Showing posts with label film. Show all posts
Showing posts with label film. Show all posts

Thursday, February 11, 2010

Valentines Day: A variety of stories of love, loss & relationships

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Romantic Comedy
Memanfaatkan waktu yang tepat menjelang Valentine Day 14 Februari nanti, film Valentines Day sangat layak untuk dinikmati bersama siapapun yang kamu sayangi. Rangkaian cerita dari potongan kehidupan beberapa orang mungkin sudah bukan hal baru dalam cerita film, bagi gw sendiri masih lebih menyukai Love Actually, tapi sebagi sebuah hiburan akhir pekan tidak ada salahnya menikmati film ini. Tidak membutuhkan logika berpikir yang rumit, tidak perlu menguras emosi, tinggal duduk menikmati alur cerita yang sudah pasti gampang ditebak.

Hari Valentine menjadi tekanan bagi sebagian besar orang (yang terbiasa merayakannya) ketika tidak ada someone special disampingnya. Film ini bercerita tentang laki-laki dan perempuan, tua-muda, yang terperangkap dalam pencarian cinta sejati. Beberapa akan berhasil dan beberapa akan gagal, namun seringkali kegagalan dapat mengantarkan kepada kisah yang jauh lebih indah.

*Reed Bennett (Ashton Kutcher) pemilik toko bunga melamar pacarnya (diperankan Jessica Alba), hampir sebagian besar teman-temannya tidak mempercayai ketika lamaran Reed diterima. Namun hanya dalam hitungan jam Reed harus patah hati karena kekasihnya tidak siap untuk berkomitmen. Ia semakin kecewa karena ternyata teman-temannya tidak ada yang memberitahukan kepadanya bahwa ia tidak cocok dengan Morley. Reed juga iri dengan kemesraan temannya yang menjalani pernikahan dengan sangat bahagia dan cocok disegala hal, ketika ia tanyakan resepnya ternyata temannya memilih untuk menikahi sahabatnya sendiri.

* Julia Fitzpatrick (Jennifer Garner) menjalin hubungan serius dengan seorang dokter berstatus duda cerai. Tanpa sepengetahuan Julia, dokter tersebut sebenarnya masih terikat pernikahan dan kehidupan pernikahanya tidak ada masalah. Adalah Reed, sahabat baik Julia yang mengetahui bahwa Julia dipermainkan Dr. Harrison ketika dokter tersebut berkunjung ke toko Reed dan memesan bunga untuk istrinya dan selingkuhannya yang tidak lain adalah Julia. Tidak ingin sahabatnya mengalami hal yang sama dengan yang dialaminya dia bertekad menghentikan keinginan Julia untuk pergi ke LA menemui kekasihnya. Namun Julia tetap pada pendiriannya, dia terbang ke LA dan mendapatkan kenyataan yang menyakitkan.

* Julia Roberts memerankan seorang Kapten, ia terbang menempuh perjalanan jauh demi merayakan Valentine bersama orang yang sangat ia sayangi. Di pesawat ia bertemu dengan seorang gay (Bradley Cooper) dan menjadi teman perjalanan yang sangat menyenangkan. Bahkan saat dibandara Cooper memberikan mobilnya untuk mengantarkan Julia menemui orang yang sangat special.

* Liz diperankan dengan sangat brilliat oleh Anne Hathaway, sedang mengalami bangkrut. ia bekerja apapun termasuk menjadi "sex-phone's girl". kehidupan percintaannya hancur ketika kekasihnya tahu pekerjaannya. Gw suka banget dengan kekonyolan si cantik Hathaway, apalagi kalo logat rusia sudah keluar ketika melayani sex-phone :))

* Edgar & Estelle adalah pasangan yang sangat harmonis, hingga usia mereka yang sudah lanjut cinta dihati mereka berdua sangat kuat. Namun Edgar harus menerima kenyataan yang sangat menyakitkan, ternyata istrinya pernah selingkuh dengan sahabatnya. Dimalam perayaan Valentine Estelle meminta maaf kepada Edgar dan meminta Edgar untuk tetap mencintainya bukan hanya pada yang terbaik pada diri Estelle tapi juga pada hal-hal buruk yang ada padanya (oo... so swiiittt)

Kisah pencarian cinta Kara, asisten Sean Jackson (seorang pemain football yang sedang turun kariernya dan memberikan pernyataan mengejutkan bahwa ia gay) yang akhirnya berlabuh ke wartawan olahraga (James Fox), kisah tentang cinta anak muda dimana ada yang ingin merayakan valentine dengan melakukan ML namun gagal total dan berakhir memalukan, ada pasangan yang super lebay dalam memperlihatkan cintanya dan kisah cinta anak kecil yang sangat mengagumi gurunya, menjadi bumbu cerita film ini (yang menurut gw gak penting)

Terlalu banyak cerita yang dirangkai dalam film ini, mungkin jika hanya fokus pada 3-4 cerita dan memperdalam permasalahan & solusinya Valentines day akan gw kasih bintang 4. Bintang 3 sepertinya sudah cukup dari gw yang cuma pengen menikmati hiburan dari taburan bintang-bintang beken yang bermain dalam film Valentines Day. Happy Valentine buat yang merayakan dan selamat nonton buat movie lovers.

from bogor with luv
~ndah~
^_*

Wednesday, February 10, 2010

From Paris With Love (John Travolta & Jonathan Rhys Meyers)

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Dengan membawa nama besar Luc Besson yang karya-karyanya selalu bikin gw jatuh cinta (Transporter, Taxi, The Fifth Element, Danny The Dog, dll) bahkan teramat sangat cinta untuk racikan tangan dinginnya dalam serial La Femme Nikita, Form Paris With Love sudah masuk list untuk wajib nonton minggu ini. Berhubung jadwalnya kurang oke dengan waktu sholat baru hari ini gw bisa nonton, setelah pak boz menuju bandara gw melangkahkan kaki dengan sangat ringan ke XXI Botani Square jam 12.45. (hati-hati dijalan boz, oleh-oleh kain sari ya^^)

Cerita dibuka dengan kisah seorang asisten duta besar Amrik di Perancis "James Reece" yang diperankan Jonathan Rhys Meyers (yang udah nonton August Rush pasti tahu co' ganteng ini), sosok yang digambarkan sangat prosedural, bekerja dengan sangat hati-hati dan terlihat biasa saja. Namun ternyata disamping menjadi asisten dubes Reece juga bekerja untuk dinas rahasia amrik. Ia sangat berminat untuk masuk ke pasukan khusus sehingga setiap tugas selalu dilaksanakan sebaik-baiknya. Kesempatan itu datang dengan adanya penugasan baru bersama "partner" baru yang baru datang dari Amrik bernama Charlie Wax (John Travolta). Agak kaget juga dengan tampang John yang makin gemuk plus gundul pula. Wax adalah sosok intel sejati yang menyebalkan, lugas, ceplas-ceplos, reaktif sekaligus menyenangkan. Satu karakter yang sangat kontradiktif dengan Reece.

Kehadiran Wax langsung merubah alur film yang tadinya biasa saja menjadi semarak dengan suara pistol dan perkelahian singkat yang tentu saja semua dilakukan Wax. Kekakuan Reece & kelugasan Wax membuat cerita berjalan renyah, banyak kelucuan terjadi akibat kepolosan Reece vs keisengan Wax. Wax mengawali aksinya di restaurant China (dimana pelayannya tidak bisa berbahasa mandarin^^) membongkar sindikat kokain. Dalam setiap aksinya seperti umumnya jagoan film tidak ada satupun peluru yang nyrempet Wax, kalo kata Reece "badannya Wax udah bulletproof"! Tidak banyak yang bisa dilakukan Reece selain membawa-bawa vas bunga berisi kokain =))

Tapi ternyata target operasi yang dijalani Reece bukanlah operasi Narkoba melainkan Teroris, hal yang sangat menakutkan untuk seorang pemula. Bahkan selama menghabisi jaringan teroris tidak sekalipun ia menarik pelatuk pistolnya. Kejadian-kejadian berikutnya justru membawa Reece pada kenyataan yang tidak dapat dipercayainya. Pada saat makan malam bersama Caroline (tunangan Reece) dan teman Caroline, satu tindakan cepat Wax menembakkan pelurunya ke kepala teman Caroline membuka 1 rahasia bahwa ternyata selama 6 tahun Reece telah diperalat kekasihnya sendiri.

Pengejaran dan pengungkapan kasus ini berjalan singkat, Reece berhasil memecahkan siapa target operasi teroris ini sebenarnya. Sayang cinta dalam hati Reece yang tidak pernah berubah tidak dapat mengalahkan cinta Caroline pada keyakinannya.

Film ini tergolong pendek untuk sebuah film action, kurang lebih 1.5jam. Dibandingkan film sebelumnya yang gw tonton "Edge Of Darkness" "From Paris With Love" jauh dari kata membosankan namun tidak juga sebuah film action yang istimewa hanya cukup menghibur saja. Mungkin ekspektasi gw yang berlebihan terhadap film-film Luc Besson sebelumnya, tapi aksi John Travolta tidak pernah mengecewakan koq begitu juga dengan J.Rhys Meyers. Sayang di film ini tidak ada lagunya Meyers, gw cuma kenal "(They Long to Be) Close to You" (Burt Bacharach) yang dodolnya dimainkan John Travolta untuk mengurangi kegugupannya saat dibawa kebut-kebutan oleh agen rahasia lainnya. Lagu di saat credit title juga bagus tapi gak tau deh judulnya. Minggu ini mungkin hanya film ini yang gw tonton, soalnya liat nowplaying di XXI Botani gak ada lagi yang menarik. Met Nonton :)

Thursday, February 4, 2010

MANAGEMENT: A sweet drama commedy about love and insecurities (Jennifer Aniston)

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Film ini ternyata sudah release sejak tahun 2008 dalam cakupan terbatas untuk film festival, hingga akhirnya menyebar dan menclok di Indonesia awal tahun 2010. Rugi banget kalo gak nonton atau sekedar nonton di DVD bajakan yang kadang gambarnya kurang jelas, text-nya suka ilang dan tentu saja gak sepuas ngliat film di layar yang guede.

Management bercerita tentang perjalanan cinta Mr.Pragmatis - Mike (Steve Zahn) & Ms.Idealis - Sue (Jennifer Aniston), tidak seperti kebanyakan film yang terlalu menonjolkan perbedaan karakter dan kemudian dapat berubah dalam waktu singkat. Perjalanan cinta berjalan natural sehingga yang nonton bisa merasakan hal yang sama. Pertemuan mereka berawal dari kehadiran Sue di motel milik orang tua Mike yang langsung menyita perhatian Mike (siapa juga yang gak terpesona Jennifer, Brad Pitt aja yang bego nglepasinnya. loh koq malah curcol). Mr.Pragmatis yang serba spontan, tanpa maksud tersembunyi alias blak-blakan terus berusaha mencari kesempatan bersama Sue. Yang ada dalam hatinya hanyalah keinginan bersama seorang yang dicintainya dan menghabiskan waktu bersamanya. Tulus, murni, sederhana dan tanpa pertimbangan apapun.

Ms.Idealis yang serba terencana membutuhkan kenyamanan, hidup yang teratur dan keuangan yang lancar untuk dapat menopang hidupnya sebagai orang yang suka beramal. Sue melihat Mike seperti anak kecil yang tidak dapat diandalkan cinta dan hartanya. Namun Mike tidak mudah menyerah, setelah ibunya meninggal dia semakin tahu apa yang dikejarnya. Berbekal $300 ia kembali mengejar Sue yang sudah pindah bersama mantan pacarnya "Jango" mantan punkrock yang sekarang sukses jadi pengusaha yogurt.

Dalam pencariannya Mike bertemu dengan Al, co' yan bekerja sebagai pelayan di restorant milik orangtuanya. Fuihh seneng banget punya temen keq Al, kocak dan baeeeekk banget. Segala usaha ditempuh demi merebut Sue, tapi Sue memilih untuk tetap bersama Jango... demi bayi yang dikandungnya dan demi kenyaman hidupnya. Konyolnya... Mike menuruti saran Al (yang sebenarnya hanya untuk bercanda), Mike memutuskan menjadi biksu wkwkwkwkkk..... kacau!! Bukannya banyak meditasi tapi Mike malah sibuk maen voli. Tapi di biara ini pula Mike bisa tahu apa yang selanjutnya harus ia lakukan... Let it Go & Move On!! Mike juga bisa membuat ayahnya menyadari apa yang sebenarnya dia inginkan.Akhir kisah ini tentu saja happy ending.

Gw kasih bintang 4 bukan karena ada bintang favorit gw disini, mb' Jennifer Aniston tapi karena Management bercerita dengan sangat natural bukan hanya tentang cinta diantara 2 orang yang berbeda karakter tapi juga pandangan orangtua dalam menyikapi hubungan anaknya dan persahabatan yang indah, OST-nya juga bagus (dan gw nyesel lum nemu jg link OST-Management ^^). Sepanjang film kita akan disuguhi percakapan yang menggilitik, lucu sekaligus cerdas dan tanpa adegan konyol seperti umumnya film komedi romantis. Selamat nonton, hope you like this movie like me ^_*

Wednesday, February 3, 2010

EDGE OF DARKNESS (Mel Gibson)

Rating:★★
Category:Movies
Genre: Mystery & Suspense
Thomas Craven (Mel Gibson), seorang veteran detektif pembunuhan di Kepolisian Boston dan seorang ayah tunggal. Saat anak semata wayangya, Emma (Bojana Novakovic), 24 tahun, dibunuh saat Thomas dalam perjalalan pulang, semua orang menduga bahwa Thomas lah target utamanya. Thomas akhirnya mengetahui rahasia kehidupan putrinya serta pembunuhannya. Penyelidikan Thomas membawanya kepada penyamaran, persekongkolan dan pembunuhan – dan ini membayangi Darius Jedburgh (Ray Winstone), orang yang ditugaskan untuk membersihkan semua bukti-bukti. Usaha Craven untuk mencari penyebab pembunuhan putrinya berubah menjadi petualangan penuh emosi.

=========================================================

berbekal resensi singkat dari http://www.21cineplex.com/edge-of-darkness,movie,2222.htm gw memarkirkan pantat di XXI Botani bersiap menyaksikan aksi mendebarkan dan menegangkan dari Mel Gibson. Film ini mencoba untuk menggambarkan kedekatan ayah dan anak, Thomas Craven dan Emma Craven yang diperankan si cantik Bojana Novakovic dengan menampilkan video-video masa kecil Emma. Dari cuplikan ini tanpa membaca resensi film penonton pasti sudah bisa menebak bahwa Emma akan jadi tokoh yang paling cepat mati di film ini. Emma ditembak dipintu rumah Craven saat akan menuju rumah sakit. Suara pistol berkaliber besar sepertinya akan mengawali adegan seru berikutnya. Tapi yang ada.... gw merasakan kebosanan yang teramat sangat menunggu aksi kejar-kejaran, berantem atau bahkan sekedar membuat gw berpikir keras what next??

Acting ketakutan dari pacar emma ataupun teman emma tidak juga membuat gw merasakan ketakutan yang sama, mungkin karena film ini lebih berpusat pada kelihaian Thomas dalam menelusuri kematian anaknya. Kehadiran Darius Jedburgh (Ray Winstone) memberikan secercah harapan bahwa film ini akan menjadi suspense thriller, tapi lagi-lagi gw kecewa. Semua adegan sepertinya udah ketebak mau apa dan bagaimana, gw cukup nungguin kapan nih kecelakaannya.. kapan nih dibunuh... kapan orang yang mbuntutin muncul.

Setelah semua kejahatan terbuka yang mengherankan, Craven yang sudah tertangkap tidak langsung dibunuh, entah untuk alasan apa padahal dia sudah dalam kondisi teracuni parah. Craven-pun berhasil melarikan diri dari tempat penyekapan untuk menuntaskan semua permasalahan dengan caranya sendiri. Entah gw ketiduran atau gak konsen ngliat aksi Jedburgh tapi gw belum bisa memahami alasan Jedburgh untuk membunuh senator dan bawahannya.

Mel Gibson memang sudah tidak muda lagi, tua sekali gw ngliatnya dan kurang fresh. Beda dengan Al Pachino dan Robert deNiro yang masih asyik ngliat aksi mereka sebagai psycho or polisi. Dengan alur yang lambat, konflik datar, minim ketegangan dan sedikit hiburan dengan ending yang agak surprise (keputusan Craven yang nothing to lose untuk menyelesaikan masalah) gw kasih 2.5 bintang aja deh.

Monday, January 25, 2010

Nine "Thank you for remind me i'm not special"

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Romance
Pertama kalinya nonton film drama musical di XXI sehingga baru ngerasain roh-nya film-film bergenre musical emang lebih dapet di tempat dengan tata suara dahsyat (ketauan kan yang cuman model DVD orichina & laptop bersuara sember). Film ini adalah remake dari film 81/2 karya Federico Fellini, bersetting tahun "60-an dengan bertabur bintang ternama gw sangat terpesona dengan Nine (sehingga kuputuskan untuk mengunduh OST-nya^^). Tapi jangan percaya riveiw ini, coz kursi XXI cuma terisi 20-an orang saja, udah gitu ce' berjilbab dan pasangannya langsung menuju pintu Exit di menit-menit awal ketika Penelope Cruz menari dengan sangat menggoda hanya dengan korset! mungkin ngerasa salah milih film ya.. sepasang lagi malah bikin film sendiri cekakakcekikik bikin gw pengen nglempar kursi. Hmm.. sebaiknya sebelum nonton film cari dulu referensinya, biar gak buang-buang duit.

Nine bercerita tentang Guido Anselmi seorang sutradara berkelas hingga dapat panggilan "maestro" yang sedang mati ide setelah kegagalan film terakhirnya. Guido mendapat proyek pembuatan film berjudul Italia namun hingga press conference bahkan hingga menit terakhir pembuatan film script film Italia tidak pernah berhasil ia buat. Semua kegelisahan hatinya digambarkan dengan sempurna melalui gerak tari, lagu dan percakapannya dengan wanita-wanita disekelilingnya.

Berhubung banyak wanita film ini juga menampilkan baju bagus & sepatu cantik, gw terpesona dengan gaya busana yang sangat menggambarkan karakter:
- Luisa istri Guido (Marrion C), Mamanya Guido (Sophia Loren..OMG. nenek ini masih cuantik ajah) istri yang setia dan ibu yang sangat menyayangi anaknya dibalut busana sangat anggun dengan accessories sederhana namun berkelas.
- Carla (Penelope Cruz) simpanan Guido, Saraghina (Fergie) pelacur dimasa kecil Guido, Stephani (Kate Hudson) wartawati "gatel" dengan pakaian yang menggoda. Cruz sepertinya langganan peran-peran ce' nakal, tapi penampilannya emang selalu memukau.. sexxxxxyyy abiizzz
- Claudia (Nicole Kidman) bintang film ternama yang akan menjadi bintang utama dalam film ITALIA mengenakan busana yang anggun dan kulitnya yang muluuuuusss itu.. perawatan dimana buuuuu?
- Lily (Judi D.) penata kostum dan tempat curcol-nya Guido dengan gaya busananya yang stylist
- Guido (Daniel day lewis) whaaaoo... masih awet aja gantengnya walopun bajunya gak pernah ganti^^

Tempat curhatnya yang sangat dipercaya, Lily selalu ada buat Guido tapi Guido sedang dalam fase kejenuhan yang parah terhadap film ditambah kekisruhan rumah tangganya sehingga nasehat Lily-pun tidak banyak membantu. Guido sebenarnya sangat mencintai Luisa tapi masih tidak bisa melepaskan Carla, hingga akhirnya Luisa memutuskan meninggalkannya. Dengan semua permasalah itu Guido-pun akhirnya memutuskan untuk jujur mengakui tidak pernah ada script untuk film ITALIA dan setelah itu Guido menghilang dari dunia perfilman. Apa Guido masih berminat kembali ke film?

Emosi gw selama film:
- Pengen ikut dance, asyiik banget. Apa lagi saat kate hudson dengan pasukan co'-co' berjas keren dan berkacamata hitam
- Serasa berada dikampung sendiri mendengar logat-logat inggris italy (PLAKK!!)
- Terharu mendengar lagunya Nicole Kidman.. "In a very unusual way i'm in luv with you, u make me hole..."
- Tertampar perkataan Luisa (moga gak salah denger) "Thank you for remind me i'm not special, u dön't even ever looking at me" (HUHH MAKAN TUH GE-ERRRRRR)
- Semakin pengen ke italy xixixixxx... gak tau diri!!!

Kalo saja harga tiket XXI masih Rp. 15.000 gw pengen nonton lagi, tapi berhubung dah naik jadi Rp. 20.000 mungkin lebih baik gw cari DVD ORICHINA-nya ajah.

Monday, January 18, 2010

Daftar Pemenang Golden Globe Award 2010

Usai sudah gelaran Golden Globe Award 2010, sebuah ajang yang selalu jadi barometer ajang penghargaan perfilman paling bergengsi OSCAR. 3 Film jagoan gw menang semuah.. AVATAR; Sherlock Holmes & UP.


Kenapa gw suka Avatar: nama kondang sang sutradara James Cameron yang super duper selektif dalam memilih film yang akan disutradari dan seringkali bikin artist-artist stress (kate Winslet & Linda Hamilton curcol ke gw) udah jadi jaminan gw untuk memarkirkan pantat di XXI. Ternyata... apa yang gw lihat.. jauh dari expectasi.. Avatar bener-bener melampui expectasi gw terhadap film animasi. Film bersetting pada tahun 2154 itu sebenarnya sudah dikembangkan Cameron sejak 1994 dan direncanakan syuting setelah Titanic akhirnya ditunda karena tekhnologi film saat itu tak mampu menampung ide "GILA"nya. Gambarnya halus, aksinya keren, ceritanya seru... kekurangan film ini cuma 1.. OST yang dinyanyikan Leona Lewis "I See You" tidak bisa jadi roh film Avatar seperti halnya dulu Celine Dion dengan "My Heart Will Go On" yang sangat melegenda.

Kenapa gw suka Sherlock Holmes: Faktor "Robert Downey Jr" (my "Rene" from ally mcBeal) dan playboy favorit gw sejak film Alfie "Jude Law" terus terang menjadi faktor utama.. I'm wooooooman okayyy!!! Seperti halnya Jude Law, gw juga gak tau kisah detektif ini.. jadi gw nonton dalam kondisi blank.. hanya inget detective Conan. Dan tepat sekali Guy Ritchie memilih Robert Downey Jr, coz actingnya emang pas banget.. menyebalkan sekaligus menyegarkan. Kalo sebelum  nonton film ini gw selalu bilang "gak ada yang gantiin Johny deep sebagai kapten Jack Sparrow!" nah setelah nonton Sherlock Holmes pendapat gw berubah, Robert & Johny adalah 2 makhluk yang dikaruani bakat acting luar biasa.



Kenapa gw suka UP: Snap snap snaaapppp... deuuuh.. sapa sih yang gak suka sosok imut, chubby, cerewet, nggemesin RUSSEL.

Berikut ini daftar pemenang Golden Globe Awards 2010 :

  • The Cecil B. DeMille - Martin Scorsese (The Cecil B. DeMille Award diberikan oleh Hollywood Foreign Press Association kepada sineas atas pengabdiannya di industri film. Penghargaan itu merupakan bentuk perhormatan untuk Cecil B. DeMille, salah satu sineas paling sukses di Amerika Serikat)
  • Best Motion Picture - Drama : Avatar
  • Best Performance by an Actress in a Motion Picture - Drama : Sandra Bullock – The Blind Side
  • Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Drama : Jeff Bridges – Crazy Heart
  • Best Motion Picture - Comedy Or Musical : The Hangover
  • Best Performance by an Actress in a Motion Picture - Comedy Or Musical : Meryl Streep – Julie & Julia
  • Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Comedy Or Musical : Robert Downey Jr. – Sherlock Holmes
  • Best Performance by an Actress In A Supporting Role in a Motion Picture : Mo'nique – Precious: Based On The Novel Push By Sapphire
  • Best Performance by an Actor In A Supporting Role in a Motion Picture : Christoph Waltz – Inglourious Basterds
  • Best Animated Feature Film : Up
  • Best Foreign Language Film : The White Ribbon - Germany
  • Best Director - Motion Picture : James Cameron – Avatar
  • Best Screenplay - Motion Picture : Jason Reitman, Sheldon Turner - Up In The Air
  • Best Original Score - Motion Picture : Michael Giacchino - Up
  • Best Original Song - Motion Picture : The Weary Kind – Crazy Heart
  • Best Television Series - Drama : Mad Men
  • Best Performance by an Actress In A Television Series - Drama : Julianna Margulies – The Good Wife
  • Best Performance by an Actor In A Television Series - Drama : Michael C. Hall – Dexter
  • Best Television Series - Comedy Or Musical : Glee
  • Best Performance by an Actress In A Television Series - Comedy Or Musical : Toni Collette – United States Of Tara
  • Best Performance by an Actor In A Television Series - Comedy Or Musical : Alec Baldwin – 30 Rock
  • Best Mini-Series Or Motion Picture Made for Television : Grey Gardens
  • Best Performance by an Actress In A Mini-series or Motion Picture Made for Television : Drew Barrymore – Grey Gardens
  • Best Performance by an Actor in a Mini-Series or Motion Picture Made for Television : Kevin Bacon – Taking Chance
  • Best Performance by an Actress in a Supporting Role in a Series, Mini-Series or Motion Picture Made for Television : Chloe Sevigny – Big Love
  • Best Performance by an Actor in a Supporting Role in a Series, Mini-Series or Motion Picture Made for Television : John Lithgow – Dexter

Thursday, January 8, 2009

YES MAN... Sisi Lain Seorang Jim Carrey

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Gw termasuk kelompok orang yang memandang sebelah mata terhadap film komedi yang diperankan Jim Carrey, emang sih ni orang unik dan harus diakui kehebatannya dalam memainkan karakter co' gokil yang hiperaktiv plus muka komiknya yang sangat lentur... tapi lucunya ya segitu aja dan kadang malah menjengkelkan. Kali ini gw salah... Belum lama film diputer qt udah ketawa ngakak sewaktu adegan Carl di rental DVD yang ditelfon sahabatnya Peter. Jim Carrey memerankan Carl Allen seorang duda yang ga' punya gairah hidup, kehidupannya hanya seputar kantor dan nonton dvd, sangat membosankan. Temen-temennya dibuat jengkel ma kelakuannya.

Hingga akhirnya ia bertemu teman lama yang mengenalkannya pada program motivasi diri "YES MAN", sang motivator "Terrence" berhasil memaksa Carl untuk tidak lagi berkata TIDAK pada setiap kesempatan karena dengan berkata TIDAK maka kesialan akan menimpa hidup Carl. Sepulang mengikuti program YES MAN kehidupan Carl-pun berubah, awalnya emang ga' enak tapi begitu banyak hal terbaik datang dalam hidupnya seperti cinta, karir yang menjanjikan dan persahabatan yang kembali diperolehnya maka Carl berubah menjadi orang yang selalu mengiyakan atas apapun yang diminta atau ditawarkan kepadanya. Peter, teman baiknya berulangkali mengingatkan agar mempertimbangkan dulu setiap ajakan/permintaan yang datang padanya tapi Carl tidak pernah mempedulikannya. Bersama Allison (cantik kali ni ce'...) Carl mendapatkan kembali gairah cintanya, melakukan hal-hal baru secara spontan yang membahagiakan. Namun kegiatan baru yang dilakukannya justru mendatangkan kecurigaan dari dinas rahasia Amerika, dari kejadian ini Allison menjadi tahu sisi kehidupan Carl yang belum pernah diceritakannya termasuk didalamnya bahwa Carl pernah menikah dan hasil program YES MAN yang membuatnya selalu menuruti apapun yang diminta... Allison memutuskannya karena menganggap apa yang dilakukan Carl hanyalah kebohongan saja. Hanya Terrence yang berhasil meyakinkan Carl bahwa tidak semua hal harus dijawab dengan IYA! Karena semua hal juga perlu dipikirkan dan dipertimbangkan.

Karena film ini bergenre komedi tentu saja banyak adegan konyol dan percakapan lucu yang menghadirkan tawa penontonnya. Norman, bos-nya Carl tampil memikat dengan segala keanehan dalam dirinya namun memiliki jiwa bersahabat yang tiada duanya, Tillie nenek centil juga bikin qt geleng-geleng dan tentu saja Carl. Adegan yang paling gw suka ketika Carl dan Allison terjebak hujan, layaknya seorang gentleman maka Carl membuka jaketnya tapi bukannya melindungi Allison dengan mesra malah menutupi kepalanya layaknya adegan penculik yang membawa lari hasil tangkapannya.... menurut gw sebagi ce' yang ga' berjiwa romantis adegan in justru amat manis... romantis yang kocak.

Bagi yang pengen ngliat penampilan lain dari Jim Carrey langsung aja berangkat ke 21/XXI, ga' rugi koq nonton film ini yang cukup mengendurkan saraf ketegangan dan kelelahan setelah bekerja 1 minggu ini. Berhubung ini komedi romantis sebaiknya ga' ngajak adek kecil buat nonton film ini, ga' banyak sih adegan ciumannya tapi kurang pas ditonton anak-anak. Met menikmati libur akhir pekan....


**eh dah weeknd lagi... TMBook, Centro.. hmm.. ka'nya seru juga

Wednesday, January 7, 2009

Bedtime Stories: Be Optimistic!!

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Ingin menikmati liburan dengan nonton film bersama temen, enyak babe, anak atau ponakan?? Hmm sepertinya dimusim liburan ini banyak film yang bisa dinikmati berbagai generasi salah satunya adalah Bedtime Stories yang disutradari oleh Adam Sandler yang tentu saja juga menjadi bintang utamanya. Wajah-wajah yang terlibat dalam film-film Adam Sandler cukup familiar (bagi yang mengikuti filmnya Adam Sandler tentunya), sepertinya Adam sudah cukup nyaman dengan cameo-cameo yang sering ia pakai.

Adam Sandler seperti biasa memerankan tokoh underdog dengan tingkah konyol bernama Skeeter Bronson, Skeeter dulunya adalah anak manajer hotel namun karena bangkrut maka ayahnya menyerahka hotelnya pada Barry Nottingham dengan perjanjian ketika Skeeter dewasa nanti ia akan mengelola hotel tersebut. Yupp benar… Barry menepati janjinya tapi Skeeter hanya mengelola bagian reparasi elektronik. Ketika kakaknya Wendy (Courteney Cox) memintanya untuk mengasuh ke-2 anaknya cukup saat malam hari saja, Skeeter yang ga’ deket dengan ponakannya kebingungan. Mendongeng!! Itulah yang dilakukan Skeeter seperti yang dilakukan ayahnya padanya saat kecil dulu. Siapa sangka dongeng yang diceritakannya semalam keesokan harinya berubah menjadi kenyataan.

Menyadari hal itu Skeeter makin bersemangat mendongeng dengan harapan esok harinya semua yang diceritakannya akan menjadi kenyataan. Betul juga, hal itu berulang lagi namun kali ini beberapa hal yang diinginkannya seperti memperoleh mobil Ferrari for freeeeeeeeeeeee (ucapkan dengan nada meninggi) tidak diperolehnya. Akhirnya ia tahu polanya, ternyata bukan ceritanya yang menjadi kenyataan melainkan khayalan ponakannya yang ikut meramaikan dongeng sebelum tidur yang ia karang. Tidak kalah akal iapun berusaha menggiring ponakannya untuk membuat dongeng yang akan mengantarkan Skeeter menjadi manajer hotel Notthingham dalam kontes yang diselenggarakan Barry menantang Kendall sang manajer hotel. Gara-gara omongan Skeeter ponakannya juga ikut terbawa pada pandangan yang pesimistis terhadap kenyataan hidup, maka ponakannya mengakhiri dongeng tersebut dengan UNHAPPY ENDING, skeeter menjadi cemas akan kenyataan yang akan dihadapinya esok hari dalam perebutan jabatan manajer.

Adam Sandler selalu berhasil mengocok perut penontonnya dan membuat suasana di XXI menjadi ramai oleh suara ketawa. Siapa yang ga’ akan ketawa ngliat marmot lucu bermata belo, tingkah Mickey, kisah dalam dongeng, lihat Ferrari jaman dulu berubah kuda berwarna merah, peperangan jaman romawi atau peperangan futuristic. Karena kisahnya yang berbau dongeng gw jadi membandingkannya dengan film Ben Stiller Midnight at Museum atau bahkan dengan film Adam sendiri berjudul Mr. Deeds yang juga berkisah tentang mengasuh anak. Menurut gw film-film Adam Sandler memiliki pola yang sama, dia berperan sebagai orang underdog yang kemudian dengan kekonyolan dan usaha pantang menyerahnya berhasil mendapatkan yang diinginkannya. Walopun film-film Adam Sandler selalu lucu tapi gw lebih menyukai film-film kocak garapan Ben Stiller yang ga’ monoton dan meninggalkan kesan bukan sekedar lucu.

Ga’ usah mbandingin dengan film siapa atau film apa buruan aja ke 21/XXI karena Bedtime Stories tetap film yang lucu dan menghibur pas banget ditonton rame-rame dan aman buat anak kecil karena tidak ada kisah sadis berdara-darah dan adegan ciuman hanya diakhir film aja (dari jauh pula).

Friday, December 19, 2008

3 Doa 3 Cinta

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Ini cerita tentang tiga sahabat, Huda, Rian dan Syahid, tiga remaja yang tinggal di pesantren di sebuah kota kecil yang terletak di daerah Jawa Tengah. Mereka punya rencana dalam hidup mereka masing-masing setelah lulus dari pesantren dan SMA sebulan lagi. Mereka memiliki sebuah lokasi rahasia, sebuah dinding tua di belakang pesantren, di mana mereka menulis harapan-harapan mereka di dinding. Hingga sebuah situasi merubah hidup mereka.

Huda (Nicholas Saputra), adalah santri yang patuh pada gurunya, Kyai Wahab yang telah mengasuhnya sejak ibu kandungnya meninggalkannya begitu saja di pesantren itu. Huda mulai merencanakan hidupnya di luar pesantren nanti. Yaitu mencari ibunya yang kabarnya berada di suatu tempat di Jakarta. Huda bertemu dengan Dona Satelit (Dian Sastrowardoyo) seorang penyanyi dangdut pemula yang sangat seksi ketika di panggung dan terobsesi menjadi bintang terkenal di Jakarta.

Rian (Yoga Pratama) santri dari suatu kota besar. Dia mendapatkan sebuah kado handycam dari ibunya pada saat ulang tahunnya. Rian seolah melihat dunia baru dari balik viewfinder, ia asyik merekam berbagai peristiwa yang ada di lingkunganya. Rombongan pasar malam terutama layar tancap yang kebetulan sedang singgah di desa itu membuat Rian semakin obsesif terhadap kamera.

Syahid (Yoga Bagus), berasal dari keluarga miskin. Karena situasi sosial dan psikologis dirinya, membuat Syahid tergabung dalam kelompok islam garis keras yang berada di luar pesantren. Terlebih ketika sawah milik orang tua Syahid dibeli paksa oleh sebuah perusahaan ternama milik Amerika untuk dijadikan pabrik. Syahid merencanakan sesuatu yang besar dalam hidupnya yang akan memberikan dampak bagi kedua temannya.

Bagaimana kehidupan mereka bertiga dan terwujudkah segala impian dan harapan mereka yang pernah mereka tulis di tempat rahasia itu?

Itu adalah review yang diberikan www.3doa3cinta.com

Gimana dengan orang-orang didalam XXI? Gw ngerasa ekspektasi mereka ketinggian terhadap film ini, mungkin dikiranya mo bernostalgia kisah Rangga dan Cinta jadi akhirnya ada yang bete nunggu kelarnya film, ada yang sibuk smsan, ngobrol ma sebelahnya bahkan ada yang nelfon ngasih tau jalannya cerita dan ketika berakhir keluar celetukan
Hah dah kelar nih, jayus amat
Lah koq ga' jadian ma dian sih
3 doa-nya tuh apa 3 cintanya teh mana??
Hoalahhh mass mba'... sampeyan nonton apa ngiler sih??

Gw sangat terhibur dengan film ini, mungkin justru inilah film bernafas islam yang sebenarnya ga' kayak AAC sebuah kisah cinta dramatis berselubung agama. setting film ini adalah tahun 2001, jadi ga' usah heran lembaran uangnya juga masih jadul. Film dibuka dengan pelajaran dari pimpinan pondok pesantren akan pentingnya sikap saling menghormati dan tidak memusuhi orang nonmuslim khususnya nasrani dan yahudi. Kisah-kisah seputar kehidupan pesantren digambarkan dengan apa adanya tanpa mendeskriditkan atau mengagungkan. Para santri selain ketaatannya dalam menjalankan ibadah, kekompakan sesama teman dan sikap menghormati kyai, juga tetaplah lelaki biasa yang punya "hasrat" saat pagi hari, ngintip ce', jail (ga' ka' si fahri ya hehehe) ato bahkan penyimpangan seksual. Sisi positif dan negatif digambarkan dengan apik, lucu dan mengena.

Akting semua pemainnya bagus-bagus event itu cuma cameo (ngakak mulu inget si"cungkring"), agak sedikit aneh dengan logatnya Rian (Yoga) yang berasal dari Surabaya tapi koq ga' suroboyoan. Beberapa cerita terasa lambat tapi disini qt bisa break n think for a while pesan yang ingin disampaikan. Buat mas dan mba' yang nyariin 3 do'a dan 3 cinta yang dinilai tidak ada adlam film ini sebaiknya nonton lagi dan lihatlah saat Huda, Rian dan Sahid disetiap tahun baru Hijriah 1 Muharram menuliskan harapan dan memanjatkan do'anya. Cinta juga bukan roman picisan bak sinetron yang hanya dimiliki pasangan muda mudi saja, karena cinta bisa hadir dalam bentuk rasa cinta kepada orangtua, sahabat dan cinta tertinggi kepada Tuhan.

Thursday, December 18, 2008

Transporter 3: When The Cool Guy Fall In LUV

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Apa jadinya jika Frank Martin, co' cool yang terkungkung dengan aturan yang dibuatnya sendiri jatuh cinta? Hm.. bagi ce'-ce', kaum gay dan bencong yang ngefans berat ma sosok Frank Martin (Jason Statham) bersiap-siaplah patah hati. Film mungkin baru berjalan 5 menit saat Frank memamerkan bodynya yang super atletis dan berlanjut dengan sosok ganteng dalam baju resminya melakukan aksi perkelahian yang indah, atraktif dan entertaining. Tugas Frank kali ini adalah mengantarkan 2 kantong mayat didalam bagasi Audi (as always) ditemani seorang ce' (Valentina) menuju tempat yang baru akan ia ketahui diperjalanan. Frank dan Valentina tidak bisa leluasa meninggalkan mobil karena dipergelangan tangan mereka terdapat bom yang akan meledak jika mereka meninggalkan mobil terlalu jauh.

Gw ga' nyangka Frank ngambil inisiatif buat kenalan dulu ma ce' berbintik ini, hikss... kemana larinya sosok co' yang bikin jatuh cinta karena kecuekannya. Ce'-nya sih cantik tapi gw ga' suka ce' dewasa dengan wajah berbintik layaknya anak-anak. Dari 3 film transporter gw masih memilih Shu Qi di transporter 1 yang cantik, berbibir seksi dan kiyutt. Pada awalnya kehadiran Valentina menurut gw "so annoying" dengan kejutekannya terhadap Frank, dan makin menyebalkan ketika dia seperti cacing kepanasan begitu ngliat body-nya Frank namun akhirnya... gw juga tetep ga suka (cemburu bu!!). Ga' nyangka banget Frank bisa dengan nyaman membicarakan soal makanan, oh gosh.... orang kalo lagi jatuh cinta emang seringkali berubah 180 derajat. Tapi oke lah.. mungkin ini emang musimnya JAGOAN JATUH CINTA.

Perjalananpun dimulai dari Marseilles melewati Stuttgart dan Budapest kemudian berakhir di Odessa. Aksi kejar-kejaran berlangsung seru, berantemnya juga mantheb beberapa dialog lucu juga membuat ketawa dan musik pengiringnya juga enak (gw jadi pengen berdiri dan sejenak AJEP AJEP saat musik mengalun enak saat pengejaran selepas dari pom bensin). Akhirnya Frank tahu bahwa paket yang diantarkannya bukanlah mayat dalam bagasi (yang ternyata cuma buku telepon) tapi Valentina itu sendiri, dia anak Menteri Ukraina yang disandera untuk mendapatkan tantangan perjanjian kerjasama antara sang menteri dengan sebuah perusahaan yang akan membuang limbahnya di Ukraina. Lagi-lagi gw harus gigit jari karena Frank dengan mudahnya dikerjain Valentina n then... they make love! Oughh sudahlah lupakan kisah cintanya karena gw terpesona dengan pemandangan alam dibukit yang sangat indah.

Johnson, sang penyandera berusaha menggantikan Frank dengan sopir baru namun Frank melalui aksi pengejaran dipasar dengan sepeda berhasil merebut kembali mobilnya. Yang aneh disini adalah... Frank menerobos jendela dan menendang sopir baru keluar tapi diadegan berikutnya jendela mobilnya masih utuh (apa gw salah liat ya??). Pada pagi harinya menjelang jam 9 yang berarti itu jam dimana pak menteri harus menandatangani perjanjian, Valentina diserahkan ke Johnson. Frank berhasil lolos dengan menceburkan mobilnya kesungai dan berbekal kantong mayat di bagasi ia berhasil mengapung kembali (disini gw ingat Ikal sewaktu mengangkat perahu dengan tong!!). Aksi heroiknya berlanjut dengan penyelamatan Valentina didalam kereta yang terus melaju (kenapa polisi ga' memerintahkan kereta dihentikan ya??). Mobil Frank berhasil mendarat diatas kereta (ohh heal yeahhh!!) dan sang jagoanpun berhasil melumpuhkan semua penjahat.

Transporter 3 semakin memantapkan Jason Statham sebagai Spesialis Jagoan dan sepertinya Transporter akan terus berlanjut menyaingi James Bond The Series (halah...) yang semakin letoy, coz Frank memiliki karakter yang kuat untuk menjadi Jagoan Abadi, asal sang sutradara tidak memiliki pikiran bodoh untuk membuatnya menjadi ordinary man. Ga kebayang jika Transporter 4 akan menampilkan Frank berwajah sendu yang dibalut dendam mengejar pembunuh Valentina bermodal mobil butut dan baju alakadarnya... TIDAAAKKK (plz...jangan ada lagi Bond Geblegh!!). Walopun gw masih lebih menyukai Transporter 1 tapi Transporter 3 teramat sayang sekali untuk dilewatkan pecinta action movie, so buruan ke 21!!

Thursday, November 27, 2008

JiFFest 5-9 Dec 2008 (Download Schedule & Program Guide)

Sampai saat ini websitenya JiFFest walaupun bertempat di Indonesia tapi bahasa Indonesianya lum juga muncul hihii... emange penonton yang mau dibidik duluan para expatriat or para turis mancanegara ya. Tapi jangan khawatir... karena pada program guide sudah ada terjemahannya koq, silahkan download jadwal dan program guidenya di bagian bawah artikel ini.

CARA MENONTON FILM-FILM JIFFEST:

Calon penonton JiFFest dapat memilih satu atau beberapa kategori dari pilihan Membership Card berikut:
  1. WORLD CINEMA, biaya membership Rp. 20.000, mendapatkan 1 Membership Card dan Tanda Masuk berwarna Kuning untuk 1 waktu pemutaran yang diinginkan. Harap diperhatikan bahwa kategori World Cinema juga berlaku untuk pemutaran umum Film Pembuka, Film Penutup, dan beberapa Premiere. Silakan merujuk pada setiap halaman film-film Gala Premiere untuk mengetahui ketersediaan pemutaran film-film tersebut untuk umum.
  2. FILM-FILM GRATIS, tidak ada biaya membership, mendapatkan 1 Membership Card dan Tanda Masuk berwarna Hitam-Putih untuk 1 waktu pemutaran yang diinginkan.
  3. Tanda masuk untuk pemutaran gratis hanya bisa didapatkan selama festival berlangsung (5-9 Desember 2008), dibagikan 1 jam sebelum waktu pemutaran tersebut di setiap harinya dan hanya berlaku untuk 1 tanda masuk saja.

Ketentuan Membership Card:
1. Membership Card ini harus diperlihatkan saat memasuki tempat pemutaran film.
2. Membership Card hanya berlaku selama festival tahun 2008 (tak dapat diperpanjang).

Cara pendaftaran Membership Card:
  1. Calon anggota mengisi formulir keanggotaan yang juga merupakan formulir pemesanan film-film sesuai pilihannya.
  2. Berdasarkan formulir yang telah diisi, petugas registrasi akan mengeluarkan Membership Card dan Tanda Masuk sesuai permohonan calon anggota.
Tempat dan Waktu Pendaftaran:
Djakarta XXI, Jl. M.H. Thamrin No. 9 Jakarta Pusat.

Telepon: (021) 3156725.
27 November – 5 Desember 2008. 12:00 – 20:00.
(Tanggal 5 Desember, tempat pendaftaran buka sampai pukul 22:00)

Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jl. M.H. Thamrin No. 1 Jakarta Pusat.

Telepon: (021) 23580200.
27 November – 4 Desember 2008. 12:00 – 20:00.
5 Desember – 9 Desember 2008. 12:00 – 21:30.

Platinum XXI, fX Lifestyle X’nter, Lantai 7, Jl. Jend. Sudirman Pintu Satu Senayan, Jakarta 10270.

Telepon: (021) 30030888.
27 November – 4 Desember 2008. 12:00 – 20:00.
5 Desember – 9 Desember 2008. 12:00 – 21:30.

Monday, November 24, 2008

Tropic Thunder: Tertawalah Sepuasmu (Puas Puas Puaaazzzz!!)

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Darah mengucur bak air mancur dari kepala seorang prajurit yang sedang melakukan kontak radio, belum sempat rekannya menggantikan posisinya sebuah bayonet mengoyak perutnya hingga isi perutnya terburai. Sebuah helikopter telah menunggu untuk evakuasi tapi Four Leaf belum muncul, ketika akhirnya four leaf muncul sebuah granat (ato roket gw lupa) siap menerjang heli. Tindakan heroik ditunjukkan Four Leaf dengan menangkisnya hingga hilanglah ke dua pergelangan tangannya.
SADISS!!!

Tapi kenapa penontonnya pada ketawa?? Siapa yang lebih Sadis dari menertawakan kejadian "sadisisme"? Gimana qt ga ketawa dan sesekali celetukan "bodoh, dodooll, goblog ato bahkan huueekk" terdengar di studio 3 tempat film Tropic Thunder diputer, coz semua adegan itu emang menggelikan, Robert Downey Junior bermain sangat cemerlang di film ini begitu juga tingkah Jack Black yang menjengkelkan dan yang sangat mengejutkan kehadiran Tom Cruise sebagai produser sungguh sebuah penampilan yang cemerlang (kalo ga' cermat ga' bakal ngeh kalo ini tom cruise.... endut, botak n jelek bow). So lengkaplah sudah... produser edan, sutradara bodoh, penulis cerita yang sok pahlawan, pemain film yang egois, naif, gila, sedikit waras dan homo berkumpul dalam sebuah pembuatan film yang ternyata sebuah kisah nyata.. KONYOL!!

Tropic Thunder menceritakan pembuatan film dengan biaya yang sangat mahal namun ga' kunjung selesai karena semua pemain bintangnya banyak maunya. Hingga muncul ide gila dari Four Leaf sebagai penulis cerita untuk membawa mereka ke peperangan sesungguhnya. Damien sang sutradara sangat setuju dengan ide ini, so kamera dipasang dihampir semua lokasi hutan dan kelima bintangpun diturunkan ditengah hutan. Ketika tubuh Damien hancur berantakan akibat ledakan ranjau Speedman (Ben Stiller) menganggapnya salah satu trick kamera saja sehingga dengan tenang dia mencomot kepala Damien dan menancapkannya di senjatanya. Perjalananpun dimulai, Kirk Lazarus (Robert D Junior) yang menyadari bahwa ini bukan lagi sebuah film memprovokasi 3 rekannya untuk mengambil rute yang benar sementara Ben bersikeras melanjutkan adegan film sesuai skenario dari Damien hingga akhirnya dia tertangkap kelompok narkoba dan merekapun minta tebusan 50jt dolar. Permintaan ini tentu saja ditolak dengan kasarnya oleh produsernya (Tom Cruise) bahkan Tom membujuk manajer Speedman yang diperankan oleh Matthew McConaughey untuk mengacuhkannya demi asuransi yang nanti akan mereka peroleh. Perjalanan Kirk, Alpha Chino, Kevin dan Jeff dengan berbagai masalah yang muncul dari mereka sendiri justru mengantarkan mereka ke sebuah perkampungan tempat Ben ditangkap. Tindakan penyelamatanpun direncanakan. Mereka berhasil masuk ke perkampungan dan melumpuhkan pimpinannya serta anak buahnya. Namun keberhasilan ini tidak berlangsung lama, karena Jeff yang sudah rindu dengan narkoba malah mengincar gudang narkoba, sedangkan Ben yang akan diselamatkan justru merasa disanalah tempatnya karena semua orang menyukainya sebagai "Simple Jack", Kirk juga ga' kalah gila eh justru disini ia sembuh dari kegilaannya dengan mulai menyadari siapa dia sebenarnya... bukan pria berkulit hitam, bukan juga tokoh-tokoh yang pernah dibintanginya (gw siap ngakak kenceng kalo dia mo bilang.. n i'm not the ice man! untung ucapan itu ga' ada). Helikopter sudah menanti, evakuasi belum selesai sedangkan kelompok narkoba telah kembali menguasai wilayahnya. KACAU!!

Ben Stiler emang selalu jago mengocok perut penikmat film, sepanjang film kita disuguhkan adegan konyol percakapan sinis. Semua bermain apik tapi tentu saja gw akan memilih Robert Downey Junior sebagai roh film ini dan kehadiran Tom Cruise walaupun hanya sebagai cameo tapi sangat memukai actingnya (ahh.. as usual dunx ya...). Ga usah nunggu sampai weekend, langsung aja nonton Tropic Thunder hari ini juga. Di jamin lo bakal tertawa ampe puaasssssss.

Wednesday, November 19, 2008

Jensen Ackles.. To Good To Be True??




Nama: Jensen Ross Ackles
Tempat tanggal lahir: Dallas-Texas, USA, 1 March 1978
Tinggi : 1.85 m,
Berat : ?kg tapi kalo diturunin 3-5kg ka'nya lebih ok (ketauan yang sukanya jangkis=jangkung-kurus-manis)
Daftar Film:
* My Bloody Valentine 3-D (2009)
* Supernatural (2005-2008)
* Ten Inch Hero (2007)
* Smallville (2004-2005)

Body : Ok walopun ga' terlalu sixpack
Mata : Sexy
Senyum: Muanniss bangets
Tingkah: Cool tapi konyol abiz

Terlalu sempurna buat digandeng pulang kampung lebaran haji nanti??

Tuesday, November 18, 2008

THE JACKAL: 7x nonton tanpa pernah bosan

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Inilah film action terhebat yang paling gw suka, bukan cuma karena acting Bruce Willis sebagai pemeran Jackal yang sangat brilliant tapi secara keseluruhan dari film ini mulai jalannya cerita, konflik yang tercipta, sountrack film yang top markotop, juga tidak ketinggalan tangan dingin sutradara Michael Caton-Jones membuat film The Jackal seharusnya sangat amat harus dibuat sekuelnya. Sayang.. sejak pertama kali nonton ditahun 1998 sampai sekarang tidak ada yang membuat The Jackal kembali hidup, so... dengan mata tinggal 1/2 watt gw kembali nonton The Jackal di Trans TV sampai jam 1.30am untuk.. ke-7 kalinya (3x di 21, 1x nonton dvd dan 3x di TV) KYIAAAAAA.......!!!!!

Mengapa Bruce Willis gw bilang brilliant?? Jackal adalah nama seorang pembunuh bayaran yang sangat licin dan sedikit orang yang mengenali wajahnya tapi namanya sangat dikenal agen-agen rahasia baik di Rusia maupun Amerika. Bagi yang sudah baca novel "Bourne Identity" tentu tidak sulit membayangkan kehebatannya. Dan inilah yang bikin gw begitu benci dengan Matt Damon sebagai pemeran Bourne yang tidak lain adalah tokoh bayangan Jackal (Carlos). Jackal digambarkan sebagai sosok yang sangat lihai dalam menyamar dan Bruce Willis memerankan semua tokoh samarannya dengan sangat amat bagus sekali bahkan menjadi sosok GAY-pun dia terlihat bener-bener GAY. Atau lihatlah saat Bruce Willis deal dengan Terek, anggun tapi sadis!! Gw juga suka saat slowmotion Jackal dengan tenang menengok ke arah Declan, perfect!!

Mengapa jalan cerita dan konfliknya OK? Cerita berawal dari kematian Gazzi dalam penggerebegan agen FBI dan agen Rusia yang membuat marah tokoh gangster nomor 1 Rusia Terrek, kakaknya Gazzi. Terek menyewa Jackal untuk membunuh tokoh Amerika yang ditunjukkan dalam foto. FBI mengira direktur FBI akan menjadi target pembunuhan Jackal, maka FBI dan agen Rusia (major Koslova) bekerjasama menangkap Jackal dengan meminta bantuan Declan (Ricard Gere) teroris Irlandia untuk menghubungkan dengan Isabel yang pernah berkonfrontasi langsung dengan Jackal. Jackal telah beraksi dengan membeli senjata lewat ebay dan mengirimnya ke Canada, beberapa orang menganggap senjatanya berlebihan (lebih bagus senjata di film asli The Jackal) tapi gw yang ga' nonton film aslinya menganggap dengan bertambahnya tahun dan kemajuan teknologi sangat logis kalo The Jackal yang sekarang menggunakan senjata lebih besar dan canggih dimana senjata tersebut bisa menembakkan seratus peluru dalam hitungan menit untuk mengantisipasi peluru pertama meleset. Penyamaran demi penyamaran dilakukan hingga senjata tersebut berhasil parkir tidak jauh dari tempat peresmian Rumah Sakit yang dihadiri Direktur FBI dan First Lady. Declan dan tim FBI berhasil melumpuhkan senjata tersebut dimenit-menit terakhir (khas action movie) dan terjadi pengejaran Jackal oleh Declan. Gw suka banget dengan aksi penyamaran Jackal, Major Koslova dan Agent Preston juga bermain sangat bagus, walopun Ricard Gere mengaku menyesal berperan dalam film ini karena menjadi sosok yang sadis tapi actingnya juga bagus koq (aksen Irlandia emang gitu ya?? nglirik Om Brosnan dulu)

Mengapa OST The Jackal top markotop? Sejak film ini dimulai gw dah langsung jatuh cinta dengan music khas film-film agent dari eropa by Massive Attack - Superpredators:
http://www.youtube.com/watch?v=GETdD_nyIcA
Sebagai music pengiring selama perjalanan ga' tau siapa musisinya tapi suka banget, asyik banget kalo buat diperjalanan ndengerin music tersebut (anyone?? let me know dunx..)
Dan yang terbagus dari OST The Jackal off course the great n the fabulous song from Agent Provocateur - Red Tape,
watch this: http://www.youtube.com/watch?v=9pukVMp8KUk

Walopun terfavorit tapi ga keseluruhan scene gw suka, menurut gw agak kelamaan saat jackal menekan tombol enter untuk menembak sasarannya di RS. Kalo ada yang punya "Day of the Jackal" yang rilis tahun 1973 gw juga mau nonton karena masih penasaran dengan film aslinya yang justru katanya lebih bagus. Tapi sejauh ini dari beberapa action movie gw masih menempatkan The Jackal sebagai the best action movie ever. Ayo dunx dibuat The Jackal begin ato apa aja dah yang penting jadi penjahat yang ga da matinya dahhhh

Sunday, November 16, 2008

Death Race

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Duduk tenang dikursimu, nikmati popcorn dan softdrinknya, biarkan otak kita sejenak beristirahat lalu nikmati filmnya. Saksikanlah Death Race, sebuah action movie yang tidak akan memeras otak penontonnya karena plot cerita hanya ada diawal film mungkin tidak lebih dari 10 menit selanjutnya yang bisa kita nikmati adalah aksi kebut-kebutan para napi yang mengasikkan.

Cerita bersetting tahun 2012 saat resesi ekonomi melanda Amerika dan penjara menjadi tambang pendapatan bagi sipir penjara. Tokoh utamanya Jensen Ames diperankan oleh Handsome Rob upsss maksud gw Jason Statham, sebuah peran yang sepertinya sudah menjadi langganan Jason di sebagian besar filmnya seperti Handsome Rob (The Italian Job ==> dan kabarnya mo dibuat juga The Brazilian Job), Frank (Transporter) dan detektif Quentin (Chaos) sesosok pria macho dan tough. Jensen dijebloskan ke penjara dengan tuduhan pembunuhan terhadap istrinya, sebuah penjara eksklusive yang terletak di lepas pantai. Penjara ini dipimpin ibu sipir yang cantik namun sadis Hennessey (Joan Allen), didalam penjara terdapat sebuah pertunjukkan yang ditayangkan live via internet dengan penggemar jutaan penonton, Death Race! Balap mobil ampe mati yang digelar selama 3 hari, bukan balap mobil biasa karena mobil telah di persenjatai dengan beragam senjata pembunuh. Hadiahnya?? Karena di penjara tentu saja "kebebasan" adalah hadiah yang sangat diincar peserta, Napi yang berhasil memenangkan 5 kali race maka kebebasan sudah menunggunya.

Jensen mengikuti lomba ini sebagai "frankenstein" pembalap yang sebenarnya telah tewas pada balapan terakhir yang dimenangkannya. Frankenstein kembali dimunculkan karena sejak berita "belum pulihnya kesehatan frankenstein" rating Death Race sangat menurun. Kecurigaan Jensen bahwa dia telah dijebak masuk penjara ini tidak terlalu sulit untuk dibuktikan kebenarannya. Kerjasama yang apik antara Jensen, tim balapnya, navigator bahkan dengan musuhnya berhasil menundukkan kekejaman penjara dan memperoleh kebebasannya kembali.

Film ini sepertinya memang tidak menekankan pada permasalahan atau pengungkapan kasusnya, hal ini bisa dilihat dari cerita yang dibuat tidak berputar-putar dan penuh teka-teki sehingga (kembali) SEPERTINYA hanya ingin menyuguhkan "ini lho sebuah film action yang full entertainment tanpa bikin lo pusing!" Kalo kamu menyukai film rumit tentu saja melihat film ini ga' ada tantangannya, tapi kalo cuma mo nyari sisi entertaint-nya aja film ini sudah cukup menghibur. Seperti menyaksikan sebuah games ketika mobil balap saling tembak dan berebut menyentuh panel tameng dan senjata dilintasan balap untuk meningkatkan performance mobilnya, belum lagi keluarnya truk besar yang makin memanaskan pertarungan (walopun sedikit aneh saat seorang pembalap ditabrak badannya tapi bukannya badannya yang berantakan tapi malah kepalanya yang copot hehe..)

Ehhh tapi gw dah telat ya nontonnya, yahh maklum di Bogor baru muncul hiks...

Wednesday, November 5, 2008

James Bond 007: Quantum Of Solace

Rating:★★
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Is it James Bond or just another action movie?? SUCKK!! Buat yang belum nonton James Bond 007: Quantum Of Solace silahkan beli bajakannya saja. Setelah Casion Royal yang menjengkelkan, tanggal 5 November kemarin Quantum Of Solace semakin memantapkan posisi Bond yang makin tidak jelas kedigdayaannya. OK lah gw bisa nerima ketika Casino Royal yang minim gadget dengan alasan ini film remake saat pertama Bond muncul sebagai agent 007 tapi kenapa sekarang juga masih sama aja?? Masa iya settingnya tahun sekarang tapi kemampuannya masih jaman Hercules?? Uppss sorry kalo gw berangapan bersetting tahun ini, coz ga da penjelasannya sih.

Quantum Of Solace dibuka dengan adegan kejar-kejaran mobil (masih dengan Aston Martin) tanpa banyak terjadi kecelakaan apalagi ledakan. Gw tungguin Bond mengeluarkan senjatanya dari tiap body mobilnya tapi ternyata ga' ada, mobil lawannya ditembak dengan gagahnya oleh tangan Bond n langsung meluncur kejurang. Selanjutnya Bond menemui M dengan membawa Mr. White untuk diinterogasi namun saat interogasi orang kepercayaan M berkhianat, peluru melesat ke tubuh M, adegan kejar-kejaranpun terjadi di genteng kota Siena Italy. Gw suka dengan adegan disini, perkelahiannya dan ketika mereka berkali-kali terjatuh dan bergelantungan cukup mendebarkan, lalu sountrack-pun mengalun. Argghhhh.... ternyata setelah Madonna masih ada sountrack Bond yang begitu buruk.

Jalan cerita masih mengenai kemuraman Bond dengan kematian Vesper, bagi yang ga nonton Casino Royal pasti bingung karena ga' da penjelasan apapun atau sedikit flashback siapa vesper dan kenapa Bond begitu dendam terhadap pembunuhnya. Daniel Craig sudah lebih kurus dari saat tampil di Casino Royal (mungkin dia denger omelan gw:D) tapi berhubung masih berkabung dengan Vesper mukanya kaku, keras, sok cool seperti layaknya special Agent like Mr. Bourne. Tampang playboy-nya belum juga muncul, ketika membantu Camile ga' sedikitpun daya pikat seorang Bond terpancar dari raut wajahnya atau gerak tubuhnya. Ketika bercinta dengan seorang agent Inggris yang dikirim untuk menjemputnya juga ga' bikin mupeng. Apalagi tampang ce'nya ga' layak jadi Bond's Girl.

Masalah yang dipecahkan juga kurang ada tantangan, sebuah deal-deal politik juga bisnis untuk menguasai Bolivia oleh Mr. Green (tampangnya lebih pas jadi penjahat seksual daripada pengusaha licik yang punya banyak koneksi). Bond berhasil mengatasinya dengan beberapa ledakan di Hotel dan membiarkan Green mati dehidrasi di padang pasir. Cerita kemudian berpindah kerumah seorang co' yang fotonya selalu ada dikantung jaketnya, tanpa mengijinkan penonton mengetahui apapun tentang hubungan co' itu dengan Vesper segala kepiluan dan kegetiran hidup akibat terbunuhnya Vesper Bond keluar dari rumah tersebut dengan M sudah menunggu dihalaman mengatakan Bond dapat kembali bertugas. Selesai... Lahhh Ini dah selesai??

Apa konsep Bond sekarang adalah sosok gagah perkasa, jago berkelahi dan cool?? Kalo seperti ini, apa bedanya Bond dengan film-film action lainnya? Banyak yang hilang dari identitas film James Bond 007:
1. Tidak ada gadget (kecuali ada yang mau menganggap handphone SE-nya keren)
2. Tidak ada Mr. Q (oohhh i miss this old man)
3. Tidak ada humor
4. Tidak ada seorang agent playboy
5. Bond's Girls bukan lagi sebuah predikat yang membanggakan dan layak untuk diperebutkan
6. OST Quatum Of Solace sangat tidak layak menjadi theme song James Bond (Sorry Alicia Keys... @ least belajarlah dari Sheryl Crow!)
7. Dari sisi penamaan judulnya filmya aja udah kalah jauh dari James Bond sebelumnya, bandingin deh dengan "For Your Eyes Only", Tomorrow Never Die", "The Worls Is Not Enough", "The Spy Who Loved Me"

Gw mau 7 point diatas balik lagi, I want my Bond, the real James Bond.. Pierce Brosnan (from Bogor with luv dahhhh)

Sunday, November 2, 2008

The Mist

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Mystery & Suspense
Apa yang akan terjadi jika sekumpulan orang terjebak di satu tempat dengan bahaya besar mengancam dari luar dan hanya segelintir orang saja yang mengetahui bahaya apa yang mengancam diluar? Secara alamiah kumpulan orang itu akan membentuk kelompoknya sendiri-sendiri, ada yang meyakini kemurkaaan Tuhan telah datang akibat kejahatan umatnya dan akhir jaman telah diambang pintu, ada yang meyakini tidak ada bahaya besar dan menganggap berita itu hanya upaya pembodohan, ada yang mempercayainya dan ada pula yang masih bingung menentukan kelompoknya.

Itulah sebuah cerita yang ingin diangkat dari novel karya pengarang terkenal yang selalu menghadirkan cerita horor dan misteri, Stephen King! Misteri yang menyelimuti sebuah kota kecil tempat David Drayton tinggal, New England, berawal dari badai besar yang diikuti turunnya kabut dari bukit tempat militer menjalankan proyek rahasianya. Penduduk berbondong-bondong memenuhi supermarket untuk membeli persiadaan makanan. Mereka dikejutkan dengan makin tebalnya kabut yang menyelimuti kota, ketika Joe lari dengan mulut berdarah dan berteriak ketakutan maka ketakutan dan kecemasan menyelimuti supermarket itu. Seorang Ibu yang meninggalkan anaknya dirumah nekad menerobos kabut dan tidak ada seorangpun di toko itu mau mengantarnya. Perpecahan mulai terjadi ketika David bersama 3 orang pegawai supermarket mengetahui monster yang membunuh .Norton, tetangga David yang mudah tersinggung bersama kelompoknya memilih meninggalkan supermarket dan mencari bantuan, yang kemudian terjadi hanyalah terdengar jeritan dari tempat parkir. Malam hari semakin mencekam dengan kehadiran makhluk-mahkluk aneh yang berhasil menerobos jendela supermarket dan menyerang dengan ganas. Korban nyawa semakin banyak sementara orang-orang mulai terpengaruh khotbah Ny. Carmody.

Berniat menyelamatkan temannya yang mengalami luka bakar, david dan kelompoknya mencari obat di apotik sebelahnya. Namun yang ditemui disana lebih parah, pintu yang terbuka membuat apotik itu menjadi sarang laba-laba. Seorang polisi militer sempat mengucapkan "maafkan saya, ini kesalahan kami" sebelum akhirnya tubuhnya melepuh dan hancur mengeluarkan anak laba-laba. Untunglah kelompok David tidak banyak yang terbunuh, menjadi semakin parah karena hasutan Ny. Carmody menyalakan kemarahan pengikutnya yang mencari penebusan dosa dengan "darah". Seorang tentara dipukuli, ditusuk, dan dilempar ke luar toko sebagai simbol pengorbanan atas nama "Tuhan".

Tidak mau terjebak lebih lama dengan kelompok yang makin beringas, kelompok David meninggalkan supermarket namun ternyata Ny. Carmody mencium rencana tersebut dan menghalanginya. Dia menggerakkan jemaatnya untuk membunuh anak David dan Amanda. Ollie (pegawai supermarket) segera mengambil tindakan cepat yang seharusnya sudah dilakukannya sejak awal Ny. Carmody mulai berkhotbah, Ollie menembak Ny. Carmody! Sayang... ketika mereka berhasil mendekati mobil, Ollie justru dimakan monster. Hanya 5 orang yang berhasil masuk ke mobil David. Setelah menemukan istrinya yang juga telah meninggal, David beserta anak dan ke-3 temannya melanjutkan perjalanan mencari tempat yang aman dari serangan monster.

Akhir cerita The Mist sungguh tragis, sebuah pelajaran besar tentang keputusasaan dan penyesalan menutup film ini dengan sempurna. Bagi yang menyangka film ini akan bercerita tentang serangan-serangan monster anda salah, karena film ini justru memperlihatkan sebuah gambaran bagaimana umat manusia dalam menghadapai masalah yang jauh dari bayangannya dan seberapa besar kemampuannya untuk bertahan menghadapi tekanan.

Wednesday, October 29, 2008

Eagle Eye

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Telat?? Ya sebenernya gw dah pengen nonton Eagle Eye dari seminggu yang lalu tapi keburu turun dari XXI, rencananya sih weekend mo ngejar ke Platinum Margocity tapi ternyata ngecek di 21Ekalokasari masih ada. Beberapa minggu nangkring di box office gw dah yakin kalo film ini bakal seru.

Kesibukan petinggi-petinggi keamanan US membuka film dengan sebuah kisah tragis pengeboman terhadap seorang teroris target operasi ketika sedang dilakukan pemakaman. Sebuah kesalahan pengambilan keputusan dengan mengindahkan prediksi keberhasilan operasi yang hanya 51%.

Ceritapun dimulai dengan kehidupan seorang Jerry Shaw, surprise juga ngliat seorang Chass maksud gw Shia LaBeouf di film constantine, Sam di film Transformers dan anaknya Harrison Ford dalam Indiana Jones terlihat sangat dewasa di film ini. Dengan jambang tipis dan kulit lebih gelap LeBeouf tampil sebagai seorang pria cuek dan mandiri. Sikapnya yang berlawanan dengan harapan orangtuanya menjauhkannya dari keluarga, dia baru kembali ke rumah setelah mendengar berita kematian saudara kembarnya, Ethan. Selain fisik, Ethan sangat berbeda dengan Jerry, hal itu terekam dari sederet piala yang memenuhi kamar Ethan. Sekembalinya Jerry ke apartemennya ia dikejutkan dengan jumlah tabungannya yang melonjak hingga $750.000 dan tumpukan barang berbahaya dikamarnya. Belum hilang keterkejutannya dia mendapat telfon dari nomor tak dikenal dengan suara wanita yang seperti robot. Jerry yang tidak mau menuruti perintah wanita tersebut akhirnya berhasil ditangkap agen FBI. Tom Morgan yang mencecar beragam pertanyaan tidak mempercayai sedikitpun penjelasan Jerry. Ketika Jerry mendapat kesempatan untuk menelfon, dia justry kembali tersambung dengan wanita robot tadi, kali ini Jerry menurutinya.

Sesuai perintah dia menaiki mobil hitam yang dikendarai seorang wanita (Rachel), awalnya keduanya saling menyalahkan namun akhirnya menyadari mereka sama-sama dijebak entah oleh siapa dengan taruhan nyawa anak rachel. Adegan khas film action tersaji sempurna, mobil yang melaju kencang dengan meninggalkan kecelakaan dan ledakan walopun dah sering lihat tetep aja seru, dan ketika mereka menerobos setiap perempatan jalan dengan lampu hujau yang terus menyala ngingetin gw ma Italian Jobs.

Penonton diajak menetralkan kembali detak jantungnya ketika Jerry dan Rachel melalui tv disebuah pertokoan mendapatkan penjelasan bagaimana mereka bisa selalu dalam pengawasan. Tapi tidak berapa lama setelah mereka melewati pemeriksaan di Bandara, adegan pengejaran Tom hingga Jerry & Rachel berhasil naik pesawat kargo seru banget... kasian Tom... dah tua masih harus lari-lari, meluncur dan kejedot pula.

Di tempat lain (lantai 36) Agen Zoe bersama dengan salah satu staf dephan berhasil memecahkan pesan Ethan dari kode morse yang disampaikan melalui lampu HP (ada-ada aja nih idenya). Dalam sebuah ruang khusus anti sadap mereka melaporkan akar permasalah sebenarnya. Actionpun menjadi makin seru, dijalanan ada Jerry dan Tom yang dikejar pesawat pengebom untuk mengejar Rachel yang membawa bom ke tempat pertemuan petinggi Amerika, dilantai 36 ada Zoe dan Bowman yang berusaha keras menghancurkan sistem komputer hasil sebuah project dengan nama "eagle eye", sedangkan digedung pertemuan Rachel menanti cemas kehadiran anaknya.

Dari cerita gw diatas udah ketahuan kan gimana film "eagle eye" menurut gw?? Yups, sebagai sebuah film action Eagle Eye dikemas bagus dan adegan-adegannya berlangsung seru, menegangkan namun aksinya cukup realistis, walaupun.....dari sisi cerita, ide film ini tentang kemampuan mesin yang akhirnya justru menguasai manusia sebenarnya udah banyak.

Monday, October 27, 2008

Max Payne

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Gw penasaran dengan aksi terbaru Mark Wahlberg, karena tampangnya beda banget dengan film terakhirnya yang gw tonton "The Departed", malah mirip-mirip Jason Bourne. Tanpa temen, tanpa tahu sinopsis ceritanya dan tanpa tahu kalo film ini adalah adaptasi dari Video Game gw nonton di XXI Senin kemarin.

Adegan diawali dengan tenggelamnya Max Payne di sungai yang sangat dingin yang kemudian beralih ke kejadian selama seminggu sebelumnya. Max Payne adalah polisi NY yang sangat depresi dengan kematian istri dan anaknya.Ketika sedang mencari informasi di apartemen Trevor dia bertemu dengan Natasha, ce' yang menarik perhatiannya dengan tattoo sayap di pergelangan tangannya. Godaan Natasha ternyata tidak cukup mempan, dengan kesal Natasha meninggalkan apartemen Max namun di tengah jalan dia diserang sosok monster bersayap yang membunuhnya dengan sadis.

Alex, teman Max yang menyelidiki kasus pembunuhan Michele istri Max mengajak Max ke lokasi pembunuhan karena dompet Max ada pada Natasha. Hubungan mereka tidak begitu baik karena Max menganggap Alex tidak serius menyelidiki pembunuh istri dan anaknya. Bersama tumpukan file-file kasusnya Alex akhirnya menemukan persamaan dalam kasus Michele dan Natasha, ia pun menghubungi Max dan segera ke apartemennya.Namun sayang, Alex justru dibantai di apartemen Max sehingga kalangan polisi mencurigai Max sebagai pelakunya.

Max beruntung masih memiliki BB sahabat ayahnya yang selalu mendampinginya. Bersama dengan Mona, kakak Natasha mereka mencari pembunuh yang sama ditengah jalanan kota NY yang gelap dan bersalju. Max berhasil mendapatkan bukti keterlibatan perusahaan istrinya dalam uji coba obat "drugs" untuk tentara yang menimbulkan halusinasi bagi pemakainya.

Tidak ada aksi perkelahian seru layaknya film action, hanya tembakan-tembakan brutal yang kadang bikin gw senyum-senyum sendiri karena Max yang seorang diri selalu lolos dari tembakan oleh tim beregu sekalipun. Yaa namanya juga Jagoan!! (tapi kena dikit kan lebih realistis kan pak sutradara...). Dialognya juga biasa aja. Yang keren dari film ini menurut gw justru pada kemampuan Mark Wahlberg dalam memerankan tokoh Max yang "desperado" dan slow motion ketika peluru ditembakkan. Ka'nya sih film ini akan dikin sequelnya, karena di pertarungan terakhir Max berhalusinasi monster bersayap setelah meminum drugs yang diselipkan BB ke kantong jaketnya.

Monday, October 20, 2008

Laskar Pelangi (PDF File)

Mencungkil dari posting gw beberapa bulan yang lalu tentang "Laskar Pelangi"...

Buat gw karya Andrea Hirata keren karena:

  1. Andrea Hirata membawa cerita real kalangan bawah tanpa mendramatisir kemiskinan dengan cerita mendayu-dayu penuh airmata kepalsuan (laskar pelangi – in the beginning)
  2. Andrea Hirata menghadirkan kisah menyentuh dari dunia pendidikan, bukan hanya hasil pendidikan di sekolah tapi juga hasil pendidikan di keluarga dan lingkungan yang bisa dijadikan teladan dan inspirasi bagi pembacanya (laskar pelangi – in the middle)
  3. Andrea Hirata mengajarkan bagaimana menyikapi kenyataan hidup yang terkadang sangat pahit dan jauh dari yang kita harapkan (laskar pelangi – in the end)

Seperti Ikal, gw juga mencintai sosok Lintang kecil dengan semangat kayuhan sepedanya untuk sampai di sekolah, semangat belajarnya ditengah segala keterbatasan dan dengan anugerah kecerdasannya. Walopun gw tahu setelah Bapaknya meninggal Lintang tidak bisa melanjutkan sekolahnya tapi gw masih percaya saat dewasa nanti Lintang paling tidak menjadi Guru yang hebat. Dan ketika sebuah bedeng kecil, kumuh menjadi tempat tinggalnya dan ketika sebuah tronton menjadi benda yang dikemudikannya dan ketika kemiskinan masih memeluk erat nasibnya dan ketika kecerdasan masih melekat diotak encernya dan ketika di atas semua itu dia berkata

”Jangan sedih Ikal, paling tidak aku telah memenuhi harapan ayahku agar tidak jadi nelayan...”.
Seperti Ikal, gw juga tidak terima dengan kenyataan yang menimpa Lintang.

Sang Pemimpi dan Edensor ada disini (ga muat euy!)
Attachment: Laskar Pelangi.rar