Monday, April 20, 2009

Emansipasi Rasa Terasi

Diantara tulisan tentang Kartini hari ini gw suka banget dengan cara pandang Walentina Waluyanti di Kompas Komunitas (Koki). Walopun sebenernya gw lebih suka kalo judulnya Emansipasi Rasa Sego Pecel coz terasi termasuk dalam daftar makanan yang gw benci tapi citarasa tulisan mba' Walentina Waluyanti sangat sayang kalo dilewatkan (ijin copas-nya disini ya mba... aq ga' punya account Koki Thx 4 Sharing)

==================

Seorang wanita Indonesia yang bekerja sebagai pilot pernah ditanya seputar profesinya. Menurut pengalamannya, apa kesulitannya kalau wanita jadi pilot? Jawabnya, biasanya dia lebih suka para penumpang tidak tahu kalau pesawat itu dipiloti oleh seorang wanita. Kuatirnya kalau itu malah bikin cemas para penumpang. Reaksi penumpang bisa macam-macam. Hah….cilaka dua belas……!!!! Sudah jadi perempuan ….jadi pilot pula bah! Yang bener aja, perempuan kok nyetir pesawat, lha wong parkir mobil aja ndak bisa?


Joke semacam ini bukan cuma di Indonesia saja. Senada dengan itu, candaan semacam ini juga ada di Belanda. Di sebuah toko di Amsterdam mata saya tertumbuk pada tulisan yang terpampang di selembar poster: “Perempuan sudah tidak bisa ngomong apa-apa lagi tentang emansipasi kalau mereka disuruh parkir mobil”. Tentu bukan soal parkir mobil-nya yang mau digarisbawahi. Dan tentu saja soal emansipasi tidak bisa disederhanakan dengan ironi apakah wanita mahir atau tidak mahir memarkir mobil. 

Tapi terasa bahwa lelucon di atas seakan refleksi bagaimana pria melihat ketidakberdayaan wanita yang ingin memperjuangkan sesuatu yang kontradiktif dengan kodrat kewanitaannya. Tidak perduli apakah bagi pria barat, pria timur, anggapan bahwa wanita itu makhluk lemah, adalah anggapan universal…..di mana-mana ya sami mawon alias podo wae. Emansipasi dan gerakan feminisme ini memang punya dua sisi. Di satu pihak intinya perjuangan wanita untuk memperoleh kesetaraan hak dengan pria. Di lain pihak, topik emansipasi ini sering menjadi bahan olok-olok sebagian pria. 

Saya terhenyak ketika seorang pria Belanda mengatakan (bukan bertanya) dengan sok tahu bahwa di Indonesia belum ada emansipasi. Bagaimanapun dangkalnya, alasan bahwa pria asing mencari wanita Indonesia karena kecantikannya yang eksotis, masih lebih baik daripada alasan yang bikin hati saya pedih........yaitu mereka mencari wanita Indonesia, karena mengira wanita Indonesia belum mengenal apa itu emansipasi. Sebagai wanita Indonesia, rasanya sedih melihat bagaimana wanita dan nilai emansipasi diukur dengan begitu dangkal. 

Bukan sekali dua kali, di Belanda sini saya sering ditanya apakah wanita Indonesia tahu apa itu emansipasi? Ah, saya geleng-geleng kepala mendengar pertanyaan itu. Begitu primitifkah negeriku di mata mereka?  

Mereka tidak tahu, sementara di dunia barat sampai sekarang para wanita masih berkoar-koar dengan gerakan feminisme, jauh sebelumnya sejak abad 19 emansipasi di Indonesia sudah diperjuangkan oleh seorang wanita lemah lembut, manis dan kecil mungil. Semua itu dperjuangkannya dalam diam dengan penuh kelembutan, namun menyimpan kekuatan tersembunyi disertai kedalaman berpikir. 

Mereka masih ribut dengan issue soal layak tidaknya seorang wanita jadi pemimpin negara, sementara Indonesia sudah pernah dipimpin oleh perempuan. Dan jauh sebelum itu kita juga mengenal Tjoet Nyak Dien wanita perkasa yang memimpin langsung sebuah pertempuran di Aceh di tengah para lelaki. 

Ada anggapan umum bahwa emansipasi di Indonesia belum semaju emansipasi di barat. Betulkah begitu? Saya melihatnya dari sudut lain. Ini bukan soal maju atau belum maju. Menurut saya emansipasi di Indonesia memang lain “rasanya”. Tetapi tidak relevan kalau dikatakan emansipasi di Indonesia tidak semaju di negara barat. Keduanya tidak bisa dibandingkan begitu saja secara “tumpek blek”. Emansipasi bagi wanita Indonesia memang “lain”, itu betul. Emansipasi wanita Indonesia yang dibesarkan dengan nasi, lalapan dan sambel terasi tetap lain dengan emansipasi wanita barat yang dibesarkan dengan roti, keju dan kentang. 

Sejak kecil, tumbuh dan mulai mengerti apa itu emansipasi, di benak wanita Indonesia ada visualisasi khusus yang melekat kalau berbicara tentang emansipasi. Ekspresi Kartini yang lembut, gelungan sanggul sederhana, senyum yang sejuk, raut yang menguatkan sosok keibuan, tatapan mata yang teduh, penuh kasih sekaligus cerdas. Itu belum ditambah cara bertutur RA Kartini dalam surat-suratnya yang puitis, indah namun penuh kedalaman, bisa keras tapi tetap santun, serta mampu menunjukkan harga dirinya sebagai wanita dari bangsa yang terjajah.

Hebatnya lagi surat-surat yang kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku “Door Duisternis Tot Licht” (Habis Gelap Terbitlah Terang), ditulis Kartini dalam bahasa Belanda yang fasih, walaupun tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Wanita lembut yang cerdas, santun, punya harga diri dan berkemauan keras ini, tak bisa dielakkan adalah visualisasi yang mengilhami dan membayang-bayangi emansipasi wanita di Indonesia. 

Semua visualisasi ini bagaikan mengindoktrinasi wanita Indonesia sejak kanak-kanak sampai mengerti dan tahu apa itu emansipasi. Ini seolah menjadi bayang-bayang sekaligus mengimbangi segala macam doktrin modern tentang emansipasi. Visualisasi ini ditambah tradisi, budaya dan adat istiadat kemudian menciptakan ramuan emansipasi ala wanita Indonesia. Sehingga ramuan emansipasi ala wanita Indonesia adalah ramuan antara kelembutan dan kekuatan yang tersembunyi, emansipasi khas Indonesia yang tidak bisa disamakan dengan emansipasi ala barat. 

Bagaimanapun modern dan tingginya karir wanita Indonesia, tapi secara sadar mereka melakoni emansipasi dengan gaya khas Indonesia. Tahu apa itu emansipasi tapi juga menerima (baca: bukan “nrimo”) kodratnya sebagai wanita. Emansipasi khas Indonesia tadi membuat mereka punya rambu-rambu dan alarm yang tidak sampai membuat mereka memahami emansipasi secara kebablasan, seperti yang banyak saya lihat di Belanda sini. 

Secara kasat mata emansipasi di Belanda berjalan begitu radikal. Sebegitu radikalnya sampai kadang kebablasan. Wanita ingin melakukan apa saja yang mereka mau dengan sebebas-bebasnya. Kebebasan itu hampir tanpa takaran seakan ingin melawan hakekat kodrati wanita. Begitu kebablasannya, sehingga esensi emansipasi yang mestinya menghormati hak yang sama antara pria dan wanita, sering terkesan “tidak menghormati hak sesama manusia”. Semaju-majunya emansipasi, namun di mana-mana baik di negara maju maupun di negara dunia ketiga, masalah hak wanita selalu saja punya sisi yang belum tertangani.

Misalnya di Belanda masih diributkan tentang penghasilan wanita yang lebih rendah daripada pria untuk posisi yang sama. Para wanita Belanda juga masih memprotes soal promosi karir yang lebih memprioritaskan karyawan pria daripada karyawan wanita yang hamil atau wanita yang punya anak kecil. Juga masalah “allochtonen vrouwen” (wanita keturunan asing) yang dianggap sering kurang diperhitungkan di dunia lapangan kerja.

Dan masih sederet masalah lain, yang membuat geram Saskia Wierenga, ketua salah satu organisasi gerakan wanita, dan akhirnya teriak, “Belanda harus punya kementerian urusan emansipasi!”. Lho, kok baru sekarang teriaknya Tante? Weleh....weleh...weleh... kementerian urusan wanita di Indonesia sudah berapa kali ganti menteri, sementara Belanda yang semaju itu baru mau teriak-teriak soal kementerian emansipasi? Itu yang bikin saya mesem-mesem kalau ditanya orang Belanda, “apakah wanita Indonesia mengenal emansipasi?”. 

Biarpun begitu, harus diakui Indonesia sama repotnya. Berapa banyak wanita Indonesia yang haknya masih terampas, tertindas dan terpinggirkan? Emansipasi yang sebetulnya sudah hadir di Indonesia, mestinya hasilnya bisa dicicipi secara merata. Namun seperti juga di negara maju, problem yang berkaitan dengan hak-hak wanita di Indonesia, masih tetap jadi pekerjaan rumah yang rumit. 

Para wanita yang punya “posisi kunci” di atas sana diharapkan punya kepedulian lebih terhadap nasib sesama wanita. Tolong ribut-ribut soal “bikini ratu kecantikan” disingkirkan dulu. Kaum Mak Pariyem, mBok Tukiyem, serta “kaum Marsinah” dari Sabang sampai Merauke ...yang kemarin masih terseok-seok, hari ini terseok-seok....dan kalau besok masih juga terseok-seok, yang melihat saja pegal, apalagi yang melakoni. Tolong madu emansipasi itu dioptimalkan sistem distribusinya. 

Kalau seorang Raden Ajeng Kartini yang kecil mungil dan lemah lembut, dengan keadaan yang serba terbatas saja bisa mendobrak keangkuhan kebijakan politik kolonialisme..... mestinya para wanita Indonesia di atas sana bisa berbuat sesuatu yang lebih baik dari itu. Semoga!

Sunday, April 19, 2009

Rafting di Pekalen




"Apa kalian bisa renang?"
"TIDAAAKKKK"
"bisa...."
"Bagi yang tidak bisa berenang, kalian tetap bisa ikut rafting karena rafting tidak membutuhkan keahlian berenang"

Yupp benar sekali kata mas instruktur, yang dibutuhkan untuk rafting cuma nyali dan pita suara yang cukup kuat untuk berteriak melampiaskan gundah gulana, kekesalan atau sekedar menyalurkan hasrat jadi rocker. Maka berangkatlah qt menuju titik pemberangkatan dengan diangkut pickup dan berjalan kaki kurang lebih 500 meter menuju celah sempit berdinding bebatuan yang menjulang tinggi dengan hiasan tanaman yang menjuntai. Dikomandani Mr. Usman, didepan Nana Ndut dan Samak ceking baris kedua ada melani dan nining sementara gw n novi menempati baris terakhir kami menamai tim kecil ini "Jersey!". Mengarungi 2 jeram ganas bernama "lumba-lumba" dan "godblesh" Nana sukses jatuh 2 or 3 kali. Diakhir rafting qt dapet sertifikat dari Arus Liar, hm... buat bpk ibu PNS silahkan sertifikatnya dilaminating siapa tau bisa dipake buat kenaikan pangkat qeqeqeqqq....

Rafting lagi?? Siapa takut!! (angkat dagu sambil dikit mlengos)
**huhhuhuuuuu sombong'na, padahal baru nyobain rafting kelas II=novice :D

Panduan Wisata Bromo, Pekalen & Sempu: http://ndahsaja.com/?p=197

Wednesday, April 15, 2009

Libur Pemilu Bareng Keluarga (09-12 April 09)




Sebagai warga negara yang baik tentu saja gw memenuhi panggilan negara untuk menyalurkan aspirasi, so pulanglah gw saat pemilu tgl 9 April kemarin. Ternyata banyak juga yang punya niatan mulia ka' gw, buktinya pintu tol cikampek padat merayap n sukses membuat perjalanan molor 1.5 jam. Tapi lumayan lah nyampe rumah masih bisa menyaksikan Chelsea menggilas Liverpook 3-0 dan Barca sukses menggebuk tanpa ampun Bayern Munich 4-0, MANTHABS!!

Awalnya sih mo golput, abis subuh langsung tidur n pura-pura bolot waktu mba'ku pergi ke TPS tapi simbok setia banget nungguin gw bangun. Yo weiss sret srrettt berezzz, tau deh sapa yang dipilih. Niatan maen kerumah temen sepulang nyontreng dibatalkan coz ponakan kecilku ngekor mulu, ditambah hujan yang mengguyur kampungku makin memantapkan alesan untuk stay di rumah.

Jum'at pagi gw bareng 2 keluarga kakakku n simbok jalan-jalan ke tempat wisata di Gombong, babe yang tensinya masih turun naik memilih jaga rumah. 3 tahun ga' kelayapan ke pantai-pantai yang dulu selalu jadi langganan bertouring ria ma sepupu-sepupu, hmm pa kabar ya pantai yang pernah menjadi saksi cinta, airmata dan dusta... GHYIIAAAA!!! Kaget juga dengan kondisi pantai yang dah rusak, emang sih dulu pernah ada tsunami kecil melanda pantai Ayah/Logending dan pantai Karangbolong sewaktu gempa jogja... sayang banget jadi ga' bisa jalan jauh ke pantainya. Sebenernya ada pantai yang bagus di deket TPI Pasir, cuaca yang terik dan jarak yang lumayan jauh dari parkiran membuat qt memilih mengacuhkannya. Selesai menikmati pantai Karang Bolong dan pantai Ayah/Logending tujuan selanjutnya adalah Goa Jatijajar. Goa yang dijadikan sebagai tempat wisata sejak tahun 1976 masih cukup terawat (ga' percaya... baca deh prasastinya :D). Ga' tau apa karena lagi sering hujan ato emang dah banyak tercemar air yang berasal dari pegunungan kapur itu berwarna keruh. Untuk menyusuri Goa Jatijajar ga' membutuhkan waktu lama karena goa ini emang pendek dan sudah disediakan jalan yang enak, makanya pelan-pelan aja jalannya sambil membaca kisah cinta Kamandaka yang diceritakan melalui patung-patung. Narsisan??? Dah pasti lahhh.... Sudah di perbatasan Gombong-Banyumas tidak lengkap rasanya kalo ga' mampir ke Tambak, biasa.... Sate dan Tongseng Bebek sluuurrppp!!

Sabtu siang, gw n Ryan kerumah kakak tertua xixixixxx ka' film china ajah. Gw emang kudu wajib ke purwokerto, bukan cuma demi bakti seorang adek ma kakaknya dan tentu saja kangen ma ponakan imutku, mba' alma atau demi pesenan si jeng yang minjemin Canon-nya dengan barteran kripik tempe, nopia dan jenang jacket (koq ka'nya tajeman kalo gw make Nikon ya Nus). Sejatinya..... alesan sebenernya gw ke purwokerto adalah karena Argo Lawu ga' mau brenti di stasiun kecil bernama Gombong jadi gw yang ngalah nyamperin si Lawu di kota yang terkenal juga dengan gethuk goreng dan mayangsarinya.

Minggu malem dah kembali lagi ke kamar sempit sebuah kostan di Mbogor dan bersiap untuk esok hari ngumpulin duit lagi untuk perjalanan berikutnya, next trip??

Tuesday, April 14, 2009

Apa Jadinya Kalo Kantor Diisi PELUPA

"Pak, qt turun yaa, uangnya ketinggalan" pasang muka memelas
"Pir!! Maaf nih ada yang ketinggalan, kami turun sini"
dengan muka penuh senyum manis gw n babe turun +500m dari rumah. kali ini babe ga marah, mungkin dia masih terharu bakal berpisah dengan anak bungsunya yang imut dan menggemaskan untuk kuliah di sebuah kota yang jaraknya cuma 2 jam perjalanan xixixixxx (itu juga dianterin dan bulan pertama mba'ku merelakan diri nemenin gw tidur dikostan baru... kan tatuuutttt ).  Tapi setelah kejadian itu setiap gw mo balik ke kost-an selalu ada kor merdu dari orang-orang rumah:
"kunci!!" udah...jawabku; "dompet!!" udah juga; "KTP, KTM!!" iya iya!!!

Inilah awal-awal gw terdeteksi sebagai pelupa!!

======================

"Qt berteduh dulu aja ya Ndah, deres banget nih"
Dengan semangat gw menjawab iya, lumayanlah...ber-2 aja dibawah guyuran hujan kota wonosobo ma iwan co' paling muaniz di KUMATAN yang gersang. Walopun berkasta sudra dalam IPK (kurang dari 3) tapi dia kurus, tinggi, maniz, keren dan jadi inceran banyak ce'. Ngobrol asyikpun dimulai sampai gw inget sesuatu
"Wan, kacamataku ketinggalan di tempat ms ipunk"
"Waduh...jauh banget itu, qt minta ucox aja buat ngambilin yah!"
dan tugaspun beralih ke coxu yang tempat KKN-nya ga terlalu jauh dari tempat ms ipunk.
"Makanya, kacamatanya kasih tali ka' punya nenek-nenek biar ga kelupaan. Ya udah, weekend gw bawain ke kost-an"
"e...gw weekend mo mudix"
"ya udah...gw anter ke rumah elo"
seperti biasa, coxu selalu jadi hero

======================

"Cox, jam-ku dimana ya?"
"Ketinggalan di toilet lagi kali"
"Gw tadi cuman ke.....waduhhh ... tadi pas ujian gw taro kursi"
"Makanya, lo rante semua barang elo, biar ga ada yang ketinggalan!!"
koq coxu bilang gitu sih...

======================

"Ganti kacamata?? Ilang lagi ya??"
"Iya, ketinggalan di bis"
"Koq bisa sih, emang lo taro mana?"
"Kalo gw inget naronya ya ga bakal ilang lah" Nah lho yang penting nyolot dulu kalo diomelin
"Lo tu bener-bener perlu make rante gajah!"

======================

"Cox, jangan marah ya...cincin-nya ilang, padahal gw inget banget gw copot pas mo mandi. Cox...cox....coxu....." yah....dicuekin

======================

"hallo puy, eh liatin meja gw dunx, dompet gw disitu ga?"
"ga ada tuh....keselip di tas kali"
"udah gw cari-cari seisi rumah ga ada"
"ketinggalan di angkot kali, ato di warung?"
"WHOAAA!!!!!!!!! iya puy, semalem abis dari warung gw taro dompetnya di tas kresek bareng ma makanannya"
"baguslah kalo inget"
"tapi kreseknya dah gw buang"

======================

"Mber!! Gw dah nyampe cengkareng, langsung ke kantor aja ya"
"Yo wis, qt masih lembur koq. Ada yang ketinggalan ga?"
"ee.....kacamata, ketinggalan di pesawat, gw copot bentar buat ngelap muka, trus gw..."
"bener ya apa kata coxu, lu tu butuh rante gajah!!"

======================

"Kacamata gw taro dimana ya?"

"Nyelip kali di tas" Coxu dah il feel narik selimut nglanjutin tidur. (eitts ini adegan dalam kereta Argo Dwipangga)

Mencoba mengingat-ingat tapi tetep ga' inget dan akhirnya kembali gw harus merelakan kacamata yang baru dibeli 2 minggu yang sebelumnya. Perjalanan ke Jogja-pun memakan korban.

======================

"MP3nya di elu ya Nus?"

"ihh tadi kan dah dibalikin. jangan-jangan ketinggalan di angkot?"

Ya sudah pasti lah itu.... dan gw inget banget adegannya: naro mp3 di samping gw, trus gw ngambil dompet dari tas trus narik beberapa lembar ribuan trus masukin dompet lagi trus turun dehh. Adegan mengambil kembali MP3 itu ga' tertulis di script.... DODOOOOLLLLLLLLLLLZZZZZZZZZZ

======================

Disebuah bus saat mo check out dari Malang:

"Pengumuman untuk Kamar 120, ada jacket yang tertinggal!" Pssttt.... itu punya gw

12 Jam berikutnya di parkiran House Of Sampoerna Surabaya

"Gw tadi make jacket ga?"

"Ka'nya sih engga'?"

"Brarti tadi masih ketinggalan di kursi bebek Padin itu ya?"

Lemesss.... malu ma temen baru dan jacket itu.... jacket onye kesayangan gw..... WHOAAAA..... Thx ya prends dah mau balik lagi ke Padin, padahal jaraknya lumayan jauh n thx God gw ga' perlu ngiler didepan counternya C2 meratapi jacket.

Kenapa dengan otak gw??? Begitu banyak barang yang ilang ga ketauan rimbanya gara-gara L.U.P.A. HP dan dompet silih berganti tertinggal di kantor dan kostan sepertinya dah jadi agenda rutin. Dipanggil-panggil ma kasir juga dah biasa, bukannya gw lupa bayar, tapi gw lupa dengan uang kembalian. Apa ada obat ato tip & trik biar ga gampang lupa?? Jangan kaitkan dengan IQ karena pk boz yang bergelar PhD yang dah pasti puinter dan ngguanteng pulak  mirip bintang pelem Jepang tingkat lupanya ga kalah parah ma gw.

"Hallo Ndah, dibawah meja ono sepatuku ora?"
"Ga ada pak, kemarin kan Bapak ga ke kantor. Kenapa pak?"
"Lupa dimana, aq cari-cari di rumah, di mobil, ga ada semua. terakhir pergi kan ke The Sultan ya?"
"Jangan-jangan ketinggalan di The Sultan pak, ya.. sapa tau pas masuk lobinya Bapak lepas sepatu"

Itu hanya satu contoh dari begitu banyaknya hal-hal yang terlupa oleh pk Boz. Jangan heran kalo tiba-tiba qt kerja bareng di meja rapat gara-gara beliau lupa bawa kabel laptop. Janjian ma istri aja sering lupa, istrinya nunggu dimana pak boz dah kemana. Pernah mbawa kartu penitipan barang yang dia sendiri lupa kapan belanjanya, parahnya lagi sewaktu pindahan rumah lupa naro Paspor. Solusi bikin paspor barupun terganjal masalah lebih gawat... Ijazahku neng ngendi yo?? GHYIIIAAAA.... Pak bozzz kumaha sih!!

Kalo finance officer punya kebiasaan unik, suka bolak balik parkiran - kantor... yang helm lah, dompet lah, hp phieewhhhh..... Untungnya dia ga' pernah lupa ngisi rekening qt tiap akhir bulan. Mas Assisten rada gokil... pernah bawa sandal kiri semuah, ke kantor ga' bawa apa-apa coz dari kostnya dia ikut pengajian pulang lagi kekostan mo ngambil tas dll ternyata dia lupa bawa kunci dan saat itu kostannya kosong mlompong. Belum lama ini qt ikut partisipasi nyariin kuncinya yang dibilang ditaro di meja rapat, jam 8 malem qt dah nyerah dan ketika jalan ke parkiran ternyata kunci motor yang tergandeng sempurna dengan kunci-kunci lainnya tergeletak di rumput deket motornya.

Bagaimana bisa dalam satu kantor kecil ini ada 4 orang yang pelupa begini. Jangan-jangan suatu saat nanti gw akan dapat telfon dari pk boz gini:
"Ndah, lo dah berangkat?"
"Udah pak, tapi saya lupa letak kantor qt dimana ya?"
"Gw dah di kantor, tapi kata orang-orang sini gw salah alamat. Qt cari bareng-bareng aja yuk. Ketemuan di Botani ya, tapi ...gw lupa muka elo"
"Saya make baju merah" (korban iklan)
"Okeh, gw yang mirip Ken Watanabe"

Sunday, April 5, 2009

Kopdar di House Of Sampoerna & G-WALK




Perjalanan ke Bromo kemarin untuk pertama kalinya gw ketemu langsung ma Ari, temen jadi-jadian di MP (ID: meaurora) di bus Damri Kampung Rambutan menuju bandara. Sebelumnya qt cuma saling comment trus gw ajak dia ikut jalan eh koq ya mau, akhirnya ngobrol juga via FB, YM and sms. Walopun lum pernah ketemu koq ya gw ho-oh aja mbeliin dia tiket pesawat n ari juga ho-oh aja gw minta transfer, lah kalo gw n ari terlahir sebagai penipu bisa aja kan qt saling manfaatin. Saling percaya!! itu modal utama bertemen. Ga' perlu jaim-jaiman qt langsung nyambung ngobrolin apapun termasuk curhat-curhatan... ceilahhh... ibu-ibu nihhh kalo dah ketemu ga' jauh-jauh dah ahhh!!

Udah ke Surabaya ka'nya ga' lengkap kalo ga' sowan penunggu stasiun Gubeng, titik yang ngakunya keren (sakurastan). Sepanjang perjalanan ke Surabaya gw sms-an and mendapatkan alamat kost-nya, apa gw tahu alamat yg dikasih?? Sopir taxi pasti tau lah itu hehehe... Setelah naro barang-barang di hotel Utami n tentu saja mandi dan memilih pakaian "pinjeman" terbaik (thanx to Ari yang udah minjemin gw kaos putih, mesin cuci lo ga' muntah bau keringet gw kan qeqeqeqeqqq...) jam 5 qt meluncur menuju Gubeng. Jauh bener yak... muter-muter ga' jelas sampai akhirnya didepan kost bertingkat ada makhluk berjilbab senyum-senyum. Selain dikenalin ma 2 temennya QQ "mochan" n Liza gw juga dikenalin ma 2 kura-kuranya (sapa namanya Tik? lupa...). Ga' mau mandi sauna di kamar tac sok keren, ber-5 qt menerobos petang di surabaya menuju Bebek Padin. Ueeenakkk tenan.... baru kali ini gw bisa mesen sambel tanpa terasi dan daging bebeknya mmm..... empuk, ga' bau apek/amis n bumbunya mak nyus. Ayo kapan kesana lagi?? Tapi dengan 1 hal yang harus diingat, ingetin gw kalo nglepas jacket ya!! Dah terbukti kan... betapa pelupanya diriku

Kenyang dengan bebek goreng, para setan jalanan itu membawa gw n ari ke House Of Sampoerna. Foto bak model ternama-pun qt jalani dengan penuh penghayatan, 1 kaki tekuk dikit, kepala meleng, angkat dagu dikit, mata sok menerawang, jangan lupa mulut dimonyongin... yak tahaaannn... ughh hancur banget dah hasilnya, beda banget ma mba'-mba' model yang lagi gaya sok sekseh. Selesai sesi pemotretan ga' ketinggalan belanja, kaos dan gantungan kunci masuk ke tas kresek (psstt tik... kalo qt jalan bareng kaosnya dipake ya, biar ka' dari panti asuhan gitu.. ato sapa tau ada yang ngira qt anak kembar). Tujuan berikutnya adalah G-WALK, dengan sedikit interupsi karena harus ngambil jacket gw yang tertinggal di Bebek Padin qt menuju pinggiran yang sangat pinggir dari Surabaya. Busyettt jauh bener yak... Ouughh ternyata G-WALK tu ka' gitu ya, asyik juga sih buat nongkrong tapi jauhnya itu bu... kagak nahaaannn. Ga' cuma di G-WALK, titik juga ngajak qt maen ke salah satu rumahnya di Citraland "The Singapore of Surabaya". Masa' sih di Singapore yang tanahnya seiprit ada rumah segede gabhan ka' disini? Sayangnya... titik lupa bawa kunci rumahnya, bahkan rumahnya yang mana dia juga lupa jadi ya qt cuma ngider-ngider komplek perumahan yang bikin ngiler. Ga' kebayang berapa jumlah pembantu yang dimiliki Titik untuk rumah segede dan semewah itu (ato sebenernya dia itu pembantu rumah mewah itu?). Ga' lengkap rasanya kalo dah ke G-WALK tapi ga' nongkrong disini, camilan ringan nemenin qt ngobrol ngalor-ngidul. Kalo ga' inget besok mo pada kerja ka'nya qt bisa nongkrong ampe pagi deh... akhirnya kopdar itupun berakhir dengan lambaian tangan nan lemah gemulai dari dalam taxi hikss....

Seperti Cinderella yang bergegas pulang sebelum jam 12 malam, gw n ari juga sok jadi cinderella berlari menaiki tanggal hotel Utami karena melihat jam sudah mendekati jam 12 malam. Sementara ari tidur dengan pulesnya gw malah ga' bisa tidur, ga' tau napa gw takut ngliat lorong depan lemari gw takut masuk toilet halahh super duper norak deh pokoknya, padahal kamarnya mah jauh lebih nyaman dari penginapan yang gw pake di Bromo dan Malang. Emang dasar gw penakut ye... Catet lagi 1 hal selain ngingetin barang bawaan gw juga jangan lupa temenin gw nginep di hotel!!

Buat Ari, Titik, QQ Mochan, Liza... thx atas persahabatannya, jangan kapok ya ketemu gw. Moga aja rencana jalan ke Jember Agustus nanti bisa terlaksana.
Buat Om Sam yang nitip salam jitak gw bales jitaknya make martil ya om, ehh koq om sam sering sms-an ma tante titik sih... wuahhh ka'nya Surabaya-Bekasi bakal lanjut nih.

Wednesday, April 1, 2009

Mendaki Bromo, Rafting di Pekalen & Tracking di Sempu




Ini perjalanan pertama gw yang di organize orang laen, sempet kecewa dengan pembatalan trip ke Madakaripura dan dikomporin juga ma nusy buat mbatalin trip gara-gara gw dapet jawaban email yang ga' ngenakin tapi gw tetep mutusin untuk ikut trip Bromo-Pekalen-Sempu 26 - 29 Maret 2009. Itung-itung... gw belajar gimana meng-organize acara jalan-jalan, kan selama ini acara pelatihan mulu.

Pergi tanpa EO ke Bromo juga gampang koq, kumpulin semua info ke Bromo, susun itinerary-nya dan pergilah bersama orang-orang yang se"JIWA" biar perjalanan makin asyik.

Panduan Wisata Bromo, Pekalen dan Sempu dapat dibaca disini:
Panduan Wisata Bromo, Pekalen & Sempu: http://ndahsaja.com/?p=197

Day 1: 26 Maret 2009
Jam 09.10 gw n ari nyampe di Juanda dengan dianter oleh kapten pilot Dito yang guanteng n menerbangkan Mandala dengan sangat nyaman. Di hari pertama ini gw harus kembali il feel coz pesawat Sriwijaya yang dipake rombongan delay n baru akan nyampe di Juanda jam 11.40. Gw contact sepupu, eh dia malah lagi ke Mojokerto, ngontact Titik dia dah ngacir ke Prigen... jadi yo weis nongkrong ajah di Dunkin'. Kurang lebih jam 12.45 qt baru meninggalkan bandara menuju Porong Sidoarjo nengokin Lumpur Lapindo. Suasana hati jadi melow melihat kubangan lumpur yang merendam perumahan penduduk, kebayang ga's ih lo rumah lo kampung lo tempat lo mencari nafkah lenyap gitu aja n sampe saat ini lo musti tinggal dalam pengungsian. Karena alesan ini pula gw ga' mau menggunakan produk Bakrie seperti Esia, walopun tinggal di Bogor gw juga ga' sudi menginjakkan kaki ke The Jungle atau menikmati jazz di Bogor Nirwana residence. Maaf ye, mungkin gw ga' lum bisa mbantu warga Porong tapi setidaknya gw ga' memperkaya Group Bakrie.

Makan siang baru bisa dinikmati sekitar jam 15.00 di rawon Nguling dan kemudian melanjutkan perjalanan ke penginapan Lava View yang kali ini dateng tepat waktu (ya eyalahhh... wong Madakaripura ga' dikunjungin!! hiks..). Selesai makan malam, gw, ari, maryana n nining memilih ngobrol ga' jelas juntrungannya didalam kamar ajah sementara yang laennya pada jalan-jalan. Korban obrolan kali ini adalah Nining! Sorry ya Ning, ka'nya emang ga' lengkap kalo ga' da yang dikorbanin n buat maryana... elu emang pantes banget dipanggil Mami. Pssttt... ini rahasia qt-qt aja ya :))

Day 2: 27 Maret 2009
Jam 03.00 dah bangun, bermodal cuci muka n sikat gigi jam 03.45 qt dah siap mendaki ke puncak Pananjakan dengan jeep. Brrrrr.... duinginn bo', udah dilapis kaos lengan panjang, sweater, jacket n sarung tangan tetep aja hembusan anginnya yang kenceng n dingin itu bikin menggigil. Menjelang jam 5 pananjakan dah penuh orang, beberapa bule terlihat enjoy aja dengan celana pendek dan jacket seadanya bahkan ada yang kurang kerjaan foto pre wedding dengan baju pengantin terbuka... busyettt!! Dijamin kerokan deh itu!! Mr. Sun yang ditunggu dengan susah payah berusaha menembus awan gelap, gw yang dah despert nungguin beautiful sunrise berpindah ke sisi kanan berebut tempat dengan para fotografer yang mendapat model cantik Gunung Batok dan Kawah Bromo. Jam 6.15 meluncur menuju kawah Bromo, baru nyadar deh betapa menyeramkannya jalan yang tadi qt lewatin. Di lautan pasir tukang kuda dah menyambut kedatangan qt, Ari bilang mo jalan kaki ajah sementara mb' Devny bilang takut naek kuda, gw, mb' elvy dan susi yang sebenernya pengen naek kuda ngikutin mereka jalan kaki. Tapi tangga Bromo yang begitu jauh dan bau tokai yang bikin pusing membuat gw mutusin naik kuda, ini pertama kalinya gw naik kuda dan walopun kudanya dituntun tetep aja dagdigdug. Entah siapa yang mendesign tangga di kawah Bromo, gilee aje tu tangga terjalnya ga' kira-kira!! Nyampe di puncak gw ga' mau berlama-lama, ga' tahan ma bau belerangnya. Pemandangan di kawasan Bromo emang indah banget, arsitektur yang ga' da duanya dari Yang Maha Kuasa. Cuma kotoran kuda yang menghampar sepanjang lautan pasir ngganggu banget, tolong dunx itu kuda dipakein celana/pampers.

Jam 9.30 qt dah checkout menuju Pekalen, Sungai Pekalen dah menunggu qt untuk rafting. Jam 11.30 qt nyampe di camp rafting, baru disini qt tau musibah yang menimpa Situ Gintung, gw sms-in temen nanya info temen kampus n kantor lama yang ka'nya tinggal disekitar ciputat.... alhamdulillah ga' da temen disekitar situ gintung. Rafting ga' membutuhkan keahlian berenang, cukup lo punya nyali dan stock suara untuk teriak itu dah cukup modal buat menaklukkan jeram dan arus sungai. Di Sungai Pekalen ada 2 jeram yang cukup menegangkan, jeram lumba-lumba dan GodBlesh, siap-siap aja yang paling depan akan terlempar dari perahu. Jam 3.30 perahu rombongan gw merapat dideket bendungan untuk selanjutnya mandi n makan... upss ini makan siang apa makan sore ya?? Gw dah prepare obat maagh melihat jadwal makan hari pertama yang molor. Jadwal Jam 19.00 check in di hotel Kartika Kusuma Malang molor ampe jam 10-an, wah gagal deh janjian gw ma anak Unibraw.

Day 3: 28 Maret 2009
Ga' mau telat ka' hari sebelumnya, jam 7.30 qt cabut menuju pulau Sempu. Bus besar bukanlah pilihan yang tepat untuk melewati jalanan mendaki yang sempit dan tikungan tajam, hampir 4 jam waktu yang dibutuhkan mencapai Sendang Biru (lagi-lagi telat dari jadwal). Lum ada perahu yang disiapkan menyeberang, waktu menunggu perahu dimanfaatkan untuk sesi narsis dan mengganjal perut dengan bakso seharga Rp.3000,00... murah buanget yak, ga' make acara sakit perut pula:D Jam 12.00 akhirnya nyebrang menuju Teluk Semut, perjalanan beratpun menanti. Tracking yang konon kabarnya ringan dan hanya dijadwalkan 2 jam (P. Sempu => Teluk semut ==> Segara Anak ==>P.Sempu) molor menjadi 4.5 jam. Gimana engga', dengan medan tracking yang berlumpur dan licin karena sebelumnya diguyur hujan dan jumlah rombongan 45 orang jelas mbutuhin waktu lebih lama dibanding dengan tracking ditanah kering dan rombongan kecil. Cuapeknya luar BINASA, ga' lama qt nyampe di Segara Anak kecepatan surutnya air segara anak secepat rombongan melahap makan siang. Kami hanya menikmati Segara Anak dan laut lepas kurang lebih 1 jam. Tempat ini emang indah, sebuah pulau tersembunyi dengan dilindungi hutan bakau dan hutan tropis yang semoga akan tetap terjaga keindahannya. Jam 14.45 qt balik lagi ke Pulau Sempu, kali ini gw ga' mau nungguin temen yang susah payah memilih jalan. Maaf ya mb' devny... tapi gw lum sholat ashar dan waktunya dah begitu mepet so gw ngepot menerjang semua halang rintang demi mencapai perahu sebelum maghrib. Jam 17.25 akhirnya gw bisa mencapai hutan bakau, tapi... LHOOOO!! Dimana perahunya?? Kenapa airnya surut jauh buanget, apa gw salah jalan?? ahh tapi gak mungkin lah, wong hanya ada 1 jalan koq. Cukup jauh juga mencapai perahunya, buru-buru aja gw wudhu dengan air laut yang asin dan keruh n sholat digeladak perahu dengan celana basah. Ga' lama setelah gw nglipet mukena, adzan maghrib terdengar dikejauahan. Alhamdulillah... gw ga' ninggalin sholat hanya demi acara jalan-jalan.

EO acara jalan-jalan ini emang kurang memperhitungkan waktu sholat, jadi peserta harus pinter-pinter memanfaatkan waktu. Gw seringkali menjamak sholat dhuhur&ashar, maghrib&isya karena masih di jalan. Untuk pertama kalinya dalam 3 hari perjalanan ini gw ngerasa tenang melaksanakan sholat ketika nyampe di Sendang Biru, ada penduduk setempat yang mo sholat so gw minta makmum aja n rasanya.... bahagia banget... coz beberapa hari ini gw ngerasa berdosa udah menunda sholat demi sebuah perjalanan. Bukannya sok ngalim, tapi masa' sih elu mengucapkan subhanallah atas keindahan ciptaan Tuhan tapi melupakan kewajiban utamanya. Gw n nusy sewaktu jalan ke Bali memilih sholat di dalam mobil dalam perjalanan ke Kintamani karena ga' nemu masjid.

Rombongan perahu terakhir baru datang sekitar jam 18.30, setelah bersih-bersih dan ganti baju qt menuju bus n balik lagi ke Malang. Thanx a lot buat Amel yang dah minjemin kaen pantainya coz gw ga' bawa celana ganti, gw pikir sih ga' bakal basah-basahan ee ternyata pak sopir perahu markirin perahunya cukup jauh dari pantai, yahhh jadi nyebur deh gw. Makan malam kali ini di Warung Subuh jam 22.00, disitu qt dibebasin milih menu apapun. Kepala gw dah cekot-cekot & hidung meler akibat kehujanan saat rafting dan mungkin juga kecapean stelah rafting dan tracking, sementara lambung dah perih lagi. Sop iga gw pilih sebagai menu makan malam, halahhh ini sop iga apa iga dicemplungin ke kuah bakso?? Kuciwa deh gw... pengennya meringankan kepala n menetralisir lambung malahan enegh dengan rasa kuahnya. Nyampe di hotel langusung mandi dan tidoooorrrrrrrrrrrrrrrrrrr.

Day 4: 29 Maret 2009
Sehabis sholat subuh gw milih tidur lagi n baru bangun jam 7, sarapan dengan soto yang kuahnya ga' lagi panas dan selanjutnya mborong oleh-oleh khas malang, nongkrong di es krim Oen (yang rasanya biasa aja) lalu jalan ke alun-alun. Jam 09.30 qt check out menuju Rumah Makan Inggil, gilee bener.... baru 2 jam yang lalu gw makan n sekarang harus makan lagi?? Ngliat menunya sih bikin ngiler, tapi gw ga' bisa maksain mereka menuh-menuhin lambung yang harus gw jaga jangan ampe overload, so... semangkok es buah dah cukup. Perjalanan dilanjutkan ke Sidoarjo menuju Tanggul Angin Sentosa, pusat tas ka' Tajur n Katulampa gitu deh. Sepi... gw juga dah ga' minat lagi dengan tas cantik karena dah jarang make. Selanjutnya ke pusat oleh-oleh Sidoarjo di Tanjung. Selama perjalanan ini gw contact-an ma Titik janjian mo maen ke kostan-nya setelah naro tas di Hotel Utami. Gw n Ari emang baru akan pulang hari Senin pagi, so setelah rombongan bertolak ke jakarta gw n ari maen ke Gubeng menagih janji Titik buat nganterin qt keliling Surabaya. Cerita kopdarnya entar aja deh... ka'nya ini dah cukup panjang hehehe....

Pengalaman pertama gw menggunakan jasa orang untuk meng-arrange perjalanan emang kurang memuaskan, dari sisi waktu jelas amburadul yang efeknya kemana-mana. Bukan cuma jadwal makan dan sholat yang terganggu, tapi perjalanan gw ke Tanjung Papuma yang dah gw set ma Ari sepulang dari P. sempu karena melihat itenary-nya sangat memungkinkan buat cabut dari Malang jam 18.30 ternyata GAGAL TOTAL. Booking penginapan dan carter mobil terpaksa dibatalin. Untungnya peserta jalan-jalan ini orangnya asyik n ga' nuntut macem-macem dari EO-nya, jadi perjalanan bisa tetep fun walopun badan pegel-pegel ampe 3 hari setelah tracking. Next trip ke Belitung??? Hmmm... arrange sendiri aja deh

=======================================================
berikut ini adalah tulisan sang EO yg diposting dimilisnya, saya cantumkan disini sebagai jawaban atas apa yang saya tuliskan disini.
[tidak memotong atau mengganti kalimatnya hanya mengganti nama EO tersebut]
Klarifikasi atas tulisan saya sudah saya kirimkan ke milis tersebut tapi tidak di approve sehingga saya posting di:
http://ndahdien.multiply.com/journal/item/59/Klarifikasi_Posting_di_Milis_Curhat_saya_mengenai_curhat_di_Blog_VS_Ibu_Prita_Mulyasari
Setelah telfon dari beliau, saya sudah menutup akses public terhadap postingan ini, namun karena janji istri beliau untuk menutup "topic" tersebut ternyata tidak dilakukan dan klarifikasi saya juga tidak juga di approve maka mulai tgl 8 Juni posting ini saya buka kembali untuk umum.

Dengan adanya tulisan saya, curahan hati beliau dan klarifikasi saya semoga pembaca dapat lebih penjelasan yang berimbang. Saya tidak pernah mengirimkan tulisan-tulisan saya via email dan tidak pernah ada yang minta ijin ke saya untuk menyebarluaskan tulisan saya dari blog ini.
=======================================================
judul topic dalam milis:
Curhat saya mengenai curhat di Blog VS Ibu Prita Mulyasari
.......
...
Curhat saya (nah yg ini "kami") :

Saya juga pernah baca blog dari salah satu peserta "Kami" saat trip ke Bromo yang lalu, dicurhatan tersebut memang tidak tertulis nama "Kami", banyak sekali ketidakpuasan tertulis di blognya tersebut, pembaca blog tersebut pasti hanya sekedar melihat hasil tulisan dari si empunya blog, dan akhirnya tersebar di milis2. Padahal saat trip berlangsung semua hal2 yang tertulis di blognya sudah saya ungkapkan dengan jelas, misalnya tentang di skipnya sebuah tempat wisata yang akan kita tuju, hal ini bahkan sudah dijelaskan seminggu sebelum rombongan berangkat. Lalu tentang waktu yg tidak on the schedule, hal ini sudah saya jelaskan juga kenapa terjadi (alasannya jadwal pesawat yang berantakan pada saat trip tsb), saat trip berlangsung tidak ada yang complain kepada saya, tetapi walaupun tidak ada yang complain saya tetap minta maaf keseluruh peserta di bus karena baru kali itu trip "Kami" tidak on the schedule dan management waktu saat trip berantakan dan sudah saya jelaskan alasan-alasan mengapa hal tersebut terjadi.

Nah hal2 klarifikasi ini tidak tertulis di blog tersebut, hanya kesalahan saja yg tertulis, bahkan di trip tersebut karena dari pihak eksternal (Sriwijaya) melakukan perubahan jadwal sepihak mengakibatkan kerugian material bagi "Kami" (nombok 2.500.000 cuy dari kantong pribadi). Kerugian itu dikarenakan misalnya akhirnya kami menyewa sebuah ELF untuk tambahan teman2 yang pulang terlebih dahulu ke Bandara, lalu kami harus menyediakan snack tambahan karena pesawatnya delayed, dg jadwal tersebut juga kami harus merelakan saat makan malam yg sudah di booking tutup lalu mencari tempat yg 24 jam walaupun harga jauh lebih besar dari budget yg dianggarkan, lalu saat ada yang sakit alergi kami mencari obat di apotik 24 jam (ini pake muter2 dulu karena jarang apotik 24 jam) u/ melakukan ini kami harus meminjam motor petugas hotel, ini tetap kita lakukan walaupun jam sudah menunjukan pukul satu pagi. Sedih juga yah kami sudah melakukan semaksimal apa yang bisa kami lakukan tetapi tetap saja yang tertulis di blog hanya kekurangan kami.

Saya menerima blog ini dari sebuah milis dan anggota milis tsb banyak anggotanya dan sepertinya pasti tersebar ke beberapa milis dan orang2 banyak, mudah yah menjatuhkan sebuah institusi, lembaga, organisasi, ataupun hal-hal lainnya.

Dan apa yang saya lakukan setelah membaca blog tersebut, saya menelpon dan meminta maaf secara pribadi, dan saya katakan ini adalah tetap hak dia u/ menuangkan apa yg ingin ditulis di blognya walaupun berefek negative terhadap "Kami", tapi ya sudahlah kembali ke motto "Kami" "...". Orang itu juga sudah meminta maaf kesaya sih atas ketidaknyamanan saya akibat curhatannya, alasannya dia hanya karena dia senang menulis apa yg dia rasakan (jujur saat menulis dengan sudut pandang dia sebagai penulis), hiks hiks hiks tetapi di blognya masih bisa dibaca oleh semua orang…. Tp ya sudahlah yg penting apa yang kita lakukan maksimal, sisanya orang menilai apa ya sudahlah… toh kita hanya bisa memberikan apa yang kita punya dan apa yang kita mampu…???

Pertanyaannya : Saya sudah menelpon orang tersebut dan meminta maaf koq
tetap menulis ini di milis?
*** yah itu yg tadi saya bilang kita sebagai manusia yg dewasa di dalam berpikir harus mau belajar untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik dari hari kemarin. Jadi kenapa saya menulis ini, saya hanya ingin berbagi untuk kita bisa lebih baik didalam bersikap menghadapi sebuah kejadian dan saya tulis hal ini, karena saya inget kasus Ibu Prita VS Rs. Omni, ini pelajaran juga sih bagi kita semua saat membaca sebuah curhatan jangan ditelen mentah2 apa yang tertulis, bukan berarti curhatannya ga bener tetapi kita membaca hanya dari salah satu pihak, belum mendengar klarifikasi dari pihak lainnya. Padahal dengan curhatan tersebut sudah berhasil menjatuhkan nama baik obyek yg dipojokkan.

Atau bisa juga kita sebagai si pencurhat/complainer, coba diselesaikan dulu unek2 di hatinya kepada obyek yg kita anggap nilainya kurang, kalo ga puas terhadap jawabannya baru tulis secara kronologis cerita dengan lengkap, jangan ada yg diilangin, atau jangan dipotong, karena dengan memotong kronologis cerita dapat membuat curhat lebih dramatis dan si obyek lebih terpuruk, ini sudah masuk kebagian manipulasi cerita, dan ga baik juga yah memanipulasi sebuah cerita apalagi yg nantinya bisa dikaitkan dengan sebuah hukum perdata/pidana.

Segitu aja deh curhatannya….
=======================================================
demikian, terimakasih.
-NDAH-

Sunday, March 22, 2009

Tim, Pembalap dan Jadwal F1 2009

Perubahan regulasi F1 di tahun 2009 ini banyak diperdebatkan tim-tim F1 dan pensiunan F1, dengan alasan krisis ekonomi global FIA mencoba untuk membuat olahraga termahal ini menurunkan anggarannya (tapi di lain pihak menaikkan harga lisensi pembalap!!). Perubahan itu bisa dilihat dari simple/kurang menariknya model mobil F1 akibat adanya regulasi yang menetapkan kembali bahwa BanSlick kembali diberlakukan tuk musim F1 2009 dan larangan pengunaan sayap tambahan untuk meningkatkan Aerodinamika. Ada banyak perubahan aturan di musim balap 2009 ini termasuk tarik ulur system point untuk penentuan juara dunia, test, pengisian bahan bakar dll, lengkapnya bisa dibuka buku aturannya disini. 

Susunan pembalap dan tim yang ikut bertarung di musim balap 2009 tidak banyak perubahan demikian juga dengan sirkuit yang digunakan. Jika pada tahun 2008 ada 11 tim yang berlaga di 18 sirkuit, tahun ini tinggal 10 tim dengan mundurnya Honda maka tidak ada lagi Honda dan Super Aguri-Honda, kepemilikan Honda beralih kepada Ross Brawn mantan punggawa Ferrari yang secara mengejutkan Brown GP hadir dengan menggunakan mesin McLaren. 2 sirkuit tergusur pada balap jet darat 2009 ini yaitu Canada (Montreal) dan Grand Prix Of Europe (Valencia), Valencia sebagai sirkuit pendatang baru di tahun 2008 dimana Ferrari dan Felippe Massa berjaya disini tergeser oleh kehadiran sirkuit baru di Abu Dhabi. Abu Dhabi bukan hanya sukses menggusur Valencia dan Canada, sirkuit ini juga sukses menggantikan Brasil yang bertahun-tahun menjadi seri balap terakhir. Apakah Abu Dhabi juga akan menghadirkan ketegangan seperti 2 musim belakangan ini di Brasil?? Kita lihat saja 17 seri Formula 1 yang akan dimulai di Australia minggu depan.

Hingga 2008 dilihat dari catatan tercepat di 18 sirkuit tahun lalu, Michael Schumacher masih memegang rekor terbanyak membukukan lap tercepat yaitu sebanyak 6x disusul Kimi Raikonen, Felippe Massa & JPM (masih inget Juan Pablo Montoya kan?) masing-masing sebanyak 3x, Rubens Barrichelo 2x dan Lewis Hamilton 1x. Dilihat dari tim pemegang lap tercepat sudah pasti masih Ferrai lah ya pemenangnya, Ferrari berhasil mengukuhkan rekor tercepat sebanyak 12x.


Berikut ini tim yang berlaga di musim balap 2009 dan jadwal F1 2009, jadwal lebih lengkap dengan bagan sirkuit dan tentu aja siap print bisa di download disini. (correct me if I'm wrong, I'll fix
it)

Daftar tim dan pembalap F1 tahun 2009:

  1. Ferrari (Kimi Räikkönen & Felippe Massa), 
  2. McLaren-Mercedes (Lewis Hamilton & Heiki Kovalainen),
  3. BMW Sauber (Robert Kubica & Nick Heldfield),
  4. Renault (Fernando Alonso & Nelson Piquete,
  5. Toyota (Jarno Trulli & Timo Glock) ,
  6. Toro Rosso (Sebastien Buemi & Sebastien Bourdais),
  7. Red Bull (Mark Webber & Sebastian Vettel),
  8. William (Nico Rosberg & Kazuki Nakajima),
  9. Force India (Adrian Sutil & Giancarlo Fisichella), dan pendatang baru 
  10. Brown GP (Jenson Button & Rubens Barrichello ).

 

Jadwal F1 2009 (diambil dari: 2009 FIA Formula One World Championship Race Calendar)

Formula 1 Ing Australian Grand Prix (Melbourne) 27 - 29 Mar 2009

  • Tempat : Melbourne
  • Jadwal Lomba F1: 29 Mart 2009 - 13.00 WIB
  • Jumlah Lap : 58
  • Panjang Sirkuit : 5.303 km
  • Jarak Tempuh : 307.574 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:24.125 - Michael Schumacher (2004)

Formula 1 Petronas Malaysian Grand Prix (Kuala Lumpur) 03 – 05 April 2009

  • Tempat : Kuala Lumpur
  • Jadwal Lomba F1: 05 April 2009 - 16.00 WIB
  • Jumlah Lap : 56
  • Panjang Sirkuit : 5.543 km
  • Jarak Tempuh : 310.408 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:34.223 - JP Montoya (2004)

Formula 1 Sinopec Chinese Grand Prix (Shanghai) 17 – 19 April 2009

  • Tempat : Shanghai
  • Jadwal Lomba F1: 19 April 2009 - 15:00 WIB
  • Jumlah Lap : 56
  • Panjang Sirkuit : 5.451 km
  • Jarak Tempuh : 305.066 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:32.238 - Michael Schumacher (2004)

Formula 1 Gulf Air Bahrain Grand Prix (Bahrain) 24 - 26 Apr 2009

  • Tempat : Bahrain
  • Jadwal Lomba F1: 26 April 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 54
  • Panjang Sirkuit : 5.412 km
  • Jarak Tempuh : 308.238 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:30.252 - Michael Schumacher (2004)

Formula 1 Gran Premio De Espana Telefonica (Catalunya) 08 – 10 May 2009

  • Tempat : Catalunya
  • Jadwal Lomba F1: 10 May 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 66
  • Panjang Sirkuit : 4.655 km
  • Jarak Tempuh : 307.104 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:22.680 - F Massa (2007)

Formula 1 Grand Prix De Monaco (Monte Carlo) 21 – 24 May 2009

  • Tempat : Monte Carlo Istanbul
  • Jadwal Lomba F1: 24 May 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 78 58
  • Panjang Sirkuit : 3.340 km 5.338 km
  • Jarak Tempuh : 260.520 km 309.396 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:14.439 - Michael Schumacher (2004)

2009 Formula 1 ING Turkish Grand Prix (Istanbul) 05 – 07 June 2009

  • Tempat : Monte Carlo
  • Jadwal Lomba F1: 07 June 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 78
  • Panjang Sirkuit : 3.340 km
  • Jarak Tempuh : 260.520 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:24.770 - JP Montoya (2005)

Formula 1 Santander British Grand Prix (Silverstone) 19 – 21 June 2009

  • Tempat : Silverstone
  • Jadwal Lomba F1: 21 June 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 60
  • Panjang Sirkuit : 5.141km
  • Jarak Tempuh : 308.355 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:18.739 - Michael Schumacher (2004)

Formula 1 Grosser Preis Santander Von Deutschland (Hockenheim) 10 – 12 July 2009

  • Tempat : Hockenheim
  • Jadwal Lomba F1: 12 July 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 67
  • Panjang Sirkuit : 4.574 km
  • Jarak Tempuh : 306.458 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:13.780 - K Raikkonen (2004)

Formula 1 Ing Magyar Nagydij (Budapest) 24 -26 July 2009

  • Tempat : Budapest
  • Jadwal Lomba F1: 26 July 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 70
  • Panjang Sirkuit : 4.381 km
  • Jarak Tempuh : 306.663 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:19.071 - Michael Schumacher (2004)

Formula 11 Grand Prix Of Euro (Valencia) 21 – 23 August 2009

  • Tempat : Valencia
  • Jadwal Lomba F1: 23 August 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap :57
  • Panjang Sirkuit : 5.440 km
  • Jarak Tempuh : 310.080 km
  • Rekor Lap Tercepat :1:38.708 – Felippe Massa (2008)


Formula 1 Ing Belgian Grand Prix (Spa-Francorchamps) 28 – 30 August 2009

  • Tempat : Spa-Francorchamps
  • Jadwal Lomba F1: 30 August - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 44
  • Panjang Sirkuit : 7.004 km
  • Jarak Tempuh : 308.052 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:45.108 - K Raikkonen (2004)

Formula 1 Gran Premio Santander D'italia (Monza) 11 – 13 September 2009

  • Tempat : Monza
  • Jadwal Lomba F1: 13 September 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 53
  • Panjang Sirkuit : 5.793 km
  • Jarak Tempuh : 306.720 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:21.046 - R Barrichello (2004)

Formula 1 Singtel Singapore Grand Prix (Singapore) 25 – 27 September 2009

  • Tempat : Singapore
  • Jadwal Lomba F1: 27 September 2009 - 19:00 WIB
  • Jumlah Lap : 61
  • Panjang Sirkuit : 5.107 km
  • Jarak Tempuh : 309.387 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:45.599 - Kimi Räikkönen (2008)

Formula 1 Fuji Television Japanese Grand Prix (Fuji Speedway) 02 – 04 October 2009

  • Tempat : Fuji Speedway
  • Jadwal Lomba F1: 04 October 2009 - 12:00 WIB
  • Jumlah Lap : 67
  • Panjang Sirkuit : 4.563 km
  • Jarak Tempuh : 305.416 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:28.193 - L Hamilton (2007)

Formula 1 Grande Premio Do Brasil (Sao Paulo) 16 – 18 October 2009

  • Tempat : Sao Paulo
  • Jadwal Lomba F1: 18 October 2009 - 23:00 WIB
  • Jumlah Lap : 71
  • Panjang Sirkuit : 4.309 km
  • Jarak Tempuh : 305.909 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:11.473 - JP Montoya (2004)

2009 Formula 1 Etihad Airways Abu Dhabi Grand Prix (Yas Marina Circuit) 30 October – 01 November 2009

  • Tempat : Yas Marina Circuit
  • Jadwal Lomba F1: 01 November 2009 - 18:00 WIB
  • Jumlah Lap : 55
  • Panjang Sirkuit : 5.554 km
  • Jarak Tempuh : 305.470 km
  • Rekor Lap Tercepat : -

IN MEMORIAM:

Formula 1 Grand Prix Du Canada (Montreal) 06 - 08 Jun 2008

  • Tempat : Montreal
  • Jadual Kualifikasi dan Lomba: Sun 08 June 2008 - 24:00 WIB
  • Jumlah Lap : 40
  • Panjang Sirkuit : 4.361km
  • Jarak Tempuh : 305.270 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:13.622 - R Barrichello (2004)

Formula1 Grand Prix De France (Magny-Cours) 20 - 22 Jun 2008

  • Tempat : Magny-Cours
  • Jumlah Lap : 70
  • Panjang Sirkuit : 4.411 km
  • Jarak Tempuh : 308.586 km
  • Rekor Lap Tercepat : 1:15.377 - Michael Schumacher (2004)

Attachment: Jadwal_F1_2009.pdf