Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts

Tuesday, June 23, 2009

I Forgot.... (as always)

Beberapa pasangan saling menautkan jemarinya berjalan pelan menelusuri jalanan rindang dengan udaranya yang sejuk disebuah kebun luas kota Bogor. Tidak seperti pasangan lain yang mengumbar kemesraan, sepasang pria dan wanita mencoba berjalan santai dengan bahasa tubuh yang kikuk. Sang wanita menyimpan kedua tangannya kedalam saku jaketnya dan berusaha mati-matian membuat pembicaraan yang menarik, sang pria dengan ketenangan gunung es berkali-kali memainkan rokoknya tanpa pernah berani menyalakan didekat teman wanitanya. Ia ingin sekali bisa membalas setiap obrolan, tapi otak encernya selalu buntu dan menjadi beku setiap berhadapan dengannya... masih tetap sama seperti masa-masa berseragam dulu, ketika mereka berada disatu lingkungan yang mengharuskan setiap saat bertemu tapi tanpa sebuah pembicaraan berarti. Terkadang... yang keluar dari mulutnya malah sebuah kesinisan menyakitkan, cukup menyakitkan hingga sang wanita terdiam sejenak meredakan emosi untuk kemudian dengan kekebalan hatinya memulai lagi pembicaraan.

Sang wanita mengeluarkan tangan kanannya dan mengarahkan telunjuknya ke arah jembatan gantung yang tidak jauh dari tempat mereka sekarang berjalan.

"Lo tau mitos jembatan gantung itu?"

tanpa menunggu jawaban ataupun sebuah anggukan dia melanjutkan ceritanya

"Setiap pasangan yang melewati jembatan merah itu ga' ada yang berani gandengan, bisa putus katanya. Dulu gw nantangin best friend gw, gw pengen persahabatan qt putus aja jadi kan qt bisa jadi pacaran hehehhee jadi gw minta dia nggandeng gw, eh dia ngga' mau malahan jalannya ngibrit ninggalin gw. Lo tau kenapa??"

sebuah pancing telah dilemparkan
"heh! dia ga' mau kan pacaran ma elo" datar dan sinis

"ahh kalo itu mah udah pasti" sebuah jawaban ringan dengan sebuah senyuman lebar tidak memperdulikan lirikan tajam dan senyum sinis yang selalu menghiasi ujung bibir sang pria setiap memberikan tanggapan atas ceritanya

"tapi yang pasti.... dia ga' bakal nggandeng gw, nggandeng tunangannya sekalipun... karena dia ikh-wan. Mana ada ikhwan nggandeng yang bukan muhrimnya?? Ga' perlu heran kalo gw punya temen baek seorang ikhwan" sang wanita terus bicara menutupi kegelisahannya

"itung-itung gw nguji keimanan mereka. Ngerjain ikhwan tu lucu banget, pernah... temen ikhwan gw tantangin mboncengin gw & mila, boncengan betiga!!! kebayang ga' sihh muka tegangnya sewaktu temen yang laen dah pada ngabur ninggalin qt betiga. Bahkan tetangga kost-ku pindah kostan gara-gara sering gw kecengin. Ya ampyuuunnn... mereka tuh lucu banget kalo lagi sal-ting"

kembali sunyi dan sang wanita sepertinya sudah menyerah, ia melemparkan pandangannya ke pinggiran sungai dan berharap arus deras sungai sempur dapat menghanyutkannya dari tempat ini dan kepalanya menghantam batuan besar yang banyak terdapat di sepanjang aliran sungai sehingga dapat melupakan pertemuan sore ini bahkan kalo bisa menghapuskan semua hal tentang sosok pria dingin disampingnya. Jantungnya tersentak dan seketika berhenti berdetak ketika sebuah tangan meraih tangan kanannya dan menggenggamnya dengan erat. Mulutnya yang selalu penuh cerita tiba-tiba kelu, hanya mata kecilnya yang mencoba mencari jawaban pada wajah tanpa ekspresi dihadapannya.

"sekarang gw akan nggandeng tangan lo sampai ujung sana dan gw ngga' peduli persahabatan qt.... kalopun ini bisa disebut sebuah persahabatan, akan berakhir. qt taruhan!
qt akan melewati jembatan ini tanpa sepatah katapun dan bagi siapa yang ngomong duluan harus membayar taruhannya.
Okeh, lo duluan... apa taruhan lo?"

Sang wanita mencoba sekuat tenaga menguasai keterkejutannya, jantungnya kembali berdetak tapi sekarang lebih cepat tanpa irama membuat paru-parunya kehabisan oksigen. Ia kembali memungut otaknya yang tadi telah hancur menghantam batu, membuang mukanya dari wajah dingin yang selalu menggetarkan hatinya, mengisi paru-parunya dengan oksigen yang melimpah disekelilingnya dan kembali menatap wajah dingin itu dengan wajah munafik yang selalu berhasil menipu orang-orang yang dicintainya.

"ahh curang lo, lo yang ngajak taruhan malah gw duluan yang bikin taruhannya. okeh..okeh.. let's me think for a while. hmm... kalo nraktir makan... ah ngga' ngga'!! enteng banget buat lo ya. gimana kalo lo ngongkosin gw pulang kampung, tapi PP ya!!"

"Ok, kalo gw yang ngomong duluan gw akan nganterin lo pulang sampai rumah lo sampai ketemu orang tua lo"

Sang wanita sudah membuka mulutnya untuk meluruskan taruhannya tapi kali ini sang pria berbicara lebih banyak tanpa bisa di potong.
"dan kalo lo yang ngomong duluan, lo menjadi pendamping hidup gw!"

"Maksud lo apa??" jerit sang wanita dengan penuh kecemasan. tapi itu hanya jeritan dalam hatinya karena tanpa memberi kesempatan bertanya sang pria telah menarik tangannya dan kaki mereka telah melangkah di jembatan gantung berwarna merah yang kali ini.... tidak menghadirkan kelucuan seperti dulu ia melewatinya dengan sang ikhwan atau dengan temennya yang lain.
Tega banget sih lo!! dari dulu nyuekin gw bahkan nyakitin gw dan tiba-tiba setelah 7 tahun lamanya terpisah tanpa tahu kabar beritanya lo dateng membawa taruhan sialan ini. Damn!!! Oh God... gw mungkin masih menyukainya tapi gw dah lupa seperti apa rasa yang dulu gw punya, apa mungkin dengan semua kebekuan yang selama ini qt miliki dapat menjadi pondasi hubungan kami?
Apa mungkin qt yang tidak saling mengenal dapat saling memahami?
Kalo semuanya mungkin kenapa harus gw yang kalah dalam taruhan ini? kalah untuk menang??
oh ya... bagusss kekalahan gw buat kemenangan lo, dari dulu kan elo emang ga' pernah mau kalah. Dan disinilah qt sekarang... kembali menguji keangkuhan, bukankah bertahun-tahun yang lalu qt berdua juga lulus dengan predikat cum laude oughh bahkan suma barangkali. Percayalah wahai pria sedingin benua antartika kali ini pun qt akan memenangkannya.
Tapi bagaimana kalo ini kesempatan yang diberikan Tuhan?? Bukankah ini saat yang gw nantikan, bukankah ini saatnya gw menentukan takdir gw. Cinta bukan dicari... diraih... cinta kan hadir sendiri ... begitu kata Dewa19, sekarangpun dia hadir jadi ini saatnya bagi gw untuk meraihnya. Sayup-sayup suara merdu Sarah McLahan mengisi kesunyian yang belum juga terpecahkan

I have a smile stretched from ear to ear to see you walking down the road
we meet at the lights I stare for a while the world around us disappears

just you and me on this island of hope
a breath between us could be miles
let me surround you my sea to your shore let me be the calm you seek
oh and every time I'm close to you there's too much I can't say
and you just walk away

and I forgot… to tell you I love you
and the night's too long and cold here without you
I grieve in my condition
for I cannot find the strength to say… I need you so

ENGGAAAAKKKK!!!
Sang wanita terus berperang dengan kata hatinya dan kali ini dia tidak mau kalah dengan ego-nya. Tidak, tidak boleh lupa, inilah saatnya.. sore ini, dijembatan ini!!! Tidak boleh lagi ada keangkungan apalagi kemunafikan, walopun harus kalah dalam taruhan ini... ia harus bicara, jangan sampai terlambat... ujung jembatan sudah teramat dekat dan inilah saatnya. Suara Sarah McLahan semakin keras terdengar ...
and everytime I'm close to you there's too much I can't say... Ini saatnya gw mengatakannya....
and I forgot to tell you i love you ... Belum terlambat mengatakannya ...
I greave in my condition ... tidak boleh ada kesedihan lagi apalagi penyesalan... katakan sesuatu!!! Apapun!!! Break it!! Sang wanita memejamkan matanya, mengucapkan do'a mengharapkan restu Tuhan...

"sudah jam 5"
sang wanita terlonjak, itu bukan suaranya bukan pula suara Sarah. kali ini bukan dia yang kalah, dia memenangkannya... mereka memenangkannya... takdir telah menyapanya lewat sebuah taruhan gila.
"Subuh dulu!! sudah jam 5!"

Sang wanita membuka matanya.... ujung jembatan tidak lagi terlihat, tidak ada yang menggandeng tangan kanannya ... hanya ada Jojo boneka kermit dihadapannya dan suara yang dikenalnya dibalik pintu kamarnya. Suara Sarah masih mengalun menorehkan perih diawal harinya ....and I forgot to tell you i love you ... 
dan iapun beranjak dari tempat tidurnya mematikan winamp-nya.
================================================================
belum terlambat buat ngucapin met ulang tahun kan??
kadonya cerita basi ini aja ya
happy b'day.... wish d'best 4 u both

Thursday, November 27, 2008

We'd see the day When Nobody Die (A Song for Mumbai)

From underneath the trees, we watch the sky
Confusing stars for satellites
I never dreamed that you'd be mine
But here we are, we're here tonight

Singing Amen, I, I'm alive Singing Amen, I, I'm alive

If everyone cared and nobody cried
If everyone loved and nobody lied
If everyone shared and swallowed their pride
Then we'd see the day when nobody died

And I'm singing Amen I, Amen I, I'm alive.. Amen I, Amen I, Amen I, I'm alive

And in the air the fireflies Our only light in paradise
We'll show the world they were wrong
And teach them all to sing along

Singing Amen, I, I'm alive .. Singing Amen, I, I'm alive (I'm alive)

And as we lie beneath the stars We realize how small we are
If they could love like you and me Imagine what the world could be

We'd see the day when nobody died


Seandainya tidak ada pembantaian terhadap muslim Kashmir oleh Hindu India, seandainya penyelesaian tindak kejahatan bukan hanya berhenti di pengadilan tetapi langsung ke akar permasalahan, seandainya penindasan terhadap kaum muslim tidak melahirkan dendam yang menelan korban yang tidak terkait konflik, seandainya... ah entahlah... sebagai orang yang tidak terlahir di wilayah konflik gw ga' ngerti sampai sejauh apa dampak konflik pada kejiwaan seseorang.


Benar kiranya apa yang diucapkan Chad Kroeger vokalisnya Nickelback
JIka setiap orang saling memperhatikan dan tak ada airmata
JIka setiap orang saling mencintai dan tak ada yang berdusta
Jika setiap orang saling berbagi dan menundukkan kesombongannya
Maka kita akan melihat suatu hari dimana tidak ada seorangpun mati sia-sia

*Turut berduka atas setiap tetes darah yang mengalir di Mumbai

Wednesday, November 19, 2008

Jensen Ackles.. To Good To Be True??




Nama: Jensen Ross Ackles
Tempat tanggal lahir: Dallas-Texas, USA, 1 March 1978
Tinggi : 1.85 m,
Berat : ?kg tapi kalo diturunin 3-5kg ka'nya lebih ok (ketauan yang sukanya jangkis=jangkung-kurus-manis)
Daftar Film:
* My Bloody Valentine 3-D (2009)
* Supernatural (2005-2008)
* Ten Inch Hero (2007)
* Smallville (2004-2005)

Body : Ok walopun ga' terlalu sixpack
Mata : Sexy
Senyum: Muanniss bangets
Tingkah: Cool tapi konyol abiz

Terlalu sempurna buat digandeng pulang kampung lebaran haji nanti??

Sunday, November 16, 2008

Jangan Pernah Kau Bunuh Mimpimu

Mengapa harus ada airmata saat mimpimu kembali hancur, adakah yang perlu disesali dari mimpimu sehingga kau biarkan dirimu terjaga agar mimpi tidak akan pernah datang membuaimu?

Seperti pohon yang tidak putus asa menumbuhkan tunasnya seperti itulah seharusnya kamu menumbuhkan mimpimu. Angin kadang datang tergesa-gesa dan dengan kekuatan ganasnya merontokkan dedaunan dan bunga-bunga yang baru saja memberanikan diri membentuk kuncupnya. Namun selama akar masih kekar mencengkeram tanah dia tidak akan berhenti menyesap air, bersama matahari yang selalu menemaninya tiada kata menyerah baginya membentuk tunas-tunas baru, ranting-ranting baru dan bunga-bunga indah yang akan mempercantiknya.


Angin mungkin akan kembali datang merenggutnya tapi angin juga bisa datang dengan kelembutan belaian seorang ibu membawa serta serbuk sari untuk putik bunga yang telah lama menanti kehangatannya. Suatu saat dari pohon yang daunnya pernah rontok, dari pohon yang rantingnya pernah patah, dari pohon yang kuncup bunganya pernah jatuh sebelum mekar akan bermunculan buah termanis yang menyegarkan. Tidakkan kamu ingin memetik buahnya??

Hapus airmatamu, tataplah kembali dunia dengan keyakinan dan ketangguhanmu. Kembalilah bermimpi sahabat, dalam mimpi-mimpimu kutemukan senyuman terindahmu. Jangan biarkan badai merenggut senyum itu, jangan pernah kau bunuh mimpimu.