik ke stage menyerahkan DVD konser Ron King Big Band di JavaJazz tahun lalu, Peter juga mengucapkan terimakasih karena semua personel Ron King Big Band (kecuali pianisnya) bersedia mengenakan batik. Untung Ron King kebagian Batik Hitam, kalo kuning ngalamat dituduh mencuri start kampanye deh. Tapi qt masih belum puas juga, Gary Anthony memuaskan semua penonton dengan lagu New York New York. Sumpah baru kali ini gw ngliat penonton yang begitu terpesona dengan penampilan musisis jazz di panggung, banyak banget yang masih duduk/berdiri berharap ada satu lagu lagi, yang udah jalan keluar juga masih nengok-nengok kebelakang dan siap balik lagi kalo ada bonus lagu lagi. Ini konser penutup di hari terakhir yang sangat memuaskan buat gw. Sepanjang perjalanan pulang gw masih terbawa Gary Anthony… 

The autumn wind, and the winter wind - have come and gone
And still the days, those lonely days - go on and on
And guess who sighs his lullabies - through nights that never end
My fickle friend, the summer wind


Udah ga’ sabar menunggu gelaran jazz lagi yang mungkin akan jatuh bulan November, semoga masih ada umur dan rezeki :D
Foto?? Bentar ahh... nulis ini aja dah pegel

Wednesday, March 11, 2009

Uneg-Uneg Gw tentang JavaJazz Festival 2009

Pesta bagi pecinta jazz telah usai, gelaran festival jazz selama 3 malam di Jakarta Convention Center mempertemukan gw dengan musisi jazz yang dah tersohor dan juga mengenalkan gw dengan banyak musisi jazz yang patut dimasukkan list wajib tonton ditahun depan (kalo diundang lagi). "It's festival for all" itulah tema JavaJazz 2009, keinginan untuk merangkul semua pecinta music jazz dari semua lapisan umur. Berbeda dengan festival JakJazz yang cendering dihadiri pecinta jazz usia 25 tahun ke atas, JavaJazz berhasil menarik bocah-bocah ABG dengan kehebohan khas anak remaja untuk menikmati jazz gaol dari musisi muda Indonesia bahkan beberapa penyanyi pop juga diselipkan pada beberapa stage. Sebelum gw nyeritain day by day musisi jazz yang gw tonton gw pengen bikin list hal-hal yang cukup mengganggu selama JavaJazz 2009, boleh dunx gw sebagai customer ngasih kritik, kan demi meningkatnya kinerja panitia tahun-tahun berikutnya.... cieee gaya bener sih gw!

  • Penukaran tiket online: Pengumuman yang ga' jelas bahwa tiket online ternyata bisa ditukar tgl 2,3 dan 4 Maret membuat penukaran tiket pada tgl 2 Maret membludak, antrian yang bisa menghabiskan waktu 2 – 2.5 jam seharusnya ga' boleh terjadi untuk Event Organize segedhe JJF. Mungkin ada yang bilang kalo lo mau bayar murah ya inilah konsukuensi yang harus diterima! OH YEEAA?? Jaga ucapan lo Bung!! Tiket online emang lebih murah, tapi qt-lah orang-orang yang membuat panitia JJF punya modal terlebih dahulu, dengan membeli tiket sejak bulan Desember dimana itu belum ada kepastian musisi jazz yang akan hadir qt dah ngambil resiko siapapun performer-nya qt pasti nonton. So jangan gunakan alesan murah untuk sebuah pelayanan yang buruk
  • Lobby yang penuh sesak: 3 buah lobby stage sepertinya terlalu banyak, lagian ga' mungkin kan semua stage itu akan menampilkan 3 musisi sekaligus. 2 stage ka'nya dah lebih dari cukup kalo mempertimbangkan waktu sound check. Lobby yang seharusnya memudahkan qt berpindah dari satu stage ke stage lain berubah menjadi ajang antrian dan desak-desakan karena selain 3 buah lobby stage juga ada buanyaaakkkk stand seperti stand makanan, stand merchandise dan stand sponsor. Ini sebenernya lagi pameran pernak-pernik jazz atau Jazz Festival? Dengan lorong-lorong yang sempit wajar aja kalo disini jadi titik kesemrawutan antara ribuan orang yang baru keluar atau akan masuk ke plenary hall, assembly hall, cendrawasih room dan exhibition hal A dan B, orang-orang yang antri makanan, orang-orang yang antri belanja, orang-orang yang menikmati penampilan di lobby stage dan orang-orang yang bingung mo kemana.
  • Jumlah pengunjung yang sangat banyak: Tiket yang murah, banyaknya musisi jazz dari berbagai genre (bahkan banyak pula penyanyi pop yang diundang karena lagi naek daun), penyelenggaraan yang bertepatan dengan libur 3 hari menjadi factor utama membludaknya pengunjung JJF 2009. Untuk menikmati Peabo Bryson dan Matt Bianco gw harus berlari menaiki tangga demi mendapatkan tempat duduk didepan stage, gw juga harus merelakan membuang waktu 30-45 menit didepan pintu yang yang masih tertulis sound check demi melihat Tohpati, Ron King & Gary Anthony dari dekat. Kalo target pasarnya masih tetap luas ka' sekarang tidak salah kalo penyelenggaraan JJF tahun 2010 akan dipindahkan.
  • Fasilitas Moslem Prayer: Luasnya stage tidak sebanding dengan luasnya mushola yang disediakan, kalo biasanya saat pameran di JCC penyelenggara menyediakan mushola khusus untuk ce' dan hall lumayan luas dibawah tangga untuk co' maka pada pagelaran JavaJazz nan akbar di negeri dengan penduduk mayoritas muslim qt cuma diberikan mushola kecil yang dibagi 2. Bisa dibayangkan gimana penuhnya saat sholat maghrib, setiap orang berusaha segera menjalankan ibadah sholat maghrib begitu melihat ada shaf yang kosong sehingga banyak yang melangkahi orang yang sedang sholat, padahal kan menurut aturan dalam sholat qt ga' boleh berjalan didepan orang yang sedang sholat… semoga Tuhan memberikan toleransi pada hambanya yang masih mengingat kewajiban sholat.
  • Asap rokok: DjiSamSoe bukan lagi sponsor utama acara ini, tapi entah kenapa JCC justru jadi surga bagi para smoker. Dengan cueknya mereka mengepulkan asap rokok, panitiapun ga' gitu peduli dengan hal itu, ga' peduli atau dah cape' ngingetin entahlah tapi yang jelas didalam gedung yang ber AC pula asap rokok menghiasi ruangan yang penuh sesak. Seharusnya rokok juga jadi barang yang dilarang masuk selain minuman yang dah langsung disita dipintu masuk. Tolong dunx disediain ruang khusus lokomotif, diantara pengunjung JJF juga ada balita, anak-anak dan orang-orang anti asap rokok. Udah penuh ditambah asap rokok pula… phieewwhhh
  • Zero Waste: slogan ini selalu diucapkan oleh MC sebelum memulai acara dan memang panitia nyediain buanyak tempat sampah, tapi entah kenapa pengunjung yang notabene orang-orang berduit dan berpendidikan seenak jidat buang botol minuman, tissue dan kotak makan disembarang tempat. Didalam gedung emang ga' banyak, tapi disepanjang pintu masuk dan stand makanan didepan JCC sampah bertebaran dimana. Plz deh para pengunjung yang melek kebersihan, apa mentang-mentang dirumah lo semua sampah di urusin pembokat trus disini lo juga nyamain panitia dengan pembokat?!! Jaga kebersihan dunx!!!


Selebihnya… gw acungin jempol buat penyelenggara yang udah bekerja keras membuat acara ini dengan mengundang banyak musisi jazz yang berkualitas (juga yang sedikit berkualiatas hehehe), walopun beberapa volunteer dan panitia ada yang ga' tau letak stage-nya tapi mukanya ga' masem dengan sebegitu banyak pengunjung yang bertanya ke mereka. Gw juga sangat menghargai ide panitia untuk memupuk rasa nasionalisme dengan mengawali show di setiap stage dengan lagu Indonesia Raya, ampe merinding ndengerin suara Mike Idol di Exhibition Hal B sebelum Jason Mraz tampil. Terimakasih buat Peter F Gontha yang berhasil merayu Ron King & big band untuk mengenakan batik, untungnya Ron King ga' make batik kuning jadi gw ga' salah manggil dia "Surya Paloh"

No heart feeling buat panitia atau temennya panitia JJF dengan unge-uneg gw ini, terimakasih atas kerja keras kalian dan tetap semangat nyelenggarain event JJF tahun-tahun berikutnya. Semoga tahun depan jauh lebih baik, jangan sampe kalah dengan festival jazz di negara tetangga yang masih baru tapi dah berhasil menggelar event dengan sangat baik dan memuaskan pengunjungnya.

JavaJazz day by day…. Next posting deh

Tuesday, February 10, 2009

Jadwal Jakarta International Java Jazz Festival 2009

Ga' lama lagi event tahunan yang dah ditunggu-tunggu jazzlovers akan digelar, "Jakarta International Java Jazz Festival" yang akan digelar bertepatan dengan very long weekend muali hari Jum'at - Minggu: tanggal 6,7,8 Maret 2009 di Jakarta Convention Centre. Udah beli tiketnya belum? Belum??? Wah wahh ka'nya musti kecewa kalo lo penggemar Jason Mraz, coz tiketnya dah sold out!! Padahal Jason Mraz dijadwalkan untuk 2x special show, tgl 6 dan 7 Maret 2009. Tapi untuk tiket daily dan special show yang laen masih ada koq. Sepertinya tahun ini terakhir kalinya Javajazz digelar di JCC coz dah ada pengumuman mindahin Javajazz ke "Jakarta International Expo".

Jadwal Jakarta International Java Jazz Festival 2009 udah bisa dilihat diwebsitenya, lumayan ribet karena qt ga' bisa donwload dalam bentuk pdf atau apapun yang siap print tapi lo bisa copy paste dan edit sana-sini biar pas margin. Tapi kalo versi print yang mudah dibaca silahkan Download Jadwal Jakarta Java Jazz Festival disini. Yux dilihat-lihat siapa, kapan dan di stage mana dia perform so qt bisa atur jadwal keliling stage-nya. C U there jazzlovers....

Siapa aja yang akan ngisi acaranya?: (*CAPITAL: special show)
6 March 2009
Afgan; Barry Likumahuwa; Benny Likumahuwa; Boney James; Canizaro; Cinamon; *DIANNE REEVES; Dwiki Dharmawan World Harmony Orchestra; Eliane Elias; Humania; Ivan Lins; *JASON MRAZ; Kirana Big Band; Lala; Ledisi; Mike Stern Feat Dave Weckl; Moon Arra (India); New York Voices And Ron King Big Band; Oele Pattiselano Trio Feat Dira; Parov Stelar (Austria); Sacbe (Mexico); Sensual (Netherland); Simon Phillips; Stefano Bollani (Italy); Surabaya All Star; The Tripp; Tribute To Luther Vandros Feat Ledisi, Kirk Whallum; Yance Manusama

7 March 2009
* JASON MRAZ; Aksan Sjuman Project; Amboina Jazz; Bobb Quartet; Bobby Lyle; Chieli Minucci & Special Efx; Chuck Loeb; Contra Indigo; Donny Suhendra; Drew; Everette Harp; Glenn Fredly Tribute To Chrisye; Groovy Feat Ari; Harvey Mason Quartet; Jamie Aditya; Jazzmint Bigband; Joeniar Arif & Lala Suwages; Kamal Mussallam (Dubai, UAE); * LAURA FYGI; Manna; MATT BIANCO; Mike Stern Feat Dave Weckl; New Breeze; Oleta Adams; Orbeat Project; Otis Taylor Blues Band; Peabo Bryson; Ran; Roy Ayers; Saxattack; Sensual (Netherland); Sierra; Souleh & Souleha; Soulvibe; T - Square (Japan); The Voices; Toku (Japan); Triple Play Feat Dave Valentine

8 March 2009
21St Night; Aditya; Anggun; Ariss; Bambang Nugroho 'Straight Ahead'; * BRIAN MC KNIGHT; Chic; Chieli Minucci & Special Efx; Dina Mariana & Utha L; Ello; Emerald; Glen Dauna Quartet; Idang Rasjidi; Isao Suzuki (Japan); Ivan Lins; Joppie Item Combo; La'biri (Makasar); Malaka Jazz; Maliq N D'essential Feat The Organic's All Stars; Pitoelas Big Band; Quasimode (Japan); Ron King Big Band Feat Gary Anthony; Ron King Quartet; Roy Ayers; Royce Campbell Feat Oele Pattiselano; Seratus Persen Bali; Slank Goes Jazz; Soil & Pimp (Japan); * SWING OUT SISTER; Tohpati With Orchestra; Tom Scott & Paulette Mc Williams; Tompi; Tropical Transit


Sunday, November 30, 2008

Bertemu Andrea Hirata di Concert Hall JakJazz 2008




Sejak membeli novel terbaru Andrea Hirata “Maryamah Karpov” Jum’at gw belum rela membiarkannya jauh dari gw, so setelah malam sabtu gw begadang ampe subuh dibuat ketawa ngakak dengan kisah-kisah Zainul Helikopter dan tetangga Ikal lainnya yang sempet membuat gw berpikir sebenernya kampungnya Ikal ini kumpulan orang sakit jiwa ataukah pelawak, jam 15.00 gw berangkat menuju Istora Senayan Jakarta untuk menikmati JakJazz. Sebuah rangsel berisi baju ganti (karena harus nginep) handycamp & camera pocket (karena ga’ mau melewatkannya seperti tahun lalu), CD Barry Likumahuwa (karena berharap dapat tandatangannya) gw juga memasukkan novel Maryamah Karpov (karena gw pengen manas2in Nusy yang lum punya novelnya). Masih disambut rintikan hujan qt memasuki area JakJazz hampir jam 19.00.

Agak menyesal karena kalah cepat mendapatkan posisi yang bagus di Concert Hall yang menampilkan si cantik bersuara indah dan memukai bersama bandnya Boi Akih ft Mike del Ferro sehingga cuma dapet dipinggiran walaupun masih tetap di front raw. Selepas pamitan kedua Boi Akih gw n Nusy menuju pintu B dan mata gw langsung terpaku pada satu sosok kriwil dengan baret hitam yang sangat gw kenalin, serasa ga’ percaya gw menanyakan ampe 3x ke Nusy tapi dia tetep jawab bukan. Nekat gw dekatin pria kriwil yang sedang duduk bersila bersama rekan-rekan lainnya dan dengan sok akrabnya gw ulurkan tangan gw dan memekik
ANDREA!!! ANDREA HIRATAAAA!!!
(uppss maaf… sampe lupa kesopanan ama yang tua, harusnya kan gw manggil Bang Andrea)

Thanks God dia ga’ lari ketakutan ngliat gw… pertemuan yang ga’ disangka-sangka ini jelas bikin gw kaget, nervous, bingung, dan gw ga’ tau ngomong apa aja ma Andrea sampai gw inget ma novel yang masih diransel. Gw serahkan beliau untuk membubuhkan tandatangan dibuku yang masih bau toko itu.

Wahh kamu dapet cetakan pertama? Katanya.
Hidung gw kembang kempis ke-GR-an napas naik turun kegirangan namun kemudian sesak terserang asma… Gw ga’ bawa pulpen boooooo!!!!! Minjem ke yang disekitar qt ga da’ yang punya gw-pun mencoba menghibur diri dengan minta foto dengan Bang Andrea, senyum terindahpun dikibarkan. Gw yakin foto gw bakal meningkatkan nilai jual gw sebagai jomblo apalagi Nusy mengeluarkan SLR-nya, ahhhh pasti fotonya keren punya. Nusy kemudian minta camera pocket gw… ahh baik skali ni anak berusaha keras mengabadikan moment indah seorang Ndah, belum lagi mba’ baek hati yang duduk sebelah Bang Andrea mendapatkan pulpen dari salah seorang penonton (makasih ya mb’).
Dear Endah
Salam Selalu
N
B Inspired
Andrea Hirata

Sebelum gw kejang kegirangan, sebelum Andrea manggil security gw mengucapkan banyak terimakasih dan beranjak ke stage lainnya masih dengan memegang erat Mak Cik Maryamah dan memberondong nusy dengan kalimat-kalimat ketidakpercayaan gw dengan “keberuntungan/kejutan” yang baru saja gw peroleh. Barry yang gw kejar justru Andrea yang gw dapet, persis dengan banyak kejadian didunia ini seperti apa yang menimpa Paolo Maldini.. gw yang dikejar justru Andrea yang dia nikahi (PLAK PLOK PHLAKHH!!!). Kejutan itu ternyata tidak hanya sampai disitu karena Nusy menunjukkan hasil foto dengan kamera gw yang kabur. Aahh tenang…. kan masih ada yang dari kemeranya kan?? KYIAAAA ternyata tadi dia ga’ jadi make kameranya dengan alasan jenis lensanya tidak memungkinkan. Ihhh pengen gw nyari slender buat nggiles nusy tapi gw mo pulang kemana lagi jam 01.00 dari Senayan? Hehhh sudahlah… toh tandatangannya bisa difoto.

Esok harinya setelah puas memejamkan mata dari jam 4.30 – 10.00, selepas dzuhur qt ketemuan dengan Baginda di Pizza Hut Margocity Depok dan dia ngakak abis membaca cuplikan kisah Zainul Helicopter dengan sandi morsenya. Hmm.. sepertinya gw bakal berhasil ngomporin dia buat beli bukunya.

Pertemuan dengan Andrea sedikit banyak juga membuat gw khawatir, takutnya gw akan dimasukin sebagai salah satu tokoh dalam novelnya dan bernasib sama dengan Zainul Helikopter, Marhaban Hormat Grak, Muharam Buku Gambar, Berahim Harap Tenang, Munaf Katakanlah dengan memberiku nama belakang Ndah Pulpen ato Ndah Kabur… peace…

Thursday, October 23, 2008

JakJazz Tahun 2008

Jakarta Jazz Festival (Jakjazz) akan memasuki usianya yang ke 10 tahun ini. Pesta musik jazz yang berlangsung selama 3 hari berturut-turut akan kembali digelar tanggal 28-30 November 2008 di Istora Senayan - Gelora Bung Karno Jakarta.

Festival tahun ini mengambil tema “A Whole Lotta Jazz” dengan menghadirkan sejumlah bintang antara lain:

Yellowjackets feat Kiboud Maulana, Abraham Laboriel, Boi Akih, Mike del Ferro, Daniel Sahuleka (Netherlands), Michelle Nicole (Australia), Djabe (Hungaria), Kyoto Jazz Massive (Japan), Lica Cecato (Brazil), Ray Harris & the Fusion Experience (UK), Roland Tchakounté (France), dan Andrae Crouch dijajaran artis internasional yang akan diundang. Sementara dari dalam negeri hadir SOL Projects, Zarro & the vega, Kiboud Maulana, Tompi & Groovology, Maliq & D’Essential, Syaharani & The Queen Firework, Beben Quartet, Iga Mawarni, Devian feat Dina Mariana, RAN, Harry Toledo & Community, Afghan, Andien, Chlorophyl + DJ Set, Benny + Barry Likumahua, Sherly O dan lain-lain.

Dan seperti biasa, panitia telah menetapkan harga tiket pertunjukan untuk anda yang tertarik menonton. Adapun tiket tersebut terbagi dalam dua periode yaitu early bird dan harga normal. Lebih jelasnya sebagai berikut:

Tiket Early Bird berlaku hingga 5 November 2008

  * Daily Ticket: Rp 200.000,-
  * Special Show: Rp. 150.000,-

Tiket Normal berlaku dari tanggal 6 November hingga 28 November

  * Daily Ticket: Rp 300.000,-
  * Special show ticket (supplementary): Rp 250.000,-
  * All-in JakJazz passport: Rp 1.250.000,- (3 daily ticket + 3 special shows)

Anda yang tertarik menonton JakJazz Festival 2008 dapat memesan tiket via Wartajazz.com dengan prosedur standar sebagai berikut:

  • Kirimkan email berupa informasi nama pemesan, no telpon, jumlah tiket, dan jenis tiket ke sales@wartajazz.net atau pesan melalui telpon di 021-8310769 dan (0274) 512561 untuk anda yang berasal dari Yogyakarta (untuk diluar kedua kota, bisa memesan via email).
  • Pemesan lewat email/telepon dalam jangka waktu paling lambat 2 (dua) hari setelah pemesanan harus melakukan transfer uang ke BCA KCP Tebet Barat 2 dengan nomor rekening : 627-006-3339 atas nama Agus Setiawan Basuni.
  • Setelah melakukan transfer, mohon konfirmasikan pembayaran lewat email atau telepon
  • Pemesan akan mendapatkan nomor kode REGISTRASI via email.
  • Tiket ASLI dapat diambil di Redaksi WartaJazz.com, Jl. Tebet Utara III D No. 11 Jakarta Selatan mulai tanggal 26 November 2008 dengan menunjukkan nomor kode registrasi dan atau bukti transfer/kwitansi sesuai dengan pesanan.

Ayo buruan pesen tiketnya, ato mo nyari gratisannya?? Biasanya sih ada quiz-quiz di radio. Tapi koq jagoan gw dari JakJazz tahun lalu Satoru Sinoya (Jepang) ga' ada di daftar ya... padahal keren banget tuh.

Source: warta jazz