Showing posts with label books. Show all posts
Showing posts with label books. Show all posts

Wednesday, February 18, 2009

Selalu Ada Yang Pertama Dalam Hidupmu

Masih inget ga' sih saat pertama kali bisa naik sepeda...ughhh ka'nya itu pencapaian terbesar yang bisa didapet jaman kecil dulu untuk menunjukkan "Gw bisa lho ka' orang gede, ngontel sepeda roda 2!" (tangan kiri megang stang, tangan kanan melambai bak miss universe). Gw lumayan sering mencatat pengalaman pertama event itu bukanlah hal yang "penting" bagi orang lain, bukan cuma pengalaman menemukan "cinta pertama" dalam ingatan gw buanyak banget hal pertama yang ga' terlupakan seperti:

  • pertama kali nonton pertandingan bola antar kampung (komentatornya lucu suka latah porno, demi menghindari "uang sokongan" alias tiket masuk seiklasnya qt blusukan lewat jalur tikus biar duitnya bisa dipake buat jajan lebih banyak)
  • pertama kali beli kaset dengan duit hasil angpao lebaran (kaset Alm Chryse, harganya 2.500)
  • pertama kali dihargai guru Fisika atas naskah drama yang gw bikin (Alm Pak Joko guru SMP 2 Gombong)
  • pertama kali ikut demo (mau ikut demo karena diajak gitaris super manis, indahnya lagi sewaktu dilempar gas airmata qt lari nglewatin pekarangan dan gitaris itu... terus menggandeng tangan gw...ughhh so swiiiittttttt)
  • pertama kali nangis dikampus (bukan karena diputusin tapi gara-gara gank "Kumatan" nginjek-nginjek posternya Paolo Maldini yang baru gw terima dari AndriKun)
  • pertama kali ngalamin pelecehan seksual di Kopaja 63 (Blok M-Depok) anj**** lum nyampe Depok gw dah turun ganti angkutan & nyampe kostan langsung mandi junub
  • pertama kali nonton konser mahal, biasanya mah nyari yang gratisan ato paling mentok harga ceban bonus sebungkus rokok (Hoobastank.... beda harga beda suasana & jd ketagihan)

fuihhh masih banyak banget hal pertama yang berkesan buat gw, kalo gw ceritain disini bak sinetron. Ada hal terbodoh yang pernah gw ceritain disini yang juga jadi posting pertamaku di blog yang dah beberapa kali ganti karena lupa password

ktakutan trbesar gw dlm test BPK adlh soal Pancasila, UUD, Kebijakan Pemerintah. Knafa?? Krn gara2 gw benci guru PMP yg slalu promosi partai Golkar (tendang pk karyo ke pu-un bringin!!!). Bukan.. bukan mengada.. coz dlm sjarah SD-Kuliah itu nilai trburuk yg pernah gw dapet nilainya 5 koma sekian!! okeh.....okeh klo ga pada nganggap gw sok pinter, tp gw emang pinter cuman ........ tidak brmoral aja kali ya
gw herannya koq BPK ga ngasih jadual ujian, Badan Pemeriksa yg anehh. tp dgn pedenya gw pelajarin Pancasila dkk base on soal2 yg gw dpt dr orang dephut dpan kost-an. Fuihh ngeselin bgt tuh, coz jawaban gw buanyak bgt yg ga Salah (after dicocokin kunci jawaban). dan tibalah selasa pagi di istora brsiap ujian, gw baru tau jadual ujian stelah MC-nya ngasih tau jadual hr slasa itu dan...... AKU KAGETT (
ceriwis style), ga ada Pancasila dkk. 
hari slasa: Bhs Inggris & Bhs Indo, 
hari Rabu: TPA
WAKS!!!!!!!!! ga ada pancasila dkk yg dah pelajari sepenuh hati diikuti hujatan dan cacian dr temen2 yg tau sejarah gw itu. How it could be. Tp yah...dah trlanjur, dgn dag dig dug gw tunggu pembagian soal dan lembar jawaban sambil ngliatin kartu ujian yg trpajang Foto cantikku disitu, liat kbawah lagi...ada tabel dgn kolom trakhir yg masih kosong dan Si MC bilang hrs ditandatangani pengawas..tabel pa-an sih.........................
GUBRAKKKKKKKKK!!!
judul kolom2 itu trtera hari - jadwal test - tandatangan
GUBLOGHHH!!! dr hr jum'at gw punya kartu itu, bahkan gw apal nama yg nandatangin suratnya, pk mosi (mosi tdk percaya.entahlah) dan pesan prsiapan yg ditulis kecil2 dibaris plg bawah, koq bisa trlewat?? KOQ BISSA???? Emmy bilng gw Ceroboh, neneng&pican say gw org yg anneh, kumatan member smakin keras menghujat kebodohan gw... dan gw cuma ketawa guling2 sambil mukul2 tanah dan jedotin kpala ke kasur sambil teriak-teriak BODOH GUBLOGH CEROBOH UEDANN!!!

pengalaman pertamaku ngikutin cpns...hiks memalukan!!!

Minggu ini gw ngedapetin 2 pengalaman pertama yang cukup berkesan

  • setelah putus asa dengan segala macam undian dan doorprize tanpa diduga keisengan ikut kuis netbook ION gw menang!!! OMG... Ndah dapet netbook ION??? Anda salah! Gw cuma dapet temennya netbook, sebuah Mug yang cocok buat temen begadang tentu saja dengan Nescafe Original fav. gw. Yahhh @least gw pernah menang kuis
  • setelah beberapa kali sok nge-riview novel, gw akhirnya kedatangan tamu pengarangnya langsung dan ngucapin makasih atas review gw. OMG... Ndah ditemuin John Grishan, Amy Tan, Andrea Hirata (lagi), Sue Mon Kid, Al Shawni, Langit Kresna Heryadi, Franz Wisner ato...ahh Mr. Dan Brown?? Bukaannn.. Dia bloger juga, orang Indonesia yang sekolah di Italy. Yuppss anda benar... Gama Harjono

CIAO ITALIA! said... 

Allo, hey hey...
Makasih banget reviewnya
:)
Mengenai daerah/topik yang belum terulas di Ciao Italia! —terutama Mafia— hihi, banyak yang penasaran. bersabarlah ... ehhehehe

ciao
gama

OMG!! Gamaaaa... mbaca tulisan acak adul gw? GUBRAKKSSS!! pingsan!!

Makasih ya Gama atas kunjungannya, habis kunjungannya itu mungkin ga' ya Gama ngajakin gw ke Italy, mbawain kopernya juga gpp daahh yang penting menclok ke negeri impian itu.

Selagi gw mimpi di gandeng Gama ke Italy coba lo inget-inget lagi hal pertama yang unforgetable banget buat lo, apa hayoo... ayo dunx cerita disini...

Sunday, February 8, 2009

"Yakuza Moon": Apa Arti Bulan Dalam Hidupmu?

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author:Shoko Tendo
"Akhirnya, aku menyadari bahwa yang penting dalam menulis otobiografi bukanlah menjadikan diri sendiri tampak baik atau menciptakan prosa yang indah, tetapi kejujuran pada diri sendiri. Inilah yang kupelajari dari surat penuh kasih yang kuterima dari ayahku setelah meninggal."

Itulah cacatan akhir Shoko Tendo, anak seorang Yakuza yang menceritakan pahit getir kehidupan yang dijalaninya. Ini buku pertama berbau "Yakuza" sebuah gang mafia di Jepang yang gw baca sehingga gw ga' punya referensi kehidupan Yakuza. Mungkin qt harus bertanya dulu sama Andri yang lagi memperdalam ilmu ninjanya pada Hatori untuk mengalahkan kejayaan Naruto, atau malah pada mba'yu kenny yg bersuamikan seorang Samurai emmhh.... tapi Om Sam kan justru memperdalam ilmu perikanan:(

Sepak terjang Yakuza ga' dibahas dalam buku setebal 245 lembar terbitan Gagas Media, sebagai sebuah otobiografi Shoko menceritakan jalan hidupnya yang teramat berat untuk dijalani sebagai seorang anak perempuan sejak usia yang masih sangat muda. Usianya baru sekitar 7 tahun ketika ayahnya, seorang pemimpin Yakuza bangkrut dan dipenjara. Penghinaan, caci maki dan direndahkan oleh tetangga juga perlakuan kasar teman sekelasnya bahkan gunjingan menyakitkan dari gurunya selalu menyertainya selama ia sekolah dan tumbuh dilingkungan rumahnya. Keadaan ga' menjadi lebih baik ketika ayahnya dibebaskan dari penjara, karena ia justru dapet perlakuan kasar dari ayahnya yang berubah menjadi pemabuk.

Kehidupan Shoko mulai kacau di usia 12 tahun sejak ia mutusin jadi Yanki (anak liar dengan dandanan yang "aneh" mulai dari cat rambut, pakaian seksi & dandanan menor, melewatkan kehidupan malam clubbing dan fly dengan menghirup thinner juga free sex). Pada awalnya Shoko menjadi Yanki karena mengikuti kakak perempuannya, Maki dan kemudian ia memiliki gang sendiri. Sekolahnya kacau bahkan ia sempat dipenjara untuk selanjutnya dimasukkan dalam sekolah khusus anak nakal. Namun hukuman tidak membuatnya jera, ia kembali menjalani rutinitasnya hingga akhirnya ia mengenal narkoba. Keadaan keluarganya semakin kacau karena hutang semakin menumpuk, Shoko-pun makin kacau, racun narkoba mengantarnya menjadi budak seks Maejima, rekan bisnis ayah Shoko yang menyuplai kebutuhan narkoba Shoko dengan imbalan seks liar dan perlakuan kasar.

Shoko menemukan cintanya di usia 17-an ketika ia bekerja sebagai pelayan bar pada Shin, salah satu pelanggannya yang telah beristri. Dengan sebuah apartemen pemberian Shin di ulangtahunnya yang ke-18 tidak membuat Shoko menikmati kehangatan cinta layaknya pasangan lainnya, bagaimanapun juga ia hanya seorang "gundik". Hubungannya dengan Maejima juga masih berlanjut untuk narkoba dan membunuh kesepiannya hingga akhirnya Shoko benar-benar mengakhirinya dengan tekad kuat sembuh dari kecanduan, untunglah sebulan kemudian Maejima meninggal sehingga ia benar-benar bisa terlepas dari pria bejat ini. Jalinan cintanya dengan Shin berakhir setelah Shin memiliki anak dari istrinya. Tawaran cinta baru dan uang berlimpah dari Kuramochi ternyata tidak diterimanya, ia justru memilih seorang pecundang bernama Ito. Shoko sangat mencintai pria yang sudah beristri ini sehingga semua kebohongan dan bermacam perlakuan kasar Ito terhadapnya bahkan sampai mengancam nyawanya selalu dimaafkannya. Shoko menemukan kebebasannya melalui tato yang menghiasi hampir semua bagian tubuhnya. Beruntung bagi Shoko ia akhirnya bertemu pria lain yang sangat mencintainya dan memperlakukannya dengan sangat baik, Shoko dan Taka kemudia menikah dan mengawali kehidupan rumah tangga dengan keadaan yang sangat miskin. Badan Shoko masih belum pulih dari amukan kekejaman Ito yang ga' rela ia menikahi Taka, wajahnyapun menjadi cacat sehingga ia keluar dari pekerjaan, begitu pula Taka yang dipecat dari Yakuza.

Mereka bekerja dengan keras semakin keras dan makin keras lagi… namun itupun ga' mampu ngangkat mereka dari kemiskinan karena Maki yang bersuamikan seorang penjudi selalu menggerogoti kehidupan Shoko. Kesehatan mental Shoko memburuk sejak ibunya meninggal, di usia 24 tahun ia mengalami depresi dengan halusinasi-halusinasi kelam dan kejam dimasa kecilnya hingga berat badannya merosot tajam dan puncak dari sakit mental dan fisiknya adalah ketika ia mengalami koma hingga 1 minggu. Kesembuhan membuka pandangan hidup Shoko ke arah yang lebih positif, ia melakukan operasi plastik dan bisa kembali menjadi hostes dengan sebuah misi "akan menjadi hostes nomer satu". Keberhasilan kerjanya ternyata tidak membuatnya berhasil mengembalikan kehambaran kehidupan rumahtangganya, ia memilih bercerai.

Di usia 29 tahun, ia mendapat berita yang sangat mengejutkan… ayahnya mengidap kanker stadium akhir dan sisa usianya hanya tinggal 6 bulan. Pada sisa usia ayahnya itu, Shoko menemukan cinta seorang ayah yang selama ini sangat jauh dari dekapannya. Pagar yang dulu menjulang tinggi mambatasi ungkapan cinta dan sayang antara ayah dan anak akhirnya diruntuhkan oleh penyakit kanker. Sepeninggal ayahnya, Maki kemudian menata kehidupannya dengan membuang parasit hidupnya dan menjadi single parent. Shoko dan Maki menjadi hostes terkenal di bar-nya masing-masing, Shoko-pun mulai berpikir panjang tentang hidup yang akan dijalaninya dimasa mendatang. Di usia 33 tahun ia memutuskan untuk berhenti menjadi hostess dan akan beralih pekerjaan lainnya sekaligus memulai berusaha mewujudkan impiannya menjadi penulis.

Luar biasa bukan kehidupan seorang Shoko Tendo dalam rangkaian usianya yang masih sangat muda ia harus menjalani kehidupan luas biasa keras namun tidak pernah ada kata menyerah atas semua kegagalan dan penderitaan yang dialaminya. Gw sangat mengagumi sosok wanita berhati baja ini, mungkin ia pernah terperosok dan lama terbenam dalam kenistaan hidup yang dipandang sebelah mata atau bahkan tidak pernah dipandang oleh sebagian besar orang yang memiliki standar norma, moral dan agama tinggi, namun ia berhasil lolos dari hisapan lumpur mematikan dan kembali merangkak, berjalan dan berlari dijalanan "normal". Lalu apa makna bulan bagi seorang anak Yakuza? Coba aja baca lengkapnya dalam buku Yakuza Moon dan lo akan nemuin keoptimisan Shoko dalam menjalani kehidupan. Ternyata banyak hal didunia ini yang bisa menginspirasi hidup seseorang, mungkin sepele bagi orang lain tapi bisa begitu berarti bagi seseorang.... namun pada dasarnya "Baik Buruk Jalan Hidup yang Qt Pilih" berpulang pada kemauan dan tekad orang itu sendiri untuk membentuk kepribadiannya dan bagaimana meraih impiannya.

Saran gw... kalo buku ini ga' selesai dibaca malem hari jangan coba-coba nerusin baca di angkutan terutama dibagian Shoko menemukan cinta dari ayahnya, kecuali lo punya daya tahan tinggi terhadap kisah melow. Huwaaa.... bisa banjir deh... (ini ke-2 kalinya gw nangis di bus, busyettt dah Ndah!!!!!).
Saran gw satu lagi... (halah kebanyakan saran ga' penting)
Sering-seringlah membongkar koleksi novel temen lo, sapa tau bisa dapet buku baru masih dalam plastik ka' gw..... hihiiiii... ada yang bersedia bukunya gw perawanin??

Wednesday, February 4, 2009

Ciao Italy! Catatan Petualangan Empat Musim

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Travel
Author:Gama Harjono
Buku traveling lagi?? Teriak orang udik dipojok gardu ronda. Ya iyaalaahhh.. mumpung demam traveling masih mewabah siapapun elo yang doyan jalan pinter nulis dan mendapat limpahan berkah lirikan penerbit bersiaplah menjadi terkenal dan bersiap-siap dengan kantong lebih tebal melakukan perjalanan berikutnya. Dari judulnya jelas sudah jelas memikat hati….
“Ciao Italy! Catatan Petualangan Empat Musim” OMG ini kan kampong gw!! (PLETHAKK!!!!)
Cover-nya cantik dan ngintip isinya hm…. Banyak foto berwarna yang walopun kualitas dan penataannya kurang bagus tapi dah lebih baik dari beberapa buku traveling lainnya yang cuma naro foto warna favorit Bang Jacko… item-putih! Hhiih-Hii.. (naik 1 oktaf)

Mengapa Italy? Begitulah Gama membuka novelnya dengan sebuah pertanyaan, “Saya ingin mengenal Italy secara intim dari persektif insider” jawabannya dalem bangets…
Coba kalo gw yang ditanya (erghh.... ada yang nanya kan??), pasti jawabannya tetap seputar paolo maldini (yang bentar lagi tergantikan Kaka), rumput san siro, si kuda jingkrak Ferrari dan sarang mafia… Sisilia, sayangnya di buku ini ga’ bisa gw rasain euphoria milanisti di san siro maupun lesatan balap jet darat apalagi perang mafia.

Lalu gimana cara Gama mengenal Italy secara intim? “Tutte le strade portano a Roma” yang artinya "Saya dapat hadiah dari biscuit Roma"... BUKAAAANNNN tapi.. “Banyak jalan menuju Roma”!! Persiapannya hampir 2 tahun dengan mengikuti les bahasa Italy di… Ausy (GLEKK!! Ga’ kurang jauh lagi mas?) Voila…. Dia mendarat di Italy sebagai pelajar tepatnya mahasiswa Universita per Stranieri (Unistra) Perugia. Nah… inilah yang bikin novel ini berbeda dengan novel traveling lainnya (umumnya hanya cerita perjalanan singkat) Gama menceritakan kisah hidupnya di Italy mulai dari leletnya birokrasi proses pengurusan izin tinggal, suka duka berbagi tempat dengan roommate, kehidupan keluarga Italy, tempat-tempat cantik nan memikat, bangunan sejarah yang masih gagah perkasa, gang-gang sempit dengan vespanya, event-event nan gegap gempita yang ia temui, tips dan catatan ringan namun penting qt tahu, menu makanannya yang bikin ngiler bahkan edannya lagi sampe resep masakanpun Gama taro secara khusus dibagian akhir buku Ciao Italy ini… slruuuuppp. Sebagai petualang yang berlabel mahasiswa Gama juga cerita tentang perkuliahannya dan kehidupan mahasiswa setelah jam kuliah.

Selama 4 musim di Italy (dari musim duren ampe musim kawin) Gama berhasil mengunjungi banyak tempat, bangunan monumental yang tersebar dihampir seluruh penjuru Italy yang dulu cuma bisa gw bayangin dari banyak novel berbau-bau Italy sekarang ga’ perlu susah ngebayangin karena udah tersaji lengkap dengan fotonya. Jaman renaissance memang telah memoles Italy menjadi kota sejarah peradaban tinggi, cerita Gama tentang Firenze ngingetin masa awal kuliah dulu ketika gw dengan asyiknya membuat rangkuman point-point penting bukunya Nicholo Machiaveli… wuekekkekk ceritanya mo niru alm pimpinan Indonesia yang menjalankan kedikatatorannya persis ka’ pesen eyang Nicho dalam buku Il Principle!

Penjelajahan Gama meliputi Roma dengan harta karun karya seninya, Vatican City (sudah pasti kisah angle vs damon by Dan Brown langsung berkelebat), Cinque Terre (5 desa nelayan yang dilindungi UNESCO), Siena, sisi lain kota Naples, sicantik nan seksi Venesia, kota fashion Milan (ihh pantesan gw fashionable banget yak!!), Negara kecil San Marino (wuzzzz!! Ada ferarri ngejar metro mini), mengupas banyak kota kecil di Perugia (secara ini tempat tinggalnya), ikut mengagumi kegeniusan abad reneisance di Firenze, ga' ketinggalan menyebrang hingga Perancis dan menutup empat musimnya dengan kamping di Norcia. Bukan hanya bangunan dan pemandangan alamnya yang bikin ngiler, aneka kopi, aneka pasta, spaghetti, pizza, panettone, pan d’or, torroni dan makanan khas Italy lainnya tersaji dalam buku ini. Seperti di Indonesia yang rasa kekeluargaannya masih sangat kuat, cerita Gama tentang kedekatan keluarga Italy smakin menancapkan doktrin “mafia story” dikepala n tentu aja makin pede karena gw dan “dia” dibesarkan dilingkungan yang hampir sama (DHEZZIGGHH). Tapi agak khawatir juga nih pacaran ma co’ Italy, oke-lah mereka super guanteng, seksi, pinter masak pula tapi penyakit Il Mammone (udah gede dewasa & tua tapi masih anak mami) yang diderita si ragazzo (co’) sedikit mengkhawatirkan.

Fuihhh masih buanyak banget hal menarik yang bisa didapet dari “Ciao Italy! Catatan Petualangan Empat Musim” karya Gama Harjono ini, buruan koleksi bukunya dan tentu aja buat dibaca bukan ditumpuk dirak buku. Buku ini bisa dibaca pecinta traveling, pecinta bangunan bersejarah, pecinta masak, pecinta kopi dan tentu saja akan sangat pas buat PECINTA ITALY! Setahun memang masih belum cukup bagi Gama yang seorang mahasiswa untuk menjelajahi, sehingga masih banyak kota yang belum disinggahi, markas milan, ferrari & ducatti masih terlewati, bahkan Gama sedikit melewatkan Italy sebagai kota opera sebuah pagelaran opera nan tersohor berjudul "La Traviata" dan iringan music klasik Sonata K.457 karya Mozart di nada C minor (wuakakakk gaya bener gw!! cuma ini koq yg gw inget dari novelnya Erich Segal). Kalo mau mengenal Gama lebih intim silahkan kunjungi websitenya: http://unmacchiato.blogspot.com/

Sunday, January 11, 2009

The Da Peci Code, Rosid dan Delia

Rating:★★
Category:Books
Genre: Other
Author:Ben Sohib
Buku ke-2 Ben Sohib telah keluar, cover bergambar sepasang pengantin membuat gw menebak-nebak... apakah Rosid dan Delia akhirnya bisa menyatukan perbedaan prinsipal?? Ada baiknya baca buku pertama Ben Sohib yang "ternyata best seller" berjudul "The Da Peci Code" untuk memahami asal muasal konflik ayah dan anak yang ga' kunjung selesai.

THE DA PECI CODE

KOCAK!! Itu pasti yang langsung tertangkap dari cover yang meniru pose Mona Lisa dan tentu saja buku The Da Vinci Code. Splash "kemungkinan best seller" dan teks "tidak memukau nalar tidak mengguncang iman!" dan "misteri tak berbahaya di balik tradisi berpeci" makin meyakinkan bahwa genre buku ini adalah komedi. Aiiiihhh serem amat sih ngutik-ngutik masalah penutup kepala pria yang keramat kemudian merembet ke cinta beda agama??

Ben Sohib mengemas semua permasalah dengan bahasa yang kocak, sedikit nakal dengan percakapan yang full becandaan khas betawi. Bagi Abahnya Rosid (Mansur) peci adalah soal tradisi islami Bani Gibran sedangkan bagi Rosid seorang aktivis di Sanggar Banjir Kiriman di Condet peci hanyalah sebuah tradisi, dan nilai-nilai islami tidak bisa begitu saja disimpulkan dari sejulur akar budaya. Apa lagi peci juga dikenal di kalangan Nasrani dan Yahudi. Konflik Bapak dan Anak bukan hanya soal peci semata, tapi juga pilihan kuliah Rosid yang keukeuh pengen di IKJ, juga pilihan cinta Rosid pada Delia seorang ce'cantik beragama Kristen yang demen ma sastra juga ngerokok. Bukan hanya permasalahan peci dan cinta yang dibahas dibuku The Da Peci Code, permasalahan juga mengupas pemilihan aliran, modern/fundamentalis/liberal? Nama kelompoknya juga lucu namun sangat menggambarkan kondisi saat ini: RADIKAL (Remaja Didikan Allah), FORMALIN (Forum Masyarakat Anti-Aliran Lain), dan MODERAT (Majelis Doa Demi Perdamaian Umat).

Permasalah diselesaikan dengan kocak pula, namun ending-nya dibuat nggantung soal kelanjutan cinta Rosid dan Delia. Agak susah memang membuat sebuah masalah berat disajikan dalam komedi, tentu beda banget ma cerita kocak yang mengangkat kebodohan diri sendiri atau pengalam unik. Atas kesusahan tersebut gw ngasih 4 bintang buat The Da Peci Code.

So.. gimana kelanjutan kisah cinta mereka?? Inilah yang coba dibahas mendalam di buku ke-2nya Ben Sohib

ROSID DAN DELIA

Hubungan Rosid dan Delia yang terendus Mansur mengobarkan kegelisahan Mansur, sebagian besar isi novel ini bercerita tentang mansur tentang kegelisahannya (masih tetap) dengan rambut kribo Rosid dan rencana besarnya untuk menggagalkan hubungan Rosid dan Delia. Dimulailah usahanya dengan meminta bantuan adik perempuan yang serba bisa, Rodiyah. Rodiyah memulainya dengan membujuk Rosid keluar dari pekerjaan menjaga toko ayahnya dan mengajaknya menjadi "broker" tanah, ajakan yang langsung disambut Rosid dengan penuh antusias namun disambut Mansur dengan murka. Mansur juga harus menemui "dukun" untuk memperoleh ramuan yang dapat memisahkan Rosid dan Delia. Ramuan berupa minyak bernama "Bui Jubal Jabul" setelah dimantrai-mantrai minyak itu akan dioleskan di bagian tubuh Rosid, sebuah usaha melelahkan bagi Mansur karena harus keluar masuk toko minyak wangi yang akhirnya membuahkan hasil namun dengan rupiah yang ga' sedikit. Rodiyahpun dengan sangat sigap membuat pertemuan dengan perempuan cantik dambaan umi-nya Rosid bernama Nabila yang ternyata cukup membuat Rosid dag dig dug juga.

Hubungan Rosid dan Delia semakin erat, Delia bahkan telah membawa Rosid bertemu orangtuanya yang menerimanya dengan penilaian negatif atas penampilan, pendidikan dan pekerjaannya. Dua insan ini tak peduli pada apapun yang mencoba menghalangi hubungan mereka, bahkan Delia meminta Rosid menikahinya. Delia juga dikenalkan ke orang tua Rosid dengan penolakan yang sama dari orang tua Rosid terutama Mansur yang tidak akan pernah merestui Rosid menikahi ce' KRESTEN.

Usaha Rodiyah dan Mansur tercium juga oleh Rosid, tapi dia membiarkan permainan tetap berjalan sambil melihat siapa saja yang bermain. Rosid seketika meradang ketika menyadari dirinya dijebak ameh-nya, Rodiyah yang mempertemukan Rosid, Delia dan Nabila dirumah Rodiyah. Delia menyambar saja api yang disemburkan mulut naga Rodiyah dan konflikpun tercipta, Delia mencampakkan Rosid, Rosid meneriakkan kabar putusnya mereka kepada orangtuanya dan Mansurpun sangat berterimakasih pada sang dukun.

Namun konflik tidak berlangsung lama, karena satu per satu benang kusut terurai. Banjir besar yang melanda Jakarta membawa berkah tersendiri untuk hubungan mereka. Namun lagi-lagi ending cerita ini kembali menggantung, benarkan Delia bersedia pindah agama seperti yang dikatakannya pada Rosid?? Hm... sepertinya bakal ada buku ke-3 nih..

Mungkin gw masih terbuai dengan gaya cerita kocak nan renyah dari The Da Peci Code jadi lumayan kecewa dengan buku ke-2nya Ben Sohib. Cerita menjadi teramat dangkal karena masalah yang diangkat terlalu sempit hanya terfokus pada Rosid-Delia-Mansur sementara masih banyak kisah yang bisa diangkat seperti di buku pertamanya. Mungkin akan lebih menyegarkan jika kerisauan suami Rodiyah terangkat; realita Kyai yang sok seleb juga diangkat lebih banyak atau permasalahan dikeluarga Delia menghadapi anak perempuannya. Kenapa hanya terjebak pada 2 hal yaitu rambut kribo-nya (yang disaat ini dah jadi hal yang dianggap "trendy") dan cinta beda agama sehingga hal yang lain diabaikan. Emang sih masih banyak dijumpai percakapan kocak dan menggelitik tapi ga' setajam The Da Peci Code, gw membutuhkan energy lebih untuk menyemangati diri sendiri menghabiskan Rosid dan Delia. Apakah akan menjadi Best Seller lagi???

One Last Word...
Lah... Jebule pecine ketinggalan hehehe bukan denk!! itu mah cuplikan dialog dalam bukunya

Cuma mo bilang...
Jangan percaya review gw, beli aja bukunya buat mematahkan pendapat gw hehehe...

Tuesday, January 6, 2009

Honeymoon With My Brother; Ga' Jadi Nikah?? Dunia Masih Menunggu Kalee!

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Travel
Author:Franz Wisner
"Honeymoon With My Brother - Berpetualang Dunia Gara-Gara Putus Cinta"

Apa yang akan terjadi dalam hidupmu ketika dicampakkan calon pengantinmu? Patah hati lalu memilih menyendiri minum racun serangga atau ambil sarung buat gantung diri? Atau dendam dan menemui dukun kondang mengirimkan mantra? Ato mencari kehidupan baru dengan berpindah tempat? Sepupu jauh gw seorang ce' yang tegar, ia memilih tetap ditempatnya semula menegakkan dagu dan tidak peduli dengan semua belas kasihan atau bahkan kecurigaan hingga akhirnya pria yang mencampakkan memilih menyingkir.. malu kali. Begitu juga Franz wisner, ketika dia dicampakkan Annie menjelang hari pernikahannya maka ide gile dari temannya untuk tetap melaksanakan pesta pernikahan bersama teman-temannya dipenuhinya. Bukan hanya itu sebuah paket bulanmadu yang seharusnya digunakan bersama Annie justru digunakan bersama adik yang tidak terlaku dikenalnya, Kurt. Seolah belum lengkap penderitaannya, Franz juga harus menerima kenyataan bahwa karirnya sebagai sekretaris pers pemerintah telah merosot tajam.

Perjalanan "bulan madu"nya ternyata meninggalkan kesan yang mendalam baik bagi Franz maupun Kurt, kakak beradik yang awalnya tidak saling kenal, secara perlahan mereka mulai menjalin persahabatan. Perjalanan yang awalnya hanya sebagai pelarian ternyata membawa kesan mendalam bukan hanya bagi Franz tapi juga bagi Kurt. Sebuah ide gilapun terlontar, tanpa mempedulikan Gita Gutawa yang merasa "tak perlulah aku keliling dunia" kedua kakak beradik ini justru mendobrak kemapanan dan kenyamanan hidup mereka dengan memutuskan untuk berhenti bekerja dan keliling dunia. Rencana matang disusun, ijin atau lebih tepatnya pemberitahuan diajukan ke keluarga dan dengan uang ditangan hasil penjualan rumah Kurt dan tabungan plus bonus gaji Franz mereka segera meninggalkan Amrik dan mulai menjelajahi semua benua. Deru mesin pesawat telah menderu, langit cerah dan anginpun bersahabat... bersiaplah berbulan madu bersama Franz dengan menikmati 484 halaman yang dijamin ga' ngebosenin.

Awal perjalanan mereka adalah Benua Eropa:

Tempat yang pertama dikunjungi adalah Rusia dengan sebuah tips gimana mendapatkan urutan terdepan di antrean imigrasi karena jumlah petugasnya teramat sedikit dan untuk pertama kalinya mereka mendapat stigma buruk tentang menyebalkannya orang Amerika (Arogan!). Mereka memanfaatkan jasa pertemanan sebagai tempat menginap, perjalanan berlanjut ke Swedia dimana mobil impian Kurt "Saab" telah menanti. Budapest, Rumania, Bulgaria, Turki dan berhasil masuk Suriah. disetiap negara ada banyak pengalaman yang ia bagi, sekelumit asal muasal kota, karakteristik penduduknya dan kejadian-kejadian baik yang menyenangkan, menyebalkan juga lucu seperti ketika diberhentikan polisi di Bulgaria. Gw suka dengan cara Franz mendeskripsikan seseorang atau suatu benda, misalnya ia menyebutkan temannya sebagai "pria tinggi besar dan kekar bagaikan Popeye" WHATSS!! bukan bagaikan Hercules?? Cukup dengan menyebutkan Popeye qt juga bakal tahu kalo orang ini lumayan kocak (kakakakakkkkk **Popeye ikut ketawa) atau ketika ia mendapatkan "service" dari Jana ia menganalogikan dengan "seperti anak kecil yang sangat mendambakan coklat sekian lama dan dipaksa memakannya setiap hari dari pagi-siang-ampe malem" kesimpulannya... awalnya sih enak tapi lama-lama jadi enegh!!

Indonesia juga menjadi salah satu negara yang dikunjungi mereka saat menjelajahi Asia:

Bali!! Ya itulah pulau yang didatangi Franz dan Kurt, sayang... hal yang berkesan untuk dibukukan justru beberapa hal yang tidak mereka sukai seperti sabung ayam dan kondisi Bali yang sudah terlalu ramai hingga akhirnya mereka memilih Gili-Gili di Lombok yang sepi dan alami walaupun perlu kekuatan nyali untuk menyeberanginya dengan perahu yang tidak memadai. Disini mereka bertemu dengan rombongan Backpacker dan saling berbagi pengalaman walopun sempat lumayan sengit beradu argumen. Kondisi Indonesia saat Franz dan Kurt berkunjung adalah saat pemerintahan Gus Dur jadi ya bisa dimaklumi pandangan seorang Franz terhadap Indonesia saat itu (no heart feeling kan Gus??). Perjalanannya ke pulau komodo juga tidak meninggalkan kesan baik. Nah sepertinya dinas pariwisata perlu berbenah lebih baik lagi, karena turis manapun mo lokal maupun interlokal (lah emange talipuuuunn) selalu menginginkan keramahan, kenyamanan dan keamananan. Tapi ga' semua jelek koq, Franz bisa memahami negara qt dengan populasi yang besar, keragaman etnis dan agama, percakapannya dengan pelayan hotel di Kuta Lombok sangat menyentuh. Franz mencintai Lombok, bahkan kalo menghilang sudah pasti kepulauan Gili menjadi pelariannya. Kunjungan selanjutnya ke Vietnam dan terakhir ke Thailand. Hihii syirik nih cuma Indo aja yang gw comot kisahnya.

Amerika Utara dan Selatan:

Perjalanan dimulai dari Caracas dengan tuan rumah yang hangat dan ramah kemudian berbalik 180 derajat dengan perjalanan Mereka di Trinidad. Rencana memang tidak berjalan sesuai rencana tapi pengalaman yang memuaskan dan penuh makna bagi Franz dan Kurt yang menguatkan tekad mereka untuk melihat lebih banyak isi dunia. Equador, Galapagos, Peru dan Brazil yang memikat dengan ce' seksi juga sepakbolanya.

Afrika:

Kekhawatiran Franz dengan biaya perjalanannya membuatnya memilih untuk menjual rumahnya, tidak disangka-sangka perhitungannya melesaaaattttt. Bukan MELESET?? iya sih meleset, tapi karena Franz mengira akan menerima uang hasil penjualan rumah sebesar $ 250.000 justru ia mendapatkan $ 810.000 itu artinya MELESATT bukan?? WAOWWWWW. Perjalanannya ke Afrika tidak terhalangi dengan kejadian 9/11, ia bahkan diminta untuk mengisi kolom koran-koran menceritakan perjalanannya. Sebuah hotel di Johannesberg menyambut mereka dengan pelayanan extra, dilanjutkan dengan keprihatinannya yang mendalam terhadap perekonomian dan juga kebenciannya terhadap pemimpin negara di Malawi, Zimbabwe, perjalanan di Afrika bagian timur lebih banyak menggunakan bus dengan kondisi yang mengenaskan dan kemudian menjelajahi Afrika Selatan dengan mobil sewaan

Honeymoon With My Brother diterbitkan ditengah hiruk pikuk cerita-cerita seputar traveling dan sangat pas mengisi kehausan informasi dan inspirasi calon-calon traveler. Perlu waktu luang untuk menghabiskan buku tebel ini, namun dengan alur cerita yang mengalir bakal bikin pembacanya enggan meletakkan. Cerita didalamnya bukan hanya kisah pelarian cinta Franz, banyak tips seperti umumnya buku-buku berbau traveling, Franz meletakkannya disetiap akhir perjalanan ditiap benua, pengetahuan qt jelas makin bertambah luas tentang kondisi diluar sana baik yang susah, senang ato bahkan mengenaskan seperti di Afrika.

Surat-surat Franz untuk neneknya LaRue menggambarkan perasaan Franz terhadap negara-negara yang ia kunjungi buat gw memberikan nilai lebih buku ini dibanding buku traveling lainnya. Perjalanan mereka menjadi lebih berarti bukan sekedar jalan-jalan ngabisin waktu dan uang untuk hanya sekedar menikmati alamnya saja, waktu yang mereka habiskan ditiap lokasi jelas menjadi faktor penting sehingga Franz bisa terhanyut pada hal-hal kehidupan masyarakat yang ia temui. Makanya gw ngasih 5 bintang untuk Honeymoon With My Brother bahkan kalo perlu Bintang Kejora deh!! (saingan ma nusy yang ngasih "bintang tujuh" untuk the naked traveler)

Franz dan Kurt bukan backpaker, dengan uang melimpah digenggaman dan suasana hati yang porakporanda kakak beradik ini melakukan perjalanan dalam waktu yang lama (kurang lebih 4 tahun) dengan santai, banyak perenungan untuk mencerahkan hati dan pencarian hubungan antar sodara.

Ngiri??? Jangan khawatir... karena qt bisa ikut menjelajahi 5 benua bersama Franz dan Kurt ya tentu aja lewat bukunya dulu. Ada yang mau bikin buku tandingan misalnya... Honeymoon With Me?? TUING TUIIING TUIINGGGG

Monday, January 5, 2009

The Naked Traveler: Kunci Utama Traveling adl' NEKAD!

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Travel
Author:Trinity (Perucha Hutagaol??)
"The Naked Traveler
(Catatan Seorang Backpacker Wanita Indonesia Keliling Dunia)"

Traveling sepertinya menjadi bahasan terpopuler ditahun 2008, ga' gaol getoh rasanya kalo ampe ga' nge-backpacker. Ramainya lalu lintas bloging ditambah dengan kegairahan dunia penerbitan setelah booming-nya cerita konyol seperti "Jomblo" menjadi angin segar kepada orang-orang hebat yang memiliki gaya cerita keren dan gaol getoh. Gw super yakin banyak dari MP-nisti (ga' mao kalah ma milanisti qeqqeqqq) dah pada baca, so... gw crita dikit aja tentang buku ini then let's discuss 'bout this book

The Naked Traveler terbagi menjadi tujuh bagian (7 for cantona, for beckam, for figo, for Bond n for my ex-KTM! Ga' pent-teeeeng!!!), Okeh kembali lagi...
7 bagian itu adalah “Airport”, “Alat Transportasi”, “Life Sucks!”, “Tips”, “Sok Beranalisa”, “Adrenaline”, dan “Ups!”

yang tentu aja tiap bagiannya menceritakan kisah-kisah pendek sesuai temanya. Trinity juga ngelompokin tips, hal-hal menantang yang dilakukannya (seperty bungy jumping), serta pengalaman buruk saat bertandang ke Eropa (Inggris kalo ga salah) dan diskriminasi rasial yang dialaminya (juga turis asia lainnya). Trinity menceritakannya secara blak-blakan apa yang dilihat, dirasakan dan diinginkan, mungkin karena itu pula blogspot-nya di-banded (alamatnya sekarang: http://naked-traveler.com) dan bukunya sempet ditarik sampe akhirnya beberapa bagian diedit then Jreng Jreeeenggg... everybody loves Naked uhmmm The Naked Traveler maksudnya. Buku ini sungguh tidak cocok bagi pribadi-pribadi yang ga' mau menerima hasil karya seseorang berdasarkan kualitasnya, open mind aja dengan lifestyle Trinity yang gemar dugem, alkohol dan rokoknya atau bahkan dengan khayalan nakalnya.

The Naked Traveler bukan hanya menghadirkan kisah konyol dan cerita yang mati-matian dilucu-lucuin tapi kelucuan itu hadir dengan sendirinya kadang bahkan tertawa miris, TNT membawa pengetahuan umum dan info penting yang bisa kita dapatkan dari setiap perjalanannya. Gw jadi makin pengen maen ke Padang setelah baca adanya pantai Cubadak di “Pulau Indah Terjajah” yang bercerita bahwa banyak pulau indah nan eksotis di Indonesia, tapi ternyata itu udah dimiliki pihak asing seperti Pantai Cubadak yang dimiliki orang Italy (ITALY booo... gw bisa ketemu Maldini kaleee). Dari cerita negara kecil bernama Andorra di antara Prancis dan Spanyol qt dapet info dan juga tips pengurusan visa. Kecanggihan di berbagai airport, kebersihan toilet airport (ga' termasuk Bandara International Sukarno Hatta terminal 1 dah pastinya!!), cara menunggu yang efektif dan efisien, termasuk tips tidur di Bandara juga bisa diperoleh disini.

Membaca buku ini, gw yang juga punya mimpi mendarat di Italy dan menjelajahi Eropa baru kemudian ke Mekah (wuakakakkk pantesan ga' juga direstui Tuhan) bisa ikut menikmati dunia lewat tulisannya. Yang gw suka dari buku ini Trinity ga' sok jaim, dia emang suka jalan menikmati perjalanannya sesuai dengan kepribadiannya dan menceritakannya dengan apa adanya. Buku setebal 282 ini terlalu sayang untuk dilewatkan, dijamin alur ceritanya ga' ngebosenin, nambah pengetahuan dan tentunya bagi pecinta traveling menambah motovasi jalan-jalan kere-nya.

Ka' apa ya kalo gw bisa jalan-jalan sebebas dia..... tapi mo jadi backpacker sekalipun sudah dipastikan gw ga' bakal mampu membeli tiket yang nerbangin gw keliling dunia.... hiks...

Monday, December 22, 2008

Komik Kambing Jantan

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Comics & Graphic Novels
Author:Raditya Dika
Gw bukan termasuk pecinta komik kalopun baca komik pasti hasil minjem, tapi minggu lalu gw beli komik. Berhubung komik yang gw beli terlalu lucu untuk diceritain jadi sebaiknya beli aja ndiri untuk mbuktiin daripada gw ceritain tapi akhirnya malah garing n bikin ILPIL. Judulnya "Kambing Jantan", iya.. kambing jantan yang satu ini emang lolos dari pemotongan hewan qurban dan secara mengenaskan dia teronggok dirak toko buku dengan label Best Seller!! Sumpeh lo?? Bukannya baru keluar??

Raditya Dika alias Dikung yang mengaku bodoh tapi bisa kuliah di Ausy dan karena terbukti kebodohannya akhirnya kembali ke Indonesia dan kuliah di FISIP UI (emang di UI ada pelajar bodoh??) mengangkat kembali catatan harian bodohnya yang dulu sangat booming "Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh" dalam bentuk komik, sebagai ilustratornya adalah Dio Rudiman yang juga turut menyemarakkan "Babi Ngesot". Sebagai wanita dewasa, gw tidak tertarik dengan karya-karya kacangan seperti ini, oohh plz deh... bacaan gw kan Amy Tan, John Grisham, Remi Silado, LKH dan pengarang keren lainnya. Banyak koq blogger yang ceritanya jauh lebih lucu dari Dikung, kisah gw jauh lebih konyol dari Dikung (PLAKKK!!!!).

Lalu buku bersambul co' berbulu hidung gondrong itu apa?? oke-oke... gw emang beli novel pertamanya itu tapi itu kan sekedar pengen tahu sedahsyat apa sih level imbisilnya Dikung. Selanjutnya gw cuma beli beberapa novelnya Dikung:
- Cinta Brontosaurus
- Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa
- Babi Ngesot "Datang tak diundang pulang tak berkutang"
- Komik Kambing Jantan
Itu duanx koq...
Emmhhh... ehh.. itu artinya gw punya semuanya ya???

Terlihat begitu nyata kan betapa dewasanya gw??

Baiklah gw ngaku... Dikung berhasil membodohi gw untuk selalu membeli catatan ga' pentingnya. Yaahhh gimana lagi, kadang sesama orang bodoh stupid dodols bin ediot merasa ada koneksi kuat untuk saling mendukung. Namun melihat ilustrasi Dio dan celotehan Dikung gw menilai KOMIK INI AKAN MENGALAMI KEGAGALAN, GAGAL TOTAL tepatnya!! Komik Kambing Jantan menurut gw telah Gagal membawa pembacanya menjadi pintar, gagal mengangkat derajat pembacanya kelevel IQ lebih tinggi lagi, benar-benar Gagal. DOUHHH!! Miris gw ngebayanginnya seandainya komik ini dibawa ke ruang rapat yang membosankan, karena didalam bis gw udah membuat kehebohan akibat senyum manis gw berubah menjadi ketawanya Lasmini terbang meninggalkan Raden Bentar(lagi) yang tentu saja tidak memenuhi standar Ibu Mien Uno dari "Johny Robert & Power" (salam buat pak sandiaga uno dunx bu... pissss!).

Komik Kambing Jantan bagian pertama masih sama dengan novelnya, bercerita tentang kehidupan Dikung di Ausy dengan pemain pendukung utama pemuda asal Kediri Harianto dan seorang arab bernama Yousef. Seperti apa kisahnya... masih sama dengan catatannya dulu cuma kali ini qt ga' perlu repot-repot ngebayangin kejadiannya karena Dio udah menggambarkannya dengan sangat luar BINASA.

Lumayan kan liburan panjang berbekal cerita lucu. Gw juga dah nyiapin bekel liburan dikampung, sebenernya ada 6 novel, 3 buku religi dan 1 buku catatan pinggirannya Gunawan Mohamad (yang belum juga kelar padahal dah 3 bulanan) tapi gw memilih 3 novel aja yang ceritanya ringan:
- The Naked Traveller (Telat?? Oh ya pastinya... )
- Honeymoon with My Brother (Dah dibaca dikit-dikit ka'nya cukup menghibur)
- Rosid & Delia (ini buku keduanya Ben Sohib yang dulu telah sukses mengocok perut dengan kisah yang mengguncang Iman "Da Peci Code". Lum baca?? THER-LA-LU!!)

Apa persiapanmu menjelang libur panjang??

Wednesday, December 3, 2008

Review Maryamah Karpov ~ Mimpi-Mimpi Lintang

Buku ke-4 yang ditulis sebagai buku keempat dari tetralogi Laskar Pelangi telah terbit sebulan yang lalu. Pro kontra terhadap keabsahan novel inipun ramai menjadi perdebatan, apakah ini kisah nyata atau khayalan Andrea semata?? Gw termasuk orang yang ga peduli apakah ini cerita bener atau ngga' karena gw lebih memilih untuk menikmati isi novel dengan bertanya pada diri sendiri, apa gw terhibur, apa gw pusing, apa membosankan? Jawaban gw... gw sangat terhibur dengan Maryamah Karpov (MK). Berikut sedikit kisah Ikal dalam MK.

Ikal Pulang Kampung

Jangan harap akan berurai airmata demi melihat covernya yang sendu, Maryamah Karpov justru hadir untuk mengocok perut pembacanya. Andrea mengawali kisahnya dengan bernostalgia tentang kisah tragis kenaikan pangkat ayahnya, sosok pria pendiam yang sangat ia puja dan kagumi, satu dari sekian banyak kenyataan pahit yang harus diterima keluarganya tidak membuat mereka jatuh dan menyerah. Begitu juga ketika Ikal harus menghadapi cobaan hidup hingga berdarah-darah yang membuat pembacanya bertanya-tanya “Ada Apa Dengan Ikal?” Andrea menyimpannya diakhir cerita dan mengajak qt mengikuti perjalanan hidup Ikal, perjalanannya meraih gelar master, perjalanannya pulang kampung, perjalanan hidupnya sebagai pengangguran terpelajar dikampungnya dan perjalanannya menemukan cintanya… A Ling.

Setelah berhasil menundukkan penguji-penguji tesisnya Ikalpun kembali ke kampung dengan terlebih dahulu menyusuri tempat-tempat penuh memori melankolis di Eropa. Andrea seperti biasa selalu berhasil menyajikan fakta sekotak kehidupan di Indonesia dengan sentilan yang mengena tapi membuat orang disentil ikut tertawa. Kehadiran Bang Zaitun (Sang Pemimpi) yang kali ini bukan lagi sebagai “artist dangdut” (peluang buat artis dangdut wannabe… psst psst.. iya kan sodara danang?) sudah membuat terpingkal-pingkal dan siap-siaplah sakit perut membaca cukilan-cukilan kisah Ikal bersama tetangganya, sepertinya kampung Ikal memang khusus menampung orang cacat mental, gangguan jiwa dan raga. 

Julukan Nama dan Kisah dibaliknya

Ikal menganalisa bahwa julukan pada seseorang melekat pada orang yang cenderung obsesif (mengamini sambil ngabsen temen gw Baginda, Ember, Toge, Buluk, Chicken, Luwak, Tomblok, Kriwil, Wedus Gembel, Mas Hanson) simaklah kisahnya dalam tiap mozaik tentang tetanggnya. Hampir semua penghuni kampungnya memilik nama belakang yang melekat padanya hingga hampir sebagian orang lupa akan nama aslinya (Cent.. nama aslinya Mas Hanson sapa ya??) 

Berahim Harap Tenang: pekerjaan mengganti rol film, setiap mengganti rol film dia memasang text “Harap Tenang”

Munawir Berita Buruk: pekerjaan mengumumkan berita kematian lewat TOA di masjid
Mahmudin Pelupa: Gejala lupa terdeteksi ketika mengikuti lomba deklamasi, ia lupa teksnya, diijinkan membaca teks tapi ia lupa membawa teksnya sehingga harus pulang, ga’ jadi pulang karena ia lupa dimana memarkirkan sepedanya dan ketika ia diminta membacakan saja puisi yang ada dibuku ia juga lupa telah dipinjemin buku. Udah lupa ngotot pula!!
Marhaban Hormat Grak: Tugas mulianya adalah menjadi komandan upacara 17 agustus, setelah meninggal digantikan anaknya yang kemudian mendapat julukan Marhaban Hormat Grak II
Tancap bin Seliman: penggemar berat layar tancap
Jumiadi Setengah Tiang: Pria paling melankolis, ia menangis saat jagoannya kalah, saat burungnya mati bahkan disaat mendengarkan lagu Padamu Negeri. Kapanpun dan dimanapun ia akan menangis tersedu-sedu ketika hatinya tersentuh
Muharram Buku Gambar: Pria buta huruf yang berhasil mencapai puncak pinang setelah teman-temannya mendukungnya memanjat pinang dan tidak tahu hadiah apa yang harus diambil karena semua hadiah dalam karton bertuliskan jenis hadiahnya. Bukannya motor yang diambil justru benda-benda ga’ penting termasuk Buku Gambar. Tidak rela atas julukannya ia belajar membaca, dengan usaha keras dan sungguh-sungguh ia berhasil membaca. Tapi tetap saja nama belakangnya tidak hilang, bukan lagi Muharram Buku Gambar tapi Muharram Ini Budi wuakakakakkk…
Zainul Helicopter: pekerjaan pembual, tepatnya Pembual Rangking 2. Bualannya bener-bener luar biasa, orang-orang di warung kopi selalu menantikan bualannya. Zainul Helicopter melekat padanya karena bualan terhebatnya tentang aksinya membantu pendaratan helicopter yang hampir meledak. Bagaimana caranya?? Coba sedikit ngebayangin gimana Zainul membuka dan menutup bibirnya ketika lampu sorot helicopter menerpa giginya yang mengkilat… Zainul mengirim sandi morse!! GELOOOOOO

Pembual Rangking 1: Sang jawara mengalahkan Zainul dalam perang bualan tentang kekuatan ayah mereka. Zainul mengklaim bahwa ayahnya sekuat Hercules dan mampu mengangkat kepala dinas dari kolam renang dengan satu tangannya. Tanding kekuatanpun berlangsung seru dengan menyebutkan satu persatu pejabat pemerintahan, Bupati, Kanwil, Gubernur, ayah Zainul dapat mengangkat menteri sang lawan mengeluarkan balasan dapat menghentikan mentri, ayah zainul dapat mengangkat ketua DPR sang lawan membalasnya dengan telak.. ayahnya bisa mengangkat presiden RI beserta ibu dan juga bapaknya zainul sekalian. Zainulpun kalah telak, belum cukup kekalahannya sang jawara yang sudah diseret ayahnya untuk pulang masih berpaling dan berteriak lantang ke Zainul “Pakai Tangan Kiri!!” Zainulpun TKO. Dialah… Ikal

Pencarian Cinta Ikal

Tidak akan ada habisnya kalo gw cerita tetanggnya Ikal, singkat cerita… ada sebuah kejadian yang memberikan sedikit petunjuk tentang kepergian A Ling, Ikalpun dengan semangat membabi buta merencanakan pencarian ke sebuah pulau yang terkenal ganas bukan hanya dari anginnya tapi juga penguasaan laut oleh bajak-bajak laut yang ganas dan sadis. Untuk mewujudkan cita-cita mulianya ia harus membuat perahu. Kembali kisah-kisah konyol menyertai usaha Ikal, tetangganya yang gemar bertaruh saling memasang taruhan yang dikoordinir dengan rapih bahkan ada catatannya.

Andrea dengan jeli melihat 1 object permasalahan dilihat dari beberapa sudut pandang kelompok orang berdasarkan suku/ras. Kembali qt dibuat ngakak membaca beraneka ragam jenis taruhannya. Mereka bertaruh Ikal tidak sanggup membuat kapal, mereka bertaruh Ikal tidak sanggup mengangkat perahu kuno yang karam, mereka bertaruh perahu Ikal tidak bisa mengapung mereka juga bertaruh Ikal tidak bisa menemukan A Ling. Dan disinilah pasukan laskar pelangi kembali bersatu walaupun dengan formasi tidak lengkap untuk membantu Ikal mewujudkan mimpinya, yang kangen ma kucing belang 3-nya Harun bakal keobatin deh kangennya. Gw yang buta ilmu sains apalagi teknik pembuatan perahu terbuai perhitungan cerdas Lintang dan analisa Ikal. Ikal berhasil mematahkan semua keraguan tetangganya walaupun berualangkali harus mengganti rencana walaupun harus menghadapi Tuk Bayan Tula atau Tambok sekalipun. Menggembirakan bukan Ikal mendapatkan cinta pertamanya? 

Siapakah Maryamah Karpov?

Kalo tidak jeli mungkin qt akan melewatkannya di mozaik Koin Lima Perak, hanya sekilas, jauh skali dari porsi Eksyen sang biang gossip. Kenapa perannya yang sangat kecil dipilih Andrea Hirata menjadi judul novel terakhirnya? Mungkin nama Mak Cik Maryamah Karpov dengan langkah caturnya merupakan julukan paling indah dibanding seluruh penghuni kampong, ga’ asyik kan kalo judulnya Mustahaq Davidson atau Rustam Simpan Pinjam.

Ada Apa Dengan Ikal?

Siapkan tisu untuk menghapus airmata dengan kejadian berdarah-darah yang dialami Ikal, tragis… benar-benar tragis! Gw ga’ nyangka Ikal yang terpelajar ternyata memiliki trauma yang sangat mengenaskan!! Gw ketawa ampe mrebes mili. LHO!!

Akankah Cinta Ikal dan A Ling akan menyatu?

Masa' gw ceritain semuanya… ga' seru dunx bacanya. Jangan lupa lembar terakhir ya... coz banyak yang tertipu dengan halaman kosong dilembar terakhir, karena masih ada 1 halaman lagi yang harus dibaca.
Ayo diterusin lagi bacanya! 
Yang lum punya novelnya (
senyum manis ke andri yang lagi kencan dengan Ksatria Jepang Hitam, mbo’dhe Kenny yang lagi ngelap jendela menara petronas, ibu maya yang masih bolak-balik gramed makassar) gw siap ngirimin koq GRATISS!! ganti ongkos kirimnya aja, cuma cepe’ koq (kurs $ 12.500 yaaa!!!)

Menurutku novel Maryamah Karpov – Mimpi-Mimpi Lintang?

Andre Hirata terlihat lebih matang dalam penulisan alur cerita dengan kalimat-kalimat indah sejak di novel Sang Pemimpi, dan di seri terakhir tetralogi Laskar Pelangi ini gw semakin cinta dengan karya-karya Andrea Hirata. Tulisannya selain indah dan kocak juga cerdas, Andrea tetap konsisten dengan spirit optimisme yang ingin ia sebarkan melalui karyanya. Apakah Andrea benar-benar seorang pembual seperti kemenangannya atas Zainul karena menceritakan secara berlebihan proses pembuatan perahu dan pencarian A Ling?? Kalo dibaca lebih detil menurut gw cukup realistis apa yang diceritakannya, rumus pembuatan perahu, pengangkatan perahu hingga pelayarannya. Kalo ditanya apa cerita ini cukup realistis sebagai kisah nyata gw akan jawab enggak, sejak Edensor gw menganggap novel Andrea Hirata adalah inspired by true story not based on true story, bukan gw menganggap perjalanannya sebagai backpackers sebagai sebuah hal ajaib tapi kebetulan demi kebetulan yang selalu ditemuinya gw anggap itu bumbu dalam cerita. Bumbu cerita dalam MK memang terlalu banyak hehehe..

Maryamah Karpov wajib harus dimiliki apalagi bagi penggemar Andrea Hirata yang sudah mengoleksi dari seri pertama, buat yang belum memiliki satupun buku Andrea (nglirik mesra Ny. Kiefer Sutherland) cobalah mengoleksi 1 aja dulu novelnya, mungkin Laskar Pelangi terlalu tebal dan agak berat untuk dinikmati cobalah memulainya dengan Sang Pemimpi atau Edensor dijamin bakal menjadikan Andrea Hirata sebagai novelis terfavoritmu. Gw berharap dengan kehidupan Andrea yang semakin mapan ia tidak kehilangan identitasnya sebagai penulis kehidupan sederhana yang penuh inspirasi dan tidak tergerus gaya cerita SOK MODERN seperti novelis-novelis Indonesia lainnya yang mengagungkan kebebasan yang kebablasan. Keep Rock On Andrea!!

Tuesday, December 2, 2008

The Wednesday Letters – Surat Cinta Hari Rabu

Rating:★★★
Category:Books
Genre: Romance
Author:Jason F. Wright
Kapan ya terakhir gw beli novel cinta yang mendayu-dayu?? Hmm sudah cukup lama sepertinya sejak mencoba mengoleksi sedikit dari karya Nicholas Spark, Eric Segal 3-5 tahun silam. Membaca novel cinta jauh lebih berat daripada baca nama-nama dalam Gajah Mada yang bikin lidah gw kriting. Berat karena pasti bakal ada banjir airmata dan itu sungguh menyiksa karena pagi-pagi mata gw jadi sembab layaknya baru ditinggal kawin pacar tercintaH. 2 Bulan lalu gw tergoda sebuah novel bersampul menarik karena bentuknya yang seperti amplop surat dengan warna merah, unik! Novel itu berjudul The Wednesday Letters – Surat Cinta Hari Rabu karya Jason F. Wright yang diterbitkan Gagas Media.

Saat novel dibuka gw menemukan sepucuk surat dihalaman terakhir dan airmatapun sudah menetes… Gw teringat akan kesetiaan dan cinta Noah (The Notebook), Carter (A Walk To Remember), Oliver (A Love Story), Matthew (Only Love) ato seorang Ketua (Memoar Geisha) ….ahhh benarkan ada co’ setia seperti tokoh suami dalam novel ini? Mungkin ada baiknya kalo yang lum baca novel ini lewatkan aja dulu suratnya dan bacalah dari halaman pertama.

Cerita diawali dengan kisah sepasang suami istri pemilik sebuah penginapan di kota kecil, di usia mereka yang sudah senja Jack, sang suami mengidap kanker otak yang sudah tidak dapat disembuhkan. Waktu yang sekarang dinikmati bersama istri tercintanya Laurel adalah sebuah bonus karena dokter telah memvonisnya meninggal sejak 3 bulan sebelumnya. Laurel wanita tangguh dan selalu terlihat sehat, namun tanpa disangka malam itu ia terkena serangan stroke, Jack yang berusaha membantunya tidak sanggup berdiri atau berteriak lebih kencang minta pertolongan sehingga nyawa Laurel tak tertolong lagi. Hilang sudah kekasih dan nyawa hidup Jack yang sesungguhnya, dalam kesedihannya ia menulis surat kemudian ia berbaring memeluk istrinya dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Kematian Jack dan Laurel membawa kembali anak-anaknya (Matthew, Malcolm dan Samantha) untuk berkumpul dirumah, tidak ada kesedihan yang menyayat layaknya perasaan yang biasanya dimiliki anak yang kehilangan orangtuanya. Mungkin inilah gambaran nyata kehidupan Amerika yang telah kehilangan jiwa. Permasalah yang dulu ditinggalkan Malcolm coba diendapkan dulu oleh Samantha dan Matthew bekerjasama dengan jaksa wilayah yang akan menikahi Rain (mantan pacar Malcolm). A&P yang membantu merapikan barang peninggalan Jack dan Laurel menemukan kardus yang berisi surat-surat Jack untuk Laurel, surat tersebut dikirimkan tiap hari rabu sesuai janji Jack diawal pernikahan mereka. Surat-surat tersebut membuka kisah cinta romantic kedua orangtua mereka, mengungkap sisi kekonyolan Jack (I Luv this guy, dia menunjukkan cintanya dengan cara yang kocak tapi indah), surat-surat Jack membuka mata ketiga anaknya akan perhatian orangtuanya pada perkembangan hidup anak-anaknya yang seringkali dianggap sebagai orang tua yang menjengkelkan, dan yang paling mengejutkan surat tersebut membuka rahasia keberadaan Malcolm dikeluarga tersebut. Kenyataan yang sangat memukul Malcolm karena selama hidupnya ia begitu membenci ayahnya dan sangat memuja ibunya.

Rahasia yang baru sedikit terbuka sangat melukai hati Malcolm, kehadiran Allyson adiknya Laurel membantu mereka menguak kehidupan orangtua mereka. Penjelasan Allyson bukan hanya meremukkan hati Malcolm tapi juga Samantha dan Matthew. Malcolm yang emosional berulangkali membuat masalah dan disaat yang sama mereka harus berkabung atas kematian orangtua dan berduka atas luka yang tidak pernah dibagi orangtua pada anak-anaknya. Satu per satu benang kusut itu terurai dan saat pemakaman hampir semua permasalahan tersebut diselesaikan bahkan dengan berita bahagia kehadiran Monica istri Matthew yang telah berhasil mendapatkan anak adopsi. Kejutan terjadi setelah pemakaman, kejutan ini membuat Malcolm kembali mendapatkan cintanya. Kebahagiaan Malcolm tidak berhenti sampai disitu karena rahasia sesungguhnya terbuka ketika pengacara, pendeta dan seluruh keluarga berkumpul membacakan surat terakhir yang ditulis Jack.

Jason Wright menurut gw kurang bagus bercerita di bagian awal, bahkan hampir meletakkannya kembali karena secara tidak adil gw langsung mbandingin dengan Spark & Segal tapi setelah kisah bergulir ke dalam surat-surat Jack dan permasalah yang ada ceritanya mulai mengalir dengan enak. Namun Jason mengakhiri ceritanya terlalu tergesa-gesa seolah tidak ada hari lain untuk menuntaskan semua permasalahannya. Satu hal yang sedikit mengganggu dari penterjemah adalah penggunaan panggilan “Dik” dan “Kak” untuk menterjemahkan “Sist” dan “Bro” mungkin akan lebih baik menggantinya dengan panggilan nama saja. Secara keseluruhan novel The Wednesday Letters – Surat Cinta Hari Rabu karya Jason F. Wright enak dibaca, bahasanya tidak berbunga-bunga dan menginspirasi “lovelife” pembacanya.

Hmm…. ada ga’ ya… yang mau ngirimin surat cinta buat gw tiap minggu???? (mesam mesem prengas prenges sembunyi dibalik selimut Ferrari)

Sunday, November 9, 2008

Cerita Anak Cerdas By Harun Yahya

Beberapa temen ternyata banyak yang menyangka kalo Harun Yahya adalah orang Indonesia, hmm... jelas ini barisan temen gw yang jarang baca buku dan kalo ngenet cuma buka friendster duanx. Harun Yahya adalah nama pena Adnan Oktar yang lahir di Ankara pada tahun 1956. Sebagai seorang da'i dan ilmuwan terkemuka asal Turki, beliau sangat menjunjung tinggi nilai akhlaq dan mengabdikan hidupnya untuk mendakwahkan ajaran agama kepada masyarakat. Tulisannya banyak membuka wawasan tentang Islam dan makin meningkatkan kebanggaan qt (gw) sebagi pemeluk agama Islam.

Gw pembaca lebih tepatnya pengunduh artikel-artikelnya juga videonya. Buku, artikel, majalah dan video semua bisa diperoleh di website http://www.harunyahya.com/indo. Beberapa bukunya sudah ada dalam bentuk pdf file yang sama persis dengan buku yang dijual ditoko buku, namun sebagian besar masih hasil ketikan dalam word. Ada juga yang masih dalam html, file-file yang masih kurang enak dipandang gw rapihin dulu baru deh gw share.

Yang pertama gw mo bagi "cerita anak cerdas" kalo di websitenya dibagi 2, nah disini udah gw gabungin dengan tetap mempertahankan gambar-gambar lucu khas buku anak-anak. Isinya banyak membahas tentang hewan-hewan, proses di alam dan dalam lampiran Harun Yahya sudah menyediakan tameng "Anti Darwinisme=Anti Evolusi", hal ini mungkin ditujukan sebagai bekal anak-anak sebelum dapat dogma di sekolah tentang asal muasal makhluk hidup.

Tuesday, November 4, 2008

Cerita Untuk Anak

Cerita apa yang sering diceritain ibu waktu kecil?? Sebagai anak kampung gw cuma tahu cerita seputar kancil, damarwulan ngarit, jaka tarub, jaka tingkir dan teman-teman jaka lainnya. Tanpa buku ditangannya, ibu sepertinya sudah sangat hapal semua cerita yang mungkin juga didapet dari ibunya. Ketika seprei baru tergelar gw tertarik dengan gambar kereta kuda yang sangat cantik dengan seorang pangerang disampingnya sedang memakaikan sepatu kaca di kaki seorang putri cantik. Ndah kecilpun berkhayal suatu saat akan mendapatkan pangeran tampan dengan kereta kuda-nya (Gosh!!! ternyata dari kecil gw dah matre!!). Itulah awal perkenalanku dengan Cinderella yang kemudian seperti MLM cinderella juga mengenalkanku pada Putri Salju, Robin Hood dkk.

Tidak lama setelah lancar membaca gw mulai memberanikan diri meminjam buku ditempat peminjaman buku yang selalu gw lewatin ketika berangkat dan pulang SD Panjangsari 1 Gombong. Wahh ternyata buanyak banget cerita seru yang bisa didapet dari majalah Bobo, donald bebek, tin tin, asterix. Favorit gw selain Donald Bebek adalah buku cerita berseri hadiah sabun mandi LifeBoy "Superman!" (mungkin kalo gw mengoleksi cerita putri-putrian gw bakal lebih manis n lembyuttt.. sghh...)

Beberapa waktu yang lalu www.WorldLibrary.net menggratiskan download buku cerita untuk anak yang langsung gw sambut dengan suka cita dan karena gw dapetnya juga gratisan maka semua cerita anak (berbahasa inggris) bisa diperoleh dengan gratis disini:
Silahkan pilih cerita yang paling disukai dari 35 cerita (pdf file), contohnya:
  1. Adventures of Sonny Bear
  2. Aladdin or The Wonderful Lamp
  3. Around The Wold
  4. Bee Would Not Work
  5. Captain Cooky
  6. Ferdinand Frog
  7. My First Book
  8. Peter Rabbit
  9. Picture Alphabet
  10. Robin Hood
  11. Star Stories
  12. Winkle Twinkle and Lollypop

Monday, October 20, 2008

Laskar Pelangi (PDF File)

Mencungkil dari posting gw beberapa bulan yang lalu tentang "Laskar Pelangi"...

Buat gw karya Andrea Hirata keren karena:

  1. Andrea Hirata membawa cerita real kalangan bawah tanpa mendramatisir kemiskinan dengan cerita mendayu-dayu penuh airmata kepalsuan (laskar pelangi – in the beginning)
  2. Andrea Hirata menghadirkan kisah menyentuh dari dunia pendidikan, bukan hanya hasil pendidikan di sekolah tapi juga hasil pendidikan di keluarga dan lingkungan yang bisa dijadikan teladan dan inspirasi bagi pembacanya (laskar pelangi – in the middle)
  3. Andrea Hirata mengajarkan bagaimana menyikapi kenyataan hidup yang terkadang sangat pahit dan jauh dari yang kita harapkan (laskar pelangi – in the end)

Seperti Ikal, gw juga mencintai sosok Lintang kecil dengan semangat kayuhan sepedanya untuk sampai di sekolah, semangat belajarnya ditengah segala keterbatasan dan dengan anugerah kecerdasannya. Walopun gw tahu setelah Bapaknya meninggal Lintang tidak bisa melanjutkan sekolahnya tapi gw masih percaya saat dewasa nanti Lintang paling tidak menjadi Guru yang hebat. Dan ketika sebuah bedeng kecil, kumuh menjadi tempat tinggalnya dan ketika sebuah tronton menjadi benda yang dikemudikannya dan ketika kemiskinan masih memeluk erat nasibnya dan ketika kecerdasan masih melekat diotak encernya dan ketika di atas semua itu dia berkata

”Jangan sedih Ikal, paling tidak aku telah memenuhi harapan ayahku agar tidak jadi nelayan...”.
Seperti Ikal, gw juga tidak terima dengan kenyataan yang menimpa Lintang.

Sang Pemimpi dan Edensor ada disini (ga muat euy!)
Attachment: Laskar Pelangi.rar

Laskar Pelangi - Sang Pemimpi - Edensor (pdf file)

Sudah menyaksikan film spektakuler "Laskar Pelangi"?? Wah jangan sampai ketinggalan. Ga' bakal nyesel koq nonton 2x (hehehe... gw masih mau koq kalo ada yang ngajak lagi). Jelas beda banget dengan film adaptasi novel yang udah ditayangin di Indonesia, ambillah contoh sebuah film yang pernah bikin geger "Ayat-Ayat Cinta". Buanyak banget yang nyumpah-nyumpahin film tersebut karena garapannya yang bener-bener cuma cari untung duanx. Jadi ga' heran kalo pada awalnya banyak yang ragu dengan penggarapan film "Laskar Pelangi", tapi melihat proses yang berlangsung dengan digawangi Riri Reza dan Mira Lesmana serta kawalan langsung dari Andrea Hirata dan Mizan sebagai produser (untung bukan produser-produser asal India itu) optimisme bahwa film ini akan bagus akhirnya terbukti.

Pemilihan aktor lokal dan aktor kawakan ibukota yang teliti (kecuali lolosnya Rieke Diah Pitaloka dengan logat anehnya) dan kru film dengan totalitas tinggi menghasilkan film yang bener-bener menggambarkan jalannya cerita dalam novel. Apa yang menjadi imajinasi saat baca novelnya seolah terwujud di filmnya. Sisi positif semangat para anggota laskar pelangi yang diangkat benar-benar bikin trenyuh, mrebes mili dan... mewek. Semoga semangat itu juga dapat dirasakan para ABG yang ikut memenuhi 21/XXI/whatever lah! Jadi ga sabar nih nunggu garapan "Sang Pemimpi" buku favorit gw (so far) dari 3 buku yang sudah diterbitkan.

Sambil nunggu buku ke-4-nya yux qt baca-baca lagi karya Andrea Hirata yang kali ini bisa ditenteng di HP atau MP4 anda semua. Maaf bung Andre bukannya mo mbajak nih... gw dah beli 3 bukumu koq n nonton film-mu ampe 2x... cuma ka'nya kurang ajah kalo ga da pdf-nya (psstt biar HP gw juga berguna gito loh)

Thursday, May 29, 2008

Laskar Pelangi - Sang Pemimpi - Edensor by Andrea Hirata

Apa!!! Tidak tau Tetralogi Andrea Hirata?? Gw shock setelah tahu banyak temen gw yang ga’ tau buku terbaik karya anak bangsa yang pernah gw baca, tolong dicatet ”yang pernah gw baca” (ampe shock??). Tetralogi yang diawali dengan Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan diakhiri dengan Maryamah Karpov (eh yang ini dah keluar belum sih, dah lama ga’ ke toko buku nih) membawa nuansa baru ditengah cerita kacangan memuakkan semuak gw dengan acara TV yang dipenuhi sinetron aneh bahkan hingga tengah malam.


Buat gw karya Andrea Hirata keren karena:

  1. Andrea Hirata membawa cerita real kalangan bawah tanpa mendramatisir kemiskinan dengan cerita mendayu-dayu penuh airmata kepalsuan (laskar pelangi – in the beginning)
  2. Andrea Hirata menghadirkan kisah menyentuh dari dunia pendidikan, bukan hanya hasil pendidikan di sekolah tapi juga hasil pendidikan di keluarga dan lingkungan yang bisa dijadikan teladan dan inspirasi bagi pembacanya (laskar pelangi – in the middle)
  3. Andrea Hirata mengajarkan bagaimana menyikapi kenyataan hidup yang terkadang sangat pahit dan jauh dari yang kita harapkan (laskar pelangi – in the end)
  4. Andrea Hirata mengajarkan betapa berarti sebuah mimpi, cita-cita dan harapan karena itulah yang membuat qt bisa selalu bertahan hidup, bahkan disaat seolah masa depan begitu suram pesannya begitu jelas... ”Jangan pernah sekalipun membunuh mimpimu!” (sang pemimimpi)
  5. Andrea Hirata membawa wujud sebuah persahabatan pada satu tataran “give never asking in return” (sang pemimpi)
  6. Andrea Hirata menguatkan optimisme bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama qt memiliki mimpi, berkemauan keras, berusaha dan berdo’a, karena kita tidak pernah tahu bagaimana Tangan Tuhan bekerja mengukir jejak kehidupan kita (edensor)
  7. Andrea Hirata seperti pengarang yang lain bercerita tentang Italy lebih dari 1 Bab (edensor)

Satu hal aja yang ga’ gw sukai, si ”Ikal” masuk kelompok FBR (Fans Berat Rhoma) yang mana daripada apapun di dunia ini, gw ga’ suka!


Walaupun Emmy ga' mempercayai arti airmata yang gw tumpahin sewaktu baca Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi mengingat track record airmata gw yang sering dinilainya ga’ penting pada saat gw begitu tersentuh dengan sebuah adegan film, cerita dalam novel, lyric lagu yang mengena atau bahkan ketika kesel dengan teramat sangat tapi gw berani jamin bahwa kisah yang dihadirkan bakal bikin hati lo tergetar. Gw banyak menangis di Laskar Pelangi yang mengangkat kisah masa kecil ”Ikal” bersama teman-teman ”laskar pelanginya” dan gurunya, walopun kisahnya lucu-lucu tapi kelucuan itu mengharukan. Diakhir cerita, kisah Lintang dewasa benar-benar bikin kamar gw banjir.

Seperti Ikal, gw juga mencintai sosok Lintang kecil dengan semangat kayuhan sepedanya untuk sampai di sekolah, semangat belajarnya ditengah segala keterbatasan dan dengan anugerah kecerdasannya. Walopun gw tahu setelah Bapaknya meninggal Lintang tidak bisa melanjutkan sekolahnya tapi gw masih percaya saat dewasa nanti Lintang paling tidak menjadi Guru yang hebat. Dan ketika sebuah bedeng kecil, kumuh menjadi tempat tinggalnya dan ketika sebuah tronton menjadi benda yang dikemudikannya dan ketika kemiskinan masih memeluk erat nasibnya dan ketika kecerdasan masih melekat diotak encernya dan ketika di atas semua itu dia berkata

”Jangan sedih Ikal, paling tidak aku telah memenuhi harapan ayahku agar tidak jadi nelayan...”.
Seperti Ikal, gw juga tidak terima dengan kenyataan yang menimpa Lintang.


Sang Pemimpi membuat gw banyak ketawa dengan tingkah konyol Arai, Ikal dan Jimbron. Ikal yang suka mengutip kata-kata Bang haji, kisah perburuan cinta Arai dan Jimbron, kenakalan mereka di sekolah dan di masjid bahkan keingintahuan mereka dengan tontonan ”panas” bener-bener mengocok perut. Apalagi sewaktu Arai belajar nyanyi sama Bang Zaitun, Musisi dangdut beken (terbukti dengan koleksi istrinya yang berjumlah 4) dan ya ampunnn... gaya bicaranya itu lho yang selalu di akhiri dengan hi...hi...hii buat mamerin gigi emas putihnya wuakakakkk gw nguakak abis setiap baca dialognya Bang Zaitun ini. Ga’ lupa dengan acara meweknya... di Sang Pemimpi gw cuma menangis sewaktu Ikal disadarkan Arai akan tindakan bodohnya melepas impiannya dengan sebuah kalimat yang gw inget banget

”Tanpa Mimpi, orang seperti kita akan mati!”.

Ikal yang merasa bersalah dengan ayahnya yang pendiam dan tidak pernah menuntut berlari menyusul ayahnya yang telah mengayuhkan sepedanya sangat jauh. Perasaan bersalah yang diceritakan Andrea begitu menyentuh begitu, juga dengan tindakan yang di ambil Ikal menebus kesalahannya walaupun tanpa ucapan maaf. Saling menolong dan berkorban serta melakukan apapun demi kebahagiaan teman menjadi wujud persahabatan sejati yang ditunjukkan Arai, Ikal dan Jimbron. Di Bogor, Ikal bekerja di kantor pos mewujudkan impian masa kecilnya yang tidak pernah diimpikannya. Jalan menuju tergelarnya impian dari Pak Balia untuk belajar di Sorborne Perancis akhirnya terbuka setelah Arai dan Ikal mendapat beasiswa S2.


Edensor adalah petualangan, mengasyikkan dan bikin iri. Seperti dalam cerita forest gum, Aria dan Ikal mewujudkan satu per satu impiannya bahkan tanpa disangka-sangka terwujud pula kutukan akibat kenakalan masa kecil melalui perjalanannya sebagai backpacker setelah melakukan taruhan dengan teman-teman kuliahnya. Berbekal pakaian ikan duyung untuk pameran jalanan mereka menyusuri kota-kota di eropa mengharap recehan sebagai ongkos perjalan ke kota selanjutnya. Perjalanan ini juga menjadi pencarian Ikal akan cinta pertama dan cinta matinya kepada A Ling. Serangkaian perjalanan yang tidak jarang menegangkan, mengenaskan dan juga menyenangkan diakhiri dengan kemenangan Arai dan Ikal. Tapi sayang, jejak A Ling tetap tidak ditemukan, hanya novel pemberian A Ling yang selalu menemani Ikal. Akibat liburan yang terlalu panjang Ikal terpaksa memburu supervisornya ke Sheffield dan disinilah Ikal menemukan hamparan pedesaan Inggris yang telah begitu tergambar di otaknya... ya.. edensor sebuah kota dalam novel pemberian A Ling sekarang ada dihadapannya

Tuesday, May 13, 2008

The Broker

Di akhir masa jabatannya sebagai Presiden, Arthur Morgan yang baru saja mengalami kekalahan telak dan memalukan duduk bersama Teddy, pimpinan CIA untuk mendiskusikan pembebasan Joel Backman seorang Broker ulung yang dijebloskan dalam penjara isolasi dengan tuduhan membahayakan rahasia negara. Bagi Morgan pembebasan itu hanyalah tamparan kepada Washington yang sudah mempermalukannya, sedangkan bagi Teddy pembebasan Backman hanyalah sebuah pancingan agar pihak-pihak yang terkait kasusnya memperlihatkan diri, kalopun Backman mati itu bukan masalah besar selama kematiannya tidak terjadi di Amerika.


Backman dibuang ke negara yang amat sangat gw sukai, I-T-A-L-Y
. Dengan identitas baru bernama ”Marco” ia dibantu oleh Luigi dan Ermanno mulai belajar bahasa Italy dan mengenal lingkungannya mulai dari kebiasaan makan, minum dan tentu saja berbusananya. Ahh Italy emang keren banget, penulis manapun yang mengambil setting Italy dijamin akan menghabiskan lebih dari satu Bab hanya untuk menceritakan keindahan tempat, makanan, kopi, opera, fashion atau bahkan sejarah bangunannya. Okelah tidak perlu gw ceritain keindahan Italy menurut sudut pandang John Grisham, kita liat aja kasus yang membuat Backman eh Marco sampe di tuduh membahayakan rahasia negara.


Profesi backman sebagai broker handal yang dapat membuka semua pintu loby menuju senat diminati Safi dan Fasal salah 2 dari 3 orang penemu asal Pakistan yang memiliki program ”JAM”. Program ini bukan hanya meningkatkan kecepatan komunikasi ”Neptunus” (sebuah rangkaian satelit temuan mereka yang beredar dari semenanjung Arab - Afghanistan - Pakistan - hingga Cina) tapi juga membuat Neptunus mampu mengacaukan navigasi dan komunikasi satelit-satelit yang ada di orbit. Negara-negara haus data intelejen seperti Cina, Arab, Rusia, Israel dan Amerika berebut ingin memilikinya dengan tawaran-tawaran yang menggiurkan hingga seperti biasa Amerika membuat cerita BOHONG bahwa kantor Backman membocorkan rahasia negara dengan bukti-bukti yang ga’ bisa dibantah. Kekacauanpun terjadi, Hubbarad rekan Backman dibunuh dan backman memilih menerima semua tuduhan dengan tidak membocorkan keberadaan ”JAM” demi keselamatan hidupnya. Dan di tempat barunya (yang selalu gw impiin) Backman mulai belajar bertahan hidup dan berusaha tetap hidup ditengah perburuan akan hidupnya dari negara-negara yang pernah berurusan dengan ”JAM”. Walopun diawasi dengan ketat tapi dia berhasil membuat kontak dengan anaknya dan dia juga berhasil meloloskan diri dari pemburunya maupun penjaganya menuju ke Swiss untuk mengambil ”JAM”. Berbekal ”JAM” dan perencanaan yang matang dia kembali ke Amerika untuk membuka rahasia kepemilikan ”JAM”.


Membaca The Broker seperti menghirup udara segar di kota bernama John Grisham yang biasanya bercerita sangat amat lambat dengan banyak narasi deskriptif panjang dan bertele-tele (tapi tetep gw sukai). Cerita thriller seperti ini memang bukan barang bacaan baru tapi tetap mengasyikkan demi melihat penulisnya. Benar bahwa The Broker jauh lebih enak dibaca dibandingkan dengan The Last Juror yang di rilis hampir bersamaan. Bukan, bukan karena TLJ kembali bercerita kisah jadul tentang diskriminasi kulit hitam yang membuat ceritanya tidak semenarik The Broker hanya yah kurang seru aja. Tidak, The Broker tidak mencekam dan menegangkan karena justru lebih banyak kisah Backman belajar menjadi orang Italy. Mungkin ya mungkin gw cinta karena banyak cerita tentang Italy hehehe (Buat yang suka baca John Grisham pasti tahu di akhir penulisan ini gw bergaya sok John Grisham)

Thursday, April 17, 2008

Amy Tan

menyentuh hati dengan tulisan dari hati


Aq mengenalnya ketika aq lagi sebel dengan kuasa-NYA dalam membuat takdir, aq merasa DIA tidak adil, mengapa orang baik justru selalu dapat musibah, mengapa orang yang jahat tidak pernah mendapat teguran, mengapa mengapa dan mengapa lainnya yang membuatku muak dengan sebuah kata bernama "takdir". "The Opposite of Fate" itu nama judul buku dengan nama pengarang yang enggak aq kenal, aq membayangkan penulisnya juga mengalami perasaan sama sepertiku, dan tanpa pikir panjang novel itupun masuk dalam tas belanja. Ternyata, aku salah. The Opposite of Fate memberikan sesuatu yang tidak pernah aq harapkan, aq tidak menemukan jawaban/dukungan atas perasaanku tapi justru membuka mataku akan sebuah perjalanan hebat melawan kenangan akan didikan ibunya yang tidak ia sukai. Tulisan kisah hidupnya benar-benar berasa membaca sebuah diary kehidupan yang sangat sayang untuk ditutup sebelum habis halamannya.

Dari novel itu pula aq baru tahu kalau ternyata sudah banyak buku yang dibuatnya dengan berbagai penghargaan, dan perburuanpun dimulai. Tidak mudah menemukan bukunya sampai akhirnya sewaktu Gramedia membuka gerainya di Boker aq bisa mendapatkan "The Hundred Secret Senses" dan "The Bonesetter’s Daughter". Akhirnya aq mengenali ciri khasnya, Amy tan selalu menuliskan tentang hubungan anak perempuan yang sangat Amerika dengan ibunya yang sangat China; hubungan tokoh utama (perempuan) dengan kekasihnya yang juga bermasalah; hal-hal yang bersifat ghaib dan saudara perempuan baru.

The Hundred Secret Senses membuatku ketawa setiap kisah Nona Baner keluar, merenungkan sikap arogan Olivia yang sangat berlawanan dengan Kwan, seorang kakak yang sangat mencintai adiknya dengan teramat sangat melebihi orangtua Olivia sekalipun dan akhirnya menangis bersama Olivia yang merasa tidak dicintai Simon, suami yang sangat dicintainya tetapi memiliki kisah cinta yang sangat mendalam dengan kekasihnya dulu, Elsa yang telah meninggal. Dan terkadang, qt memang terjebak pada apa yang tertanam dikepala, sebesar apapun usaha Simon untuk menunjukkan ketulusan cintanya kepada Olivia tapi Olivia tidak pernah melihatnya. Elsa telah mati di hati Simon tapi justru tidak pernah mati di hati Olivia.

The Bonesetter’s Daughter mengangkat cerita tentang kebencian Ruth kepada ibunya yang selalu mengatur kehidupan dan kemauannya bahkan memata-matainya dengan membaca diary-nya. Dia membenci semua hal tentang ibunya, sampai hasil diagnosa dokter bahwa ibunya menderita Alzheimer merubah kebenciannya menjadi perhatian besar untuk mengorek masa lalu ibunya. Ibunya ternyata hanya anak seorang pembantu yang dipangilnya "Bibi Tersayang" yang memiliki wajah sangat buruk tetapi diangkat anak oleh orang yang kemudian dia kenal sebagai orang tua kandungnya. Masa lalu ibunya akhirnya terkuak satu persatu dan bersamaan dengan itu hubungan Ruth dengan Art, suaminya juga membaik.

Semuanya menarik dan tidak membosankan, tapi aku masih belum puas karena "The Joy of Lucky Club" belum juga aq peroleh. Beruntunglah rizal inget adeknya punya buku ini dan transaksi barter novel dengan dvd-pun berlangung lancar sabtu kemarin di Depok. Walaupun buku itu sudah kuning dan berbau (terbitan tahun 1994 bow!) tapi tidak mengurangi keindahan kata-kata yang ditulis Amy Tan, coba simak yang satu ini:
"Kami sudah tersesat, dia dan aku, atak tampak dan tak melihat, tak terdengar dan mendengarkan, tak dikenal oleh yang lain" (page 104)"

Sungguh mengagumkan tulisannya, begitu banyak pelajaran hidup yang bisa dijadikan contoh, begitu banyak petuah bijak yang bisa dijadikan inspirasi. Tidak percaya?? Apakah tidak merasakan bahasa yang sekarang kugunakan terlalu halus?? Jangan khawatir, ini hanya sementara, hanya ingin seperti Amy tan, karena akupun pegel nulis terstruktur seperti ini.

"Ayat - Ayat Cinta"

Gw ga terlalu menggemari buku-buku cerita islami karena ngrasa isinya terlalu menggurui dan ga down to earth (ato kalo ukurannya gw ya...down tohell...). beberapa temen pernah ngasih buku islami tapi yg ada gw jadi kesel, apalagi kbanyakan buku-buku itu seolah mengurangi ruang gerak perempuan (anw..thx friends..) dan to good to be true.

"Ayat-ayat Cinta" ya..itu novel yg katanya best seller bersampul kuning dengan gambar cewek keliatan matanya doanx. duhh judulnya aja dah ga' banget, pasti kisah cinta mendayu-dayu nih, palagi testimoni pembacanya tinggi banget, itulah pikiran-pikiran jahat yang menari-nari di otak gw tiap ngliat novel itu. walopun berkali2 dipinjemin tp gw males baca, sampe akhirnya keabisan bahan bacaan dan kembali tawaran itu datang dan yah...gw baca.

Astaghfirullah....
koq gw seburuk ini ya prasangkanya pada buku yang penuh teladan karya Habiburrahman El Shirazy, maaf ya kang abik. Buku ini mendidik tanpa pembacanya merasa digurui, memberi contoh kehidupan yang baik tanpa membuat pembacanya merasa sulit mewujudkannya. Kembali membangkitkan keyakinan bahwa perbuatan baik pastinya akan menuai kebaikan pula (walaupun tidak pernah kapan datangnya) yang nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan apa yg telah diperbuatnya.

Ayat Ayat Cinta membuat gw malu krn sering bergumam "halah gitu aja koq dilarang; kalo kepepetkan ga pa-pa" dan ungkapan peng"halal"an utk sesuatu yg telah jelas dilarang Tuhan, pesan dan nasehat yang dahsyat terangkai dalam cerita novel tersebut.


Terimakasih untuk pengarang novel ini, semoga terus menghasilkan karya-karya yang penuh makna & maaf atas prasangka buruk gw. Peace Man!!