Friday, August 29, 2008

Taman Safari Indonesia




Kapan lagi bisa sedekat ini dengan binatang bahkan yang buas sekalipun. Biar puas menikmati keindahan, kegarangan dan keceriaan mereka usahakan datang bukan dihari libur. Ka' kemarin qt jalan ke Taman Safari Indonesia yang dilanjutkan ke Puncak, sayang lum semua difoto batre camdig gw sekarat.

Panduan Wisata Bogor: http://ndahsaja.com/?p=330

Thursday, August 28, 2008

Lomba Foto Satwa Nasional 2008

Kamis, 28 agustus 2008 kemarin gw n temen-temen panitia melakukan farewell party di Taman Safari Indonesia. Berangkat jam 12.30 setelah sholat dzuhur di masjid Alumni IPB kami disambut hujan deras setelah keluar tol Ciawi. Untunglah memasuki TSI tinggal tersisa rintik hujan. Sebuah info menarik terselip diantara brosur yang diberikan bagian ticketing, "Lomba Foto Satwa Nasional 2008". Wahh ini pasti ajang yang menarik buat pecinta fotografi, ayo pada ikutaannnn!!! Kalo butuh object tambahan gw siap koq hehehee...

Ketentuan Lomba Foto Satwa Nasional 2008:
  1. Terbuka untuk umum
  2. Object Foto: Satwa yanga ada di Indonesia, termasuk jenis serangga, jenis ikan, jenis unggas dan jenis binatang peliharaan.
  3. Tempat pemotretan: Taman Safari Indonesia, Bali Safari & Marine Park, Kebun Binatang Penangkaran, Cagar Alam, dan Taman Nasional lainnya.
  4. Pemotretan dilakukan dengan menggunakan kamera digital.
  5. Setiap peserta dapat mengirimkan maksimal 10 lembar foto, dengan ukuran sisi terpanjang minimal 25cm dan maksimal 30cm. Sisi pendeknya mengikuti format/ komposisi yang dipilih pemotret.
  6. Foto dikirimkan tanpa alas karton maupun bingkai. Dibalik foto ditempel kertas dengan keterangan: Nama, Alamat, Judul Foto, No. telepon/HP, Kamera yang digunakan, Lokasi Pemotretan dan Profesi/Pekerjaan pemotret.
  7. Pemenang diwajibkan menyerahkan hasil karyanya dalam bentuk CD, dengan file kurang lebih size + 2MB, 2000 x 3000 pixel, resolusi 300 dpi disertai file asli yang akan digunakan untuk pembesaran foto untuk keperluan pameran
  8. Pengiriman foto selambat-lambatnya pada tanggal 15 Oktober 2008
  9. Penjurian terbuka untuk umum, tanggal 17 Oktober 2008 di Taman Safari Indonesia
  10. Para pemenang akan diberitahukan melalui surat resmi secara langsung
  11. Dewan juri terdiri dari:Frans Manangsang (TSI - Ketua); Eddy hasby (Pewarta Foto); Goenadi Haryanto (Fotografer); Sintra Wong (Canon - Datascrip) Dudy Sugandi (Pikiran Rakyat)
  12. Pajak pemenang ditanggung oleh pemenang
Karya peserta dikirimkan dalam amplop tertutup dengan tulisan Lomba Foto Satwa 2008 yang ditujukan kepada:
Taman Safari Indonesia
Jl. Raya Puncak No. 601 Cisarua, 16750 Bogor, Jawa Barat

Datascrip
Kawasan Niaga Selatan BLok B-15
Bandar Kemayoran, Jakarta 10610

Hadiahnya bejibun:
  • Pemenang 1 (1 orang): Piala Menteri Negara Lingkungan Hidup + Uang Tunai Rp. 15 juta + produk Canon DSLR EOS 400 with EF-S 18-55mm IS, Canon Camcoder FS-11, Canon SELPHY Compact Photo ES2 senilai total Rp 20 juta + Voucher Menginap 1 Malam di Caravan Camping Ground - TSI
  • Pemenang 2 (1 orang):  Piala Taman Safari Indonesia + Uang Tunai Rp. 10 juta + produk Canon Digital Camera PowerShot G9, Canon Camcoder DC310,Canon SELPHY Compact Photo ES2 senilai total Rp 10 juta + Voucher Menginap 1 Malam di Caravan Camping Ground - TSI
  • Pemenang 3 (1 orang): Piala Datascrip + Uang Tunai Rp. 7.5 juta + produk Canon Digital Camera PowerShot S5 IS, Canon Camcoder MD225, Canon SELPHY Compact Photo ES2 senilai total Rp 8 juta + Voucher Menginap 1 Malam di Caravan Camping Ground - TSI
  • Pemenang Harapan (15 orang): Masing-masing mendapat hadiah berupa uang tunai Rp 2 juta + Canon SELPHY Compact Photo Printer CP750 + Voucher Menginap 1 Malam di Caravan Camping Ground - TSI

Berhubung acara ini disponsori ama Canon maka beruntunglah yang punya kamera digital Canon karena akan mendapatkan hadiah tambahan berupa voucher senilai Rp. 1.000.000 untuk pembelian lensa Canon. Ayo buruan hunting foto!!! Hmm kalo foto gw layak ikut lomba ga' ya??

**info lebih jelas:
TSI - Bogor: 0251 - 250 000
TSI - Jatim: 0343 - 7735 000
Bali Safari: 0361 - 950 000

Tuesday, August 26, 2008

Makan Yux




Walopun perut gw buncit tapi ga' bisa nampung banyak porsi dan lumayan susah buat nyobain menu baru, ngiri banget liat ce' kurus bisa makan buanyak n badanga' melar... coba kalo gw... hehhhh. Segerombolan temen gw punya perut karet n siap menampung porsi large dan emang sih badan mereka juga XXL.. Ga' cuma McD aja yang siap menyediakan porsi Large karena deket kantor temen gw ada tukang Ketoprak yang menyediakan porsi jumbo. Eduuunnn!!! Dah Ketoprak, jumbo pula. Pantesan pada bohay.

Buat gw sendiri menu yang sering gw pesen antara lain: pecel, aneka makanan yang dibakar2 (terutama sate kambing dan bawal bakar), capcay, cah jamur, nasi & mie goreng, mie ayam baso,steak, pizza, cheese burger & french friesnya. Sedangkan semua makanan yang mengandung trasi dengan senang hati gw hindarin karena ga' tahan baunya. Gw emang agak sensi ma bau, makanya duren yang katanya enak pun gw ga' doyan. Kalo minuman udah pasti gw pesennya kopi, jus atau teh botol. Saking cintanya ma kopi ditas gw selalu terdapat nescafe 3 in 1 original buat jaga-jaga kalo di rumah temen ga' da kopi.

Ada yang seselera denganku??

Monday, August 25, 2008

Jalanan




Jangan mengharapkan foto beresolusi bagus dengan angel yang bikin ternganga atau object foto nan menakjubkan karena gw cuma suka foto iseng. Kadang narsis tapi langsung malu melihat hasilnya yang jelas-jelas seperti alumni finalis model aneka angkatan 96 SM jadi lebih baik moto yang laen. Beberapa foto disini berasal dari HP Nokia 6230 dan Nokia E 51 yang sudah pasti bukan HP yang direkomendasikan untuk menghasilkan foto mengagumkan, beberapa dari camdig temen dan camdig kantor Nikon P4 bahkan ada yang berasal dari hasil scan foto jepretan Fuji MDL 5 kamera pertama yang gw beli. Jadi dimohon tidak protes dengan keisengan gw mengupload foto iseng gw:D

Tuesday, June 3, 2008

Intimate Concert with Glenn Fredly (ga' intim tuhh)

Mendengar kata intim tentu yang ada dalam bayangan gw, Glenn bakal lebih banyak berinteraksi dengan fans-nya dengan tata panggung yang memudahkannya mengunjungi penggemarnya. Ternyata... jauuuuhhh boooo.. Diawali dengan molornya jadual concert 1 jam 40 menit Glenn baru muncul jam 20.40 dengan bernyanyi di stage yang masih tertutup tirai, gw sempet bilang ke nusy kalo sebenrnya Glenn lagi nyanyi dari rumahnya makanya tirainya masih ditutup. Selanjutnya dia membuka dengan lagu-lagu riang hmm oke juga nih... kekecewaan gw berlanjut ketika dia nyanyi bareng Dewi Persik yang pakaian dan goyangannya ngga' Bangetzz (emange ga' da penyanyi dangdut laennya ya!!) dan semakin bete super duper bete ketika Glenn memasukkan puisi-puisi dengan background sebuah film yang menjadi pengantar dari setiap perpindahan lagu (story behind the song gitu deee..) Ya ampyuuunnnn.. ZZzzzzz...!!! Ternyata bukan cuma gw aja yang ga' bisa terbawa setiap untaian kata melouw Glenn mengantar kisah dibalik rangkain lagu yang sudah direkam, banyak banget yang pada menggerutu "douhh ini apaan seh!" bahkan beberapa orang di bangku VVIP belakang gw pulang duluan karena emang 1.5 jam pertama bener-bener membosankan. Tapi pada sebuah lagu gw sempet teriak histeris karena dari tribun belakang ada seorang Tompi dengan suaranya yang unik itu... TOMPIIII i luv u muach muach!!

Untunglah nightmare itu berakhir, filmnya selesai dan lagu sendu berakhir dan berganti dengan irama-irama menghentak apalagi dengan kehadiran Panji, Iwa K dan serombongan co' berotot yang berlarian dari tribun. Akhirnya pengunjung JCC bisa menikmati performance Glenn dengan sedikit berjingkrak, tepuk tangan dan tentu saja bernyanyi sampai suara abis. Keren keren!! 1.5 jam terakhir pokoknya TOP BANGET dah!! Performance Glenn ga' diragukan lagi, dia tetep keren menyanyikan lagu-lagunya seperti ngederin lagu dalam earphone cuma sayangnya ya itu... gw ga' bisa ngerasain keintiman dengan Glenn. Padahal Glenn harusnya bisa menjalin keintiman tanpa adanya rekaman film itu dan menggantinya dengan berbicara langsung mengantarkan perpindahan lagu dideket penonton agar feel-nya lebih dapet, ka'nya qt bakal lebih terpesona deh.

Konser ini masih akan berlanjut dibeberapa kota seperti Makassar, Menado, Jogja, Bandung, Surabaya, Medan, moga aja sih Ruth Sahanaya Production sebagai promotor acara lebih bisa mengemas acara dan HARUS tepat waktu dalam memulai acara. Coz gara-gara telat 1 jam 40 menit acara baru selesai jam 23.30 dan terpaksa gw nginep di Kampung Rambutan, jam 01.30 tidur dan harus bangun lagi jam 04.00 agar bisa dapet kereta paling pagi ke Bogor. Huaahhhh ngauntux beratzz (eh tapi kalo ini mah masalah gw yang rumahnya jauh dari peradaban ya)

Thursday, May 29, 2008

Laskar Pelangi - Sang Pemimpi - Edensor by Andrea Hirata

Apa!!! Tidak tau Tetralogi Andrea Hirata?? Gw shock setelah tahu banyak temen gw yang ga’ tau buku terbaik karya anak bangsa yang pernah gw baca, tolong dicatet ”yang pernah gw baca” (ampe shock??). Tetralogi yang diawali dengan Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan diakhiri dengan Maryamah Karpov (eh yang ini dah keluar belum sih, dah lama ga’ ke toko buku nih) membawa nuansa baru ditengah cerita kacangan memuakkan semuak gw dengan acara TV yang dipenuhi sinetron aneh bahkan hingga tengah malam.


Buat gw karya Andrea Hirata keren karena:

  1. Andrea Hirata membawa cerita real kalangan bawah tanpa mendramatisir kemiskinan dengan cerita mendayu-dayu penuh airmata kepalsuan (laskar pelangi – in the beginning)
  2. Andrea Hirata menghadirkan kisah menyentuh dari dunia pendidikan, bukan hanya hasil pendidikan di sekolah tapi juga hasil pendidikan di keluarga dan lingkungan yang bisa dijadikan teladan dan inspirasi bagi pembacanya (laskar pelangi – in the middle)
  3. Andrea Hirata mengajarkan bagaimana menyikapi kenyataan hidup yang terkadang sangat pahit dan jauh dari yang kita harapkan (laskar pelangi – in the end)
  4. Andrea Hirata mengajarkan betapa berarti sebuah mimpi, cita-cita dan harapan karena itulah yang membuat qt bisa selalu bertahan hidup, bahkan disaat seolah masa depan begitu suram pesannya begitu jelas... ”Jangan pernah sekalipun membunuh mimpimu!” (sang pemimimpi)
  5. Andrea Hirata membawa wujud sebuah persahabatan pada satu tataran “give never asking in return” (sang pemimpi)
  6. Andrea Hirata menguatkan optimisme bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama qt memiliki mimpi, berkemauan keras, berusaha dan berdo’a, karena kita tidak pernah tahu bagaimana Tangan Tuhan bekerja mengukir jejak kehidupan kita (edensor)
  7. Andrea Hirata seperti pengarang yang lain bercerita tentang Italy lebih dari 1 Bab (edensor)

Satu hal aja yang ga’ gw sukai, si ”Ikal” masuk kelompok FBR (Fans Berat Rhoma) yang mana daripada apapun di dunia ini, gw ga’ suka!


Walaupun Emmy ga' mempercayai arti airmata yang gw tumpahin sewaktu baca Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi mengingat track record airmata gw yang sering dinilainya ga’ penting pada saat gw begitu tersentuh dengan sebuah adegan film, cerita dalam novel, lyric lagu yang mengena atau bahkan ketika kesel dengan teramat sangat tapi gw berani jamin bahwa kisah yang dihadirkan bakal bikin hati lo tergetar. Gw banyak menangis di Laskar Pelangi yang mengangkat kisah masa kecil ”Ikal” bersama teman-teman ”laskar pelanginya” dan gurunya, walopun kisahnya lucu-lucu tapi kelucuan itu mengharukan. Diakhir cerita, kisah Lintang dewasa benar-benar bikin kamar gw banjir.

Seperti Ikal, gw juga mencintai sosok Lintang kecil dengan semangat kayuhan sepedanya untuk sampai di sekolah, semangat belajarnya ditengah segala keterbatasan dan dengan anugerah kecerdasannya. Walopun gw tahu setelah Bapaknya meninggal Lintang tidak bisa melanjutkan sekolahnya tapi gw masih percaya saat dewasa nanti Lintang paling tidak menjadi Guru yang hebat. Dan ketika sebuah bedeng kecil, kumuh menjadi tempat tinggalnya dan ketika sebuah tronton menjadi benda yang dikemudikannya dan ketika kemiskinan masih memeluk erat nasibnya dan ketika kecerdasan masih melekat diotak encernya dan ketika di atas semua itu dia berkata

”Jangan sedih Ikal, paling tidak aku telah memenuhi harapan ayahku agar tidak jadi nelayan...”.
Seperti Ikal, gw juga tidak terima dengan kenyataan yang menimpa Lintang.


Sang Pemimpi membuat gw banyak ketawa dengan tingkah konyol Arai, Ikal dan Jimbron. Ikal yang suka mengutip kata-kata Bang haji, kisah perburuan cinta Arai dan Jimbron, kenakalan mereka di sekolah dan di masjid bahkan keingintahuan mereka dengan tontonan ”panas” bener-bener mengocok perut. Apalagi sewaktu Arai belajar nyanyi sama Bang Zaitun, Musisi dangdut beken (terbukti dengan koleksi istrinya yang berjumlah 4) dan ya ampunnn... gaya bicaranya itu lho yang selalu di akhiri dengan hi...hi...hii buat mamerin gigi emas putihnya wuakakakkk gw nguakak abis setiap baca dialognya Bang Zaitun ini. Ga’ lupa dengan acara meweknya... di Sang Pemimpi gw cuma menangis sewaktu Ikal disadarkan Arai akan tindakan bodohnya melepas impiannya dengan sebuah kalimat yang gw inget banget

”Tanpa Mimpi, orang seperti kita akan mati!”.

Ikal yang merasa bersalah dengan ayahnya yang pendiam dan tidak pernah menuntut berlari menyusul ayahnya yang telah mengayuhkan sepedanya sangat jauh. Perasaan bersalah yang diceritakan Andrea begitu menyentuh begitu, juga dengan tindakan yang di ambil Ikal menebus kesalahannya walaupun tanpa ucapan maaf. Saling menolong dan berkorban serta melakukan apapun demi kebahagiaan teman menjadi wujud persahabatan sejati yang ditunjukkan Arai, Ikal dan Jimbron. Di Bogor, Ikal bekerja di kantor pos mewujudkan impian masa kecilnya yang tidak pernah diimpikannya. Jalan menuju tergelarnya impian dari Pak Balia untuk belajar di Sorborne Perancis akhirnya terbuka setelah Arai dan Ikal mendapat beasiswa S2.


Edensor adalah petualangan, mengasyikkan dan bikin iri. Seperti dalam cerita forest gum, Aria dan Ikal mewujudkan satu per satu impiannya bahkan tanpa disangka-sangka terwujud pula kutukan akibat kenakalan masa kecil melalui perjalanannya sebagai backpacker setelah melakukan taruhan dengan teman-teman kuliahnya. Berbekal pakaian ikan duyung untuk pameran jalanan mereka menyusuri kota-kota di eropa mengharap recehan sebagai ongkos perjalan ke kota selanjutnya. Perjalanan ini juga menjadi pencarian Ikal akan cinta pertama dan cinta matinya kepada A Ling. Serangkaian perjalanan yang tidak jarang menegangkan, mengenaskan dan juga menyenangkan diakhiri dengan kemenangan Arai dan Ikal. Tapi sayang, jejak A Ling tetap tidak ditemukan, hanya novel pemberian A Ling yang selalu menemani Ikal. Akibat liburan yang terlalu panjang Ikal terpaksa memburu supervisornya ke Sheffield dan disinilah Ikal menemukan hamparan pedesaan Inggris yang telah begitu tergambar di otaknya... ya.. edensor sebuah kota dalam novel pemberian A Ling sekarang ada dihadapannya

Tuesday, May 13, 2008

The Broker

Di akhir masa jabatannya sebagai Presiden, Arthur Morgan yang baru saja mengalami kekalahan telak dan memalukan duduk bersama Teddy, pimpinan CIA untuk mendiskusikan pembebasan Joel Backman seorang Broker ulung yang dijebloskan dalam penjara isolasi dengan tuduhan membahayakan rahasia negara. Bagi Morgan pembebasan itu hanyalah tamparan kepada Washington yang sudah mempermalukannya, sedangkan bagi Teddy pembebasan Backman hanyalah sebuah pancingan agar pihak-pihak yang terkait kasusnya memperlihatkan diri, kalopun Backman mati itu bukan masalah besar selama kematiannya tidak terjadi di Amerika.


Backman dibuang ke negara yang amat sangat gw sukai, I-T-A-L-Y
. Dengan identitas baru bernama ”Marco” ia dibantu oleh Luigi dan Ermanno mulai belajar bahasa Italy dan mengenal lingkungannya mulai dari kebiasaan makan, minum dan tentu saja berbusananya. Ahh Italy emang keren banget, penulis manapun yang mengambil setting Italy dijamin akan menghabiskan lebih dari satu Bab hanya untuk menceritakan keindahan tempat, makanan, kopi, opera, fashion atau bahkan sejarah bangunannya. Okelah tidak perlu gw ceritain keindahan Italy menurut sudut pandang John Grisham, kita liat aja kasus yang membuat Backman eh Marco sampe di tuduh membahayakan rahasia negara.


Profesi backman sebagai broker handal yang dapat membuka semua pintu loby menuju senat diminati Safi dan Fasal salah 2 dari 3 orang penemu asal Pakistan yang memiliki program ”JAM”. Program ini bukan hanya meningkatkan kecepatan komunikasi ”Neptunus” (sebuah rangkaian satelit temuan mereka yang beredar dari semenanjung Arab - Afghanistan - Pakistan - hingga Cina) tapi juga membuat Neptunus mampu mengacaukan navigasi dan komunikasi satelit-satelit yang ada di orbit. Negara-negara haus data intelejen seperti Cina, Arab, Rusia, Israel dan Amerika berebut ingin memilikinya dengan tawaran-tawaran yang menggiurkan hingga seperti biasa Amerika membuat cerita BOHONG bahwa kantor Backman membocorkan rahasia negara dengan bukti-bukti yang ga’ bisa dibantah. Kekacauanpun terjadi, Hubbarad rekan Backman dibunuh dan backman memilih menerima semua tuduhan dengan tidak membocorkan keberadaan ”JAM” demi keselamatan hidupnya. Dan di tempat barunya (yang selalu gw impiin) Backman mulai belajar bertahan hidup dan berusaha tetap hidup ditengah perburuan akan hidupnya dari negara-negara yang pernah berurusan dengan ”JAM”. Walopun diawasi dengan ketat tapi dia berhasil membuat kontak dengan anaknya dan dia juga berhasil meloloskan diri dari pemburunya maupun penjaganya menuju ke Swiss untuk mengambil ”JAM”. Berbekal ”JAM” dan perencanaan yang matang dia kembali ke Amerika untuk membuka rahasia kepemilikan ”JAM”.


Membaca The Broker seperti menghirup udara segar di kota bernama John Grisham yang biasanya bercerita sangat amat lambat dengan banyak narasi deskriptif panjang dan bertele-tele (tapi tetep gw sukai). Cerita thriller seperti ini memang bukan barang bacaan baru tapi tetap mengasyikkan demi melihat penulisnya. Benar bahwa The Broker jauh lebih enak dibaca dibandingkan dengan The Last Juror yang di rilis hampir bersamaan. Bukan, bukan karena TLJ kembali bercerita kisah jadul tentang diskriminasi kulit hitam yang membuat ceritanya tidak semenarik The Broker hanya yah kurang seru aja. Tidak, The Broker tidak mencekam dan menegangkan karena justru lebih banyak kisah Backman belajar menjadi orang Italy. Mungkin ya mungkin gw cinta karena banyak cerita tentang Italy hehehe (Buat yang suka baca John Grisham pasti tahu di akhir penulisan ini gw bergaya sok John Grisham)