Sunday, February 8, 2009

"Yakuza Moon": Apa Arti Bulan Dalam Hidupmu?

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author:Shoko Tendo
"Akhirnya, aku menyadari bahwa yang penting dalam menulis otobiografi bukanlah menjadikan diri sendiri tampak baik atau menciptakan prosa yang indah, tetapi kejujuran pada diri sendiri. Inilah yang kupelajari dari surat penuh kasih yang kuterima dari ayahku setelah meninggal."

Itulah cacatan akhir Shoko Tendo, anak seorang Yakuza yang menceritakan pahit getir kehidupan yang dijalaninya. Ini buku pertama berbau "Yakuza" sebuah gang mafia di Jepang yang gw baca sehingga gw ga' punya referensi kehidupan Yakuza. Mungkin qt harus bertanya dulu sama Andri yang lagi memperdalam ilmu ninjanya pada Hatori untuk mengalahkan kejayaan Naruto, atau malah pada mba'yu kenny yg bersuamikan seorang Samurai emmhh.... tapi Om Sam kan justru memperdalam ilmu perikanan:(

Sepak terjang Yakuza ga' dibahas dalam buku setebal 245 lembar terbitan Gagas Media, sebagai sebuah otobiografi Shoko menceritakan jalan hidupnya yang teramat berat untuk dijalani sebagai seorang anak perempuan sejak usia yang masih sangat muda. Usianya baru sekitar 7 tahun ketika ayahnya, seorang pemimpin Yakuza bangkrut dan dipenjara. Penghinaan, caci maki dan direndahkan oleh tetangga juga perlakuan kasar teman sekelasnya bahkan gunjingan menyakitkan dari gurunya selalu menyertainya selama ia sekolah dan tumbuh dilingkungan rumahnya. Keadaan ga' menjadi lebih baik ketika ayahnya dibebaskan dari penjara, karena ia justru dapet perlakuan kasar dari ayahnya yang berubah menjadi pemabuk.

Kehidupan Shoko mulai kacau di usia 12 tahun sejak ia mutusin jadi Yanki (anak liar dengan dandanan yang "aneh" mulai dari cat rambut, pakaian seksi & dandanan menor, melewatkan kehidupan malam clubbing dan fly dengan menghirup thinner juga free sex). Pada awalnya Shoko menjadi Yanki karena mengikuti kakak perempuannya, Maki dan kemudian ia memiliki gang sendiri. Sekolahnya kacau bahkan ia sempat dipenjara untuk selanjutnya dimasukkan dalam sekolah khusus anak nakal. Namun hukuman tidak membuatnya jera, ia kembali menjalani rutinitasnya hingga akhirnya ia mengenal narkoba. Keadaan keluarganya semakin kacau karena hutang semakin menumpuk, Shoko-pun makin kacau, racun narkoba mengantarnya menjadi budak seks Maejima, rekan bisnis ayah Shoko yang menyuplai kebutuhan narkoba Shoko dengan imbalan seks liar dan perlakuan kasar.

Shoko menemukan cintanya di usia 17-an ketika ia bekerja sebagai pelayan bar pada Shin, salah satu pelanggannya yang telah beristri. Dengan sebuah apartemen pemberian Shin di ulangtahunnya yang ke-18 tidak membuat Shoko menikmati kehangatan cinta layaknya pasangan lainnya, bagaimanapun juga ia hanya seorang "gundik". Hubungannya dengan Maejima juga masih berlanjut untuk narkoba dan membunuh kesepiannya hingga akhirnya Shoko benar-benar mengakhirinya dengan tekad kuat sembuh dari kecanduan, untunglah sebulan kemudian Maejima meninggal sehingga ia benar-benar bisa terlepas dari pria bejat ini. Jalinan cintanya dengan Shin berakhir setelah Shin memiliki anak dari istrinya. Tawaran cinta baru dan uang berlimpah dari Kuramochi ternyata tidak diterimanya, ia justru memilih seorang pecundang bernama Ito. Shoko sangat mencintai pria yang sudah beristri ini sehingga semua kebohongan dan bermacam perlakuan kasar Ito terhadapnya bahkan sampai mengancam nyawanya selalu dimaafkannya. Shoko menemukan kebebasannya melalui tato yang menghiasi hampir semua bagian tubuhnya. Beruntung bagi Shoko ia akhirnya bertemu pria lain yang sangat mencintainya dan memperlakukannya dengan sangat baik, Shoko dan Taka kemudia menikah dan mengawali kehidupan rumah tangga dengan keadaan yang sangat miskin. Badan Shoko masih belum pulih dari amukan kekejaman Ito yang ga' rela ia menikahi Taka, wajahnyapun menjadi cacat sehingga ia keluar dari pekerjaan, begitu pula Taka yang dipecat dari Yakuza.

Mereka bekerja dengan keras semakin keras dan makin keras lagi… namun itupun ga' mampu ngangkat mereka dari kemiskinan karena Maki yang bersuamikan seorang penjudi selalu menggerogoti kehidupan Shoko. Kesehatan mental Shoko memburuk sejak ibunya meninggal, di usia 24 tahun ia mengalami depresi dengan halusinasi-halusinasi kelam dan kejam dimasa kecilnya hingga berat badannya merosot tajam dan puncak dari sakit mental dan fisiknya adalah ketika ia mengalami koma hingga 1 minggu. Kesembuhan membuka pandangan hidup Shoko ke arah yang lebih positif, ia melakukan operasi plastik dan bisa kembali menjadi hostes dengan sebuah misi "akan menjadi hostes nomer satu". Keberhasilan kerjanya ternyata tidak membuatnya berhasil mengembalikan kehambaran kehidupan rumahtangganya, ia memilih bercerai.

Di usia 29 tahun, ia mendapat berita yang sangat mengejutkan… ayahnya mengidap kanker stadium akhir dan sisa usianya hanya tinggal 6 bulan. Pada sisa usia ayahnya itu, Shoko menemukan cinta seorang ayah yang selama ini sangat jauh dari dekapannya. Pagar yang dulu menjulang tinggi mambatasi ungkapan cinta dan sayang antara ayah dan anak akhirnya diruntuhkan oleh penyakit kanker. Sepeninggal ayahnya, Maki kemudian menata kehidupannya dengan membuang parasit hidupnya dan menjadi single parent. Shoko dan Maki menjadi hostes terkenal di bar-nya masing-masing, Shoko-pun mulai berpikir panjang tentang hidup yang akan dijalaninya dimasa mendatang. Di usia 33 tahun ia memutuskan untuk berhenti menjadi hostess dan akan beralih pekerjaan lainnya sekaligus memulai berusaha mewujudkan impiannya menjadi penulis.

Luar biasa bukan kehidupan seorang Shoko Tendo dalam rangkaian usianya yang masih sangat muda ia harus menjalani kehidupan luas biasa keras namun tidak pernah ada kata menyerah atas semua kegagalan dan penderitaan yang dialaminya. Gw sangat mengagumi sosok wanita berhati baja ini, mungkin ia pernah terperosok dan lama terbenam dalam kenistaan hidup yang dipandang sebelah mata atau bahkan tidak pernah dipandang oleh sebagian besar orang yang memiliki standar norma, moral dan agama tinggi, namun ia berhasil lolos dari hisapan lumpur mematikan dan kembali merangkak, berjalan dan berlari dijalanan "normal". Lalu apa makna bulan bagi seorang anak Yakuza? Coba aja baca lengkapnya dalam buku Yakuza Moon dan lo akan nemuin keoptimisan Shoko dalam menjalani kehidupan. Ternyata banyak hal didunia ini yang bisa menginspirasi hidup seseorang, mungkin sepele bagi orang lain tapi bisa begitu berarti bagi seseorang.... namun pada dasarnya "Baik Buruk Jalan Hidup yang Qt Pilih" berpulang pada kemauan dan tekad orang itu sendiri untuk membentuk kepribadiannya dan bagaimana meraih impiannya.

Saran gw... kalo buku ini ga' selesai dibaca malem hari jangan coba-coba nerusin baca di angkutan terutama dibagian Shoko menemukan cinta dari ayahnya, kecuali lo punya daya tahan tinggi terhadap kisah melow. Huwaaa.... bisa banjir deh... (ini ke-2 kalinya gw nangis di bus, busyettt dah Ndah!!!!!).
Saran gw satu lagi... (halah kebanyakan saran ga' penting)
Sering-seringlah membongkar koleksi novel temen lo, sapa tau bisa dapet buku baru masih dalam plastik ka' gw..... hihiiiii... ada yang bersedia bukunya gw perawanin??

Wednesday, February 4, 2009

Ciao Italy! Catatan Petualangan Empat Musim

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Travel
Author:Gama Harjono
Buku traveling lagi?? Teriak orang udik dipojok gardu ronda. Ya iyaalaahhh.. mumpung demam traveling masih mewabah siapapun elo yang doyan jalan pinter nulis dan mendapat limpahan berkah lirikan penerbit bersiaplah menjadi terkenal dan bersiap-siap dengan kantong lebih tebal melakukan perjalanan berikutnya. Dari judulnya jelas sudah jelas memikat hati….
“Ciao Italy! Catatan Petualangan Empat Musim” OMG ini kan kampong gw!! (PLETHAKK!!!!)
Cover-nya cantik dan ngintip isinya hm…. Banyak foto berwarna yang walopun kualitas dan penataannya kurang bagus tapi dah lebih baik dari beberapa buku traveling lainnya yang cuma naro foto warna favorit Bang Jacko… item-putih! Hhiih-Hii.. (naik 1 oktaf)

Mengapa Italy? Begitulah Gama membuka novelnya dengan sebuah pertanyaan, “Saya ingin mengenal Italy secara intim dari persektif insider” jawabannya dalem bangets…
Coba kalo gw yang ditanya (erghh.... ada yang nanya kan??), pasti jawabannya tetap seputar paolo maldini (yang bentar lagi tergantikan Kaka), rumput san siro, si kuda jingkrak Ferrari dan sarang mafia… Sisilia, sayangnya di buku ini ga’ bisa gw rasain euphoria milanisti di san siro maupun lesatan balap jet darat apalagi perang mafia.

Lalu gimana cara Gama mengenal Italy secara intim? “Tutte le strade portano a Roma” yang artinya "Saya dapat hadiah dari biscuit Roma"... BUKAAAANNNN tapi.. “Banyak jalan menuju Roma”!! Persiapannya hampir 2 tahun dengan mengikuti les bahasa Italy di… Ausy (GLEKK!! Ga’ kurang jauh lagi mas?) Voila…. Dia mendarat di Italy sebagai pelajar tepatnya mahasiswa Universita per Stranieri (Unistra) Perugia. Nah… inilah yang bikin novel ini berbeda dengan novel traveling lainnya (umumnya hanya cerita perjalanan singkat) Gama menceritakan kisah hidupnya di Italy mulai dari leletnya birokrasi proses pengurusan izin tinggal, suka duka berbagi tempat dengan roommate, kehidupan keluarga Italy, tempat-tempat cantik nan memikat, bangunan sejarah yang masih gagah perkasa, gang-gang sempit dengan vespanya, event-event nan gegap gempita yang ia temui, tips dan catatan ringan namun penting qt tahu, menu makanannya yang bikin ngiler bahkan edannya lagi sampe resep masakanpun Gama taro secara khusus dibagian akhir buku Ciao Italy ini… slruuuuppp. Sebagai petualang yang berlabel mahasiswa Gama juga cerita tentang perkuliahannya dan kehidupan mahasiswa setelah jam kuliah.

Selama 4 musim di Italy (dari musim duren ampe musim kawin) Gama berhasil mengunjungi banyak tempat, bangunan monumental yang tersebar dihampir seluruh penjuru Italy yang dulu cuma bisa gw bayangin dari banyak novel berbau-bau Italy sekarang ga’ perlu susah ngebayangin karena udah tersaji lengkap dengan fotonya. Jaman renaissance memang telah memoles Italy menjadi kota sejarah peradaban tinggi, cerita Gama tentang Firenze ngingetin masa awal kuliah dulu ketika gw dengan asyiknya membuat rangkuman point-point penting bukunya Nicholo Machiaveli… wuekekkekk ceritanya mo niru alm pimpinan Indonesia yang menjalankan kedikatatorannya persis ka’ pesen eyang Nicho dalam buku Il Principle!

Penjelajahan Gama meliputi Roma dengan harta karun karya seninya, Vatican City (sudah pasti kisah angle vs damon by Dan Brown langsung berkelebat), Cinque Terre (5 desa nelayan yang dilindungi UNESCO), Siena, sisi lain kota Naples, sicantik nan seksi Venesia, kota fashion Milan (ihh pantesan gw fashionable banget yak!!), Negara kecil San Marino (wuzzzz!! Ada ferarri ngejar metro mini), mengupas banyak kota kecil di Perugia (secara ini tempat tinggalnya), ikut mengagumi kegeniusan abad reneisance di Firenze, ga' ketinggalan menyebrang hingga Perancis dan menutup empat musimnya dengan kamping di Norcia. Bukan hanya bangunan dan pemandangan alamnya yang bikin ngiler, aneka kopi, aneka pasta, spaghetti, pizza, panettone, pan d’or, torroni dan makanan khas Italy lainnya tersaji dalam buku ini. Seperti di Indonesia yang rasa kekeluargaannya masih sangat kuat, cerita Gama tentang kedekatan keluarga Italy smakin menancapkan doktrin “mafia story” dikepala n tentu aja makin pede karena gw dan “dia” dibesarkan dilingkungan yang hampir sama (DHEZZIGGHH). Tapi agak khawatir juga nih pacaran ma co’ Italy, oke-lah mereka super guanteng, seksi, pinter masak pula tapi penyakit Il Mammone (udah gede dewasa & tua tapi masih anak mami) yang diderita si ragazzo (co’) sedikit mengkhawatirkan.

Fuihhh masih buanyak banget hal menarik yang bisa didapet dari “Ciao Italy! Catatan Petualangan Empat Musim” karya Gama Harjono ini, buruan koleksi bukunya dan tentu aja buat dibaca bukan ditumpuk dirak buku. Buku ini bisa dibaca pecinta traveling, pecinta bangunan bersejarah, pecinta masak, pecinta kopi dan tentu saja akan sangat pas buat PECINTA ITALY! Setahun memang masih belum cukup bagi Gama yang seorang mahasiswa untuk menjelajahi, sehingga masih banyak kota yang belum disinggahi, markas milan, ferrari & ducatti masih terlewati, bahkan Gama sedikit melewatkan Italy sebagai kota opera sebuah pagelaran opera nan tersohor berjudul "La Traviata" dan iringan music klasik Sonata K.457 karya Mozart di nada C minor (wuakakakk gaya bener gw!! cuma ini koq yg gw inget dari novelnya Erich Segal). Kalo mau mengenal Gama lebih intim silahkan kunjungi websitenya: http://unmacchiato.blogspot.com/

Tuesday, January 27, 2009

Melongok Wisata Lampung




Liburan ke Lampung mungkin bukan prioritas utama para pecinta jalan-jalan, bukankah Lampung masih hutan belantara dengan kawanan gajah yang siap nginjek pengganggu ketentramannya? Berbekal niat baik silaturahmi seorang adek ke abangnya, gw ndaftar turut serta dalam perjalanan nusy ke Lampung. Sabtu, tanggal 24 Januari 2009 jam 8.05 qt berangkat ke Lampung dengan pesawat Sriwijaya Air, seharusnya qt bisa dapet harga Rp. 234.00 kalo saja sesuai booking awal untuk berangkat Jum’at malem, tapi berhubung ga’ da yang jemput qt undur dan mendapat harga Rp. 274.000. Kalo dibandingin dengan biaya travel sekitar 200 rebu ataupun Damri gw pikir naik pesawat ke Lampung jauh efisien baik dari sisi waktu maupun tenaga (dan kesehatan akibat mabok laut!). Ternyata Lampung kota yang sangat luas untuk dijelajahi, banyak waktu terbuang diperjalanan menuju satu lokasi ke lokasi lainnya, selama 3 hari di Lampung qt sewa mobil. Sedangkan untuk penginapan nebeng dirumah abangnya nusy, so biaya penginapan jelas dihapuskan hehehe… (uppss jangan-jangan abis posting gw ditagih ya..)

Panduan Wisata Lampung: http://ndahsaja.com/?p=249

Sabtu, 24 Januari 2009: Wisata Pantai
Jam 09.00 bertolak dari Bandara Raden Inten menuju Pantai Pasir Putih, perjalanan menempuh waktu 1.5 jam. Sebagai catatan daerah wisata pantai disini ga’ seperti umumnya pantai yang banyak warung dan ga’ ketinggalan makanan lautnya, jadi lebih baik makan dulu kalo perlu bawa bekel juga takutnya kelaperan lagi. Sepi banget pantainya, coba kalo dateng lebih pagi pasti bakal lebih menikmati suasananya. Ga’ mau berlama-lama dibawah terik matahari qt menyewa kapal untuk nyebrang ke Pulau Condong, kalo lagi ramai biaya penyeberangan tiap orang dihargai 20-25 ribu, berhubung qt cuma ber-3 (plus pak sopir) qt kena harga Rp. 100.000 (ini udah nawar!) Pertama kali buat gw yang ga’ bisa renang ini menaiki perahu kecil dengan ombak yang makin ke tengah makin gedhe dan bikin perahu berayun-ayun keras…. Whoaaa Pelampung, Asuransi? Semua ga’ada!! Setengah jam kemudian qt menceburkan kaki ke pesisir pulau Condong. WAOWWW keren bo’… airnya jernih, view-nya cantik, namun kecantikan sesungguhnya ada dibalik karang bolong. Kalo saat itu qt lagi ga’ ngejar pantai mutun bisa dipastiin gw dah terlelap dibatuan yang pas banget buat berjemur. Untuk melihat pemandangan bawah laut, pak sopir perahu memberikan kaca untuk melihat biota laut, sayang… perahunya keburu kebawa ombak.

Jam 12.30 melanjutkan perjalanan ke Pantai Mutun, kurang lebih 1 jam qt disambut pantai yang ramai oleh pengunjung, padahal pemandangan di pantai pasir putih lebih indah dan aksesnya lebih mudah dijangkau daripada pantai mutun tapi ga’ tau peminatnya disini koq banyak banget ya? Setelah sholat dan makan ikan bakar yang samasekali ga’ enak (juga ganti kain pantai wuakakakk… bukannya mo gaya, tapi jeans gw buasah sah sah) qt nyebrang ke pulau tangkil. Biayanya sangat murah Rp. 5000, itu udah termasuk keliling pulau tangkil, diturunin di darmaga pulau tangkil dan dijemput lagi, gilee bener!! Murah amat Pak!! Keadaan pulau tangkil seperti umumnya pulau yang dimiliki warga indonesia tidak ada pemeliharaan berarti, padahal pulau kecil ini cukup indah dan ada sudut pulau yang eksotis (ga' sempet moto, tunggu nusi aja deh), ngelilingin pulau ini layaknya anak pramuka ka'nya bakal seru deh! (next trip?)

Tanpa diduga pak sopir ngebawa qt menuju pantai Kelapa Rapet (Klara), katanya sunset disana bagus. Mampir sejenak di darmaga kecilnya korps TNI AL kalo ga' salah namanya pantai Maitem qt tiba di pantai Klara tepat menjelang sunset.

25 Januari 2009: Melintas Batas
Perjalanan hari ke-2 adalah perjalanan yang menggerus pantat, gw yang duduk dijok paling belakang berkali-kali beradu kuat dengan jok karena pak sopir membawa avansa dengan kecepatan 80-100km/jam menghajar setiap lubang dan kubangan gajah dengan sangat biadab. Way Kambas adalah tujuan qt (rombongan dah bertambah) pagi itu, butuh 2 jam untuk mencapai loket Taman Nasional Way Kambas dan itu masih ditambah 9km lagi menuju rumahnya gajah. Walopun jauh dari pusat kota namun tempat ini juga ramai, setelah makan siang qt masuk ke area yang lebih dalam berharap bisa bertemu kawanan gajah. Dari padang yang luass buanget hanya ditemui beberapa gajah, ga' tau mereka lagi pada berlibur juga ato emang sedikit.

Perjalanan nekad berikutnya adalah menuju Siger, sebuah tempat srategis untuk melihat pelabuhan Bakauheni melalui jalus lintas timur. Gw?? ya masih tetep ka' karung beras di jok belakang:( Pemandangannya lumayan indah, ternyata Lampung memang kota pendatang buktinya disini gw bisa menemukan kampung Bali. Sekitar jam 17.30 qt udah nangkring di puncak Siger, konon katanya Siger akan digunakan sebagai restoran namun berhubung lum juga dipakai maka dimanfaatin penjaganya untuk memungut uang parkir bagi siapa aja yang mo menikmati hamparan kepulauan lengkap dengan feri yang hilir mudik dan perbukitan yang mirip suasana puncak. Satu jam kemudian qt dah masuk mobil lagi menuju ke Tanjung Gading tempat qt nanti akan tepar, kali ini melewati jalur Bakauheni - Bandar Lampung. Bandar Lampung - Way Kambas - Siger - Bandar Lampung... MANTHABH!!!

Hari ke-3 adalah hari keluarga, gw mengunjungi sodara, nusy juga hang out ma keluarga abangnya. Muterin kota lampung dikit lanjut kepencarian Kripik Pisang Bu Suseno (rasanya biasa aja koq laris banget ya...)

Jam 16.50 qt dah duduk menikmati snack dari mb' Sri, gw bolak balik ngelongok ke Jendela mencari-cari Gerhana Matahari Cincin... jangankan cincin, gelang, kalung semuanya ga' ada, Hikss... katanya di Lampung bakal dapet view yang bagus... GOMBALLLL!!!

Overall menurut gw kota Lampung sangat layak untuk dikunjungi, terutama wisata pantainya. Ada wisata air terjun di Liwa tapi jauh banget, 6 jam perjalanan dari Bandar Lampung, PHIEEUWHH!! Karena Lampung memiliki banyak tanjung ga' heran kalo pantainya indah-indah, pulau kecilnya sangat banyak dan wajib harus berani nyebrangin pantainya untuk menikmati eksotisme pulau yang imut itu. Hal yang cukup mengganggu adalah MASALAH KEBERSIHAN di tempat wisata, kesadaran masyarakat dan peranan petugas sama-sama minim. Nyari makanan khas lampung juga susah, makanan yang ada rasanya juga ga' enak, dari beberapa warung yang qt datengin cuma RM GAMBRENG yang rasanya pas dilidah. RM GAMBRENG juga unik karena untuk dapat dilayani qt harus gambreng dulu, milih menu juga gambreng... SERIOS LOH?? Ya kagaaaak lahh... cuma namanya lucu banget, mungkin karena emping yang dijual segedhe gambreng (kali ini serius!)

Itu ajah cerita liburan gw, foto-foto yang lebih bagus tungguin aja tayangannya jeng nusi (ka'nya sih masih lama hehehehe...) Ada yang berminat menjadikan Lampung tujuan traveling?

Tambahan Info:
Restribusi pantai pasir putih, mutun & klara: Rp. 10.000
Restribusi pulau condong: Rp. 2.500
Restribusi way kambas: Rp. 5.000
DI Siger cuma bayar parkir mobil: Rp. 5.000

Wednesday, January 21, 2009

Jogja - Wonosari dari Balik Lensa




Title: Jogja - 3 hari untuk selamanya
Sutradara: Nusy&Ndah
Kamerawati: Sebagian besar Nusy, Dyan & sedikit Ndah (banyakan nampangnya)
Videowati: Ndah
Navigator: Santy
Pemain Utama: Dyan, Nusy, Ndah, Santy
Pemain Pendukung: Coxu, Cenit, Pak Sopir
Resensi film: http://ndahdien.multiply.com/journal/item/41/Wisata_ke_Jogja_3_hari_untuk_selamanya

Sedikit tambahan untuk persiapan perjalanan selain info lokasi yang akan dikunjungi; transportasi; akomodasi & makanannya juga perlu diperhatikan:
1. Obat-obatan: bawa obat-obatan sesuai riwayat penyakit dan tambahkan obat-obatan standar seperti: bettadine; handsaplats; tetes mata; obat flu&batuk; obat magh; obat sakit perut; Vitamin & Penambah Darah. Jangan sampe kejadian tepar disebuah Mall dan mengeluarkan isi lambung gara-gara magh-nya kambuh hikss... tersiksa seharian. Ato yang ga' biasa makanan pedes ala plecing kangkung & ayam taliwang langsung atit iyutt ato bahkan gw didiemin seharian oleh seorang temen waktu jalan ke Sumbawa gara-gara dia sakit gigi, huhh menyebalkan. Rugi waktu... rugi biaya... So.. pastikan dirimu sehat dan jaga kesehatan selalu!
2. Baju: Nah ini masalah klasik bagi ce', bawa aja baju yang ga' mudah kusut jangan sampai gara-gara baju kusut terus memakai baju tidur. Masih untung kalo jalannya ke pantai... ada kesan santai jadi masih cukup fashionable seperti salah satu artes dalam perjalanan ini (pst psstttt... lagi dalam rangka membela diri maksudnye)

Ada yang mau nambahin lagi? Sok wae... Tapi intip dulu dunx recap foto yang dah diupload sebelumnya oleh kamerawati lainnya.

Panduan Wisata Jogja: http://ndahsaja.com/?p=132

Tuesday, January 20, 2009

Wisata ke Jogja "3 hari untuk selamanya"

Jalan-jalan ke Jogja ga' da kata bosen, setiap sudutnya menawarkan pesona yang menggiurkan.. dari keanggunan keraton, keperkasaan candi, keangkeran merapi, keunikan tradisi, kelezatan masakannya, keramahan penduduknya dan masih banyak lagi kesan mendalam bagi pengunjung Jogja. Bertajuk Jogja 3 hari untuk selamanya, maka 4 artes ibukota mengunjungi Jogja pada 25-28 Juli 2007. Dah basi ya?? Foto-foto disini dah banyak yang di upload nusy & dyan, gw pamer dikit aja sekalian sharing tips perjalanan ke Jogja... bukan tips perjalan ke jogja denx just share every moment ajah. Kalo urusan tips & trick perjalanan tanyaken sajah pada ibu nusy yang dah keliling Jawa, gw mah cuman ngikut kalo jalan-jalannya enak, nyaman, murah, dapat banyak tempat & dapet event bagus dilokasi yang dituju hehehe... i'm not backpacker (yet) okay! 
PERSIAPAN:
  1. Mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang Jogja, mulai lokasi wisata, transportasi, akomodasi sampe nomor telefon Polda & Rumah Sakit. Ini hal mudah, karena banyak banget website yang Jogja sangat murah dalam memberikan info wisata. Nah ini perlu dijadikan contoh buat daerah laen yang masih dalam proses mengembangkan pariwisatanya, ga’ perlu menggelar banyak pameran dan iklan di TV dehhh cukup sediakan dengan lengkap apa dan bagiamana qt bisa berwisata didaerah anda. Contohnya seperti: Yogyes; Gudeg; purawisatajogja; mapsjogja ; tourismgogja
  2. Semua info qt compile & dipilih-pilih lokasi yang mana dan kapan akan didatengin, bikin schedule-nya ato bahasa keren pecinta jalan-jalan… qt susun iten jogja dulu ya!! Yuuuxxx…
  3. Tranport Jakarta-Jogja: Transportasi ternyaman ke Jogja menurut gw adalah Kereta Executive, qt bisa nyaman tidur (asal tidak "NGOWOH!" begitu pesan sangar pak Satpam kreta) dengan waktu tempuh 8 jam qt sampai Jogja sekitar jam 3 pagi. Sengaja qt pilih Argo Lawu karena rencana menjemput Sunrise di Borobudur, sedangkan Taksaka baru sampe 2 jam setelahnya. Lupakan pesawat (kalo ga' kepepet) karena harganya yang muahal, lupakan kreta bisnis apalagi ekonomi karena ga' bisa tidur dengan tenang dan perjalanan jauh pasti ga' bisa nahan Buang Air kan?? Bisa dipertimbangkan untuk naik bis karena banyak bis "lumayan nyaman" tapi perjalanan bisa 13 jam lebih. Gw ga’ nyaranin travel, ini bener2 pengalaman berharga buat qt karena sebenernya qt jalan ber-5, Coxu memilih travel. Janji jam 4 sore dijemput, baru jam 21.30 travelnya dateng dan dia sampai di Jogja ketika kami selesai maen petak umpet di Borobudur... jam 10!! 
    Lihat info tiket kereta.
  4. Transport di Jogja: Qt memilih keliling Jogja dengan sewa mobil, so tinggal alamat nyari rental mobil lakukan pemesanan via telfon transfer uang muka, bukti transfer qt fax, minta nomor telfon sopir yang akan jemput dan pada jam yang qt minta pak sopir akan menunggu walopun itu jam 3 pagi!! hari pertama qt sewa untuk 24 jam (Rp. 350.000) sedangkan hari ke-2 & 3 qt sewa per 12 jam (Rp. 250.000) dengan overtime 25.000/jam bensin isi sendiri (3 hari qt ngongkos bensin 330rebu). Hasil evaluasi perjalanan oleh jeng nusy hari ke-2 harusnya qt ga' sewa mobil karena hanya wisata dalam kota, bener juga sih... tapi gw juga waktu itu ga' gitu ngeh, di hari ke-2 gw absen dari acara tour wisata dalam kota jogja. So kalo mau wisata dalam kota saja tidak perlu rental mobil, cukup manfaatkan abang becak yang bertarif murah itu dan juga transjogja. Keuntungan dari datang dini hari dan langsung carter mobil adalah penghematan biaya menginap 1 malam, karena check in dihitung dari jam 6.00.
  5. Penginapan waktu itu lumayan repot nyarinya, karena hampir semua nomor yang dihubungi menolak kehadiran qt (Note: Waspadalah kalo-kalo jadwal liburan=jadwal wisuda). Sementara Santi & Dyan terlelap nahan laper (ga’ seperti taksaka ato gerbong executive Sawunggalih yang menyediakan makan berat nasi komplit ternyata di Argo Lawu dan Argo Dwipangga cuma dapet roti duanx..Bleehhh!! perut keroncongan karena sepulang ngantor langsung ke Gambir akhirnya dangdutan juga) gw & nusy sibuk nelfon penginapan dilanjutkan cekakak cekikik setiap x dijawab ga' da kamar. Untungnya ada info wisma murah di Jl. Sosrowijayan, qt akhirnya dapet penginapan "Wisma Gembira" yang hanya berjarak kurang dari 300 m dari jalan Malioboro nan tersohor itu dan dengan harga Rp. 150.000 qt dah bisa beristirahat dengan nyaman dan tentu saja... GEMBIRAA!! Say keju!!
  6. Wisata Kuliner Jogja: Nah kalo ini gw ga' bisa ngasih referensi, banyak sih referensinya makanan di Jogja cuma ga’ qt agendakan pasti mo makan dimana kecuali satu tempat yang tertera pasti dalam iten jogja “Angkringan Lik Man”. Santi yang ngidam makan diangkringan terpaksa cuma dibeliin nasi kucing ma Coxu itupun di stasiun Tugu dimenit-menit akhir keberangkatan qt ke Jakarta, mampir ke Lik Man puenuh pindah ke angkringan laen yang katanya ada wifi-nya juga penuh. Sementara gw yang ga' gitu doyan dengan makanan serba manis Jogja seperti biasa berakhir di Gado-gado deket Hotel Ishiro (fav. sejak sepupu nge-kost deket situ) dan kemudian…… Pizza Hut, McD dan Es Teler 77. Masa bodo ah dikata-katain ibu-ibu bawel itu, tapi toh akhirnya malem-malem ada yang minta pak sopir mampir ke McD.. Bheuu tetep ngiler kan ma kentangnya!!

Wisata Jogja 3 hari untuk selamanya:
Dari jadwal eh iten yang disusun ada beberapa tempat yang akhirnya ga’ dikunjungi karena pertimbangan ga’ gitu pengen seperti MonJaLi, lokasinya terlewati (Candi Pawon), lokasi dah tutup (Candi Prambanan), salah jadwal padahal dah ngeprint lengkap sinopsis ceritanya (Sendratari Ramayana), ga’ dapet sit (angkringan), ga’ cukup waktu (parangtritis). Ada juga yang ga’ diagendakan akhirnya didatengin seperti Candi Sambisari, sumpriiittt mistis abis… gimana ga’ huka-huka lha wong komplek candi yang dulunya dibawah tanah qt datengin 10 menit menjelang maghrib.. petang remang-remang nan sunyi senyap qt mengitari bangunan utama. Halahhh biyuuung… kalo ga’ dikawal pak sopir gw dah milih ngumpet di mobil ajah. Jadi saran gw… jadwalkan Candi Sambisari sebelum menjemput Sunset di Candi Prambanan. Lokasi lain adalah Bebeng dan Pantai Sundak, segera agendakan kedua tempat ini dalam daftar perjalananmu!!

Ini jadwal qt diJogja:
Kamis, 24 Juli 2008 
08.00 - 03.00 Gambir - Jogja, naik Argo Lawu
   
Jum'at, 25 Juli 2008 
03.00 - 05.00 Perjalanan ke Candi Borobudur (Subuh mampir di SPBU, sholat dan nyruput kopi di warung)
05.00 - 10.00 Menikmati sunrise di Candi Borobudur dari desa belakang candi karena ga’ bisa menyambut sunrise dari dalam komplek. Jam 06.00 baru qt bisa masuk menapaki taman, mendaki anak tangga, mengitari setiap sudutnya, mengagumi relief & susunan bebatuan, mengagumi diri sendiri dengan bernarsis ria (hm hm..) dan terkapar cape’ plus sedikit ngantux.
10.00 - 11.00 Candi Mendut (Note: Bilang dengan jelas pada Pak Sopir lokasi mana yang mo didatengin!! Jadi ga’ da acara eehhh… candinya dah kelewatan.. DAMN!!)
11.00 - 13.30 Perjalanan balik ke Jogja, makan gado-gado dan Istirahat di Wisma Gembira
13.30 - 15.00 Makan disebuah warung sate dengan harga “pemerasan” & pelayanan super lama dijalan raya menuju Istana Ratu Boko
15.00 - 17.00 Bernarsis ria di Istana Ratu Boko sambil ngintip Prambanan
17.00 - 18.00 Candi Prambanan dah ditutup, muter lewat belakang cuma bisa ngintip candi bubrah dan kawan-kawannya ditemani sunset cantik. Salah jadwal pagelaran Sendratasi Ramayana pula. Bodooooh!!
18.00 - 18.30 Merasakan hawa mistis di Candi Sambisari
18.30 - larut Gw n coxu mojok di McD kemudian bersempit-sempitan dibecak yang ongkosnya sangat murah, 5000 rebu dari malioboro kerumah temen di Ngadiwinatan, deket PKU..Gempor tenannn pak'e!! Ibu-ibu itu…. entah kemana. Ketemu lagi sekitar jam 8, muter-muter nyari angkringan akhirnya nyerah dan nangkring dialun-alun dengan jagung bakar & wedang rondenya. Di alun-alun ga’ da yang nyobain “tradisi masangin” karena ga’ mungkin ngajakin pak sopir, pak penjual ronde, pak jagung bakar dan pak coxu yang semuanya dah nikah.
  
Sabtu, 26 Juli 2008 
07.00 - 09.00 Mencari Mbah Marijan di Bebeng 
09.00 - 18.00 Keraton, Taman Sari, Kota Gede, Prambanan (episode bisa masuk) 
18.00 - 22.00 Belanja di Malioboro 
22.00 - larut Packing dan mulai itung-itungan duit hehehe… (total jendral dibagi 4 around 1.2jt)
Nyesel juga ga’ ikut artes ibukota ini, yahh gimana lagi… karena harus menghadiri pernikahan mas Anas yang dilanjutkan ajang temu kangen dengan sesepuh Kumatan UNSOED di rumah mba' Itoh dan malemnya berlanjut di Malioboro Mall.
   
Minggu, 28 Juli 2008 
06.00 -08.30 Perjalanan ke Wonosari (Pak Sopir tepar… janjian jam 05.00 baru dateng sejam kemudian, hooaaahh… tarik selimut lagi!)
08.30 - 10.00  Pantai Kukup
10.00 - 11.00 Pantai Baron (pesen seafood, tinggal jalan-jalan ke pantai dan balik lagi tinggal menikmati makanannya) Efisien waktu!!
11.00 - 12.00 Pantai Krakal, susuri pantai Krakal dari yang hamparan pasir ampe daerah yang berkarang eksotis & mistis (ada 1 kuburan dipinggir laut) dan kitari karangnya kalo berani dan yang berani cuma pak sopir hehehe…. Qt mah sibuk pose buat album padi yang sok cuek gitu dehh…
12.00 - 12.30 Pantai Sundak (ada 1 pantai lagi tapi waktunya ga cukup lagi)
12.30 - 16.00 Perjalanan ke buleknya Nusi, numpang mandi dan makan… xixixixx.. ngirit!!
16.00 - 19.00 Balik lagi ke Malioboro, belanja lagi (BUSYETT deh ibu Santi!!!), gudeg Yu Jum dan tentu saja jajanan khas Jogja.
19.00 - 20.00 Nunggu kereta di Stasiun Tugu sambil makan dan packing oleh-oleh (Packing di Stasiun!! Ga’ da tempat laen apa? Uppss… Itu gw orangnya hehehe…). Peringatan keras!!! Jangan make jaket kuning di stasiun Tugu coz porternya juga berbaju kuning (Shallah dikau wahai coxu akhirnya jadi porter blanjaan gw wuakakakakkkkk!!). Yang bikin kesel kreta Argo Dwipangga yang start dari Solo make acara telat 1 jam lebih, apa karena njemput orang Solo dulu ya.. muonggo minggah rumiyiiin jeenggg… ARGHHHH!!! QT dah lumutan neh!!
Jam 05.45 Tergesa-gesa turun dan melesat dari Gambir, nusi numpang tempat santi, gw lari ke Juanda ngejar KRL ekonomi ke Bogor (express Pakuan ternyata baru ada jam 7 lewat, diam**!!) coxu ngejar penerbangan jam 9 ke Banjarmasin.. Dyan.. nah ni orang paling aman ga’ da tanggungan apapun kecuali melanjutkan tidur heheh bukan begitu jeng? Gw… tentu aja telat…

Demikian catatan perjalanan ke Jogja, perjalanan 3 hari yang mengasikkan dan masih ingin balik lagi demi menyaksikan sendratari Ramayana yang entah kenapa justru digelar hari Selasa dan Kamis sebuah jadwal yang sulit dikejar karena rata-rata long weeknd cuma hari Jum’at ato Senin.. plz dunx direschedule lagi jadi akhir pekan. Fotonya?? Hiks… dah sampai jam 01.30 gini indosat gw masih dodol marodol ngupload image, besok lagi deh untuk sementara ini dulu. Silahkan rencanakan liburan 3 hari untuk selamanya ditempat lain n siapa tahu para MPers disini bisa liburan bareng-bareng yang pastinya bakal lebih seru dah lebih dahsyat.

Hikmah perjalanan gw kali ini: gw kembali kehilangan kacamata untuk yang kesekian kalinya (ngitung jari dengan 2 tangan) dan ampe skarang lum ketemu, si hikmah juga lum ketemu juga

Monday, January 19, 2009

Terimakasih KAKA untuk tetap bersama MILAN

Berlebihan memang kalo gw bilang pagi ini ada airmata menetes dari seorang ce' yang duduk di TransPakuan... sumpehhh gw bahagia banget membaca banyak berita tentang keputusan Kaka untuk tetap bersama tim kesayangannya dan kesayangan gw AC Milan. Dari tadi udah ga' sabar pengen ngabarin, thx pak boz ngajak ngobrol ngalor ngidul sambil makan oleh-oleh dari Jepun "sweet potato cake" jadi bisa nyambi NgeMPi. Terimakasih Kaka.. untuk memilih tetap bersama AC MILAN, banyak cinta buat Kaka yang ga' mata duitan. Terimakasih juga atas dukungan teman-teman semua.... ini berita lengkapnya:

Berakhir sudah semua spekulasi kepindahan Kaka ke Manchester City. Usai pertemuan yang melibatkan ketiga pihak, gelandang serang Brasil itu dipastikan bertahan di Rossoneri. Kaka membuktikan kecintaannya pada AC Milan dengan menampik tawaran selangit yang diajukan Manchester City. Buat Milanisti dia menunjukkan rasa yang sama dari jendela rumahnya. Selasa (20/1/2009) dinihari WIB, spekulasi soal rencana kepindahan Kaka ke City berkhir sudah. Meski Silvio Berlusconi menyatakan menutup semua transaksi yang melibatkan Kaka, namun Milanisti harus berterimakasih pada gelandang Brasil itu karena dia sendiri yang menampik tawaran yang diajukan The Citizens.


Adalah Presiden Milan, Silvio Berlusconi, yang mengumumkan kabar baik buat Milanisti itu. Sebagai pemimpin tertinggi di Rossoneri, pria yang juga menjabat perdana mentri Italia itu menyatakan menutup semua negosiasi yang melibatkan Kaka di dalamnya.

"Anda tak bisa memaksakan pemain bertahan di sebuah klub yang bertentangan dengan keinginannya. Pemain yang dibayar setengah dari potensi gaji yang seharusnya dia terima punya risiko menjadi tidak bahagia. Meski begitu Kaka akan bertahan di Milan karena dia memilih Rossoneri dan meletakkan cinta di atas uang. Saat saya dengar dia ingin bertahan, dan tahu kalau dia tidak memikirkan soal kehilangan kesempatan mendapat bayaran yang lebih besar dan justru meletakkan klub, persahabatan dan kecintaan fans di atas segalanya, saya langsung memeluknya," ungkap Berluscon "Saya tak menyesal kehilangan uang yang takkan saya dapatkan. Saya sangat bahagia dia tetap di sini dan saya yakin keputusannya akan mendorong kami untuk memenangi titel," AC Milan adalah klub yang takkan menjual demi mendapat keuntungan. Kami hanya melakukannya dengan Andriy Shevchenko. Tapi itu pun adalah keputusan pribadi dari pemain bersangkutan yang ingin ke Chelsea. Kami memutuskan untuk mengambil kebijakan yang sama dengan Kaka dan membiarkan si pemain memilih jalannya. Akhirnya dia memutuskan untuk tetap di sini" lugas pemilik Milan Silvio Berlusconi yang dikutip The Sun. Pria yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri Italia itu menambahkan bahwa Milan secara historis bukanlah klub yang rela melego salah satu pemain terbaiknya hanya demi laba semata.


Jika saja Milan benar-benar melepas Milan ke City, tentu uang yang didapat dari penjualan pemain asal Brasil itu bisa digunakan untuk mendatangkan sejumlah pemain yang tak kalah hebat. Tapi Berlusconi menilai Kaka lebih penting.

Berlusconi juga makin gembira karena di menit-menit akhir sebelum pengambilan keputusan, Kaka teguh menegaskan kesetiaannya dengan Milan. "Yang spesial adalah saat ayahnya datang, dia (Kaka) bahkan tak mau mendengar tawaran City. Secara pribadi dia bilang ke saya kalau dia mau mengakhiri karir di klub ini, yang dianggapnya sebagai klub terbesar di dunia."


Source: detiksport

Sunday, January 18, 2009

Kaka ... jangan tinggalin gw

Seminggu ini kepala cenut-cenut n jantung berdebar-debar.. padahal biasanya mo minum kopi ampe berapa cangkir juga biasa ajah dan kali ini ga' ada hubungannya dengan kopi tapi "Kaka". Kaka'nya siapa sih yang bikin pikiran gw kacau. Hehhhh... aneh juga kalo rasa suka dihubungkan dengan realita yang ada, gw dimana kaka dimana kenal juga kagak tapi gw dah siap nangis kalo sampe dia pergi ninggalin Milan. Oke deh kaka.. begini kisahnya..

Co' ganteng kelahiran Brasil 22 April 1982 bergabung dengan tim kesayangan gw AC Milan sejak 2003 dan sejak saat itu pula kehadirannya udah mencuri perhatian semua orang (dan mencuri hati gw). Gw juga dah siap berpindah kelain hati jika Mas Maldini, suami tercinta pensiun akhir musim ini. Ketika Milan mulai terpuruk musim lalu, Kaka udah digosipin pindah ke Madrid dan sekarang ketika Milan mengawali musim ini dengan cukup bagus giliran Manchester City menawar Ricardo Izecson dos Santos Leite alias Ricky/Kaka dengan harga fantastis 108 juta pounds (sekitar Rp1,7 triliun) yang akan keluar dari sorban Sheikh Mansour (38 tahun booo). Milan sepertinya tersihir dengan iming-iming biaya transfer 100 juta pounds (sekitar Rp 1,6 triliun), City siap menggaji Kaka pemuda ganteng berusia 26 tahun itu sebesar 15 juta poundsterling setahun (sekitar Rp 244 miliar), Makelar yang bermain di transfer ini juga ga' kalah tajir karena siap menerima fee 4-5 miliar!! Dan perlu dicatat, itu semuanya duit ga' ditambah bonus krupuk & Pizza.

Anda benar Om Silvio Berlusconi, Kaka memang berhak mendapat gaji besar atas kecemerlangannya tapi jangan pertaruhkan prestasi Milan dengan melepas pemain terbaik dunia ini. Gw ga' peduli ketika Sheva memilih hengkang ke Chelsea memenuhi keinginan istrinya berpaling ke tanah inggris walopun sebelumnya gw juga sangat suka dengan striker tajam ini, tapi kepindahannya yang hanya mengejar uang membuatku mencoretnya dari daftar pemain favorit. Bagi gw kesetiaan seorang pemain terhadap klub adalah faktor penting yang membuatnya masuk daftar pemain kesayangan. Sedangkan Kaka... dia sangat mencintai Milan dan berulangkali bilang ingin menghabiskan karirnya di Milan, gw ga' rela kalo Kaka pergi !!!

Sulit rasanya kalo harus tetap mencintai Kaka setelah dia pindah ke Manchester City, mungkin bakal lebih mudah buat gw kalo dia pindah ke tim favorit gw lainnya seperti Manchester United atau Barcelona... tapi ini... City??!! Phieeewhh bakalan ada perang batin seperti setiap kali melihat Frank Lampard bermain di Chelsea... mencintai orangnya tapi tidak mencintai timnya. Plz Kaka... jangan tinggalin Milan, elo adalah the next i'll capitano pengganti suami tercinta.. tetaplah di Milan. 

Kaka is not for Sale!! Say it on his facebook

I'll never try to hold you back, I wouldn't try controlling you
If it's what you want, It's what I want
I want what's best for you
And if there's something else that you're looking for
I'll be the first to help you try
Believe me when I say... It's hard to say goodbye