Tuesday, June 3, 2008

Intimate Concert with Glenn Fredly (ga' intim tuhh)

Mendengar kata intim tentu yang ada dalam bayangan gw, Glenn bakal lebih banyak berinteraksi dengan fans-nya dengan tata panggung yang memudahkannya mengunjungi penggemarnya. Ternyata... jauuuuhhh boooo.. Diawali dengan molornya jadual concert 1 jam 40 menit Glenn baru muncul jam 20.40 dengan bernyanyi di stage yang masih tertutup tirai, gw sempet bilang ke nusy kalo sebenrnya Glenn lagi nyanyi dari rumahnya makanya tirainya masih ditutup. Selanjutnya dia membuka dengan lagu-lagu riang hmm oke juga nih... kekecewaan gw berlanjut ketika dia nyanyi bareng Dewi Persik yang pakaian dan goyangannya ngga' Bangetzz (emange ga' da penyanyi dangdut laennya ya!!) dan semakin bete super duper bete ketika Glenn memasukkan puisi-puisi dengan background sebuah film yang menjadi pengantar dari setiap perpindahan lagu (story behind the song gitu deee..) Ya ampyuuunnnn.. ZZzzzzz...!!! Ternyata bukan cuma gw aja yang ga' bisa terbawa setiap untaian kata melouw Glenn mengantar kisah dibalik rangkain lagu yang sudah direkam, banyak banget yang pada menggerutu "douhh ini apaan seh!" bahkan beberapa orang di bangku VVIP belakang gw pulang duluan karena emang 1.5 jam pertama bener-bener membosankan. Tapi pada sebuah lagu gw sempet teriak histeris karena dari tribun belakang ada seorang Tompi dengan suaranya yang unik itu... TOMPIIII i luv u muach muach!!

Untunglah nightmare itu berakhir, filmnya selesai dan lagu sendu berakhir dan berganti dengan irama-irama menghentak apalagi dengan kehadiran Panji, Iwa K dan serombongan co' berotot yang berlarian dari tribun. Akhirnya pengunjung JCC bisa menikmati performance Glenn dengan sedikit berjingkrak, tepuk tangan dan tentu saja bernyanyi sampai suara abis. Keren keren!! 1.5 jam terakhir pokoknya TOP BANGET dah!! Performance Glenn ga' diragukan lagi, dia tetep keren menyanyikan lagu-lagunya seperti ngederin lagu dalam earphone cuma sayangnya ya itu... gw ga' bisa ngerasain keintiman dengan Glenn. Padahal Glenn harusnya bisa menjalin keintiman tanpa adanya rekaman film itu dan menggantinya dengan berbicara langsung mengantarkan perpindahan lagu dideket penonton agar feel-nya lebih dapet, ka'nya qt bakal lebih terpesona deh.

Konser ini masih akan berlanjut dibeberapa kota seperti Makassar, Menado, Jogja, Bandung, Surabaya, Medan, moga aja sih Ruth Sahanaya Production sebagai promotor acara lebih bisa mengemas acara dan HARUS tepat waktu dalam memulai acara. Coz gara-gara telat 1 jam 40 menit acara baru selesai jam 23.30 dan terpaksa gw nginep di Kampung Rambutan, jam 01.30 tidur dan harus bangun lagi jam 04.00 agar bisa dapet kereta paling pagi ke Bogor. Huaahhhh ngauntux beratzz (eh tapi kalo ini mah masalah gw yang rumahnya jauh dari peradaban ya)

Thursday, May 29, 2008

Laskar Pelangi - Sang Pemimpi - Edensor by Andrea Hirata

Apa!!! Tidak tau Tetralogi Andrea Hirata?? Gw shock setelah tahu banyak temen gw yang ga’ tau buku terbaik karya anak bangsa yang pernah gw baca, tolong dicatet ”yang pernah gw baca” (ampe shock??). Tetralogi yang diawali dengan Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan diakhiri dengan Maryamah Karpov (eh yang ini dah keluar belum sih, dah lama ga’ ke toko buku nih) membawa nuansa baru ditengah cerita kacangan memuakkan semuak gw dengan acara TV yang dipenuhi sinetron aneh bahkan hingga tengah malam.


Buat gw karya Andrea Hirata keren karena:

  1. Andrea Hirata membawa cerita real kalangan bawah tanpa mendramatisir kemiskinan dengan cerita mendayu-dayu penuh airmata kepalsuan (laskar pelangi – in the beginning)
  2. Andrea Hirata menghadirkan kisah menyentuh dari dunia pendidikan, bukan hanya hasil pendidikan di sekolah tapi juga hasil pendidikan di keluarga dan lingkungan yang bisa dijadikan teladan dan inspirasi bagi pembacanya (laskar pelangi – in the middle)
  3. Andrea Hirata mengajarkan bagaimana menyikapi kenyataan hidup yang terkadang sangat pahit dan jauh dari yang kita harapkan (laskar pelangi – in the end)
  4. Andrea Hirata mengajarkan betapa berarti sebuah mimpi, cita-cita dan harapan karena itulah yang membuat qt bisa selalu bertahan hidup, bahkan disaat seolah masa depan begitu suram pesannya begitu jelas... ”Jangan pernah sekalipun membunuh mimpimu!” (sang pemimimpi)
  5. Andrea Hirata membawa wujud sebuah persahabatan pada satu tataran “give never asking in return” (sang pemimpi)
  6. Andrea Hirata menguatkan optimisme bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama qt memiliki mimpi, berkemauan keras, berusaha dan berdo’a, karena kita tidak pernah tahu bagaimana Tangan Tuhan bekerja mengukir jejak kehidupan kita (edensor)
  7. Andrea Hirata seperti pengarang yang lain bercerita tentang Italy lebih dari 1 Bab (edensor)

Satu hal aja yang ga’ gw sukai, si ”Ikal” masuk kelompok FBR (Fans Berat Rhoma) yang mana daripada apapun di dunia ini, gw ga’ suka!


Walaupun Emmy ga' mempercayai arti airmata yang gw tumpahin sewaktu baca Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi mengingat track record airmata gw yang sering dinilainya ga’ penting pada saat gw begitu tersentuh dengan sebuah adegan film, cerita dalam novel, lyric lagu yang mengena atau bahkan ketika kesel dengan teramat sangat tapi gw berani jamin bahwa kisah yang dihadirkan bakal bikin hati lo tergetar. Gw banyak menangis di Laskar Pelangi yang mengangkat kisah masa kecil ”Ikal” bersama teman-teman ”laskar pelanginya” dan gurunya, walopun kisahnya lucu-lucu tapi kelucuan itu mengharukan. Diakhir cerita, kisah Lintang dewasa benar-benar bikin kamar gw banjir.

Seperti Ikal, gw juga mencintai sosok Lintang kecil dengan semangat kayuhan sepedanya untuk sampai di sekolah, semangat belajarnya ditengah segala keterbatasan dan dengan anugerah kecerdasannya. Walopun gw tahu setelah Bapaknya meninggal Lintang tidak bisa melanjutkan sekolahnya tapi gw masih percaya saat dewasa nanti Lintang paling tidak menjadi Guru yang hebat. Dan ketika sebuah bedeng kecil, kumuh menjadi tempat tinggalnya dan ketika sebuah tronton menjadi benda yang dikemudikannya dan ketika kemiskinan masih memeluk erat nasibnya dan ketika kecerdasan masih melekat diotak encernya dan ketika di atas semua itu dia berkata

”Jangan sedih Ikal, paling tidak aku telah memenuhi harapan ayahku agar tidak jadi nelayan...”.
Seperti Ikal, gw juga tidak terima dengan kenyataan yang menimpa Lintang.


Sang Pemimpi membuat gw banyak ketawa dengan tingkah konyol Arai, Ikal dan Jimbron. Ikal yang suka mengutip kata-kata Bang haji, kisah perburuan cinta Arai dan Jimbron, kenakalan mereka di sekolah dan di masjid bahkan keingintahuan mereka dengan tontonan ”panas” bener-bener mengocok perut. Apalagi sewaktu Arai belajar nyanyi sama Bang Zaitun, Musisi dangdut beken (terbukti dengan koleksi istrinya yang berjumlah 4) dan ya ampunnn... gaya bicaranya itu lho yang selalu di akhiri dengan hi...hi...hii buat mamerin gigi emas putihnya wuakakakkk gw nguakak abis setiap baca dialognya Bang Zaitun ini. Ga’ lupa dengan acara meweknya... di Sang Pemimpi gw cuma menangis sewaktu Ikal disadarkan Arai akan tindakan bodohnya melepas impiannya dengan sebuah kalimat yang gw inget banget

”Tanpa Mimpi, orang seperti kita akan mati!”.

Ikal yang merasa bersalah dengan ayahnya yang pendiam dan tidak pernah menuntut berlari menyusul ayahnya yang telah mengayuhkan sepedanya sangat jauh. Perasaan bersalah yang diceritakan Andrea begitu menyentuh begitu, juga dengan tindakan yang di ambil Ikal menebus kesalahannya walaupun tanpa ucapan maaf. Saling menolong dan berkorban serta melakukan apapun demi kebahagiaan teman menjadi wujud persahabatan sejati yang ditunjukkan Arai, Ikal dan Jimbron. Di Bogor, Ikal bekerja di kantor pos mewujudkan impian masa kecilnya yang tidak pernah diimpikannya. Jalan menuju tergelarnya impian dari Pak Balia untuk belajar di Sorborne Perancis akhirnya terbuka setelah Arai dan Ikal mendapat beasiswa S2.


Edensor adalah petualangan, mengasyikkan dan bikin iri. Seperti dalam cerita forest gum, Aria dan Ikal mewujudkan satu per satu impiannya bahkan tanpa disangka-sangka terwujud pula kutukan akibat kenakalan masa kecil melalui perjalanannya sebagai backpacker setelah melakukan taruhan dengan teman-teman kuliahnya. Berbekal pakaian ikan duyung untuk pameran jalanan mereka menyusuri kota-kota di eropa mengharap recehan sebagai ongkos perjalan ke kota selanjutnya. Perjalanan ini juga menjadi pencarian Ikal akan cinta pertama dan cinta matinya kepada A Ling. Serangkaian perjalanan yang tidak jarang menegangkan, mengenaskan dan juga menyenangkan diakhiri dengan kemenangan Arai dan Ikal. Tapi sayang, jejak A Ling tetap tidak ditemukan, hanya novel pemberian A Ling yang selalu menemani Ikal. Akibat liburan yang terlalu panjang Ikal terpaksa memburu supervisornya ke Sheffield dan disinilah Ikal menemukan hamparan pedesaan Inggris yang telah begitu tergambar di otaknya... ya.. edensor sebuah kota dalam novel pemberian A Ling sekarang ada dihadapannya

Tuesday, May 13, 2008

The Broker

Di akhir masa jabatannya sebagai Presiden, Arthur Morgan yang baru saja mengalami kekalahan telak dan memalukan duduk bersama Teddy, pimpinan CIA untuk mendiskusikan pembebasan Joel Backman seorang Broker ulung yang dijebloskan dalam penjara isolasi dengan tuduhan membahayakan rahasia negara. Bagi Morgan pembebasan itu hanyalah tamparan kepada Washington yang sudah mempermalukannya, sedangkan bagi Teddy pembebasan Backman hanyalah sebuah pancingan agar pihak-pihak yang terkait kasusnya memperlihatkan diri, kalopun Backman mati itu bukan masalah besar selama kematiannya tidak terjadi di Amerika.


Backman dibuang ke negara yang amat sangat gw sukai, I-T-A-L-Y
. Dengan identitas baru bernama ”Marco” ia dibantu oleh Luigi dan Ermanno mulai belajar bahasa Italy dan mengenal lingkungannya mulai dari kebiasaan makan, minum dan tentu saja berbusananya. Ahh Italy emang keren banget, penulis manapun yang mengambil setting Italy dijamin akan menghabiskan lebih dari satu Bab hanya untuk menceritakan keindahan tempat, makanan, kopi, opera, fashion atau bahkan sejarah bangunannya. Okelah tidak perlu gw ceritain keindahan Italy menurut sudut pandang John Grisham, kita liat aja kasus yang membuat Backman eh Marco sampe di tuduh membahayakan rahasia negara.


Profesi backman sebagai broker handal yang dapat membuka semua pintu loby menuju senat diminati Safi dan Fasal salah 2 dari 3 orang penemu asal Pakistan yang memiliki program ”JAM”. Program ini bukan hanya meningkatkan kecepatan komunikasi ”Neptunus” (sebuah rangkaian satelit temuan mereka yang beredar dari semenanjung Arab - Afghanistan - Pakistan - hingga Cina) tapi juga membuat Neptunus mampu mengacaukan navigasi dan komunikasi satelit-satelit yang ada di orbit. Negara-negara haus data intelejen seperti Cina, Arab, Rusia, Israel dan Amerika berebut ingin memilikinya dengan tawaran-tawaran yang menggiurkan hingga seperti biasa Amerika membuat cerita BOHONG bahwa kantor Backman membocorkan rahasia negara dengan bukti-bukti yang ga’ bisa dibantah. Kekacauanpun terjadi, Hubbarad rekan Backman dibunuh dan backman memilih menerima semua tuduhan dengan tidak membocorkan keberadaan ”JAM” demi keselamatan hidupnya. Dan di tempat barunya (yang selalu gw impiin) Backman mulai belajar bertahan hidup dan berusaha tetap hidup ditengah perburuan akan hidupnya dari negara-negara yang pernah berurusan dengan ”JAM”. Walopun diawasi dengan ketat tapi dia berhasil membuat kontak dengan anaknya dan dia juga berhasil meloloskan diri dari pemburunya maupun penjaganya menuju ke Swiss untuk mengambil ”JAM”. Berbekal ”JAM” dan perencanaan yang matang dia kembali ke Amerika untuk membuka rahasia kepemilikan ”JAM”.


Membaca The Broker seperti menghirup udara segar di kota bernama John Grisham yang biasanya bercerita sangat amat lambat dengan banyak narasi deskriptif panjang dan bertele-tele (tapi tetep gw sukai). Cerita thriller seperti ini memang bukan barang bacaan baru tapi tetap mengasyikkan demi melihat penulisnya. Benar bahwa The Broker jauh lebih enak dibaca dibandingkan dengan The Last Juror yang di rilis hampir bersamaan. Bukan, bukan karena TLJ kembali bercerita kisah jadul tentang diskriminasi kulit hitam yang membuat ceritanya tidak semenarik The Broker hanya yah kurang seru aja. Tidak, The Broker tidak mencekam dan menegangkan karena justru lebih banyak kisah Backman belajar menjadi orang Italy. Mungkin ya mungkin gw cinta karena banyak cerita tentang Italy hehehe (Buat yang suka baca John Grisham pasti tahu di akhir penulisan ini gw bergaya sok John Grisham)

Thursday, April 17, 2008

Amy Tan

menyentuh hati dengan tulisan dari hati


Aq mengenalnya ketika aq lagi sebel dengan kuasa-NYA dalam membuat takdir, aq merasa DIA tidak adil, mengapa orang baik justru selalu dapat musibah, mengapa orang yang jahat tidak pernah mendapat teguran, mengapa mengapa dan mengapa lainnya yang membuatku muak dengan sebuah kata bernama "takdir". "The Opposite of Fate" itu nama judul buku dengan nama pengarang yang enggak aq kenal, aq membayangkan penulisnya juga mengalami perasaan sama sepertiku, dan tanpa pikir panjang novel itupun masuk dalam tas belanja. Ternyata, aku salah. The Opposite of Fate memberikan sesuatu yang tidak pernah aq harapkan, aq tidak menemukan jawaban/dukungan atas perasaanku tapi justru membuka mataku akan sebuah perjalanan hebat melawan kenangan akan didikan ibunya yang tidak ia sukai. Tulisan kisah hidupnya benar-benar berasa membaca sebuah diary kehidupan yang sangat sayang untuk ditutup sebelum habis halamannya.

Dari novel itu pula aq baru tahu kalau ternyata sudah banyak buku yang dibuatnya dengan berbagai penghargaan, dan perburuanpun dimulai. Tidak mudah menemukan bukunya sampai akhirnya sewaktu Gramedia membuka gerainya di Boker aq bisa mendapatkan "The Hundred Secret Senses" dan "The Bonesetter’s Daughter". Akhirnya aq mengenali ciri khasnya, Amy tan selalu menuliskan tentang hubungan anak perempuan yang sangat Amerika dengan ibunya yang sangat China; hubungan tokoh utama (perempuan) dengan kekasihnya yang juga bermasalah; hal-hal yang bersifat ghaib dan saudara perempuan baru.

The Hundred Secret Senses membuatku ketawa setiap kisah Nona Baner keluar, merenungkan sikap arogan Olivia yang sangat berlawanan dengan Kwan, seorang kakak yang sangat mencintai adiknya dengan teramat sangat melebihi orangtua Olivia sekalipun dan akhirnya menangis bersama Olivia yang merasa tidak dicintai Simon, suami yang sangat dicintainya tetapi memiliki kisah cinta yang sangat mendalam dengan kekasihnya dulu, Elsa yang telah meninggal. Dan terkadang, qt memang terjebak pada apa yang tertanam dikepala, sebesar apapun usaha Simon untuk menunjukkan ketulusan cintanya kepada Olivia tapi Olivia tidak pernah melihatnya. Elsa telah mati di hati Simon tapi justru tidak pernah mati di hati Olivia.

The Bonesetter’s Daughter mengangkat cerita tentang kebencian Ruth kepada ibunya yang selalu mengatur kehidupan dan kemauannya bahkan memata-matainya dengan membaca diary-nya. Dia membenci semua hal tentang ibunya, sampai hasil diagnosa dokter bahwa ibunya menderita Alzheimer merubah kebenciannya menjadi perhatian besar untuk mengorek masa lalu ibunya. Ibunya ternyata hanya anak seorang pembantu yang dipangilnya "Bibi Tersayang" yang memiliki wajah sangat buruk tetapi diangkat anak oleh orang yang kemudian dia kenal sebagai orang tua kandungnya. Masa lalu ibunya akhirnya terkuak satu persatu dan bersamaan dengan itu hubungan Ruth dengan Art, suaminya juga membaik.

Semuanya menarik dan tidak membosankan, tapi aku masih belum puas karena "The Joy of Lucky Club" belum juga aq peroleh. Beruntunglah rizal inget adeknya punya buku ini dan transaksi barter novel dengan dvd-pun berlangung lancar sabtu kemarin di Depok. Walaupun buku itu sudah kuning dan berbau (terbitan tahun 1994 bow!) tapi tidak mengurangi keindahan kata-kata yang ditulis Amy Tan, coba simak yang satu ini:
"Kami sudah tersesat, dia dan aku, atak tampak dan tak melihat, tak terdengar dan mendengarkan, tak dikenal oleh yang lain" (page 104)"

Sungguh mengagumkan tulisannya, begitu banyak pelajaran hidup yang bisa dijadikan contoh, begitu banyak petuah bijak yang bisa dijadikan inspirasi. Tidak percaya?? Apakah tidak merasakan bahasa yang sekarang kugunakan terlalu halus?? Jangan khawatir, ini hanya sementara, hanya ingin seperti Amy tan, karena akupun pegel nulis terstruktur seperti ini.

"Ayat - Ayat Cinta"

Gw ga terlalu menggemari buku-buku cerita islami karena ngrasa isinya terlalu menggurui dan ga down to earth (ato kalo ukurannya gw ya...down tohell...). beberapa temen pernah ngasih buku islami tapi yg ada gw jadi kesel, apalagi kbanyakan buku-buku itu seolah mengurangi ruang gerak perempuan (anw..thx friends..) dan to good to be true.

"Ayat-ayat Cinta" ya..itu novel yg katanya best seller bersampul kuning dengan gambar cewek keliatan matanya doanx. duhh judulnya aja dah ga' banget, pasti kisah cinta mendayu-dayu nih, palagi testimoni pembacanya tinggi banget, itulah pikiran-pikiran jahat yang menari-nari di otak gw tiap ngliat novel itu. walopun berkali2 dipinjemin tp gw males baca, sampe akhirnya keabisan bahan bacaan dan kembali tawaran itu datang dan yah...gw baca.

Astaghfirullah....
koq gw seburuk ini ya prasangkanya pada buku yang penuh teladan karya Habiburrahman El Shirazy, maaf ya kang abik. Buku ini mendidik tanpa pembacanya merasa digurui, memberi contoh kehidupan yang baik tanpa membuat pembacanya merasa sulit mewujudkannya. Kembali membangkitkan keyakinan bahwa perbuatan baik pastinya akan menuai kebaikan pula (walaupun tidak pernah kapan datangnya) yang nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan apa yg telah diperbuatnya.

Ayat Ayat Cinta membuat gw malu krn sering bergumam "halah gitu aja koq dilarang; kalo kepepetkan ga pa-pa" dan ungkapan peng"halal"an utk sesuatu yg telah jelas dilarang Tuhan, pesan dan nasehat yang dahsyat terangkai dalam cerita novel tersebut.


Terimakasih untuk pengarang novel ini, semoga terus menghasilkan karya-karya yang penuh makna & maaf atas prasangka buruk gw. Peace Man!!

“Iblis Mengugat Tuhan”

Bagian Pertama: “Iblis Mengugat Tuhan”


Al Shawni mengawali kisahnya dengan seorang pendeta bernama Buhairah yang menarik diri dari gereja dan memutuskan hidup menyepi. Dia banyak membaca buku-buku Kristen tapi tetep aja "kegelisahan" teologisnya ga kejawab. sampai dia menemukan ramalan tentang kenabian Rasulullah dan finally bertemu dgn rombongan Abdul Mutholib dan dia menemukan tanda kenabian pada punggung Muhammad. Singkat crita, untuk menjawab kegelisahan Buhairah, Rasulullah membawanya ketempat yang sepi (with capital Z) dan ia mengalami komunikasi transendental dengan sosok makhluk gaib berwujud iblis.

Mulai dari titik ini, bersiap-siaplah untuk membuka pikiran luas-luas dan tidak lupa membaca footnotenya (utk menggiring qt kembali biar ga kejebak provokasi Iblis). Banyak statement Iblis yang pernah terlintas di kepala gw (Hah!!! gw iblis juga dunx) n gw dapet jawaban yang memuaskan bukan hanya dari penjelasan Buhairah tapi juga ocehan Iblis. Ngliat Egosentrisme iblis gw seperti ngliat keseharian manusia kebanyakan yang sering tidak puas dengan keadaan, menyalahkan orang lain, n slalu ngrasa bener.

Dibagian kedua ada: “The Men Who Have The Elephant”

bab awal dan akhir dari bagian kedua ini gw emang agak ga mudeng (hihii...slalu deh) tapi cerita ditengahnya tentang Pasukan Abrahah yang menyerang Rumah Suci Ka'bah bener-bener mengasikkan. Ada bagian yang bikin gw tercengang sewaktu panglima Abrahah brekata kepada Abdul Muthalib yang tengah menggendong (calon) Rosululloh kira2 gini:


Tuhan memenangkan kaum Qurais yang jelas-jelas tidak meng-Esa-kan Tuhan dan menghancurkan pasukan Abrahah yang berperang Mengatasnamakan Agama (Tuhan) bukan karena ingin memenangkan kaum Qurais, tapi Tuhan menyelamatkan Abrahah dari kesalahan lebih jauh dan akan menghukum kaum Qurais dengan "tongkat yang diambil dari pohonnya sendiri" (yaitu:Muhammad).


gw berharap orang-orang yang berperang mengatasnamakan Tuhan juga baca bagian-bagian dimana sang Panglima mengingatkan Abrahah untuk tidak menyerang suatu kaum karena kesalahan salah satu kaum tersebut, suatu solusi tepat & efektif yang harusnya diteladani.

Buku ini bukan cuman bacaan orang Islam koq, bahkan crita-crita yang diambil banyak ngambil kisah-kisah Perjanjian Lama dan Baru. Yang jelas, siapkan pemikiran yang terbuka untuk baca buku ini n semoga dapat pencerahan setelah membacanya

KLAN OTORY IV

The Harsh Cry of the Heron.

Fuihh.....makin seru aja nih cerita Lord Otori Takeo dan keluarganya. Setelah lumayan jelek di Klan Otori II dan meningkat lagi di Klan Otori III tapi dengan ending yang kurang memuaskan, akhirnya di seri IV ini semuanya terbayar. (yah walopun cape' mata n cape' tangan coz bukunya tuebell). Dibuku ke-IV ini bercerita tentang pengkhianatan, kepercayaan, perkembangan anak-anak takeo, kisah cinta shigeko (cinta yg tidak bisa terucapkan) yang sangat menyentuh dan kematian-kematian yang tragis.

Anak-anak Takeo udah gedhe dan semuanya cewek; shigeko yang berjiwa pemimpin, Maya+Miki (anak kembar) yang kehadiranya tidak disukai masyarakat dan kaede karena mitos kutukan anak kembar (huh!! Nyebelin banget nih kaede di buku ke-IV ini). Tapi keahlian Maya+Miki tinggi banget, karena itu mereka lebih sering tinggal brsama tribe buat berlatih. Sementara itu kemampuan takeo telah menurun drastis akibat cacat ditangannya, ditambah dengan banyaknya orang kepercayaan Takeo yang tewas dan kisah mengejutkan tentang adik Takeo yang ternyata masih hidup; Intrik pengkhianatan dari anak Shizuka & Arai (Zenko) yang menikah dengan Hanna (ade’ kaede) yang seru abiz, dan kekhawatiran kaisar dengan reputasi Takeo yang terus meningkat membuat posisi Takeo sebagai pemimpin 3 negara terancam.

Kehidupan di Tiga Negara udah makmur dan terbebas dari perang selama 16 tauh berkat kerja keras otory-kaede dan tunduknya tribe. Tapi kelompok Kikuta pimpinan Akio masih terus menyimpan dendam namun sedikit kecewa dengan hisao, anak takeo hasil hubungan dengan yuki (KLan Otori I) yang ga' nunjukin kekuatan kikuta yang dahsyat. Tapi akio berhasil menjalin kerjasama dengan zenko yang telah berkomplot dengan kelp. kuroda + pihak asing + lord kono (anak fujiwara yg hombreng itu lho).

Taku (adik zenko) dibunuh kelp. kikuta atas perintah zenko, tekad Takeo untuk menghindari perang dengan kaisar ternyata gagal, Maya disekap Akio yang justru membantu Hisao untuk menggunakan kekuatannya menjadi pemimpin dunia arwah dan mendengarkan pesan Yuki, Shizuka diancam untuk ikut Zenko/bunuh diri, Miki melarikan diri dari Shizuka untuk mencari Maya, Hana yang diliputi dendam karena cintanya ditolak Takeo bersiap membuka rahasia takeo akan anaknya kepada Kaede dan segudang rencana licik lainnya menemui Kaede yang baru melahirkan anak laki-laki.

Yup, perang emang tidak bisa dihindari. Kehadiran Takeo di kekaisaran yang semula diterima dengan baik akhirnya juga berakhir perang karena kaisar tersinggung dengan ikutnya jerapah (lambang restu surgawi terhadap pemimpin) kembali ikut Takeo. Teknik pertempurannya bagus, di sini Shizuka menjadi pahlawan karena berhasil memanah mata sang jenderal. Tapi kemenangan ini tidak ada artinya karena Kaede dengan sangat mengejutkan berhasil dipengaruhi Hana dan meninggalkan Tiga Negara. Akhirnya untuk menggalang kekuatan melawan Zenko, Shizuka bersedia menjadi istri sang Jenderal dan Takeo meletakkan kepemimpinannya dan kembali ke biara. Sementara itu, Maya dan Miki dengan bantuan arwah Yuki berhasil melarikan diri dan pergi ke biara.

Di biara inilah Takeo menemui ajalnya, bukan seperti ramalan yang selalu menghantui Takeo, tapi...hmmm baca ndiri ajalah, ntar malah ga seru kalo diceritain semuanya.

Mmmm kalo gw sok-sokan ngasih rating antara 1-5:

KO I= 4, KO II=1, KO III=3,5 DAN KO IV=5