Showing posts with label pulangkampung. Show all posts
Showing posts with label pulangkampung. Show all posts

Thursday, October 1, 2009

Transformasi Budaya Silaturhami? Why Not!


keluarga ibu trdiri dari 4 co', 4 ce'. tinggal punya 1 pkdhe dan 1 om, 2 pkdhe sudah meninggal.

Seperti tahun-tahun sebelumnya (http://ndahdien.multiply.com/photos/album/7/Tradisi_Lebaran) lebaran tahun inipun dipenuhi dengan acara silaturahmi. 4-5 Tahun yang lalu acara silaturahmi direpotkan dengan jadwal keliling rumah saudara, tetangga dan temen yang selain memakan waktu juga tenaga. Bangun musti pagi-pagi banget (dan gak boleh tidur lagi tentunya) karena musti nyiapin masakan buat tamu-tamu yang dah dipastikan mau gak mau digiring ke ruang makan.

Beberapa tahun yang lalu semuanya berubah. Perubahan itu berawal dari diaktifkannya arisan keluarga besar mbah (dari ibu) yang jadi ajang efektif pertemuan saudara tiap bulan. Berhubung waktu itu mbah putri (alm) tinggal dirumah gw (lebih tepatnya rumah babe) jadi silaturahmi keluarga pertama digelar dirumah babe. Dinilai lebih efektif mengumpulkan semua sodara maka silaturahmi itu menjadi agenda resmi idul fitri pada H+3 (Idul fitri versi pemerintah).

Kesuksesan silaturahmi ini sepertinya dilirik pengurus mushola di RT-ku. Kalau biasanya silaturahmi hanya dilakukan di masjid RW dan mushola RT hanya mengadakan "tradisi ambengan" sebuah tradisi kuno dimana bapak-bapak akan membawa nasi komplet yang dibawa pakai nampan berkumpul di mushola bermaafan dan bertukeran nasi ambeng setelah itu pulang, maka dilakukan perubahan dengan mengundang seluruh anggota keluarga untuk berkumpul di mushola dan bermaaf-maafan. Perubahan ini tidak lepas dari makin sepinya anak-anak dan remaja yang berkeliling dari rumah ke rumah. Acara ini sukses mengumpulkan semua warga RT 03 dan mempererat kembali tali silaturahmi.

Acara silaturahmi seperti ini memang efektif tapi beberapa orang juga mengeluhkan karena makin sedikit tetangga dan sodara yang saling mengunjungi. Tetapi tanpa acara seperti ini sepertinya akan sangat sulit menggairahkan kembali semangat bersilaturahmi dengan saling mengunjungi tetangga dan sodara. Enyak babe alhamdulillah sejak dulu selalu menyeret anak-anaknya walaupun hanya bermodal sepeda onthel untuk selalu mengunjungi keluarga dari adik-adiknya mbah dan temen akrab enyak babe, dan sampe sekarang semang itu masih tetap ada. So gak heran kalau ada acara ngumpul ma temen gw selalu semangat meski jauh dan melelahkan. Semoga semangat itu masih tetap akan ada, bukankah Tuhan akan memperpanjang umur umatnya yang suka bersilaturahmi? ^^

Wednesday, September 30, 2009

Birunya Langit Kampungku


mungkin baru 5 thn ini mushola tempatku belajar baca tulisan arab dan sholat meningkat predikatnya menjadi masjid. semua pembiayaan murni dari kantong warga RT 03.

Setiap ditanya rumah gw dimana, gw lebih sering ngejawab "Gombong". Padahal di KTP gw jelas-jelas tertera sebuah desa bernama Grenggeng kecamatan Karanganyar. Kenapa gak gw jawab aja Karanganyar?? Karanganyar identik dengan Solo, yang mana dengan logat gw yg ngapak-ngapak tentu menjadi aib buat warga Karanganyar Solo xixiixx.... Alesan lainnya.. gw lebih ngerasa sebagai "wong nggombong" dibanding Karanganyar secara sejak SD sampe SMA slalu sekolah di Gombong, apalagi halaman belakang rumah gw tepat garis perbatasan kecamatan Karanganyar & Gombong sehingga kedekatan dengan Gombong makin berasa (lebay deh..)

Mo Gombong mo Karanganyar yang jelas gw hidup di bawah langit kota Kebumen. Sebuah kota kecil yang masih dianugerahi langit dan udara bersih. Selamat menikmati langit kampungku, kalo mo ada yang make langit ini buat nggantiin background langit jakarta yang kelabu sok wae :)

** Foto-foto ini sebagian gw ambil dari atas kendaraan jd banyak yg kurang fokus, cuma gw mainin di image/adjusments
** Langit di masjid Nurul Huda (dulunya mushola RT, sekarang dah naik pangkat jadi masjid) birunya biasa aja so.. gw ganti dgn langit ditempat lain:D

Wednesday, April 15, 2009

Libur Pemilu Bareng Keluarga (09-12 April 09)




Sebagai warga negara yang baik tentu saja gw memenuhi panggilan negara untuk menyalurkan aspirasi, so pulanglah gw saat pemilu tgl 9 April kemarin. Ternyata banyak juga yang punya niatan mulia ka' gw, buktinya pintu tol cikampek padat merayap n sukses membuat perjalanan molor 1.5 jam. Tapi lumayan lah nyampe rumah masih bisa menyaksikan Chelsea menggilas Liverpook 3-0 dan Barca sukses menggebuk tanpa ampun Bayern Munich 4-0, MANTHABS!!

Awalnya sih mo golput, abis subuh langsung tidur n pura-pura bolot waktu mba'ku pergi ke TPS tapi simbok setia banget nungguin gw bangun. Yo weiss sret srrettt berezzz, tau deh sapa yang dipilih. Niatan maen kerumah temen sepulang nyontreng dibatalkan coz ponakan kecilku ngekor mulu, ditambah hujan yang mengguyur kampungku makin memantapkan alesan untuk stay di rumah.

Jum'at pagi gw bareng 2 keluarga kakakku n simbok jalan-jalan ke tempat wisata di Gombong, babe yang tensinya masih turun naik memilih jaga rumah. 3 tahun ga' kelayapan ke pantai-pantai yang dulu selalu jadi langganan bertouring ria ma sepupu-sepupu, hmm pa kabar ya pantai yang pernah menjadi saksi cinta, airmata dan dusta... GHYIIAAAA!!! Kaget juga dengan kondisi pantai yang dah rusak, emang sih dulu pernah ada tsunami kecil melanda pantai Ayah/Logending dan pantai Karangbolong sewaktu gempa jogja... sayang banget jadi ga' bisa jalan jauh ke pantainya. Sebenernya ada pantai yang bagus di deket TPI Pasir, cuaca yang terik dan jarak yang lumayan jauh dari parkiran membuat qt memilih mengacuhkannya. Selesai menikmati pantai Karang Bolong dan pantai Ayah/Logending tujuan selanjutnya adalah Goa Jatijajar. Goa yang dijadikan sebagai tempat wisata sejak tahun 1976 masih cukup terawat (ga' percaya... baca deh prasastinya :D). Ga' tau apa karena lagi sering hujan ato emang dah banyak tercemar air yang berasal dari pegunungan kapur itu berwarna keruh. Untuk menyusuri Goa Jatijajar ga' membutuhkan waktu lama karena goa ini emang pendek dan sudah disediakan jalan yang enak, makanya pelan-pelan aja jalannya sambil membaca kisah cinta Kamandaka yang diceritakan melalui patung-patung. Narsisan??? Dah pasti lahhh.... Sudah di perbatasan Gombong-Banyumas tidak lengkap rasanya kalo ga' mampir ke Tambak, biasa.... Sate dan Tongseng Bebek sluuurrppp!!

Sabtu siang, gw n Ryan kerumah kakak tertua xixixixxx ka' film china ajah. Gw emang kudu wajib ke purwokerto, bukan cuma demi bakti seorang adek ma kakaknya dan tentu saja kangen ma ponakan imutku, mba' alma atau demi pesenan si jeng yang minjemin Canon-nya dengan barteran kripik tempe, nopia dan jenang jacket (koq ka'nya tajeman kalo gw make Nikon ya Nus). Sejatinya..... alesan sebenernya gw ke purwokerto adalah karena Argo Lawu ga' mau brenti di stasiun kecil bernama Gombong jadi gw yang ngalah nyamperin si Lawu di kota yang terkenal juga dengan gethuk goreng dan mayangsarinya.

Minggu malem dah kembali lagi ke kamar sempit sebuah kostan di Mbogor dan bersiap untuk esok hari ngumpulin duit lagi untuk perjalanan berikutnya, next trip??

Sunday, January 4, 2009

Kisah Setahun Yang Lalu


dari libur lebaran dilaut Bocor Kebumen

Apa yang bisa dikenang dari perjalanan hidup setahun yang lalu, impian-impian yang tak terwujud, rencana yang tak terlaksana atau bahkan kejutan indah yang tak terlupakan? Apapun itu.... waktu terus berjalan dan tak ada waktu untuk menyesali yang tak teraih jangkuan tangan atau terlepas dari genggaman, yang penting selalu disyukuri setiap karunia Illahi dan terus melangkah dengan penuh keyakinan (saat baru gajian) namun perlu sedikit hati-hati (saat tanggung bulan). Baca-baca cerita MPer's dipergantian tahun sepertinya banyak cerita indah baik yang jalan sendiri, jalan bareng ma temen atau cuma dirumah saja, ada juga cerita penuh kesedihan dari sodara qt di palestina, baghdad dan yang terbaru di papua barat. Gw juga punya kisah sendiri dari perjalanan pulang kampung setahun yang lalu (akhir desember 2008 termasuk setahun yang lalu kan???.........)

Perjalanan:
Dengan jadwal penerbangan yang tepat waktu gw nyampe di Adi Sucipto jam 16.10, setelah numpang sholat untuk pertama kalinya gw nyobain underpass bandara yang bersih dan terawat menuju TransJogja yang akan nganterin gw ke terminal. Berbeda dengan TransPakuan di Bogor yang kondisinya sudah memprihatinkan dengan jumlah penumpang yang bejubel, dalam TransJogja gw mendapatkan kenyamanan juga keramahan. Selepas maghrib, dengan Rahardja Patas AC gw menuju rumah, wakss!! tarifnya udah 40 ribu?? Kecentilan ibu-ibu yang baru pulang jalan-jalan sungguh menyebalkan, omongan ga' bermutu diselingi ketawa-ketiwi mengalahkan suara mesin dan earphone gw-pun menyerah kalah. Seandainya ada obat tidur yang membawa jauh dari tante-tante genit itu... Jam 20.30 gw nyampe rumah disambut menu favorit dan tentu aja tempe goreng yang mak nyuss

Seorang temen yang ikut antrian tiket kereta di Jogja ternyata memberikan kabar buruk bahwa tiket balik baik yang dari Jogja, Solo maupun Surabaya dah ludess. Pilihan jatuh ke bis Sumber Alam, tgl 26 dec gw pesen dan dapet untuk tgl 3 jan 09 tapi anehnya sang agen ga' ngasih nomor kursinya. Keributan terjadi dihari keberangkatan, ternyata banyak orang yang dah pesen ga' dapet tujuan yang dipesan mereka diberi bis cadangan! Karuan aja pada protes, gw ikut masuk berdesakan ke meja agen dan menyodorkan lembar pemesanan. Syukurlah... gw ga' perlu ikut protes, tapi koq dibalikin 10 ribu?? Hahh!! Koq AC non toilet?? Suara protes gw dikalahkan ibu-ibu yang menuntut kepastian rute bis cadangan. Ya sudahlah... ga' usah banyak minum dan manfaatkan tempat pemberhentian seefektif mungkin! Bis baru dateng jam 20.05, duduk di bangku paling belakang paling tengah pula dengan teman sebangku yang sepertinya cuek memberi kesempatan gw nyelesein kidah Rosid dan Delia. Terlepas dari ketidakbecusan agen Bis Sumber Alam, tapi tempat pemberhentiannya bagus dengan tempat makan luas, toilet banyak dan bersih, serta mushola kecil tapi memadai. Jam 08.20 gw nyampe kostan dan segera mengganti seprei, mengelap debu, ngepel, mandi dan... zzzz.............

Acara Liburan:
Tidak ada lagi maen pasir ato mandi dilaut, rencana liburan keluarga ke Goa Jatijajar - Pantai Ayah - Pantai Karangbolong - Benteng Van Der Wijk terpaksa dibatalkan karena 2 ponakan gw Tia dan Intan sakit. Agak cemas juga karena diagnosa dokter kemungkinan Intan ada gangguan pada sistem pemompaan jantungnya. Sakitnya cuma muncul kadang-kadang terutama setelah siangnya maen pol-polan maka malemnya dia bakalan kesakitan luar biasa dipersendian kakinya, dokter tulang dan saraf yang pernah didatengin ga' menemukan penyakit apapun. Banyaknya tanggal merah merepotkan juga buat nyari waktu ke dokter dan cek laboratorium. Tanggal 30 dec gw ke purwokerto kerumah kakak tertua bersama mba' dan mas ipar, lumayan juga sekarang di purwokerto tersedia taksi dengan sistem argo, batas minimumnya 15 ribu jadi sangat nguntungin kalo qt pergi secara rombongan. Keceriaan Alma dengan bahasa planet yang sering ngebingungin gw tiba-tiba berganti tangisan kenceng sewaktu tangannya ga' nyampe kepagar dekat kursi tempatnya berdiri... BRUKK!! Kepalanya nyungsep ke pot-pot taneman yang berjejer disepanjang pagar, bibirnya berdarah, hidungnya baret dan jidatnya memar... semaleman qt ga' da yang tidur karena mba' kecil ini nangis. Paginya dia dah ceria lagi tapi kali ini ga' mau mandi katanya... ama kan lagi tatitt.. halahhhh.. tapi begitu ngliat gw dah rapih siap jalan dia buru-buru minta mandi. Jadilah gw, Alma dan mb' sri jalan-jalan ke Moro, mbeliin hadiah ultah buat Alma (lagi-lagi... baju! i don't have any idea!) maen di timezone dan nungguin mba'ku shoping... zzzzz.....

Malem harinya keluarga mba'ku setelah pemeriksaan darah Intan tanpa menunggu hasilnya langsung meluncur ke purwokerto dan merayakan pergantian tahun baru yang untuk pertama kalinya dirayakan bersama minus 1 keluarga mba'ku yang di Samarinda, kehadirannya cuma lewat telfon yang hebatnya kuat ngobrol sampe jam 2.30.

Esok paginya gw milih tidur lagi dan beberapa ada yang jalan, setelah ashar kami ninggalin rumah mas-ku tidak lupa mampir ke tambak dengan sate bebeknya yang uenak itu dan ke rumah sakit ngambil hasil lab. Alhamdulilah... hasil pengujian yang terkait ke kelainan jantung semuanya negatif (bingung mo dibawa kemana lagi....?). Sesuai janji, gw mbawa Intan dan Tia jalan-jalan ke Benteng Van Der Wijk, kali ini mbah putri kepengen juga.. Sayang, dengan tiket masuk Rp. 6000 kebersihan tempat wisata peninggalan Belanda ini kotor, kondisi ruangannya pengap, foto-foto dan beberapa peninggalan seperti ga' keurus. Dompet bener-bener terkuras, coz semua area permaianan anak mematok harga yang lumayan mahal untuk ukuran kampung, dengan harga rata-rata Rp 4000 kalikan 10 permaianan kalikan jumlah anak.. GLEKKK!!

Acara bareng ma temen juga ga' banyak, sebagian besar pada ga' pulkamp karena tanggal 30 & 31 ga' dapet cuti. Seperti biasa kalo ketemu selalu mengenang kisah konyol jaman baheula dan ngegosip si anu dengan si itu. Sebuah sms dari masa lalu tentang kabar yang sebenernya dah gw denger beberapa bulan yang lalu ternyata bikin gw nyungsep kehilangan mood (tanpa kehilangan selera makan) hu huhuuu... beda banget rasanya kalo dah denger sendiri.

Makanan: 6 pack or 6 month?
Koq celana gw makin sempit aja sih?? Laahh ini perut koq dah makin buncit aja?? Huhhhh kalo pulang dijamin deh ga' ada lagi perut rata ka' punya Rihanna (lagi hamil 6 bulan). Tiap pagi walopun nyokap ga' pernah masak tapi selalu mengangkut sarapan dari pasar Kemit berupa Nasi rames Mb' Darsini yang tersohor itu plus tempe goreng yang tiada 2-nya, gethuk, pecel atau tahu uleg. Dirumah gw emang ga' melakukan aktivitas berarti, cuma kebagian nyapu & ngepel duanx.. mbantuin nyuci piring langsung mecahin 1 piring, goreng donat gosong dikasih kesempatan kedua goreng ayam gosong lagi, nyuci baju ngasih sabunnya kebanyakan yo weisss lah baca buku ato broswsing aja (hehehe... emang pemales sih!!). Jam 12 makan siang dah menanti, jam 2 ngelonin Intan & Tia terus ikutan pules, jam 4-an dah ngaduk-ngaduk dapur nyari tepung, pisang, tahu, tempe, ubi atau apapun lah yang sekiranya bisa dibikin gorengan, abis maghrib dah duduk manis lagi depan meja makan melahab tumis kangkung, oseng pare, soto ayam, pecak lele, pecel, urab, sambel coel plus daun singkong (yang selalu mbikin perut gw kebanyakan gas tapi ga' pernah kapok).

Bosen dengan masakan rumah mulai ngelayap ke Pasar Gombong mencari bakso mas warno langganan sejak SMP, sate dan tongseng kambing bu laminah juga mie ayam deket rumah. Menu tahun baru untuk pertama kalinya bikin gulai soang/banyak/angsa, sebenernya babe agak keberatan soang-nya yang berjumlah 9 dikorbankan 1 ekor tapi tidak kuasa menolak permohonan ke-4 anak plus menantu dan cucunya yang pengen ngerasain ka'apa rasa daging soang. Ternyata... mak nyus tenan! (ato emang karena mba' ku yang pinter masak gulai ya??) Sate dan tongseng bebek yang menjadi ciri khas kota Tambak (Banyumas) juga ga' boleh terlewat. Hari terakhir dirumah seperti biasa, babe motong ayam kampung yang harus gw bawa buat bekel dijalan, padahal dijalan ga' pernah makan tapi ya sudahlah... ayam-ayam dikandang emang selalu menemui nasib sial tiap kali ada anak-anaknya babe yang pulang. Sedangkan lele di bak memilih bunuh diri daripada nunggu kepulangan gw dan ele yang dikolam masih terlalu kecil untuk pindah tempat kepenggorengan, so.. liburan kali ini tanpa kenikmatan sikumis.

Oleh-Oleh:
Yang menyebalkan ketika pulang kampung adalah selalu saja adatnya orang indo nanyain oleh-oleh. Lah enak dunx yang tinggal ga' punya kampung ga' pernah mbeliin oleh-oleh event itu cuma ketoprak ato kerak telor duanx?? Walopun menyebalkan tapi tak apalah menyenangkan teman... seperti yang sudah-sudah gw memilih maketin oleh-oleh, tapi sepertinya baru setelah ibu pulang dari Purwokerto deh beliau sempet mbeliin lanting berbumbu, kripik tempe dan kripik jagung. So... masih ada waktu bagi yang pengen didaftar isi paket pertengahan januari nanti (jangan lupa daftar pesenean dicantumkan bersama bukti transfer ya!!!)

Demikian kisah setahun yang lalu, ga' penting banget ya acara ga' penting gw posting... pemanasan posting di awal tahun gethooo, sapa tau dengan gini gw dapet mood lagi.


**I'm Not In The Mood by Shania Twain

I don't like sittin' down doin' nothin'
I'd rather spend my time doin' somethin'
Ain't no need to plan it jump right in and jam it
No need to say no--oh, oh, oh

(I'm not in the mood) I'm not in the mood
(I'm not in the mood) To be shy--to stand by--and not give it a try
No, I'm not in the mood
(I'm not in the mood) To stay home--be alone--face the night on my own
No, I'm not in the mood (to say)--to say--(to say)--to say no!

Tuesday, December 23, 2008

Akhirnya dia menjawab harapanku

Seminggu ini waktu terasa begitu lama, menit-menit kepulangan makin kencang berdentang namun ia tak jua memberikan jawaban atas apa yang kuminta darinya... sebuah kepastian. Sebuah kepastian yang akan membuatku tenang selama bersama keluarga, sebuah kepastian yang juga sangat dinanti keluargaku. Jum'at berlalu tanpa jawaban pasti, senin kau segera berlalu sebelum sempat aku menanyakannya kembali. Hingga akhirnya menjelang maghrib di selasa sore nan sendu kau tidak bisa menghindarinya lagi, duduk dihadapanku menatap kalender dengan alis yang hampir menyatu... begitu beratkah kau mengiyakan apa yang ku mau?

Berputar-putar kau sampaikan alasan dan aku tahu akan kemana arah jawabanmu, ujung bibirku mulai terangkat membentuk lengkung seindah bulan sabit... baiklah katamu... dan badai selatanpun seketika reda.

Terimakasih telah memberikan kepastian untukku
Terimakasih telah mengiyakan kemauanku


Berita bahagia inipun segera melaju kencang ke bapak dan ibuku yang menyambutnya dengan suka cita. Tidak lupa sahabat baikku di Jogja selalu menjadi orang pertama yang mendengar kabar bahagia ini dariku. Serangkaian rencanapun tersusun walaupun belum menemukan titik temu, mungkin aku akan menginap terlebih dahulu di Jogja tgl 25 nanti atau mungkin nanti saja saat perayaan tahun baru... ahh dengan waktu libur panjang yang telah diberikan pak boz tercinta apapun bisa aku lakukan bersama teman dan keluargaku, tapi yang jelas aku bisa memastikan kapan tiket kereta kepulanganku bisa dipesan. 

OHH YESSSSS!!! Pak Boz telah mengetuk palu menimbang beban pekerjaan tidak banyak dan mengingat tidak ada deadline sampai akhir tahun maka beliau memutuskan untuk meliburkan kantor dari tanggal 25 dec 2008 - 4 janr 2009 (kecuali finance officer tentunya yang harus transfer gaji tgl 30. Semangat Pak Kasir!! hehehe...). Selamat Berlibur!!!

Haahhh apalagi?? Udeh... tinggal comment ato tutup page ini, pak boz dah menjawab harapanku untuk libur panjang koq. Tenaaaang.. gw pulang cuma 10 hari, berharap aja di Kebumen kecipratan 3G jadi gw bisa ngobatin rasa kangen kalian, kalopun gw ga' bisa posting artikel baru ya dibaca aja lah postingan gw yang kemaren-kemaren (*obsesi selebriti!). Selamat Berlibur Teman-Teman... Aku akan segera kembali dalam CI - LUK - BHA!!!

**fotona hasil jepretan nusy yang lagi belajar makro make camdig murahan


Monday, October 13, 2008

Tradisi Lebaran




Mudik alias pulang kampung merupakan tradisi unik di Indonesia yang sepertinya tidak akan pernah hilang ditelan jaman. Setiap keping rupiah dikumpulkan untuk bisa mengunjungi orang tua dan sanak saudara dikampung. Perjalanannya melelahkan, kadang membosankan bahkan menjengkelkan, namun semuanya akan sirna begitu menginjakkan kaki di kampung halaman dan mendapatkan pelukan hangat dan ciuman ortu, kakak dan ponakan.

Perjalanan gw berawal pada tanggal 27 Sept dengan memanfaatkan mudik gratis BNI yang diberangkatkan jam 13.00 dari PRJ Kemayoran. Melewatkan 5 jam di tol Kanci gw akhirnya bisa sampai di rumah jam 05.30 dan melanjutkan tidur:D 2 hari sebelum lebaran gw disibukkan dengan bersih-bersih rumah dan belanja sayuran untuk persediaan selama 3 - 5 hari lebaran. Seperti biasa setelah sholat Ied di masjid RW qt saling bersalam-salaman dan ngobrol dikit ma bekas temen sekolah atau ma ibu-ibu. Pulang ke rumah dulu buat sungkem ma Bapak & Ibu kemudian jam 09.00 tetangga se-RT ngumpul semua di masjdi RT untuk bersalam-salaman, sebuah tradisi yang dikenalkan 4 tahun lalu. Yang gw suka dari acara ini adalah gw ga perlu cape' (tebar pesona) ngider keliling RT dan makan bareng-bareng nasi kenduri.. oughh enak! Keluarga juga punya acara yang sama di tiap hari ke-3 lebaran. Walopun dah ada acara begini bukan berarti inti silaturahmu saling mengunjungi sodara, tetangga dan temen ilang, krn gw slalu jadwalin hari ke-4 untuk keluar rumah juga nginep dirumah kakak dan tentu saja melongok laut selatan.

Tanggal 8 oct dengan kereta gw kembali lagi ke Bogor menikmati perjalanan yang menyajikan persawahan, sungai, perbukitan dan tentu aja stasiun kereta hehehe... Ada kabar gembira, akhirnya pemerintah serius membangun jalur double track! Qt do'ain aja pengerjaannya berjalan lancar sehingga perjalanan dari cirebon ke surabaya bisa dilalui 2 jalur.

Wednesday, September 3, 2008

Rejeki Mudik BNI 2008

Pulang mudik udah menjadi agenda tetap para perantau, Jakarta sebagai ladang pencarian nafkah terbesar akan bersiap-siap sunyi sepi kurang lebih seminggu menjelang Lebaran yang insyallah pada tanggal 1 Oktober 2008. Daripada ngantri berdesak-desakan memperebutkan tiket kereta atau berebutan naik bis di terminal yang keamannya tidak terjamin mendingan memanfaatkan fasilitas mudik gratis yang diselenggarakan beberapa perusahaan. Seperti BNI yang tahun 2008 ini kembali menyelenggarakan Mudik Gratis Nasabah BNI bertajuk "Rejeki Mudik BNI 2008" pada hari Sabtu, 27 September 2008 Jam 09.00 WIB di PRJ Kemayoran dengan menyediakan 100 bus untuk nasabahnya yang akan pulang ke Lampung, Cirebon/Kuningan, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo dan Surabaya. Syaratnya gampang koq, coba deh dicermati dulu:

Syarat Pendaftaran:

  1. Telah menjadi nasabah BNI minimal 1 tahun dan saldo minimal Rp. 750.000 dibuktikan dengan adanya verifikasi dari BNI Cabang.
  2. Menunjukkan rekening asli dan fotocopy yang telah diverifikasi.
  3. Menunjukkan KTP asli dan fotocopy.
  4. Menunjukkan KARTU KELUARGA ASLI dan fotocopy (apabila menginginkan lebih dari 1 tempat duduk/ maksimal 4 tempat duduk.

Waktu dan Tempat Keberangkatan:

Peserta akan diberangkatkan pada tanggal 27 September 2008
Peserta berkumpul di Lapangan Tengah PRJ Kemayoran Jam 09.00 WIB

Waktu Pendaftaran:

Pendaftaran dibuka mulai tanggal 06-14 September 2008 jam 09:00 - 16:00 WIB (selama tempat masih tersedia).

Tempat Pendaftaran:

  • Jakarta Pusat dan Jakarta Utara: BNI Kantor Cabang Kramat (Jl. Kramat Raya No 154-156. Telp. 021-9996 1112)
  • Jakarta Timur: BNI Kantor Cabang Rawamangun (Jl. Pemuda No. 708-709. Telp. 021-9967 1112)
  • Jakarta Selatan: BNI Kantor Cabang Fatmawati (Jl. RS Fatmawati Blok 115 D3 Cilandak. Telp. 021-9932 1112)
  • Jakarta Barat: BNI Kantor Cabang Daan Mogot (Jl. Daan Mogot No 234. Telp 021-9556 1112)
  • Depok: BNI Kantor Cabang Margonda (Jl. Margonda Raya No 48. Telp 021-9523 1112)
  • Bekasi: BNI Kantor Cabang Bekasi (Jl. A. Yani No 13 Margajaya - Bekasi Selatan. Telp. 021-9380 1112)
  • Tangerang: BNI Kantor Cabang Tangerang (Jl. Daan Mogot No 2-4 Tangerang. Telp. 021-9186 1112)
  • Bogor: BNI Kantor Cabang Bogor (Jl. Ir. H. Juanda No 52 Bogor. Telp. 0251-9191 911)

Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Call Cente di nomor 021-9966 1112.

Sebagai nasabah BNI tentu aja gw ga' mau ketinggalan Rejeki Mudik BNI 2008 ini, yahh kapan lagi nasabah dapat menikmati layanan Bank dari setiap keping rupiah yang berkurang akibat pendebetan biaya administrasi hehehe...