Wednesday, March 11, 2009

Uneg-Uneg Gw tentang JavaJazz Festival 2009

Pesta bagi pecinta jazz telah usai, gelaran festival jazz selama 3 malam di Jakarta Convention Center mempertemukan gw dengan musisi jazz yang dah tersohor dan juga mengenalkan gw dengan banyak musisi jazz yang patut dimasukkan list wajib tonton ditahun depan (kalo diundang lagi). "It's festival for all" itulah tema JavaJazz 2009, keinginan untuk merangkul semua pecinta music jazz dari semua lapisan umur. Berbeda dengan festival JakJazz yang cendering dihadiri pecinta jazz usia 25 tahun ke atas, JavaJazz berhasil menarik bocah-bocah ABG dengan kehebohan khas anak remaja untuk menikmati jazz gaol dari musisi muda Indonesia bahkan beberapa penyanyi pop juga diselipkan pada beberapa stage. Sebelum gw nyeritain day by day musisi jazz yang gw tonton gw pengen bikin list hal-hal yang cukup mengganggu selama JavaJazz 2009, boleh dunx gw sebagai customer ngasih kritik, kan demi meningkatnya kinerja panitia tahun-tahun berikutnya.... cieee gaya bener sih gw!

  • Penukaran tiket online: Pengumuman yang ga' jelas bahwa tiket online ternyata bisa ditukar tgl 2,3 dan 4 Maret membuat penukaran tiket pada tgl 2 Maret membludak, antrian yang bisa menghabiskan waktu 2 – 2.5 jam seharusnya ga' boleh terjadi untuk Event Organize segedhe JJF. Mungkin ada yang bilang kalo lo mau bayar murah ya inilah konsukuensi yang harus diterima! OH YEEAA?? Jaga ucapan lo Bung!! Tiket online emang lebih murah, tapi qt-lah orang-orang yang membuat panitia JJF punya modal terlebih dahulu, dengan membeli tiket sejak bulan Desember dimana itu belum ada kepastian musisi jazz yang akan hadir qt dah ngambil resiko siapapun performer-nya qt pasti nonton. So jangan gunakan alesan murah untuk sebuah pelayanan yang buruk
  • Lobby yang penuh sesak: 3 buah lobby stage sepertinya terlalu banyak, lagian ga' mungkin kan semua stage itu akan menampilkan 3 musisi sekaligus. 2 stage ka'nya dah lebih dari cukup kalo mempertimbangkan waktu sound check. Lobby yang seharusnya memudahkan qt berpindah dari satu stage ke stage lain berubah menjadi ajang antrian dan desak-desakan karena selain 3 buah lobby stage juga ada buanyaaakkkk stand seperti stand makanan, stand merchandise dan stand sponsor. Ini sebenernya lagi pameran pernak-pernik jazz atau Jazz Festival? Dengan lorong-lorong yang sempit wajar aja kalo disini jadi titik kesemrawutan antara ribuan orang yang baru keluar atau akan masuk ke plenary hall, assembly hall, cendrawasih room dan exhibition hal A dan B, orang-orang yang antri makanan, orang-orang yang antri belanja, orang-orang yang menikmati penampilan di lobby stage dan orang-orang yang bingung mo kemana.
  • Jumlah pengunjung yang sangat banyak: Tiket yang murah, banyaknya musisi jazz dari berbagai genre (bahkan banyak pula penyanyi pop yang diundang karena lagi naek daun), penyelenggaraan yang bertepatan dengan libur 3 hari menjadi factor utama membludaknya pengunjung JJF 2009. Untuk menikmati Peabo Bryson dan Matt Bianco gw harus berlari menaiki tangga demi mendapatkan tempat duduk didepan stage, gw juga harus merelakan membuang waktu 30-45 menit didepan pintu yang yang masih tertulis sound check demi melihat Tohpati, Ron King & Gary Anthony dari dekat. Kalo target pasarnya masih tetap luas ka' sekarang tidak salah kalo penyelenggaraan JJF tahun 2010 akan dipindahkan.
  • Fasilitas Moslem Prayer: Luasnya stage tidak sebanding dengan luasnya mushola yang disediakan, kalo biasanya saat pameran di JCC penyelenggara menyediakan mushola khusus untuk ce' dan hall lumayan luas dibawah tangga untuk co' maka pada pagelaran JavaJazz nan akbar di negeri dengan penduduk mayoritas muslim qt cuma diberikan mushola kecil yang dibagi 2. Bisa dibayangkan gimana penuhnya saat sholat maghrib, setiap orang berusaha segera menjalankan ibadah sholat maghrib begitu melihat ada shaf yang kosong sehingga banyak yang melangkahi orang yang sedang sholat, padahal kan menurut aturan dalam sholat qt ga' boleh berjalan didepan orang yang sedang sholat… semoga Tuhan memberikan toleransi pada hambanya yang masih mengingat kewajiban sholat.
  • Asap rokok: DjiSamSoe bukan lagi sponsor utama acara ini, tapi entah kenapa JCC justru jadi surga bagi para smoker. Dengan cueknya mereka mengepulkan asap rokok, panitiapun ga' gitu peduli dengan hal itu, ga' peduli atau dah cape' ngingetin entahlah tapi yang jelas didalam gedung yang ber AC pula asap rokok menghiasi ruangan yang penuh sesak. Seharusnya rokok juga jadi barang yang dilarang masuk selain minuman yang dah langsung disita dipintu masuk. Tolong dunx disediain ruang khusus lokomotif, diantara pengunjung JJF juga ada balita, anak-anak dan orang-orang anti asap rokok. Udah penuh ditambah asap rokok pula… phieewwhhh
  • Zero Waste: slogan ini selalu diucapkan oleh MC sebelum memulai acara dan memang panitia nyediain buanyak tempat sampah, tapi entah kenapa pengunjung yang notabene orang-orang berduit dan berpendidikan seenak jidat buang botol minuman, tissue dan kotak makan disembarang tempat. Didalam gedung emang ga' banyak, tapi disepanjang pintu masuk dan stand makanan didepan JCC sampah bertebaran dimana. Plz deh para pengunjung yang melek kebersihan, apa mentang-mentang dirumah lo semua sampah di urusin pembokat trus disini lo juga nyamain panitia dengan pembokat?!! Jaga kebersihan dunx!!!


Selebihnya… gw acungin jempol buat penyelenggara yang udah bekerja keras membuat acara ini dengan mengundang banyak musisi jazz yang berkualitas (juga yang sedikit berkualiatas hehehe), walopun beberapa volunteer dan panitia ada yang ga' tau letak stage-nya tapi mukanya ga' masem dengan sebegitu banyak pengunjung yang bertanya ke mereka. Gw juga sangat menghargai ide panitia untuk memupuk rasa nasionalisme dengan mengawali show di setiap stage dengan lagu Indonesia Raya, ampe merinding ndengerin suara Mike Idol di Exhibition Hal B sebelum Jason Mraz tampil. Terimakasih buat Peter F Gontha yang berhasil merayu Ron King & big band untuk mengenakan batik, untungnya Ron King ga' make batik kuning jadi gw ga' salah manggil dia "Surya Paloh"

No heart feeling buat panitia atau temennya panitia JJF dengan unge-uneg gw ini, terimakasih atas kerja keras kalian dan tetap semangat nyelenggarain event JJF tahun-tahun berikutnya. Semoga tahun depan jauh lebih baik, jangan sampe kalah dengan festival jazz di negara tetangga yang masih baru tapi dah berhasil menggelar event dengan sangat baik dan memuaskan pengunjungnya.

JavaJazz day by day…. Next posting deh

Tuesday, March 3, 2009

Gelengkan Kepala dan Katakan....

Jenuh!! Kenapa tanggal 9 April ga' kunjung tiba? Kemana mata memandang sepertinya tidak bisa lepas dari gegap gempita pemilu, jalanan semakin semrawut dengan berbagai wajah asing berhiaskan senyum penuh kepalsuan menjual diri, televisi ga' bosen-bosen menggelar debat ini itu, media cetak dan media online ga' kalah gencar menyajikan hasil survei. Ternyata bukan cuma percetakan yang menikmati limpahan order dari calon wakil rakyat yang katanya bakal "terhormat", mediapun bersemangat dalam memuat atau menayangkan iklan-iklan politik. Padahal iklan-iklan itu hanya “omong kosong” yang terlalu melelahkan untuk didengar. Milyaran rupiah dibuang-buang untuk jual diri, mengatasnamakan rakyat kecil (mohon maaf untuk yang berbadan besar, anda tidak pernah dibela hak politiknya!) yang hanya dikunjungi melalui media sementara tangannya yang melambai gemulai dilayar kaca itu tidak pernah menyentuh tangan-tangan warga porong yang bertahun-tahun mengungsi.

Maunya Selalu Memberantas Kemiskinan Tapi Ada Yang Selalu Kuras Uang Rakyat
Ada Yang Sok Aksi Buka Mulut Protas Protes Tapi Sayang Mulutnya Selalu Beraroma Alkohol

Yang Muda Mabuk, Yang Tua Korup, Korup Terus, Mabuk Terus
Jayalah Negeri Ini, Jayalah Negeri Ini (Merdeka...!!)

Maunya Selalu Menegakkan Keadilan Tapi Masih Saja Ada Sisa Hukum Rimba
Ada Yang Coba - Coba Sadarkan Penguasa Tapi Sayang Yang Coba Sadarkan
Sadar Aja Nggak Pernah

Setiap Hari Mabuk....Ngoceh Soal Politik
Setiap Hari Korup Ngoceh Soal Krisis Ekonomi
Perut Kekenyangan Bahas Soal Kelaparan
Kapitalis Sejati Malah Ngomongin Soal Keadilan Sosial
Selalu Monopoli! Ngoceh Soal Pemerataan
Setiap Hari Tucau Ngoceh Soal Kebobrokan


Orde Lama, Orde Baru hingga era Reformasi ga' banyak membawa perubahan, kaum reformispun ternyata ga' jauh beda mental dan sikapnya dengan tokoh-tokoh di era sebelumnya dengan memanfaatkan rakyat kecil hanya disaat kampanye saja... setelah menjabat... yang ada hanyalah gimana ngeruk duit sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kepentingan pribadi dan partainya. MUAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKK

Epidemi kolusi borok nepotisme rontokkan cita-cita
Kapitalisme semu yang tak terdeteksi dan tak pernah tersentuh
Bangsat-bangsat bertopeng anak bangsa rajai hukum rimba
Asah otak, tajamkan pandang masih banyak yang tertinggal
Masih terjajah belum merdeka terjajah bangsat seiring
Yang lama tlah terbuang dimaki jaman itu yang barupun tak berbeda
Perjuangan terakhir basmi sgala penyakit songsong edisi terbaru


Okeh Indonesia masih dalam taraf belajar berdemokrasi, tidak mudah menegakkan demokrasi untuk negara besar dengan beragam perbedaan suku, budaya dan agama, tapi mo sampe kapan??? Udah lebih dari 10 tahun belajar jika demokrasi dihitung sejak masa reformasi ga' ada peningkatan intelegensia yang berarti, kampanye hanya jadi ajang dangdutan ga' pernah jadi ajang komunikasi politi yang efektif , demonstrasi hanya jadi ajang kerusuhan, ucapan manis "Siap Menang Siap Kalah" berulangkali justru menumpahkan darah dan merenggut nyawa.

Arak-arakan pawai ediot dengan baju warna warna
Pasti tak mengerti yang dilakukan yang sedang diteriakan
Ini cuma permainan ini bukan wujud nyata
Baris pasukanku siapkan amunisi kau bukan boneka yang ditipu boneka
Huru dan hara tak ada guna, cukupkan korban yang tak berguna
Ini pesta apa pesta siapa pesta yang itu tak seperti pesta disana
Ini cuma pesta pora
Itu namanya kriminalitas bukan politik bukan taktik
Akhirnya jadi bahan lelucon yang tak lucu dan tak cerdik



Walopun muak tapi gw juga masih betah mantengin tayangan berbau politik asalkan disitu ada .... Arya Bima Sugiharto wuakakakkk... ngefans dikit boleh kan, yahh setidaknya Mucle lumayan bikin gw betah menikmati parodi politik. Tanggal 9 April 2009 sudah pasti gw nantikan, bagaimanapun pemilu adalah saluran politik walopun mampet tapi dengan kesadaran tinggi gw akan ikut serta memapetkannya. Enyak-Babe... tunggu kepulanganku ya, kan tgl 10 juga libur jadi menjadi teramat sangat tepat kalo moment pemilu ini diagendakan untuk pulang kampung. Yuuuuukkk!!

Apakah elu termasuk yang bersemangat menyambut pemilu? Apakah elu akan menggunakan hak pilihmu?

Gelengkan Kepala dan katakan..............

Leng geleng geleng geleng.....

Guk angguk angguk angguk....

thx for Ahmad Band yang pernah menelurkan album Ideologi, Sikap, Otak

Tuesday, February 24, 2009

American Idol Season 8.. dimanakah dirimu?

This... is American Idol!

Itulah ciri khas kangmas Ryan Seacrest ketika membuka acara nan tersohor yang sudah masuk musim ke-8. Sejak awal penayangannya gw udah suka konsep pencarian idola ini, jelas ini bukan singing contest, ini adalah ajang yang diukur berdasarkan popularitas jadi bisa saja pemenangnya bukan yang paling bagus kualitasnya. Indonesia & negara-negara lain juga terkena demam American Idol sehingga lahirlah jalan tembus menuju beken dengan cara instant. 

Kenapa gw begitu ngefans ma American Idol?? Secara kualitas performance kontestan yang masuk babak 12 besar sangat bagus bahkan memilih 12 dari 24 berat banget, factor lain yang mendukung adalah

  1. kehadiran 3 juri sangat terbuka dalam penilaian (paula sih suka emosional, tp kadang jadi dewi penolong dari "kejujuran" simon)
  2. pesona menawan kangmas Ryan Seacrest
  3. setting panggungnya keren
  4. aransemen music nan menawan
  5. kualitas kontestan, mereka bukan hanya jual suara apalagi tampang (pernah liat dunx kontestan bekrulit item berbadan lebar tp bersuara indah bisa menembus 3 besar). mereka juga jago mengaransemen lagu dan begitu konsisten dengan jalur music yang mereka pilih dan satu lagi...
  6. sistem voting dengan menunggu sampai semua kontestan selesai serta tarif sms & telfon standard juga point plus dalam menangkal boom sms/telfon dari keluarga kontestan.

Sejauh ini season 5 menghasilkan paling banyak album yang semuanya laris manis dipasaran: Taylor Hicks, Katherine McPhee, Chris Doughtry, Elliot Yamin,  dan Kellie Pickler. Dari session 6 selain Jordin Spark yang sukses menggandeng Chris Brown qt tentu susah melupakan Blake Lewis dengan beat box voice-nya, Mr. Lewis juga menelurkan album sesuai dengan jalur music pilihannya. 

Ada 3 orang yang performance-nya susah dilupain, Blake Lewis, Taylor Hicks dan David Cook. Blake Lewis co' yang kreatif dan berani dalam memilih dan mengaransemen lagu, masih terngiang lagu "A Bad Name" dari Bon Jovi yang di"kacau"kan dengan sangat brilliat. Aksi Lewis ketika nyanyiin lagu klasik milik tony bennet atau bahkan the cure juga sangat nancep dikepala. David cook dari session 7 juga dah langsung gw jagoin sejak awal kemunculannya, Cook menyihir dengan kemampuannya nyanyiin segala jenis music.. mau ngerock nyaingin Chris Cornell lewat lagu Billy Jean ok, beropera ria  lewat "The Music of the Night" ato bahkan lagu melownya Celine Dion "First Time Ever I Saw Your Face" dilibas dengan begitu mudahnya.  Tapi kalo di suruh memilih 1 maka pilihan itu masih tetap jatuh kepada Taylor Hicks. Tampangnya tergolong tua untuk ukuran Idol, apalagi genre music yang di gemarinya kurang populer di telinga anak muda (Soul), mungkin karena ini pula Taylor tidak mendapatkan promosi sepadan dengan yang diperoleh rekan-rekan season 5 lainnya. Tapi dia punya penggemar yang fanatic dan gw yakin tahan lama. Lihatlah penampilannya membawakan lagu You Send Me, You Are So Beautiful, Soul Thing atau yang paling terkenal Do I Make You Proud, selama musim idol baru dalam diri Taylor gw ngliat seseorang membawakan lagu dengan sangat menikmati kalo kata pakar music "lo telah memberi roh dalam setiap lagu yang lo bawain" yupppp music adalah hidupnya. Single anyarnya "What Right is Right" huhuhu... keren abiz, makin manteb aja nih dijalur Soul. Great Job Taylor... Soul Patrol!!!!!

Berbeda dengan Indonesian Idol (ga' tau Idol di negara laen) yang hanya berani menyanyikan lagu yang saat ini lagi populer tanpa improvisasi, miskin musikalitas, sering berpenampilan panggung yang aneh-aneh pokoknya bukan diri mereka banget, ajang ini bener-bener manjadi ladang bisnis dengan tarif sms & telfon premium(setan)nya. Seringkali yang muncul jadi pemenangnya ga' berkualitas, hanya karena berhasil menarik simpati pemirsa dengan ribuan liter airmata hasil dagangan nasib keluarganya yang mengenaskan suddenly keluar pengumuman "Andalah Pemenang Indonesian Idol!". Oughhh Suck!! Ketika menelurkan album mereka hanya mengikuti kemauan produsernya aja, lagi-lagi seperti juga lagu indonesia laennya music dengan nada sederhana dan miskin lirik. OOPSSS sorry..


Coba bandingkan dengan album yang dihasilkan finalis American Idol:

Oh mi god... kemana perginya acara favorit gw ini?? Kemana... DIMANA?? Katakan padaku sejujurnya, mengapa RCTI dan Global TV tidak lagi menayangkan American Idol? Apa karena jualan Indonesia Idol dah ga' laku lagi dan gosipnya sudah berakhir di tahun 2008 sehingga American Idol juga kena imbasnya? Unbeli-pebel!! Gw cek bolak-balik ke acara music-nya RCTI, Gobal TV ga' ada jadwalnya ... ohh sungguh teganya dirimu meniadakan 1 diantara sedikit tontonan favoritku, Gombal tenan!!! 

**bagi penggemar american idol bisa melihat perkembangan terupdate disini


Wednesday, February 18, 2009

Selalu Ada Yang Pertama Dalam Hidupmu

Masih inget ga' sih saat pertama kali bisa naik sepeda...ughhh ka'nya itu pencapaian terbesar yang bisa didapet jaman kecil dulu untuk menunjukkan "Gw bisa lho ka' orang gede, ngontel sepeda roda 2!" (tangan kiri megang stang, tangan kanan melambai bak miss universe). Gw lumayan sering mencatat pengalaman pertama event itu bukanlah hal yang "penting" bagi orang lain, bukan cuma pengalaman menemukan "cinta pertama" dalam ingatan gw buanyak banget hal pertama yang ga' terlupakan seperti:

  • pertama kali nonton pertandingan bola antar kampung (komentatornya lucu suka latah porno, demi menghindari "uang sokongan" alias tiket masuk seiklasnya qt blusukan lewat jalur tikus biar duitnya bisa dipake buat jajan lebih banyak)
  • pertama kali beli kaset dengan duit hasil angpao lebaran (kaset Alm Chryse, harganya 2.500)
  • pertama kali dihargai guru Fisika atas naskah drama yang gw bikin (Alm Pak Joko guru SMP 2 Gombong)
  • pertama kali ikut demo (mau ikut demo karena diajak gitaris super manis, indahnya lagi sewaktu dilempar gas airmata qt lari nglewatin pekarangan dan gitaris itu... terus menggandeng tangan gw...ughhh so swiiiittttttt)
  • pertama kali nangis dikampus (bukan karena diputusin tapi gara-gara gank "Kumatan" nginjek-nginjek posternya Paolo Maldini yang baru gw terima dari AndriKun)
  • pertama kali ngalamin pelecehan seksual di Kopaja 63 (Blok M-Depok) anj**** lum nyampe Depok gw dah turun ganti angkutan & nyampe kostan langsung mandi junub
  • pertama kali nonton konser mahal, biasanya mah nyari yang gratisan ato paling mentok harga ceban bonus sebungkus rokok (Hoobastank.... beda harga beda suasana & jd ketagihan)

fuihhh masih banyak banget hal pertama yang berkesan buat gw, kalo gw ceritain disini bak sinetron. Ada hal terbodoh yang pernah gw ceritain disini yang juga jadi posting pertamaku di blog yang dah beberapa kali ganti karena lupa password

ktakutan trbesar gw dlm test BPK adlh soal Pancasila, UUD, Kebijakan Pemerintah. Knafa?? Krn gara2 gw benci guru PMP yg slalu promosi partai Golkar (tendang pk karyo ke pu-un bringin!!!). Bukan.. bukan mengada.. coz dlm sjarah SD-Kuliah itu nilai trburuk yg pernah gw dapet nilainya 5 koma sekian!! okeh.....okeh klo ga pada nganggap gw sok pinter, tp gw emang pinter cuman ........ tidak brmoral aja kali ya
gw herannya koq BPK ga ngasih jadual ujian, Badan Pemeriksa yg anehh. tp dgn pedenya gw pelajarin Pancasila dkk base on soal2 yg gw dpt dr orang dephut dpan kost-an. Fuihh ngeselin bgt tuh, coz jawaban gw buanyak bgt yg ga Salah (after dicocokin kunci jawaban). dan tibalah selasa pagi di istora brsiap ujian, gw baru tau jadual ujian stelah MC-nya ngasih tau jadual hr slasa itu dan...... AKU KAGETT (
ceriwis style), ga ada Pancasila dkk. 
hari slasa: Bhs Inggris & Bhs Indo, 
hari Rabu: TPA
WAKS!!!!!!!!! ga ada pancasila dkk yg dah pelajari sepenuh hati diikuti hujatan dan cacian dr temen2 yg tau sejarah gw itu. How it could be. Tp yah...dah trlanjur, dgn dag dig dug gw tunggu pembagian soal dan lembar jawaban sambil ngliatin kartu ujian yg trpajang Foto cantikku disitu, liat kbawah lagi...ada tabel dgn kolom trakhir yg masih kosong dan Si MC bilang hrs ditandatangani pengawas..tabel pa-an sih.........................
GUBRAKKKKKKKKK!!!
judul kolom2 itu trtera hari - jadwal test - tandatangan
GUBLOGHHH!!! dr hr jum'at gw punya kartu itu, bahkan gw apal nama yg nandatangin suratnya, pk mosi (mosi tdk percaya.entahlah) dan pesan prsiapan yg ditulis kecil2 dibaris plg bawah, koq bisa trlewat?? KOQ BISSA???? Emmy bilng gw Ceroboh, neneng&pican say gw org yg anneh, kumatan member smakin keras menghujat kebodohan gw... dan gw cuma ketawa guling2 sambil mukul2 tanah dan jedotin kpala ke kasur sambil teriak-teriak BODOH GUBLOGH CEROBOH UEDANN!!!

pengalaman pertamaku ngikutin cpns...hiks memalukan!!!

Minggu ini gw ngedapetin 2 pengalaman pertama yang cukup berkesan

  • setelah putus asa dengan segala macam undian dan doorprize tanpa diduga keisengan ikut kuis netbook ION gw menang!!! OMG... Ndah dapet netbook ION??? Anda salah! Gw cuma dapet temennya netbook, sebuah Mug yang cocok buat temen begadang tentu saja dengan Nescafe Original fav. gw. Yahhh @least gw pernah menang kuis
  • setelah beberapa kali sok nge-riview novel, gw akhirnya kedatangan tamu pengarangnya langsung dan ngucapin makasih atas review gw. OMG... Ndah ditemuin John Grishan, Amy Tan, Andrea Hirata (lagi), Sue Mon Kid, Al Shawni, Langit Kresna Heryadi, Franz Wisner ato...ahh Mr. Dan Brown?? Bukaannn.. Dia bloger juga, orang Indonesia yang sekolah di Italy. Yuppss anda benar... Gama Harjono

CIAO ITALIA! said... 

Allo, hey hey...
Makasih banget reviewnya
:)
Mengenai daerah/topik yang belum terulas di Ciao Italia! —terutama Mafia— hihi, banyak yang penasaran. bersabarlah ... ehhehehe

ciao
gama

OMG!! Gamaaaa... mbaca tulisan acak adul gw? GUBRAKKSSS!! pingsan!!

Makasih ya Gama atas kunjungannya, habis kunjungannya itu mungkin ga' ya Gama ngajakin gw ke Italy, mbawain kopernya juga gpp daahh yang penting menclok ke negeri impian itu.

Selagi gw mimpi di gandeng Gama ke Italy coba lo inget-inget lagi hal pertama yang unforgetable banget buat lo, apa hayoo... ayo dunx cerita disini...

Tuesday, February 17, 2009

Babeku Sayang Babeku Malang

Sebagai orang kampung sepertinya ga' bakal lengkap kalo dibelakang rumah ga' ada suara-suara merdu yang memecah ketenangan subuh. Sejak pensiun Babe emang makin rajin berkutat di belakang rumah yang becek dan semrawut. Ayam, bebek dan menthok adalah piaraan kesayangan Babe, selalu saja piaraan itu jadi alasan utama ga' mau berlama-lama dirumah cucu. Dulu pernah juga miara lele sampe punya kolam pemijahan segala, gurami dan keong mas juga pernah ditekuni sampai bisa memasok ke beberapa rumah makan. Seiring faktor "U" (umur) koleksinyapun makin sedikit, terakhir bulan desember gw pulang tinggal tersisa 2 kolam lele, ayam, bebek, menthok dan soang (angsa) dalam jumlah yang ga' terlalu banyak.

Kecintaannya pada piaraan dah terlihat dari curahan perhatiannya, Babe jadi orang yang paling pertama bangun. Begitu adzan subuh udah langsung menuju dapur kayu, dirumah emang super komplit ada dapur kayu, kompor minyak, kompor gas cuma kurang 1 duanx... dapur kering! tapi ka'nya ga' cucok banget masang dapur kering dikampung. Aktivitasnya dimulai dengan ngrebus air buat mandi pagi dan ngrebus sayuran yang nanti akan diolah bersama dedak untuk sarapan piarannya. Selesai nyuapin piaraan beliau mulai bersih-bersih kandang, meriksa ada yang sakit pa enggak, setelah makan siang mulai ngumpulin sisa-sisa nasi... it's coffe break time for his mistress. Jam 4-an mulai ngolah menu lagi untuk makan sore dan menjelang maghrib sudah pasti terdengar teriakan-teriakan kadang makian kasar untuk piarannya yang buandel ga' mau masuk kandang.

Semua kerjakerasnya itu bukan semata mo nyari duit tapi yang pertama diperhitungkan adalah apakah jumlah piarannya akan cukup untuk anak dan cucunya yang tiap beberapa minggu akan nginep. Qt emang selalu dapet jatah 1 ekor ayam/orang, diluar itu masih dapet bonus gulai menthok dan pecak lele. Seperti weeknd kemarin babe cerita dah nyediain ayam dan soang untuk ulang tahun ponakanku Tia yang jatuh hari ini (Tiaaaa... happy b'day yah, douhh makin cubby aja sihh. ayo dunx sekolah... dah 4thn masa masih males-malesan sih).

Pepatah bilang "Untung tak dapat diraih, Sabar juga menolak" hehh... itu mah tetangga gw, malem minggu kemarin sewaktu Babe konsentrasi penuh nyaksiin perjuangan berat Barcelona mengejar ketinggalan dari Real Betis tanpa disadarinya dibelakang rumah beberapa orang juga sedang konsentrasi penuh nyerok lele yang baru saja dipindahin dari kolam ke bak karena dah siap panen, ayam dan menthok yang lagi bobo juga ikut dipindahin ke karung. Entah suara TV yang kekencengan ato emang piaraan babe yang nurut banget ma malingnya, semua berjalan sukses tanpa ada kegaduhan hingga pagi harinya Babe syhock mendapatkan kandangnya kosong. Simbok dan mb'ku juga ga' kalah kaget, lha wong minggu ini mb'ku lagi jadi satpam rumah tetangga yang lagi kosong ditinggal penghuninya kerumah sakit (cepet sembuh ya budhe....) ee malah rumah sendiri kecolongan.  Yang mengherankan, Soang yang konon kabarnya bisa njaga rumah karena sifat sensi-nya yang mirip anjing bakal bersuara kalo ada orang, ternyata shodara-shodara... kabar itu dusta!! Awas lu soang, siap-siap leher panjang lo berakhir dipenggorengan!! Selain kesedihan Babe tragedi ini juga menyisakan kepedihan diantara piaraan, karena lele yang tinggal beberapa ekor jadi murung ga' da temen, menthok ce'nya sekarang jadi janda dan anak ayam jadi yatim piatu whoaaaa.... kejam!!

Ditelfon gw cuma bisa ngadem-ngademin babe, tenang Be.. dari yang tersisa ini akan muncul mujahidin-mujahidin baru yang akan membasmi kekejaman zionis maling, jihad dan khilafah itu kuncinya!!! HUSS HUSSS ini siapa sih yang ngomong basi!! Gw cuma bilang setidaknya Babe sekarang bisa lebih banyak istirahat, bisa maen kerumah cucu lebih lama. Ga' usah mikirin cucu, anak dan istri yang mo ulang tahun, kasihan juga penjual ayam kalo qt ga' pernah beli. Ntar kalo gw pulkamp ga' usah dibawain ayam goreng lagi, qt wisata kuliner aja dari Purwokerto ampe Kebumen menikmati sate bebek, ayam panggang, pecak lele dan aneka gulai di sepanjang jalan Daendels itu. Sabar ya Be... yang penting Barca masih dipuncak klasemen (halah!!)

Sunday, February 15, 2009

Segera Beredar Minuman Berkhasiat, Ponari Sweet!




Nengokin satu lagi junior-nya Ex_Pesona yang secara silsilah keluarga adalah cucu gw (uhuk uhuuukkk… makin tuex aja nih eyang putri, eyang kakungnya kemana sihhhh!!!) seperti biasa obrolan nglanturpun jadi menu utama saat ngumpul dihari valentine kemaren. Salah satu topic seru-nya adalah membuat sebuah solusi terbaik bagi kelangsungan the dukun alias “Ponari”, ahhh sungguh berat beban kami menyaksikan kerumunan pasien yang masih menyerbu rumah Ponari (bo-ong banget). Butul butuuulll…. ini meneruskan usulan gw dipostingan yang lalu (http://ndahdien.multiply.com/journal/item/43/The_Doctor_vs_The_Dukun_Italiano_vs_Wong_Jombang) untuk nyemplungin batu petir itu ke sumur, ga’ jauh-jauh dari usulan itu berikut beberapa usulan temen gw yang layak dipertimbangkan:

1. Masukkan batu petir ponari ke pengolahan air PDAM, tapi PDAM hanya dinikmati sebagian wilayah saja dan dikhawatirkan tarif PDAM akan naik. Gw jelas ga’ setuju karena ini berarti iuran bulanan kostan gw juga naek.
2. Bawa batu Ponari ke hulu sungai, dengan nyelupin batu petirnya di hulu maka pasien bisa mendapatkan air bertuah itu disepanjang aliran sungai. Dijamin ga’ desek-desekan, tapi apa bakal meminimalisir korban jiwa?? Hmm… kalo tiba-tiba banjir bandang ya ga’ tanggung jawab deehhh…
3. Lelang batu ponari ke perusahaan air minum, mengingat air minum kemasan udah begitu memasyarakat, harganyapun terjangkau. Kira-kira siapa yang yang pantas memenangkan lelang ini

Kalo bikin perusahaan sendiri gimana? Coba dizoom deh itu fotonya, cukup meyakinkan kan jualan gw:D

Thursday, February 12, 2009

The Doctor vs The Dukun = Italiano vs Wong Jombang

Kehadiran The Doctor hari Senin lalu sepertinya ga' seheboh berita kedatangannya, yahh ini jelas karena gw ga' dateng langsung ketempatnya jadi ga' tau persis ka' apa euphoria di Istora. Tapi kalo baca berita-berita yang diupload oleh Detik, Kompas, Inilah, KapanLagi or Okezone semuanya cuma memuat berita "Rossi Terkesan Jakarta" ga' da berita lain, bhieeuuhhh wartawan jaman sekarang kerjanya emang cuma copy-paste, ga' da sisi menarik lain buat di blow-up apa selain Rossi masih mengingat Sentul. Yahh mungkin wartawan juga binun mo cerita apa dari kedatangan The Doctor yang kabarnya hanya "satu jam saja" bertemu fans-nya (mungkin cuma ketemu ce'-ce' hasil sayembara kemarin ya? **kompormledhugh!!), jelas 1 jam adalah waktu yang teramat sangat singkat dan sangat mengecewakan penggemarnya yang sudah dijanjikan Yamaha "sehari bersama Rossi"... sehari bersama Komeng ka'nya bakal lebih realistis dilakukan Yamaha!!

Dihari yang sama diujung timur pulau Jawa juga terjadi kehebohan (douuhhh jatim bikin heboh mulu nih), kali ini kehebohannya bukan pemilihan gubernur, rebutan zakat maut atopun aksi sadis Ryan... Jombang kembali menggemparkan dengan kekuatan ajaib yang ada pada bocah kecil bernama "Muhammad Ponari". Konon kekuatannya berasal dari petir (akhirnya.... kita bisa menyaksikan reankarnasi pendekar "Gundala", Ponari Putra Petir), berbekal batu "ajaib" ia mengobati ratusan orang yang mengantri disekitar rumahnya. Yang sakit sih cuma ratusan, tapi kalikan 6-10 orang pengantarnya maka jumlahnya menjadi ribuan. Kembali lagi terulang aksi desak-desakan terjadi, yang sakit makin sakit bahkan sampai ada yang meninggal. Seperti adatnya orang Indonesia, Pemimpin Daerah dan Kepolisian take action tanpa berpikir panjang... TUTUP!! Hoalaahhh pak dhe... apa ya ga' dapet ilmu manajemen pemerintahan atopun risk manajemen to?  Apa ya ga' bisa dicarikan solusi lebih bijaksana tanpa perlu merusak sumur keluarga Ponari, kan ya bisa tuh... masih dengan dipanggul bapaknya Ponari dan berlari-lari (katanya ini hasil bisik-bisik mbah go'ib) nyemplungin batunya ke sumur, sedot deh tu air alirin melalui banyak kran air dan bikin antrian yang tertib ditiap aliran kran.

Okelah terserah mo digimanain deh, yang jelas dari 2 event dalam waktu yang bersamaan jelas sekali Ponari "The Dukun" telah mengalahkan Rossi "The Doctor" yang tersohor itu. The Doctor emang keren, aksinya memukau tapi kehadirannya disini tidak menghasilkan antrian seheboh The Dukun. Artinya... yang dibutuhkan sebagian besar masyarakat Indo saat ini bukan Orang Hebat, Keren & Terkenal tapi justru Orang yang bisa membantu mereka memecahkan masalahnya. Pengusaha, Arteeesst dan Orang "Pinter" di Indonesia jumlahnya ga' sedikit koq, ehh sapa bilang Indonesia miskin.... bukan orang miskin dunx kalo bisa pasang poster segede "Gajah Bangkok lagi Hamil kena beri-beri" menghiasi jalanan, masalahnya ada berapa dari mereka yang MAU dengan SUKARELA @least jual murah jasanya kepada masyarakat yang membutuhkan?? Hmmm... yang banyak terjadi justru orang-orang biasa yang tidak mengharapkan publikasi tapi melakukan tindakan heroik dan menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. Ada yang nonton KickAndy minggu lalu?? Yupss... merekalah yang seharusnya berdiri di jajaran petinggi Departemen Pendidikan Nasional.

So.... ga' perlu heran kalo misalnya ntar berita kedatangan MU mampir Jakarta bakal kalah gegap gempitanya dibanding event di wilayah lain yang lagi ngadain pembagian sembako gratis.... come on.. daripada duit berjeti-jeti dibuang buat ngliat ubannya Sir Alex mendingan buat jalan-jalan kaleee!! (hoalaahhh ndaahhh ndaaahhh kirain mo disumbangin ke anak yatim)