Sunday, March 22, 2009

Tim, Pembalap dan Jadwal F1 2009

Perubahan regulasi F1 di tahun 2009 ini banyak diperdebatkan tim-tim F1 dan pensiunan F1, dengan alasan krisis ekonomi global FIA mencoba untuk membuat olahraga termahal ini menurunkan anggarannya (tapi di lain pihak menaikkan harga lisensi pembalap!!). Perubahan itu bisa dilihat dari simple/kurang menariknya model mobil F1 akibat adanya regulasi yang menetapkan kembali bahwa BanSlick kembali diberlakukan tuk musim F1 2009 dan larangan pengunaan sayap tambahan untuk meningkatkan Aerodinamika. Ada banyak perubahan aturan di musim balap 2009 ini termasuk tarik ulur system point untuk penentuan juara dunia, test, pengisian bahan bakar dll, lengkapnya bisa dibuka buku aturannya disini. 

Susunan pembalap dan tim yang ikut bertarung di musim balap 2009 tidak banyak perubahan demikian juga dengan sirkuit yang digunakan. Jika pada tahun 2008 ada 11 tim yang berlaga di 18 sirkuit, tahun ini tinggal 10 tim dengan mundurnya Honda maka tidak ada lagi Honda dan Super Aguri-Honda, kepemilikan Honda beralih kepada Ross Brawn mantan punggawa Ferrari yang secara mengejutkan Brown GP hadir dengan menggunakan mesin McLaren. 2 sirkuit tergusur pada balap jet darat 2009 ini yaitu Canada (Montreal) dan Grand Prix Of Europe (Valencia), Valencia sebagai sirkuit pendatang baru di tahun 2008 dimana Ferrari dan Felippe Massa berjaya disini tergeser oleh kehadiran sirkuit baru di Abu Dhabi. Abu Dhabi bukan hanya sukses menggusur Valencia dan Canada, sirkuit ini juga sukses menggantikan Brasil yang bertahun-tahun menjadi seri balap terakhir. Apakah Abu Dhabi juga akan menghadirkan ketegangan seperti 2 musim belakangan ini di Brasil?? Kita lihat saja 17 seri Formula 1 yang akan dimulai di Australia minggu depan.

Hingga 2008 dilihat dari catatan tercepat di 18 sirkuit tahun lalu, Michael Schumacher masih memegang rekor terbanyak membukukan lap tercepat yaitu sebanyak 6x disusul Kimi Raikonen, Felippe Massa & JPM (masih inget Juan Pablo Montoya kan?) masing-masing sebanyak 3x, Rubens Barrichelo 2x dan Lewis Hamilton 1x. Dilihat dari tim pemegang lap tercepat sudah pasti masih Ferrai lah ya pemenangnya, Ferrari berhasil mengukuhkan rekor tercepat sebanyak 12x.


Berikut ini tim yang berlaga di musim balap 2009 dan jadwal F1 2009, jadwal lebih lengkap dengan bagan sirkuit dan tentu aja siap print bisa di download disini. (correct me if I'm wrong, I'll fix
it)

Daftar tim dan pembalap F1 tahun 2009:

  1. Ferrari (Kimi Räikkönen & Felippe Massa), 
  2. McLaren-Mercedes (Lewis Hamilton & Heiki Kovalainen),
  3. BMW Sauber (Robert Kubica & Nick Heldfield),
  4. Renault (Fernando Alonso & Nelson Piquete,
  5. Toyota (Jarno Trulli & Timo Glock) ,
  6. Toro Rosso (Sebastien Buemi & Sebastien Bourdais),
  7. Red Bull (Mark Webber & Sebastian Vettel),
  8. William (Nico Rosberg & Kazuki Nakajima),
  9. Force India (Adrian Sutil & Giancarlo Fisichella), dan pendatang baru 
  10. Brown GP (Jenson Button & Rubens Barrichello ).

 

Jadwal F1 2009 (diambil dari: 2009 FIA Formula One World Championship Race Calendar)

Formula 1 Ing Australian Grand Prix (Melbourne) 27 - 29 Mar 2009

  • Tempat : Melbourne
  • Jadwal Lomba F1: 29 Mart 2009 - 13.00 WIB
  • Jumlah Lap : 58
  • Panjang Sirkuit : 5.303 km
  • Jarak Tempuh : 307.574 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:24.125 - Michael Schumacher (2004)

Formula 1 Petronas Malaysian Grand Prix (Kuala Lumpur) 03 – 05 April 2009

  • Tempat : Kuala Lumpur
  • Jadwal Lomba F1: 05 April 2009 - 16.00 WIB
  • Jumlah Lap : 56
  • Panjang Sirkuit : 5.543 km
  • Jarak Tempuh : 310.408 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:34.223 - JP Montoya (2004)

Formula 1 Sinopec Chinese Grand Prix (Shanghai) 17 – 19 April 2009

  • Tempat : Shanghai
  • Jadwal Lomba F1: 19 April 2009 - 15:00 WIB
  • Jumlah Lap : 56
  • Panjang Sirkuit : 5.451 km
  • Jarak Tempuh : 305.066 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:32.238 - Michael Schumacher (2004)

Formula 1 Gulf Air Bahrain Grand Prix (Bahrain) 24 - 26 Apr 2009

  • Tempat : Bahrain
  • Jadwal Lomba F1: 26 April 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 54
  • Panjang Sirkuit : 5.412 km
  • Jarak Tempuh : 308.238 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:30.252 - Michael Schumacher (2004)

Formula 1 Gran Premio De Espana Telefonica (Catalunya) 08 – 10 May 2009

  • Tempat : Catalunya
  • Jadwal Lomba F1: 10 May 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 66
  • Panjang Sirkuit : 4.655 km
  • Jarak Tempuh : 307.104 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:22.680 - F Massa (2007)

Formula 1 Grand Prix De Monaco (Monte Carlo) 21 – 24 May 2009

  • Tempat : Monte Carlo Istanbul
  • Jadwal Lomba F1: 24 May 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 78 58
  • Panjang Sirkuit : 3.340 km 5.338 km
  • Jarak Tempuh : 260.520 km 309.396 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:14.439 - Michael Schumacher (2004)

2009 Formula 1 ING Turkish Grand Prix (Istanbul) 05 – 07 June 2009

  • Tempat : Monte Carlo
  • Jadwal Lomba F1: 07 June 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 78
  • Panjang Sirkuit : 3.340 km
  • Jarak Tempuh : 260.520 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:24.770 - JP Montoya (2005)

Formula 1 Santander British Grand Prix (Silverstone) 19 – 21 June 2009

  • Tempat : Silverstone
  • Jadwal Lomba F1: 21 June 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 60
  • Panjang Sirkuit : 5.141km
  • Jarak Tempuh : 308.355 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:18.739 - Michael Schumacher (2004)

Formula 1 Grosser Preis Santander Von Deutschland (Hockenheim) 10 – 12 July 2009

  • Tempat : Hockenheim
  • Jadwal Lomba F1: 12 July 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 67
  • Panjang Sirkuit : 4.574 km
  • Jarak Tempuh : 306.458 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:13.780 - K Raikkonen (2004)

Formula 1 Ing Magyar Nagydij (Budapest) 24 -26 July 2009

  • Tempat : Budapest
  • Jadwal Lomba F1: 26 July 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 70
  • Panjang Sirkuit : 4.381 km
  • Jarak Tempuh : 306.663 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:19.071 - Michael Schumacher (2004)

Formula 11 Grand Prix Of Euro (Valencia) 21 – 23 August 2009

  • Tempat : Valencia
  • Jadwal Lomba F1: 23 August 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap :57
  • Panjang Sirkuit : 5.440 km
  • Jarak Tempuh : 310.080 km
  • Rekor Lap Tercepat :1:38.708 – Felippe Massa (2008)


Formula 1 Ing Belgian Grand Prix (Spa-Francorchamps) 28 – 30 August 2009

  • Tempat : Spa-Francorchamps
  • Jadwal Lomba F1: 30 August - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 44
  • Panjang Sirkuit : 7.004 km
  • Jarak Tempuh : 308.052 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:45.108 - K Raikkonen (2004)

Formula 1 Gran Premio Santander D'italia (Monza) 11 – 13 September 2009

  • Tempat : Monza
  • Jadwal Lomba F1: 13 September 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 53
  • Panjang Sirkuit : 5.793 km
  • Jarak Tempuh : 306.720 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:21.046 - R Barrichello (2004)

Formula 1 Singtel Singapore Grand Prix (Singapore) 25 – 27 September 2009

  • Tempat : Singapore
  • Jadwal Lomba F1: 27 September 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 61
  • Panjang Sirkuit : 5.107 km
  • Jarak Tempuh : 309.387 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:45.599 - Kimi Räikkönen (2008)

Formula 1 Fuji Television Japanese Grand Prix (Fuji Speedway) 02 – 04 October 2009

  • Tempat : Fuji Speedway
  • Jadwal Lomba F1: 04 October 2009 - 12:00 WIB
  • Jumlah Lap : 67
  • Panjang Sirkuit : 4.563 km
  • Jarak Tempuh : 305.416 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:28.193 - L Hamilton (2007)

Formula 1 Grande Premio Do Brasil (Sao Paulo) 16 – 18 October 2009

  • Tempat : Sao Paulo
  • Jadwal Lomba F1: 18 October 2009 - 23:00 WIB
  • Jumlah Lap : 71
  • Panjang Sirkuit : 4.309 km
  • Jarak Tempuh : 305.909 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:11.473 - JP Montoya (2004)

2009 Formula 1 Etihad Airways Abu Dhabi Grand Prix (Yas Marina Circuit) 30 October – 01 November 2009

  • Tempat : Yas Marina Circuit
  • Jadwal Lomba F1: 01 November 2009 - 18:00 WIB
  • Jumlah Lap : 55
  • Panjang Sirkuit : 5.554 km
  • Jarak Tempuh : 305.470 km
  • Rekor Lap Tercepat : -

IN MEMORIAM:

Formula 1 Grand Prix Du Canada (Montreal) 06 - 08 Jun 2008

  • Tempat : Montreal
  • Jadual Kualifikasi dan Lomba: Sun 08 June 2008 - 24:00 WIB
  • Jumlah Lap : 40
  • Panjang Sirkuit : 4.361km
  • Jarak Tempuh : 305.270 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:13.622 - R Barrichello (2004)

Formula1 Grand Prix De France (Magny-Cours) 20 - 22 Jun 2008

  • Tempat : Magny-Cours
  • Jumlah Lap : 70
  • Panjang Sirkuit : 4.411 km
  • Jarak Tempuh : 308.586 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:15.377 - Michael Schumacher (2004)

Attachment: Jadwal_F1_2009.pdf

Wednesday, March 18, 2009

Galeri JavaJazz Festival 2009




10 hari yang lalu hajatan JavaJazz berakhir tapi baru hari ini gw upload fotonya, hihiiii telat yak. Yah maklum lah lagi banyak kesibukan, artess getoh… RCTI minta gw nggantiin Bung Kusnaeni yang sibuk nyaleg dari DPP Bogor jadi musti begadangan nonton liga champion bahkan ampe siaran ulangnya xaxaxaxxxx THER-LA-LU!!

Setidaknya kan dah posting kritikan terhadap pelaksanaan JavaJazz:
http://ndahdien.multiply.com/journal/item/48/Uneg-Uneg_Gw_tentang_JavaJazz_Festival_2009
dan melaporkan dengan sangat lengkap hasil pecicilan di JCC: http://ndahdien.multiply.com/journal/item/49/Day_by_Day_JavaJazzFestival_6-8_March_2009

Tapi maaf buat yang kuangen ma narsisan gw di event JavaJazz ini 2 hari pertama ga’ sempet foto-foto, sebagai jurnalis blogger gw harus mengedepankan merekam moment via kamera pocket dan handycamp (PLAKK!!). Sayangnya… kamera jelek menghasilkan foto yang jelek, handycamp juga ga’ mampu maksimal merekam gambar dalam ruangan yang remang-remang dan suaranya… whoaaa jeduk jeduk kagak jelas, untung acoustic-nya tohpati dan dewa budjana suaranya jernih. Susah juga sih kalo punya tinggi badan cuma 154cm, dah berdiri angkat handycamp ampe tangan semutan tetep aja masih ada aja kepala-kepala ga’ jelas nongol, ohh GOD… kenapa cuma mas-ku aja yang Kau karunia tubuh tinggi menjulang.

Ga’ usah cerita ga’ penting, ini musisi jazz yang gw tonton. Kalo mo versi bagusnya qt tunggu aja upload si ibu yang manggul SLR yaaaaa paling beberapa bulan lg, coz foto di Lampung aja lum juga diupload:-|

Tuesday, March 17, 2009

Day by Day @JavaJazzFestival 6-8 March 2009

mohon maaf sebelumnya coz posting kali ini lumayan panjang, so kalo bosen dicicil aja yak bacanya
Day 1:
Nungguin jeng nusy yang mendahulukan kelaparannya gw tertinggal Balawan, hikss… padahal Balawan with his magic fingers dah ga’ mau tampil lagi di JGTC jadi sepertinya musti nunggu JakJazz/JavaJazz lagi. Jam 6 lebih dikit qt masuk ke exhibition hall B, stage dimana Jason Mraz bakal menebarkan pesonanya. Penuhnya jangan ditanya, tapi untung sebagai nasabah BNI gw bisa nonton dari tempat yang enak, rizal dan hellen yang bela-belain cuti dah nangkring dideretan depan berdesek-desakan ma ABG. Hal yang mengezutkan selain ga’ jauh dari tempat gw duduk ada Jaksa Agung (ato hanya mirip?), ternyata acara dibuka dengan Lagu Indonesia Raya yang dibawain oleh Mike Idol, fuihhh jadi makin tebel aja nih jiwa Nasionalisme qt.. MERDEKA!! Make It Mine lagu favorit gw dipilih Jason jadi lagu pembuka , gayanya yang santai dengan pakaian casual dan topi khas Mr.AZ, Jason menyihir penonton untuk ikut bernyanyi dan bergoyang. Peduli setan RollingStone cuma ngasih 2 bintang untuk albumnya Jason karena bagi gw dan mungkin semua yang penikmat music Jason yang riang dan tak jarang dengan petikan gitar spanyol yang mempesona, Jason hadir dengan rasa baru yang lezat dalam belantara music. Kalo dia konser lagi di Jakarta sepertinya harus warning wajib hadir. Kehadiran Dira sebagai temen duet di lagu Lucky cukup mempesona dan pastinya bikin ngiri ce’-ce’ (& co’ gay). Hampir semua penonton yang sebagian besar ABG hapal banget ma liriknya, gw sendiri dah guaatel pengen ikut nyanyi dan bergoyang, begitu lagu I’m Yours dinyanyiin tidak ada kata lain selain turn off my handycamp n let’s sing and dance with him. 1 jam 10 menit menjadi waktu yang teramat singkat buat seorang Jason, lewat lagu Butterfly dan ucapan “Terimakasih” dia melambaikan tangan perpisahan. Makasih juga Jason…  

Untuk keluar dari Hall B bukan hal yang mudah, gw n nusy memilih tetep nangkring disusul rizal, hellen ga’ ketauan dimana, jaringan telfon ka’nya se-crowded JCC jadi lumayan lama qt lost contact sampe akhirnya ketemuan di tangga. Salah masuk ke Plenary hall ternyata malah dapat berkah suara indah Ledisi, cuma dapet 15 menit sih… lain waktu harus diagendain. Haus!! Yup itu dah pasti, antrian stand makanan makin mengular dengan kehadiran Pretty (xixixixxxx), harga nasgor dan spaghetti yang mencekik (40 rebu bo’) memaksa para fakir miskin ini hanya membeli minuman yang berharga 10 rebu. Kalo ngliat jadwal sih ada Mike Stern di Hall B, ternyata simbah Alex Ligertwood (mantan vokalis Santana) masih menguasai stage dengan suara yang alamak jaannn dah setua itu powernya masih kenceng ajah. Ga’ mau ketinggalan goyangan Matt Bianco jam 22.40 qt menuju Plenary Hall. Nusy memilih hunting foto di bawah sementara gw, hellen & rizal memilih duduk manis dilantai atas dengan cukup menggoyangkan kaki dan tangan untuk setiap hentakan music yang teramat sangat menggoda untuk bergoyang. Hanya 1 lagu yang cukup familiar ditelinga, itu juga gw lupa judulnya hehehe ya maklum lah mreka kan kondang di awal 80-an dengan genre yang ga' masuk radio di kampung gw. Jam 00.30 Matt Bianco mengakhiri pertunjukannya, gw & nusy juga memutuskan untuk pulang, cauape’ dan nguantux! Beda banget sama 2 orang yang pagi harinya sengaja cuti, mereka masih semangat ngabisin pertunjukan. See you tomorrow prends!


Day 2:
Gw sedikit mengalami gangguan di hari ke-2, kepala terasa berat… gw lum ngopi sejak Jum’at siang. Damn… lupa bawa nescaffe 3in1, sementara rumah nusy sepertinya bebas aroma kopi. Sebelum berangkat mampir dulu nyari kopi kalengan di Indomaret, tapi ga’ ada. Mampir makan di Hokben cuma ada teh kotak, sementara perjalanan dari PGC menuju JCC ga’ ada yang jual kopi tubruk. Tidak ada pilihan lain mampir di gerai kopi yang ada tempat makan JavaJazz, 37 rebu melayang untuk 1 cup coffe latte panas pengobat sakit kepala. Okeh, dah seger qt menuju assembly 1 menikmati Harvey Mason Quartet yang sayangnya kurang 1 orang, lumayan berats menikmatinya untuk penggemar jazz kacangan ka’ gw. Bersamaan dengan Harvey ada Aksan Sjuman
(mantan drummer Dewa 19) di assembly 3, so gw membagi rata kehadiran gw di kedua stage ini. Penasaran juga ngliat penampilannya Wong Aksan, dia tampil bersama band-nya dengan vokalis bersuara indah dan berpenampilan unik mirip Bjork, kalo ga’ salah namanya Tika. Disini berbeda 180derajat dibanding ruang sebelah tempat Harvey, it’s Rock!!

Dihari pertama gw ketinggalan I Visionary, sebagai penggemar Italy pasti ga’ mau dunx ketinggalan penampilan mereka. Ternyata di ruang Merak tempat I Visionary akan tampil adalah stage-nya femina, disini para ce’ dimanjain dengan fasilitas manicure dan banyak majalah gratis.. uuugh cucok deh bo’ buat lo yang pengen kukunya cuantik. Yang paling menonjol tentu saja Nico Gori sang peniup flute, selain wajah guanteng khas Italy (mirip Rob Thomas sewaktu beramput cepax) Nico memainkan flutenya dengan sangat mengagumkan… luar biasa.. kata MC-MC di Indonesia, stok nafasnya panjang bener hingga bisa menjangkau nada-nada tinggi bertempo cepat dengan waktu yang sangat lama untuk ukuran alat music tiup. Hanya setengah jam aja menikmati I visionary coz musti berdesak-desakan sholat Maghrib. Syaharani & The Queenfireworks feat Ritmik Percussion tujuan kami berikutnya, karena stage masih kosong dan sambil menunggu jam 19.45 kami bergeser ke Hall B nyaksiin Chieli Minucci & Special EFX . Kabarnya Minucci ini juga jadi composer untuk acara Dora The Explore, aku peta aku peta!! Perkusi-nya bikin petikan gitar Minucci makin enak. Gw duluan balik ke Cendrawasih 3 dan kuciwa berats karena stage yang 45 menit lalu masih kosong sekarang dah peunuh. Udah berjinjit masih ga’ bisa ngliat penampilan Syahrani yang akrab menyapa temen facebook-nya. Terbius juga dengan lagu mellow berjudul “Mungkin”, katanya lagu ini buat orang-orang yang malu-malu kalau lagi naksir, tapi nggak mau bilang dan orang itu termasuk Syahrani sendiri yang notabene ka’nya orang yang gaol dan terbuka. Dominasi iringan gitar akustik dan nada yang lembut sebelum masuk ke reff bener-bener bikin meleleh, mungkin ga’ ya?? 


Satu hal yang ga’ mungkin adalah melewatkan penampilan mas pendiem yang super manis dengan perawakan cungkring, mas Bontot alias Tohpati! Yups… dia maen bareng
Dewa Budjana di assembly 2. 30 menit sebelum tampil ruangan dah penuh dan dengan tidak tau malu gw ndesel deket stage tapi ternyata ada yang lebih ga’ tau malu lagi orang dengan ukuran besar ikutan ndesel-ndesel tepat didepan gw, KESSEEELLLLL!!! Dengan ga’ sopannya dia ngangkat HP tinggi-tinggi buat foto-foto, plz deh Pak Dhe… dibelakang lo banyak yang ngangkat handycamp, pocket dan SLR pengen juga dapet gambar yang bagus tanpa tangan gedhe lo itu. Sabar Ndah… Sabar…. Liat aja senyum manis dan lirikannya mas Bontot, dijamin langsung adem deh. Ga’ perlu banyak comment deh kalo mas Bontot dah maen, sendirian aja keren gimana ditambah Dewa Budjana… harusnya ada 1 lagi nih “Balawan”, Trisum!! Sewaktu lagu Kisah Cintaku milik Chryse dibawain otomatis seluruh penonton ikut bernyanyi, begitu juga saat lagu “Dan” milik SOS dimainkan. Tohpati… tunggu gw besok, ga’ bakal gw lewatin penampilan lo semenitpun! Luv you!!

Masih terbayang-bayang penampilan keren Satoru Shionoya di JakJazz 2007, kami memilih jazzer asal Jepang, Quasemode . Di stage ini gw dibuat cengo’ ngliat bocah balita dalam kereta baby-nya ikut nonton, ketika music mulai dimainkan dia ikut joget-joget lucu banget. Ini nih orang tua yang perlu dicontoh, ga’ da alesan anak jadi sumber kerepotan sehingga menghalangi acara diluar, itung-itung juga mengenalkan jazz diusia yang sangat dini. Ga’ seperti Satoru Shionoya dengan aksi keren gitaris Yoshito Tanaka (sekaligus produser), music yang dimainkan Quasemode cenderung monoton n bikin bosen. Setengah jam kemudian kami memilih keliling nyari performer di stage lain, penasaran dengan comment hellen tentang 21st night qt mampir ke cendrawasih 3. Agak ragu-ragu juga coz dah banyak ABG, biasanya sih kalo banyak ABG artinya musisinya dari Indo dan ngepop gitu deh. Bener aja dugaan qt ternyata 21st night itu dari Indo, dengan gaya R&B tidak butuh waktu 1 lagu untuk memutuskan it's not our taste. Yah maklum aja deh dengan faktor usia ka'nya emang gw dah terlalu tua dengan music mereka. Akhirnya kami nyantol di 3 bersaudara asal meksiko “Sacbe”. Asyik banget mereka memainkan bass, keyboard dan drum, tanpa malu-malu dan emang ga’ tau malu gw bergoyang mencoba mengikuti iramanya (huhh sepertinya gw perlu privar dulu ma Datuk Maringgih). Ga’ banyak yang nyaksiin penampilan Sacbe, wah rugi banget yang ga’ nyaksiin trio yang sedikit bermasalah dengan kebotakan, tapi jangan khawatir mereka janji tahun depan akan kembali “See You Next Year!” kata Eugenio mengobati kekecewaan mereka dan qt yang ga’ diijinin mainin 1 lagu lagi oleh panitia.

Jam 00.30 dah cape’ dan laperrrr, ini saatnya menikmati nasi goreng hotel century. Wah gaya bener… katanya wong kere yang ga’ sanggup beli nasi goreng seharga 40 rebu, koq malahan sok dinner di Century segala? Psstt… maksudnya nasi goreng yang berjejer disepanjang trotoar deket hotel century hingga FX. Disini dengan duit ceban lo dah bisa nikmatin nasi goreng dan sebotol teh ato air mineral, rasanya… mmm nyummy!

Day 3:
Pengennya sih nonton dari jam 14.00, tapi stok kaset DVD dah abis terpaksa muter lewat gramedia Matraman, Nusy make alesan hujan segala hanya karena pengen sandwich-nya Dunkin’. Heran deh… kenapa orang kurus justru cenderung lebih gampang laper ya? Padahal sebelumnya dia dah sarapan. Ujan ka’ ditumpahin gitu aja dari langit, duerezzz banget…. Qt berlarian disepanjang jembatan dukuh atas, niatnya sih naik taxi biar lebih cepet dan ga’ perlu ujan-ujanan dari pintu senayan tapi yang ada malah kena macet. Jam 16.00 qt baru nyampe di JCC, setelah sholat ashar menuju Hall B, ada siapa disana?? Hmm… inilah pertama kalinya buat gw nonton konsernya SLANK! Kapan lagi coba bisa nonton Slank tanpa Slankers yang gahar itu, ga’ ada bendera Slank berkibar, ga’ ada aksi dorong-dorongan semua bisa menikmati penampilan Slank dengan asyik dan santai. Ini baru bener-bener Piss Men!! Ga’ banyak sentuhan jazz pada lagunya Slank, kehadiran Surya Paloh…. maksud gw Ron King sedikit mewarnai music Slank. Yang paling gw suka justru sewaktu memperkenalkan personelnya, hohohooo… keren pisan mang!!


Peabo Bryson dah nunggu qt di Plenary Hall, so qt bergegas meninggalkan Hall B dan sudah diduga antrian dah begitu panjang. Gw berlari menaiki tangga, walopun ga’ dapet tempat duduk yang gw pengenin tapi @least dapet tempat duduk, ratusan orang dibelakang gw cuma bisa berdiri. Mbooook…. akhirnya anakmu bisa nonton dari dekat pak dhe Peabo Bryson nih, halah dalah suaranee…. Mak nyesss… baby can’t you stop the rain? Ealah..… emange diriku pawing hujan ‘po? Selain suaranya yang menghanyutkan, Peabo juga sangat komunikatif, dia sering mengawali lagu dengan sebuah cerita dibalik lagu bahkan ada lagu yang ga’ gitu gw kenal
“I Missing You” dia mempersembahkannya untuk ibu dan kakak perempuannya “I believe they looking down on me” hiks hikss… jadi terheru. Ga’ ada yang rela ketika ia mengakhiri konsernya, sebenernya Peabo dah mau tuh nambahin lagu lagi tapi panitia keukeuh ga’ ngijinin karena ruangan mo dipakai lagi buat Special Show Bryan McKnight. Selesai sholat maghrib gw mampir ke Kasuari Lounge, ada band dari makasar bernama Pinishi membawakan lagu daerah yang tentu saja dibikin jazzy. Kapan ya lagu-lagu dalam album Java Bossanova bisa tampil disini? Simbokku pasti mau ikut nonton:D  

Penasaran dengan musisi jazz asal Austria qt menclok di Cendrawasih 3, stage masih sepi jadi lumayan bisa narsisan dulu (oughhhh finally….). Ngliat hanya ada saxophone dan McBook dah bisa diduga mereka pasti bakal ngajakin clubbing, yuhuiiii kapan lagi gw bisa clubbing tanpa mempermalukan diri minta dibikinin party ma Paranoia-nya O-Chanell. Sipp lah… come on DJ. Setengah jam bersama Parov Stellar cukup membuat berkeringat, enough!! Gw harus keluar kalo ga’ pengen ditinggalin Tohpati. FYI: lo bisa donlud gratis 3 lagu Parov Stellar diwesitenya.

Pintu Assembly 1 masih ditutup, antrian Tohpati ga’ kalah panjang dengan antrian Bryan McKnight yang ka’nya telat. Begitu pintu dibuka semua berlarian pengen dapat yang terdepan, SIALL dah dapet terdepan eehh ternyata ada buku, tas dan penanda lainnya yang dah diklaim milik orang, hebat juga tu ce’ bisa menebarkan ranjau di 6 kursi. Yahh sudahlah, duduk di baris ke-3 juga lumayan. Lumayan sial tepatnya, karena bule gondrong dan produk local berbody lebar tepat di 2 bangku depan gw. Mas Bontot yang pendiem ga’ banyak kata membuka konsernya dengan ucapan “Selamat Malam, selamat malam, selamat malam” Jreng jreng jreng… hoalah ms bontottttt… dikau nggemesin banget seehhhh!! Berbeda dengan malam sebelumnya yang full acoustic, kali ini Tohpati membawakan lagu-lagu dari 3 albumnya
“kasihan banget ya gw, dah lama maen music tapi baru punya 3 album” deuhh koq jadi curhat gini sih mas. Bersama Indro di bass yang jadi dah jadi langganan manggungnya Tohpati dan juga siapa itu (Edwin Saladin?) keybordis-nya Emerald Band, ga’ ketinggalan Endang di kendang dan 2 orang lagi lupa namanya Tohpati lagi-lagi memukau semua orang yang memadati assembly 1. Sampe-sampe ada yang rencananya ngacir pindah ke Kla Project akhirnya memilih tetap bersama Tohpati. Jay Flow tampil membawakan lagu “Dancing Kid”, menurut gw sih bagusan aslinya yang dinyanyiin dengan sangat atraktif oleh Iwa K. Tohpati banyak memilih lagu-lagu berirama cepat dan riang, padahal pengen banget ndengerin lagu mellow dengan dentingan gitar yang menghanyutkan “Senandung Rindu dan Kedamaian Hati”. Lain kali ya mas kalo jadwal Tere penuh bisa telfon gw koq.

Cendrawasih 1 masih tumpah ruah dipenuhi penggemar Kla Project, menyebrang ke Cendrawasih 3 ada Moon Arra dari India yang siap tampil. Not so interested… ga’ lama disitu qt ke Assembly 2 ada Abdul & The Coffe Theory, busyett ini mah ABG banget, Cabut!! Lobby stage sudah dipenuhi ABG, sebentar lagi akan ada Vidi Aldiano yang bakal tampil, hoaaahhh minggir ahh ke Assembly 3. Walopun ga’ tau Gary Anthony tapi gw penasaran banget ma secuil penampilan Ron King di konsernya Slank, so 45 menit pun dijabanin. Mendengar lagu pertamanya koq familiar ya… sambil bisik-bisik mualuw kalo ampe salah, gw bilang “ka’nya gary ini orang yang mbawain lagunya Frank Sinatra”. Pernah denger sih ada musisi yang mbawain lagunya Frank Sinatra dengan sangat piawai dan ternyata benar sodara-sodara… dialah musisi itu, dialah Gary Anthony.

Suara, penampilan hingga gerak tubuhnya Frank Sinatra bang-gets… Gary mbawain lagu-lagu yang dah sangat terkenal seperti All The Way, I’ve Got You Under My Skin, Summer Wind, One For My Baby & That's Life. Qt dibikin seneng ketika gary nyanyiin lagu "My Kind Of Town"  Chicago diganti dengan Jakarta so qt jadi ikut nyanyi ..
My Kind Of Town Jakarta Is!!Semua mendapat sambutan hangat dari penonton yang memenuhi ruangan, ketika Ron King Big Band dan Gary berpamitan qt masih belum puas karena lagu My Way lum dinyanyiin, tentu saja mereka memang menyimpan lagu itu dipenghujung konser. Standing ovation dan tepuk tangan yang bergemuruh di assembly membuat Ron King bangga, dia sempat mengacungkan ke 2 ibu jarinya kepada band-nya melihat sambutan yang luar biasa dari penonton. Peter F Gonta naik ke stage menyerahkan DVD konser Ron King Big Band di JavaJazz tahun lalu, Peter juga mengucapkan terimakasih karena semua personel Ron King Big Band (kecuali pianisnya) bersedia mengenakan batik. Untung Ron King kebagian Batik Hitam, kalo kuning ngalamat dituduh mencuri start kampanye deh. Tapi qt masih belum puas juga, Gary Anthony memuaskan semua penonton dengan lagu New York New York. Sumpah baru kali ini gw ngliat penonton yang begitu terpesona dengan penampilan musisis jazz di panggung, banyak banget yang masih duduk/berdiri berharap ada satu lagu lagi, yang udah jalan keluar juga masih nengok-nengok kebelakang dan siap balik lagi kalo ada bonus lagu lagi. Ini konser penutup di hari terakhir yang sangat memuaskan buat gw. Sepanjang perjalanan pulang gw masih terbawa Gary Anthony… 

The autumn wind, and the winter wind - have come and gone
And still the days, those lonely days - go on and on
And guess who sighs his lullabies - through nights that never end
My fickle friend, the summer wind


Udah ga’ sabar menunggu gelaran jazz lagi yang mungkin akan jatuh bulan November, semoga masih ada umur dan rezeki :D
Foto?? Bentar ahh... nulis ini aja dah pegel

Sunday, March 15, 2009

Ponari: Anak Salah Asuhan




Setelah beberapa waktu ditutup, praktik pengobatan supranatural dukun cilik Jombang, Ponari dibuka kembali. Dalam mengobati, Ponari lebih garang.
Itulah penjelasan foto-foto yang dipajang di:
http://news.okezone.com/view/2009/03/14/1/2489/gaya-ponari-mulai-aneh

Lebih Garang?? Hmm sepertinya okezone sedikit berhati-hati mengomentari gaya Ponari dalam mengobati pasiennya. Dari tatapan matanya jelas ia menikmati kekasarannya terhadap orang-orang (bodoh) yang meminta kesembuhan dari bocah cilik pemilik batu petir. Ga' usah bertanya-tanya kenapa ia bisa jadi ka' gini, keluarga dan lingkungan berperan besar dalam membentuk karakter seorang anak. Sengaja foto ini ga' gw kasih judul, silahkan terjemahkan ndiri dari mimik muka dan setiap tingkah polahnya, sghhhh......

Wednesday, March 11, 2009

Uneg-Uneg Gw tentang JavaJazz Festival 2009

Pesta bagi pecinta jazz telah usai, gelaran festival jazz selama 3 malam di Jakarta Convention Center mempertemukan gw dengan musisi jazz yang dah tersohor dan juga mengenalkan gw dengan banyak musisi jazz yang patut dimasukkan list wajib tonton ditahun depan (kalo diundang lagi). "It's festival for all" itulah tema JavaJazz 2009, keinginan untuk merangkul semua pecinta music jazz dari semua lapisan umur. Berbeda dengan festival JakJazz yang cendering dihadiri pecinta jazz usia 25 tahun ke atas, JavaJazz berhasil menarik bocah-bocah ABG dengan kehebohan khas anak remaja untuk menikmati jazz gaol dari musisi muda Indonesia bahkan beberapa penyanyi pop juga diselipkan pada beberapa stage. Sebelum gw nyeritain day by day musisi jazz yang gw tonton gw pengen bikin list hal-hal yang cukup mengganggu selama JavaJazz 2009, boleh dunx gw sebagai customer ngasih kritik, kan demi meningkatnya kinerja panitia tahun-tahun berikutnya.... cieee gaya bener sih gw!

  • Penukaran tiket online: Pengumuman yang ga' jelas bahwa tiket online ternyata bisa ditukar tgl 2,3 dan 4 Maret membuat penukaran tiket pada tgl 2 Maret membludak, antrian yang bisa menghabiskan waktu 2 – 2.5 jam seharusnya ga' boleh terjadi untuk Event Organize segedhe JJF. Mungkin ada yang bilang kalo lo mau bayar murah ya inilah konsukuensi yang harus diterima! OH YEEAA?? Jaga ucapan lo Bung!! Tiket online emang lebih murah, tapi qt-lah orang-orang yang membuat panitia JJF punya modal terlebih dahulu, dengan membeli tiket sejak bulan Desember dimana itu belum ada kepastian musisi jazz yang akan hadir qt dah ngambil resiko siapapun performer-nya qt pasti nonton. So jangan gunakan alesan murah untuk sebuah pelayanan yang buruk
  • Lobby yang penuh sesak: 3 buah lobby stage sepertinya terlalu banyak, lagian ga' mungkin kan semua stage itu akan menampilkan 3 musisi sekaligus. 2 stage ka'nya dah lebih dari cukup kalo mempertimbangkan waktu sound check. Lobby yang seharusnya memudahkan qt berpindah dari satu stage ke stage lain berubah menjadi ajang antrian dan desak-desakan karena selain 3 buah lobby stage juga ada buanyaaakkkk stand seperti stand makanan, stand merchandise dan stand sponsor. Ini sebenernya lagi pameran pernak-pernik jazz atau Jazz Festival? Dengan lorong-lorong yang sempit wajar aja kalo disini jadi titik kesemrawutan antara ribuan orang yang baru keluar atau akan masuk ke plenary hall, assembly hall, cendrawasih room dan exhibition hal A dan B, orang-orang yang antri makanan, orang-orang yang antri belanja, orang-orang yang menikmati penampilan di lobby stage dan orang-orang yang bingung mo kemana.
  • Jumlah pengunjung yang sangat banyak: Tiket yang murah, banyaknya musisi jazz dari berbagai genre (bahkan banyak pula penyanyi pop yang diundang karena lagi naek daun), penyelenggaraan yang bertepatan dengan libur 3 hari menjadi factor utama membludaknya pengunjung JJF 2009. Untuk menikmati Peabo Bryson dan Matt Bianco gw harus berlari menaiki tangga demi mendapatkan tempat duduk didepan stage, gw juga harus merelakan membuang waktu 30-45 menit didepan pintu yang yang masih tertulis sound check demi melihat Tohpati, Ron King & Gary Anthony dari dekat. Kalo target pasarnya masih tetap luas ka' sekarang tidak salah kalo penyelenggaraan JJF tahun 2010 akan dipindahkan.
  • Fasilitas Moslem Prayer: Luasnya stage tidak sebanding dengan luasnya mushola yang disediakan, kalo biasanya saat pameran di JCC penyelenggara menyediakan mushola khusus untuk ce' dan hall lumayan luas dibawah tangga untuk co' maka pada pagelaran JavaJazz nan akbar di negeri dengan penduduk mayoritas muslim qt cuma diberikan mushola kecil yang dibagi 2. Bisa dibayangkan gimana penuhnya saat sholat maghrib, setiap orang berusaha segera menjalankan ibadah sholat maghrib begitu melihat ada shaf yang kosong sehingga banyak yang melangkahi orang yang sedang sholat, padahal kan menurut aturan dalam sholat qt ga' boleh berjalan didepan orang yang sedang sholat… semoga Tuhan memberikan toleransi pada hambanya yang masih mengingat kewajiban sholat.
  • Asap rokok: DjiSamSoe bukan lagi sponsor utama acara ini, tapi entah kenapa JCC justru jadi surga bagi para smoker. Dengan cueknya mereka mengepulkan asap rokok, panitiapun ga' gitu peduli dengan hal itu, ga' peduli atau dah cape' ngingetin entahlah tapi yang jelas didalam gedung yang ber AC pula asap rokok menghiasi ruangan yang penuh sesak. Seharusnya rokok juga jadi barang yang dilarang masuk selain minuman yang dah langsung disita dipintu masuk. Tolong dunx disediain ruang khusus lokomotif, diantara pengunjung JJF juga ada balita, anak-anak dan orang-orang anti asap rokok. Udah penuh ditambah asap rokok pula… phieewwhhh
  • Zero Waste: slogan ini selalu diucapkan oleh MC sebelum memulai acara dan memang panitia nyediain buanyak tempat sampah, tapi entah kenapa pengunjung yang notabene orang-orang berduit dan berpendidikan seenak jidat buang botol minuman, tissue dan kotak makan disembarang tempat. Didalam gedung emang ga' banyak, tapi disepanjang pintu masuk dan stand makanan didepan JCC sampah bertebaran dimana. Plz deh para pengunjung yang melek kebersihan, apa mentang-mentang dirumah lo semua sampah di urusin pembokat trus disini lo juga nyamain panitia dengan pembokat?!! Jaga kebersihan dunx!!!


Selebihnya… gw acungin jempol buat penyelenggara yang udah bekerja keras membuat acara ini dengan mengundang banyak musisi jazz yang berkualitas (juga yang sedikit berkualiatas hehehe), walopun beberapa volunteer dan panitia ada yang ga' tau letak stage-nya tapi mukanya ga' masem dengan sebegitu banyak pengunjung yang bertanya ke mereka. Gw juga sangat menghargai ide panitia untuk memupuk rasa nasionalisme dengan mengawali show di setiap stage dengan lagu Indonesia Raya, ampe merinding ndengerin suara Mike Idol di Exhibition Hal B sebelum Jason Mraz tampil. Terimakasih buat Peter F Gontha yang berhasil merayu Ron King & big band untuk mengenakan batik, untungnya Ron King ga' make batik kuning jadi gw ga' salah manggil dia "Surya Paloh"

No heart feeling buat panitia atau temennya panitia JJF dengan unge-uneg gw ini, terimakasih atas kerja keras kalian dan tetap semangat nyelenggarain event JJF tahun-tahun berikutnya. Semoga tahun depan jauh lebih baik, jangan sampe kalah dengan festival jazz di negara tetangga yang masih baru tapi dah berhasil menggelar event dengan sangat baik dan memuaskan pengunjungnya.

JavaJazz day by day…. Next posting deh

Tuesday, March 3, 2009

Gelengkan Kepala dan Katakan....

Jenuh!! Kenapa tanggal 9 April ga' kunjung tiba? Kemana mata memandang sepertinya tidak bisa lepas dari gegap gempita pemilu, jalanan semakin semrawut dengan berbagai wajah asing berhiaskan senyum penuh kepalsuan menjual diri, televisi ga' bosen-bosen menggelar debat ini itu, media cetak dan media online ga' kalah gencar menyajikan hasil survei. Ternyata bukan cuma percetakan yang menikmati limpahan order dari calon wakil rakyat yang katanya bakal "terhormat", mediapun bersemangat dalam memuat atau menayangkan iklan-iklan politik. Padahal iklan-iklan itu hanya “omong kosong” yang terlalu melelahkan untuk didengar. Milyaran rupiah dibuang-buang untuk jual diri, mengatasnamakan rakyat kecil (mohon maaf untuk yang berbadan besar, anda tidak pernah dibela hak politiknya!) yang hanya dikunjungi melalui media sementara tangannya yang melambai gemulai dilayar kaca itu tidak pernah menyentuh tangan-tangan warga porong yang bertahun-tahun mengungsi.

Maunya Selalu Memberantas Kemiskinan Tapi Ada Yang Selalu Kuras Uang Rakyat
Ada Yang Sok Aksi Buka Mulut Protas Protes Tapi Sayang Mulutnya Selalu Beraroma Alkohol

Yang Muda Mabuk, Yang Tua Korup, Korup Terus, Mabuk Terus
Jayalah Negeri Ini, Jayalah Negeri Ini (Merdeka...!!)

Maunya Selalu Menegakkan Keadilan Tapi Masih Saja Ada Sisa Hukum Rimba
Ada Yang Coba - Coba Sadarkan Penguasa Tapi Sayang Yang Coba Sadarkan
Sadar Aja Nggak Pernah

Setiap Hari Mabuk....Ngoceh Soal Politik
Setiap Hari Korup Ngoceh Soal Krisis Ekonomi
Perut Kekenyangan Bahas Soal Kelaparan
Kapitalis Sejati Malah Ngomongin Soal Keadilan Sosial
Selalu Monopoli! Ngoceh Soal Pemerataan
Setiap Hari Tucau Ngoceh Soal Kebobrokan


Orde Lama, Orde Baru hingga era Reformasi ga' banyak membawa perubahan, kaum reformispun ternyata ga' jauh beda mental dan sikapnya dengan tokoh-tokoh di era sebelumnya dengan memanfaatkan rakyat kecil hanya disaat kampanye saja... setelah menjabat... yang ada hanyalah gimana ngeruk duit sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kepentingan pribadi dan partainya. MUAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKK

Epidemi kolusi borok nepotisme rontokkan cita-cita
Kapitalisme semu yang tak terdeteksi dan tak pernah tersentuh
Bangsat-bangsat bertopeng anak bangsa rajai hukum rimba
Asah otak, tajamkan pandang masih banyak yang tertinggal
Masih terjajah belum merdeka terjajah bangsat seiring
Yang lama tlah terbuang dimaki jaman itu yang barupun tak berbeda
Perjuangan terakhir basmi sgala penyakit songsong edisi terbaru


Okeh Indonesia masih dalam taraf belajar berdemokrasi, tidak mudah menegakkan demokrasi untuk negara besar dengan beragam perbedaan suku, budaya dan agama, tapi mo sampe kapan??? Udah lebih dari 10 tahun belajar jika demokrasi dihitung sejak masa reformasi ga' ada peningkatan intelegensia yang berarti, kampanye hanya jadi ajang dangdutan ga' pernah jadi ajang komunikasi politi yang efektif , demonstrasi hanya jadi ajang kerusuhan, ucapan manis "Siap Menang Siap Kalah" berulangkali justru menumpahkan darah dan merenggut nyawa.

Arak-arakan pawai ediot dengan baju warna warna
Pasti tak mengerti yang dilakukan yang sedang diteriakan
Ini cuma permainan ini bukan wujud nyata
Baris pasukanku siapkan amunisi kau bukan boneka yang ditipu boneka
Huru dan hara tak ada guna, cukupkan korban yang tak berguna
Ini pesta apa pesta siapa pesta yang itu tak seperti pesta disana
Ini cuma pesta pora
Itu namanya kriminalitas bukan politik bukan taktik
Akhirnya jadi bahan lelucon yang tak lucu dan tak cerdik



Walopun muak tapi gw juga masih betah mantengin tayangan berbau politik asalkan disitu ada .... Arya Bima Sugiharto wuakakakkk... ngefans dikit boleh kan, yahh setidaknya Mucle lumayan bikin gw betah menikmati parodi politik. Tanggal 9 April 2009 sudah pasti gw nantikan, bagaimanapun pemilu adalah saluran politik walopun mampet tapi dengan kesadaran tinggi gw akan ikut serta memapetkannya. Enyak-Babe... tunggu kepulanganku ya, kan tgl 10 juga libur jadi menjadi teramat sangat tepat kalo moment pemilu ini diagendakan untuk pulang kampung. Yuuuuukkk!!

Apakah elu termasuk yang bersemangat menyambut pemilu? Apakah elu akan menggunakan hak pilihmu?

Gelengkan Kepala dan katakan..............

Leng geleng geleng geleng.....

Guk angguk angguk angguk....

thx for Ahmad Band yang pernah menelurkan album Ideologi, Sikap, Otak

Tuesday, February 24, 2009

American Idol Season 8.. dimanakah dirimu?

This... is American Idol!

Itulah ciri khas kangmas Ryan Seacrest ketika membuka acara nan tersohor yang sudah masuk musim ke-8. Sejak awal penayangannya gw udah suka konsep pencarian idola ini, jelas ini bukan singing contest, ini adalah ajang yang diukur berdasarkan popularitas jadi bisa saja pemenangnya bukan yang paling bagus kualitasnya. Indonesia & negara-negara lain juga terkena demam American Idol sehingga lahirlah jalan tembus menuju beken dengan cara instant. 

Kenapa gw begitu ngefans ma American Idol?? Secara kualitas performance kontestan yang masuk babak 12 besar sangat bagus bahkan memilih 12 dari 24 berat banget, factor lain yang mendukung adalah

  1. kehadiran 3 juri sangat terbuka dalam penilaian (paula sih suka emosional, tp kadang jadi dewi penolong dari "kejujuran" simon)
  2. pesona menawan kangmas Ryan Seacrest
  3. setting panggungnya keren
  4. aransemen music nan menawan
  5. kualitas kontestan, mereka bukan hanya jual suara apalagi tampang (pernah liat dunx kontestan bekrulit item berbadan lebar tp bersuara indah bisa menembus 3 besar). mereka juga jago mengaransemen lagu dan begitu konsisten dengan jalur music yang mereka pilih dan satu lagi...
  6. sistem voting dengan menunggu sampai semua kontestan selesai serta tarif sms & telfon standard juga point plus dalam menangkal boom sms/telfon dari keluarga kontestan.

Sejauh ini season 5 menghasilkan paling banyak album yang semuanya laris manis dipasaran: Taylor Hicks, Katherine McPhee, Chris Doughtry, Elliot Yamin,  dan Kellie Pickler. Dari session 6 selain Jordin Spark yang sukses menggandeng Chris Brown qt tentu susah melupakan Blake Lewis dengan beat box voice-nya, Mr. Lewis juga menelurkan album sesuai dengan jalur music pilihannya. 

Ada 3 orang yang performance-nya susah dilupain, Blake Lewis, Taylor Hicks dan David Cook. Blake Lewis co' yang kreatif dan berani dalam memilih dan mengaransemen lagu, masih terngiang lagu "A Bad Name" dari Bon Jovi yang di"kacau"kan dengan sangat brilliat. Aksi Lewis ketika nyanyiin lagu klasik milik tony bennet atau bahkan the cure juga sangat nancep dikepala. David cook dari session 7 juga dah langsung gw jagoin sejak awal kemunculannya, Cook menyihir dengan kemampuannya nyanyiin segala jenis music.. mau ngerock nyaingin Chris Cornell lewat lagu Billy Jean ok, beropera ria  lewat "The Music of the Night" ato bahkan lagu melownya Celine Dion "First Time Ever I Saw Your Face" dilibas dengan begitu mudahnya.  Tapi kalo di suruh memilih 1 maka pilihan itu masih tetap jatuh kepada Taylor Hicks. Tampangnya tergolong tua untuk ukuran Idol, apalagi genre music yang di gemarinya kurang populer di telinga anak muda (Soul), mungkin karena ini pula Taylor tidak mendapatkan promosi sepadan dengan yang diperoleh rekan-rekan season 5 lainnya. Tapi dia punya penggemar yang fanatic dan gw yakin tahan lama. Lihatlah penampilannya membawakan lagu You Send Me, You Are So Beautiful, Soul Thing atau yang paling terkenal Do I Make You Proud, selama musim idol baru dalam diri Taylor gw ngliat seseorang membawakan lagu dengan sangat menikmati kalo kata pakar music "lo telah memberi roh dalam setiap lagu yang lo bawain" yupppp music adalah hidupnya. Single anyarnya "What Right is Right" huhuhu... keren abiz, makin manteb aja nih dijalur Soul. Great Job Taylor... Soul Patrol!!!!!

Berbeda dengan Indonesian Idol (ga' tau Idol di negara laen) yang hanya berani menyanyikan lagu yang saat ini lagi populer tanpa improvisasi, miskin musikalitas, sering berpenampilan panggung yang aneh-aneh pokoknya bukan diri mereka banget, ajang ini bener-bener manjadi ladang bisnis dengan tarif sms & telfon premium(setan)nya. Seringkali yang muncul jadi pemenangnya ga' berkualitas, hanya karena berhasil menarik simpati pemirsa dengan ribuan liter airmata hasil dagangan nasib keluarganya yang mengenaskan suddenly keluar pengumuman "Andalah Pemenang Indonesian Idol!". Oughhh Suck!! Ketika menelurkan album mereka hanya mengikuti kemauan produsernya aja, lagi-lagi seperti juga lagu indonesia laennya music dengan nada sederhana dan miskin lirik. OOPSSS sorry..


Coba bandingkan dengan album yang dihasilkan finalis American Idol:

Oh mi god... kemana perginya acara favorit gw ini?? Kemana... DIMANA?? Katakan padaku sejujurnya, mengapa RCTI dan Global TV tidak lagi menayangkan American Idol? Apa karena jualan Indonesia Idol dah ga' laku lagi dan gosipnya sudah berakhir di tahun 2008 sehingga American Idol juga kena imbasnya? Unbeli-pebel!! Gw cek bolak-balik ke acara music-nya RCTI, Gobal TV ga' ada jadwalnya ... ohh sungguh teganya dirimu meniadakan 1 diantara sedikit tontonan favoritku, Gombal tenan!!! 

**bagi penggemar american idol bisa melihat perkembangan terupdate disini