Thursday, December 3, 2009

Ahh ternyata saya cuma Ge-ERRRRRR

Hujan sudah menjadi pemandangan lumrah di kota hujan ini, cukup membingungkan juga buat menentukan baju-apa-yang-musti-dipakai-hari-ini coz pagi cerah ceria, siang hari panas menyengat tapi setelah jam 2 langit langsung bermuram durja dan tak lama kemudian menangis bombay.. hujan sederes-deresnya dengan kilatan petir yang siap menyambar. Jacket musti dijejalkan ke ransel kecil demi melindungi diri dari dinginnya angin Bogor dimalam hari, maklum... gw selalu pulang setelah maghrib. Bukan karena banyak kerjaan, tapi lebih menghindari kemacetan luar biasa di sepanjang jalan kampus IPB Darmaga (resiko tinggal di kampung eh kampus).

Sore itu, selepas sholat Ashar di Masjid PMI gw n banyak jemaah tertahan di masjid menunggu hujan reda. Tidak ada temen yang diajak ngobrol, karena satu-satunya temen yang gw kenal sedang cuti menikah. Seorang ibu berparas Arab beberapa kali melemparkan senyum yang aku balas dengan senyuman pula. Bungah memuncah didadah (hallahh bahasa lu Ndaaaahhh!!)...
apakah ini jawaban atas do'a-do'a hamba ya Allah
apakah Ibu berparas Arab ini melihat bahwa aku adalah sosok yang pas untuk menjadi menantunya?
ahh tapi kan kalo orang Arab sangat menjaga ras!!
eh tapi kan kalo buat anak cowok lebih bebas memilih, jadi ada kemungkinan buat gw nih

Puluhan pertanyaan berseliweran di kepala, antara GR dan tekanan untuk tidak GR, cukup membuat kembang kempis hidung yang pesek ini.

Tidak lama sang ibu berkata: "Mba', coba deh buka jilbabnya?"
WOTTSS!!
ya ampuuun bu.. sudah secepat inikah??
tapi masa saya harus buka jilbab sih??
dijamin orisinal koq bu (LHO LHO.... koq jadi orisinalitas yang dikedepankan)
"Buka jilbab? kenapa bu"? tanyaku dengan senyum yang dibuat-buat manis demi memenangkan hati calon mertua
"Mba'-nya make jilbab rapih banget, ajarin saya dunx"
GUBRAAAAAAAAAAAAAKKKSSSSS!!
Toa masjid-pun jatuh berdebum ke tanah yang basah!!
Hidung yang udah pesek makin mengkeret gak terlihat
Seperti payung kertas yang hancur oleh rintik hujan, hancur pula harapanku menjadi menantu Ibu berparas Arab.

Dengan tetap menegakkan dagu gw ajarin langkah-langkahnya tanpa perlu membuka jilbab. Agak heran juga coz gw bukan termasuk jilbabers yang bisa make jilbab dengan berbagai macam gaya, cuma model peniti biar gak lari kemana-mana. Ohh ibu berparas Arab.. hanya sebatas itukah engkau ingin mengenalku? 
Hiks hikss... akupun berlalu menuruni tangga masjid nyari dukun cinta.. Tak pelet koen!!

Wednesday, November 18, 2009

Apa aq akan kembali ke Ujung Genteng, Ombak 7, Penangkaran Penyu & Curug Cikaso?




Bulan ini penuh banget rencana jalan... iya baru rencana ajah. Awalnya ngebet banget mo ke Jogja, setelah ada info betapa tidak nyamannya jalan di jogja saat tahun baru maka semangat itupun hilang lenyap tersapu hujan di bulan november (play november rain by gun&rosses). Dufan yang deket aja lum kesampaian udah muncul lagi ajakan ke pulau tidung, padahal jelas-jelas jabotabek termasuk kep. seribu gi ujan mulu dan mengingat perahu menuju pulau tidung yang sering melebihi muatan membuat trip ke kep. seribu di musim hujan dan ombak besar (kemungkinan sampai february) bukanlah pilihan yang bagus (terutama buat gw yang gak bisa renang n lum punya life jacket pribadi).

Ngliat tayangan di metrotv tentang madura yang bukan hanya suramadu dan mercusuar, karena disana ternyata ada pantai lombang sebuah pantai yang ditumbuhi cemara dan qt bisa menikmati sunrise & sunset yang indah; keraton; seni membatik dan api-tak-kunjungpadam cukup menarik minat gw, tapi titik dedengkot nama pulau yang berawalan "M" tidak berminat. Dia malah ngebet pengen paralayang di batu. Hari ini gw liat foto-fotonya mas bolang di tanjung Papuma membangkitkan kembali keinginan gw ke papuma yang pernah gagal total di menit-menit akhir keberangkatan. Titik langsung nyusun rencana: Ijen-Papuma-Pekalen-Paralayang!! Hayux aja... eh gak jelas lagi mo kemana malahan pengen ke Cilacap. Duhduhduuuhhh.. cilacap-purwokerto-wonosobo sepertinya gak menarik deh

Temen-temen SP juga gak kalah ributnya, hari ini kembali sibuk ngobrolin "akan kemana qt akhir tahun ini". Tidung? Bali? Ujung Genteng?? Kemanapun tujuannya ujung-ujungnya akan sama.... "Okeh.. Lu bikin iten-nya Ndah!!" :( Pengen juga sih Ujung Genteng lagi, palagi dulu kesini cuma ngikut trip anak Jejak Petualang dah gitu entah kena kutuk dimana SDcard gw ERROORRR!!!

Kalo mo ke Ujung Genteng di long wiken bulan desember mungkin ini sedikit infonya:
Interest point :
- Pantai ujung genteng
- Pantai pangumbahan liat penyu
- Amanda ratu (yang katanya mirip Tanah Lot, dah gw bilang gak mirip koq :P)
- Melihat pembuatan gula kelapa/pantai akuarium
- Pantai ombak tujuh
- Curug Cikaso
- Curug Cigangsana

Sewa Mobil (rate bogor): Rp. 400.000/day, (belum termasuk: makan dan penginapan sopir, BBM)

Informasi Penginapan sekitar pantai ujung genteng
harga kamar bervariasi : dari Rp. 100.000/malam sd Rp. 600.000/malam

Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
* Pondok Adi: Telpon: 0251-316902 atau HP: 0818-101159
* Deddy Losmen HP: 0852-19319854
* Mamas Losmen: Telpon: 0266-212758 -241033 atau HP: 0852-13507788 0815-72188558 0813-82586648
* Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
* Pondok Hexa: Telpon: 021-7509271 atau HP: 0813-80585444 0815-9372999
* Vila Ujang: Telpon: 0251-337444 atau HP: 0812-8774252
* Batu Besar ( Big Rock ): HP: 0857-23652821

Kampung Cibuaya, Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
* Pondok Wisata Koboi-1 & 2: Pak Koboi HP: 0818-06255770
* Penginapan Pak Abudin: Pak Abudin HP: 0857-23062894
* Penginapan Bungsu: Pak Deddy HP: 0815-63543189 0878-20979878
* Linda's Resort: Pak Rachmat HP: 0813-16385510

Pangumbahan, Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
* Pondok Iskandar: Aisyah HP: 0815-63579959, H Iskandar HP: 0811-203375 0812-2014761


**ITENERARY UJUNG GENTENG-CIKASO-dkk**

*HARI I JUMAT, 18 DEC 2009*

06.00 - 12.00 Jakarta - Amanda Ratu
12.00 - 13.00 Foto-foto di Amanda Ratu
13.00 - 14.00 Amanda Ratu - Penginapan
14.00 - 15.00 Mandi, makan, persiapan ke penangkaran penyu
15.00 - 21.00 Ujung genteng - Ombak 7 - pantai pangumbangan (penangkaran penyu)
21.00 - 05.00 istirahat

*HARI II SABTU, 19 DEC 2009*
05.00 - 07.00 Menikmati matahari pagi di ujung genteng
07.00 - 08.00 Mandi, sarapan
08.00 - 17.00 penginapan ==> curug cikaso ==> curug cigangsa atas & bawah ==> penginapan
17.00 - 21.00 free time
21.00 - 05.00 istirahat

*HARI III MINGGU, 20 DEC 2009
05.00 - 11.00 Ujung Genteng (Free time: berenang, snorkeling, susur pantai, hunting foto, melihat pembuatan gula kelapa atau ke pantai akuarium) dan packing
11.00 - 19.00 kembali ke jakarta

So... mo dimana qt ngabisin longwiken??

**semua foto dari kameranya ari
MOHON TIDAK MUAL NGLIAT NARSISAN GW :">

Panduan Wisata Ujung Genteng: http://ndahsaja.com/?p=74

Wednesday, November 11, 2009

Jak Jazz Festival 2009, 4,5,6 Desember 2009. Be There!!

Terjawab sudah siapa yang akan menjadi jagoan di Jak Jazz Festival yang rencananya akan digelar pada tanggal 4, 5 dan 6 Desember 2009 di Istora Senayan Jakarta. Ireng Maulana yang hadir bersama sejumlah panitia Jak Jazz Festival dalam rangka Syukuran Jak Jazz 2009 menyatakan bahwa Dave Valentin (Flute) bersama Bill O’Connell (Piano), dan Richie Flores (Conga, Perkusi) dalam formasi Triple Play.

Oom Ireng Maulana – demikian ia akrab disapa – mengungkapkan bahwa tahun ini JakJazz memiliki chairman baru yaitu Lilik Wibisono, seorang pengusaha pupuk yang masih berusia 35 tahun. Namun sayang karena kendala teknis sang ketua baru tidak dapat hadir dalam acara syukuran tersebut. JakJazz untuk Korban Bencana Alam dijadikan tema tahun ini.


Sejumlah media yang diundang bersama dengan para musisi-musisi yang merupakan rekan-rekan Ireng Maulana seperti Idang Rasjidi, Benny Likumahua, Kiboud Maulana, Didiek SSS, Ananda Mates dan penyanyi Syaharani, memberikan support demi kelangsungan festival jazz pertama yang berskala nasional dan kini masuk dalam usia 11 (sebelas) tahun. Acara syukuran sendiri diadakan di markas JakJazz Pejompongan kawasan Bendungan Hilir (Benhil).

Lebih lanjut Rully Mangunsong yang bertugas mengontak artis-artis yang akan manggung dalam festival ini menyatakan sejumlah nama yang sudah dipastikan pula akan berpartisipasi. Seperti Lica Cecato dan Valtinho Anastacio dari Brazil. Dari negeri jiran, Malaysia hadir RTM Jazz Orchestra dan M-Jazz Trio.

Pusat kebudayaan di Jakarta juga akan berpartisipasi memeriahkan acara selama tiga hari ini. Erasmus Huis (Belanda) akan mendatangkan Pigalle 44 Gypsy Jazz, sementara CCF (Perancis) akan mengundang Jean My Truong Quartet.

Musisi lain yang juga akan tampil adalah Curtis King Blues Band, Roberto Ruggeri dan Mattia dari Italia. Lalu Janek Gwizdala Project dari Norwegia dan Inggris. Galaxy Big Band yang merupakan band dengan anggota para expatriate dari Jepang turut pula ambil bagian. Rully juga menyebutkan Tetsuo Sakurai masuk dalam daftar antrian yang masih menunggu konfirmasi.

Panitia sudah menetapkan harga tiket pertunjukan yakni sebesar:

  • IDR 150.000 (Mahasiswa/Pelajar),
  • Daily Pass: IDR 250.000 dan
  • 3 Days Pass: IDR 600.000

Source: warta jazz

**mahal ya bo.... tunggu detail schedule-nya dulu deh, keqnya gak bakal mampu beli 3days pass-nya

Thursday, October 29, 2009

Pesona Karimun Jawa day 4 - Hari ini tidak boleh mencela!!




Sepertinya langit karimun jawa tahu banget qt dah pada males bangun pagi, setelah 2 hari disuguhi langit pagi yang cantik dan sunrise yang mempesona dihari Selasa, hari terakhir kami di karimun awan cukup tebal menghalangi kehadiran sang mentari. Sebuah alasan yang bagus untuk menarik kain pantai lebih rapat lagi. Tak disangka-sangka pagi itu menu sarapan qt adalah lontong opor... OMG Bu Nurul... are u "M" on james bond!! Yang perlu diperhatikan di wisma apung adalah jumlah kamera tersembunyi yang tidak terkira jumlahnya (coz qt cuma bisa mengira-ngira), gw pengen soto ee.. pagi-pagi qt dapet sarapan soto, qt nebak buahnya semangka ee.. langsung diganti jadi melon, gw males makan nasi disediain kentang, malemnya ngomongin bo** eh pagi ini ada Bok**g opor upss Lontong Opor^^.

Kejadian yang seru dihari ke-4 itu adalah saat sarapan. Seandainya waktu itu ada handycamp (lebih tepatnya handycamp gw gak ngadat), Rudi dijamin masuk acaranya Panji.. "Kena deh!!". Temen samhoed yang satu ini emang dikenal dengan penciumannya yang tajam dengan makanan, kalo sarapan belum tersedia dijamin dia gak bakal bangun. Pagi itu di meja makan ada 2 piring lontong, diurutan pertama teronggok 1 piring daun pisang bekas lontong. Rudi yang kesiangan (as always) langsung shock menyadari dia gak kebagian lontong, ya ampyuuun... tu muka bener-bener mengenaskan!! Qt yang dah duduk menikmati sarapan bukannya ngasih tahu Rudi masih ada lontong disudut meja yang lain malahan menyoraki Rudi ee lebih tepat mencela! Yah sepertinya qt memang dipertemukan untuk mencela, walopun terhitung belum cukup kenal baik 1 sama lain tapi kalo urusan mencela faseh bener. Tak ada lontong, sambel goreng kentangpun boleh lah... so Rudi menyendok kentang dalam jumlah buanyak, dan ketika dia sampai di ujung meja ekspresi kaget campur bahagia langsung terpancar dimukanya... Lontoooooooong!!!

Tapi pagi itu qt janji untuk tidak saling mencela, kalo ada yang kebablasan yang lain langsung ngingetin... kenapa? Karena ada kabar kapal tidak bisa melaut karena gelombang masih tinggi. Untuk mastiin kedatangan kapal kami menghubungi pak Purwanto (masih inget pak pur bagian ticketing semarang itu kan?) yang alhamdulillah mengabarkan akan ada kapal menjemput kami, jam 9.30 semua musti berkemas dari wisma Apung coz jam 11.00 kapal Kartini akan berlabuh. Pak Idrus (75%) mengantar kami hingga darmaga kecil karimun, kali ini samhoed gak lagi berulah menggoyang perahu sehingga perahu dapat merapat dengan sempurna. Makasih pk Idrus...

Sebagai bekal diperjalanan qt borong mangga-nya bu Ester... mangga karimyuuuuun. Kami tiba di pelabuhan jam 11.30 dan kapal diberangkatkan 1 jam kemudian dengan rute Karimun, Jepara, Semarang. Jika saat kedatangan (Semarang - Karimun Jawa) dibutuhkan waktu 3 jam kali ini dengan transit di jepara kurang lebih 1 jam kami membutuhkan waktu 5 jam setengah. Samhoed sang pengembara gembelnista terkapar oleh guncangan ombak, gw memilih minum antimo dan tidor dengan pulasnya. Sandar di Jepara jam 3.15 kami langsung menuju masjid yang letaknya tidak jauh dari pelabuhan (10 menit jalan kaki). Sebenernya ada banyak warung makan disekitar pelabuhan tapi karena waktu itu qt gak tahu sandarnya sampai kapan so qt langsung balik, phieww.. ternyata lumayan lama juga sandarnya. Kapal Kartini merapat dipelabuhan Tanjung Emas Semarang jam 18.00, gak ada angkot gak ada taxi.. truk polisi pelabuhan yang ada ternyata gak da kuncinya (maksudnya??).

Terkatung-katung di pos polisi nungguin taxi yang konon kabarnya dah ditelfonin pak polisi, udah hampir 1 jam lum ada yang datang, banjir ternyata menjadi alasan tidak adanya taxi yang lewat. Waktu terus berjalan, cape', perut keroncongan... alhamdulillah sebuah taxi melintas dan sepertinya hanya cukup untuk ce' sahaja, maka naiklah gw, ari, titik dan.... mm... jeunx sapari. Ternyata tidak jauh dari pos polisi ada pangkalan ojek yang siap mengantar ke stasiun dengan ongkos Rp. 10.000, douhh tahu gini mah daritadi qt ngacir dan bisa segera mengisi perut. Jam 7 lewat qt tiba distasiun tawang, selesai sholat kami memesan makan nasi rames, kami baru masuk peron 10 menit menjelang pemberangkatan kereta. So maaf aja buat yang nitip oleh-oleh khas Semarang... dengan suplai energi dari sarapan lotong opor & sebungkus mangga gw dah gak da tenaga buat berburu oleh-oleh. Titik yang malam itu langsung pulang ke Boyolali nungguin qt sampai masuk peron (baek banget sih elu tik). Msdhian yang awalnya mo naek bus akhirnya pulang bareng naik kereta. Ber-7 kami kembali ke Cirebon dan Jakarta membawa kenangan indah, lucu, seru dan konyol yang sampai saat ini masih melekat dan masih bikin senyum-senyum ndiri. Rudi dah pengen bikin trip Amazing Race Jilid II, samhoed sepertinya masih perlu memulihkan kondisi kulitnya, ari dan gulam kemungkinan ada trip tersendiri.... hani-myuuuuuuun... gw & danang keqnya masih harus memulihkan stamina (begitu juga titik yang semalem baru aja nyenggol becak!!)

Makasih semuanya.... terimakasih untuk perjalanan yang sangat mengesankan, luv u all.

Panduan Wisata Karimunjawa: http://ndahsaja.com/?p=58

@ ari: thx slalu jadi temen jalan gw yang pengertian. istikharah-nya dah ada jawaban belum?
@ gulam: dusta semua omongan samhoed tentang lo, mana kalemnya?? ato karena ketemu yang sehati jadi keq batre energizer? terus dan teruuuuus... ehm ehm...
@ titik: thx dah membiarkan lampu menyala, maaf ya malam pertama lu keganggu mp3 gw (i can't live without music).
jangan salahin gw n sapar dunx kalo lu dah gak polos lagi, yg jelas lu makin cantik... tapi koq masih suka pipis sembarangan?
@ samhoed: knapa gw slalu jadi korban KDRT!! Kalo gak ditoyor kena tendang:(
but many thx dah jadi bendahara yg baek, sisa duitnya jd modal trip selanjutnya??
@ danang: thx atas pinjaman punggungnya.
selamat dah bisa snorkling jauh tanpa pegangan perahu, next trip gak megang tali ya^^
@ rudi: tq juga atas pinjaman punggungnya.
luv u'r style... phose phose phose!!! lu cocok banget jadi tukang foto :))
@ msdhian: fotografer tersantai yg pernah gw temuin, gak ribet bawa "senjata" n dibalik kejaiman ternyata ada kedudulanz:))
thx atas pinjaman "PL"nya... jadi pengen beli... tapi kalo mo ngasih souvenir PL jg diterima^^



Ini foto yang tersisa di hari terakhir plus foto-foto dari kamera titik dan samhoed yang lum sempet mereka upload. Erghh... koq yang baru cerita gw, danang n titik aja sih... ayo dunx msdhian, ari n samhoed cerita perjalanan kemarin!!

Wednesday, October 28, 2009

Monday, October 26, 2009

Pesona Karimun day 3: Pak Mahmud... jangan gila dunx!!




Hari ke-3 adalah saatnya menjelajahi daratan. Pak Mahmud menyambut qt dengan sangat bersahabat, rute perjalanan qt serahkan ke beliau dengan 1 catatan qt jalan darat setengah hari untuk selanjutnya akan kembali ke Tanjung Gelam dengan perahu demi sebuah misi balas dendam msdhian yang dihari kedua memensiunkan kameranya karena lowbat. Tapi ternyata Tanjung Gelam bisa dicapai melalui daratan dengan catatan jalan kaki sejauh 2km, GUBRAKS!!! Denger kata 2km versi orang daerah jelas mengkhawatirkan!!

Memasuki desa Kemujan qt disuguhi pemandangan hutan bakau, persawahan yang kering kerontang selepas panen hingga sampailah qt disebuah darmaga kecil tempat bongkar muat material bahan bangunan (namanya apa ya??). Beberapa sesi pemotretan pre wedding berlangsung dengan sukses, samhoed juga sudah bisa pasang senyum manis :) Perjalanan berlanjut ke kampung Bugis, kekonyolan demi kekonyolan mulai pecah dengan cerita-cerita pak Mahmud yang ceplas-ceplos tanpa ekspresi tapi bikin qt sakit perut overdosis ketawa. Niatan awal gw buat moto rumah eksotis adat bugis dengan sangat sukses dimentahkan pak Mahmud.. "Ini mba' rumah bugis yang bagus buat difoto".. gw cuma bisa cengo n menekan tombol shutter dengan terpaksa, bunga bougenville jadi alasan pk Mahmud memilih rumah ini. Oke dee...

Kisah Sunan Nyamplung, Soto Bo***g, pak idrus 75% masih menari-nari diotak gw dan selalu menyisakan senyum yang akhirnya pecah ngakaknya kalo dah mulai chating dan mbahas semua crita pak Mahmud. Beliau tourguide yang sangat terpercaya, membawa qt ke pantai tempat tenggelamnya kapal Sunan Nyamplung yang kalo tebakan titik bener namanya Legon Lele, resort indah yg kata omsam namanya Palem Cottage hingga makam Sunan Nyamplung. Bukannya qt ziarah kubur yang ada malahan dapat tempat dengan view sangat cantik sebuah hamparan lautan tenang dengan pulau kecil ditengahnya. dan sepertinya kutukan demi kutukan menghinggapi satu per satu rombongan kami, msdhian yang sandalnya sukses jebol, handuk titik yang kabur (dan ari dengan tulus meminjamkan kanebo-nya, KANEBO BOOO!!!), samhoed yang garuk-garuk mulu keq m***t, sdcard danang yang error, kapal kartini yang tidak jadi berlayar karena gelombang besar, tebakan buah untuk makan malam yang salah hahaha... ini mah dah terlalu mengada-ngada.

Tanjung Gelam atau disebut juga Ujung Gelam ternyata sangat mudah dicapai melalui jalan darat, perjalanan ditempuh dengan jalan kaki melalui jalan setapak yang sedikit naik turun dengan kanan kiri pepohonan dan semak... (jadi berasa syuting film "the Beach", tapi kemana ms Leo ya??) Tidak sampai 30 menit qt langsung bertemu lautan dan dengan berjalan menyusuri bibir pantai ke arah kiri qt akan dihadapkan pada sang mentari yang mulai tenggelam, we've got a such beautiful sunset here.... dan semua keindahan itu cukup dengan membayar Rp.10.000/mobil dan guide yang nunjukin jalan Rp. 5000. Selepas sunset kami kembali ke mobil dan berniat makan malam di rumah makan bu Ester karena siangnya qt dah mencicipi masakan bu Ester yang bikin pengen balik lagi (murah dan uenak), tapi berhubung bu Nurul juga sudah menyiapkan makan malam qt cuma mampir ke warung untuk beli Mangga Karimyuuuun... muanis... cukup bayar Rp. 2000/buah dah dikupas dan dipotong plus tusuk gigi. Untunglah gak jadi makan malam tempat bu Ester coz menunya masih sama dengan makan siang:-|

Ombak dan angin masih lumayan kencang, celetukan pak Idrus yang ngabarin gak da kapal berlabuh di darmaga gw jawab dengan meletakkan jari telunjuk miring secara sembunyi-sembunyi. E.. ternyata kabar itu beneran. Maafin ya pak Idrus... pak Mahmud dah nyekokin gw dengan 75%-mu jadi berburuk sangka dengan kabar yang pak Idrus sampaikan... maaf...

Kutukan belum berakhir... karena air payau belum juga datang hingga jam 9-an, sebagian memilih nunggu air sambil packing dan sebagian lagi langsung tidooorr...

Panduan Wisata Karimunjawa: http://ndahsaja.com/?p=58

Sunday, October 25, 2009

Pesona Karimun Jawa day 2: Phose Phose..




Kami menginap di wisma apung dengan memesan 3 kamar (2 kamar extrabed) dengan harga Rp 120.000/malam plus Rp 40.000/malam u' ekstra bed-nya. Gak perlu pesen kamar ber-AC toh siang hari juga lampu mati sedangkan malam harinya angin laut sudah lebih dari cukup untuk menggantikan fungsi AC. Dihari ke-2 adalah saatnya melaut, kami menjadwalkan untuk keliling pulau dengan menyewa perahu seharga Rp. 300.000. Malam sebelumnya kami sudah memesan ke bu Nurul perahu, makan siang dan snorkle. Yang perlu jadi catatatan adalah walaupun sudah pesen snorkle sebaiknya pagi hari langsung pilih snorkle lengkap dengan pelampungnya karena perahu cuma datang dengan makan siangnya. Pengalaman gw di Belitung yang semua pesanan qt langsung disediakan EO tidak berlaku di Karimun, jadi bersiaplah berebut snorkle. Pelayanan pak Aris pemilik perahu kurang memuaskan, karena gak kebagian snorkle qt kena gethok harga Rp. 35.000 padahal harga resminya hanya Rp. 25.000, kondisi snorkle dan pelampungnya juga kurang baik. Sialnya lagi Rudi kehilangan kacamatanya sehingga dia musti bayar ganti Rp. 150.000.

Diluar hal tersebut perjalanan keliling pulau ini sangat memuaskan, biarpun matahari menyengat kulit dengan ganasnya semua (kecuali gw) bisa menikmati kesegaran air di Tanjung Gelam, Cemara besar dan Menjangan Kecil. Mereka bilang pemandangan bawah airnya juga bagus, terumbu karang dan ikan-ikan cantik membuat mereka betah banget.

Sesi pemotretan untuk D-Magazine (Dudulz-Magazine) cukup melelahkan, apalagi dengan model kacangan keq omsam yang selalu merusak tema foto. Sejelas apapun aba-abanya selalu saja salah, adegan baywatch kacau, adegan telentang rusak oleh pameran keteknya, giliran sesuai arahan koreografer ekspresi mukanya hancur. Untunglah ada Sapari Zachry yang dengan telaten ngajarin senyum.

Perjalanan ini menghasilkan istilah baru dengan pemegang hak cipta Rudi Bilbinal, temen omsam yang konon kabarnya nenek moyangnya adalah manusia perahu vietnam yang terdampar di Lampung. Senyumnya irit, gak maksain senyum 3 jari keq mantan finalis Aneka Ria Safari jeunx Sapari, tapi kalo dah phose muka jutek arzetti-pun lewat. Tiap pengen difoto dia akan menyerukan kata "phose!", maka pagi itu tanpa potong pita dan mecahin gentong "phose" menjadi sebutan resmi untuk berfoto. Kalo dicuekin dia rela melakukan adegan gak penting seperti guling-guling dipasir hanya demi terekam video, udah gitu... videonya rusak pula hahahahaaa....

Perjalanan menuju pulau Menjangan Kecil dari pulau Cemara sekitar 1 jam dengan deburan ombak yang cukup besar hingga gw butuh 2 punggung buat ngindarin cipratan airnya (thx a lot buat rudi & sapar). Entah kenapa qt gak boleh turun di pulau Menjangan Kecil. Disini ikan-ikan cantik terlihat jelas dari permukaan air, mereka gak takut-takut berenang bareng bahkan tambahan air dari temen-temen yang numpang pipis disini mereka nikmati layaknya pesta vodka. Sebuah prestasi besar ditorehkan danang, dia berhasil snorkling menjauh dari perahu.. gak pegangan perahu sodara-sodara!! OPLOKOPLOKOPLOK.... (standing ovation) semua itu berkat sebuah tali (huuuu.... duduk lagi lempar jangkar!!).

Malam harinya tidak ada games, semua udah terlalu cape'. Ohya... Bu Nuruuuulll.... matikan blower-nya dunx!! Gila.. malam minggu bukannya ditemani angin sepoi-sepoi yang menambah romantisnya suasana malam dibawah taburan bintang malahan AC, blower, kipas angin dipasang maksimal... angin laut berhembus dengan teramat kencang.. Brrr... uhuk uhuk.... 38.2 degrees, and i'm stil here for d'next 2 days:/

Panduan Wisata Karimunjawa: http://ndahsaja.com/?p=58